
Sesudah sarapan Azzam dan Aisyah bersiap -siap berangkat ke kantor . Pagi itu Aisyah tampak bersemangat sekali ikut Azzam kekantor .
Gamis dan hijab syari yang serasi dengan warna cadar yang berwarna coklat membuat penampilan Aisyah terlihat elegan .
Keduanya pun melangkah bersama keluar kamar , menuju parkiran .
" Selamat pagi Pak Bos , Ibu ! " Sapa Riko .
" Pagi !" Jawab Azzam dan Aisyah hampir bersamaan .
Pandangan Aisyah tertuju pada mobil mewahnya .Yang diberinya nama Si Putih . Saat itu sedang di bersihkan oleh Pak Jai .
" Mau pake Si Putih ? " Tanya Azzam .
Aisyah menggelengkan kepala .
" Yuk ! " kata Azzam lalu membukakan pintu mobil untuk Aisyah .
Aisyah pun masuk kedalam mobil disusul Azzam . Perlahan mobil mereka bergerak meninggalkan halaman rumah dan berbaur dengan kendaraan lainnya .
Baru beberapa menit di dalam mobil , Aisyah merasa pusing .
" Kenapa sayang ? " Tanya Azzam kerika melihat Aisyah memegangi kepalanya.
" Pusing ! " Jawab Aisyah .
" Riko , didepan berhenti dulu ! " Kata Azzam pada sopirnya .
"Terus aja By , nggak papa !" Kata Aisyah .
" Tapi sayang ? "
" Nggak papa . Terus aja Pak Riko ! " Kata Aisyah.
" Baik Bu! " Sahut Riko .
" Sayang kamu yakin nggak papa, atau kita balik aja kamu istirahat di rumah ." Kata Azzam yang mulai cemas ikut memijat kepala Aisyah yang kini bersadar di pundaknya .
" Parfume mobil ini yang buat Ais pusing ." Kata Aisyah dengan mata terpejam .
Azzam lalu memerintahkan Riko untuk membuang parfume itu .
"Gimana ? Masih pusing ? Kita ke rumah sakit ya ? " Kata Azzam .
" Nggak usah . Udah mendingan kok By . " Kata Aisyah kemudian memperbaiki posisi duduknya .
" Kita balik ke rumah aja ya , kamu istirahat di rumah ." kata Azzam yang masih cemas .
" Bentar lagi nyampe kantor kan , nanti Ais istirahat di ruangan kerja Hubby aja . Udah mendingan juga ." Kata Aisyah meyakinkan Azzam .
" Baru setengah perjalanan sayang ." kata Azzam .
Aisyah masih tetap pada keinginannya untuk ikut Azzam ke kantor . Walaupun cemas dengan kondisi sang istri ,Azzam juga tidak bisa menolak .
Sesampainya dihalaman kantor , Riko bergegas turun membukakan pintu mobil untuk majikannya .
" Kamu saya gendong ya ?" Kata Azzam .
" Ais bisa jalan sendiri By .Udah nggak pusing lagi." Kata Aisyah .
" Nanti kamu capek trus pusing lagi gimana ? Saya gendong aja ya ! " Kata Azzam lagi
" Nggak usah By . Malu dilliatin pegawai Hubby ." Kata Aisyah .
" Ya Udah ." Kata Azzam lalu keluar dari mobil di susul Aisyah .
Azzam menggenggam tangan Aisyah melangkah memasuki lobi kantor . Keduanya menyapa semua karyawan yang mereka temui dengan senyuman . Beberapa dari mereka ada yang kagum dengan keharmonisan rumah tangga pimpinan mereka .
Azzam dan Aisyah langsung menuju ruang kerja Azzam . Azzam lalu menelpon OB untuk membuatkan Aisyah teh hangat. Sambil menunggu Azzam dan Aisyah duduk di sofa .Tidak lama kemudian OB datang dengan membawa teh hangat untuk Aisyah .
" Minum dulu , sayang ! " Kata Azzam sambil memberikan gelas teh hangat pada Aisyah.
" Makasih ya By ! " Kata Aisyah lalu meneguk teh hangat itu .
" Masih pusing nggak ? Kalo pusing kita ke Dokter Arini ya ? " kata Azzam dengan wajah kuatirnya .
Aisyah tersenyun kemudian meletakkan kembali gelas teh di atas meja
" Ais ,udah nggak pusing lagi By ! " Kata Aisyah
" Beneran ?"
" Iya . Masa Ais bohong . " Kata Aisyah meyakinkan suaminya kalau sakit kepalanya sudah hilang .
" Nggak usah kuatir gitu !" Kata Aisyah lagi sambil mencubit hidung Azzam yang masih memperlihatkan wajah cemasnya .
" Saya nggak mau kamu kenapa -napa ,sayang ! " Kata Azzam .
" Iya , Ais tau . Tapi beneran Ais nggak papa . Aroma parfume mobil tadi aja yang buat Ais pusing . " kata Aisyah .
__ADS_1
Azzam masih menatap wajah istrinya . Wajahnya masih terlihat cemas . Aisyah lalu melepas cadarnya kemudian tersenyum . Azzam pun sedikit lega melihat wajah Aisyah yang biasa saja .
" Baru Ais pusing , sudah segitu panik x Hubby . Gimana kalo ...."
" Udah ya, jangan ngomong macem -macem . Ucapan itu doa ,Sayang !" Kata Azzam memotong ucapan Aisyah dengan menempelkan jari telunduk di depan bibir Aisyah .
"Iya deh . Maaf !" Kata Aisyah
Obrolan mereka terhenti saat terdengar suara pintu di ketuk . Keduanya pun menoleh ke arah pintu .
" Masuk !" Jawab Azzam dan Aisyah memasang kembali cadarnya.
Saat pintu terbuka , muncul Ririn dari balik pintu .
" Masuk Rin ." Kata Aisyah .
" Iya Mba ! " Sahut Ririn
Baru saja Ririn melangkah masuk , pintu kembali diketuk . Azzam pun kembali menyuruh masuk . Dan muncul Ahmad dari balik pintu . Azzam lalu mempersilahkan keduanya duduk .
" Pagi Pak Bos, Mbak.” Sapa Ririn sambil tersenyum lalu duduk
" Pagi ." Jawab Azzam dan Aisyah bersamaan .
Ahmad juga duduk .
" Untuk sekretaris pengganti saya , Pak Bos pilih siapa , Zia atau Adel ? "Tanya Ririn memulai pembicaraan .
" Kami sudah diskusi , Saya dan istri sepakat Nurul Fauzia ." Kata Azzam .
" Masalahnya sekarang Zia mau resign !" Kata Ririn .
" Itu juga yang mau saya bicarakan tadi . Barusan Zia mengajukan surat resignnya ." Kata Ahmad .
" Resign kenapa ? " Tanya Azzam .
" Iya,resign kenapa ? " timpal Aisyah .
" Dia bilang ke saya tadi malam . Karena suaminya mutasi keluar kota . Jadi dia harus ikut suamimya ." Kata Ririn .
" Iya . Di surat resignnya juga keterangannya begitu . Dan kebetulan tempat mutasi suaminya adalah tempat tinggal orang tuanya . Jadi dia mau fokus mengurus keluarga dan orang tua yang sudah lanjut usia ." Tutur Ahmad .
" Suaminya kerja apa ? " Tanya Azzam
" Pegawai negeri sipil ." Jawab Ahmad .
" Dia resign ingin berbakti pada suami dan kedua orang tuanya . " Kata Aisyah .
" Jadi Pak Bos pilih Adel kah ? " Tanya Ririn
" Cari pegawai baru saja !" Jawab Azzam sambil melirik Aisyah.
"Nanti kamu diskusikan saja sama Ozi tentang ini . Nggak papa kalo kamu nggak ke kantor lagi . Kamu istirahat saja ." Kata Azzam.
" Iya Rin . Oya perkiraan lahirannya kapan ? " Tanya Aisyah
" Akhir bulan depan ,Mba ." Sahut Ririn
" Semoga lancar ya sampai lahiran ." Kata Aisyah .
" Amin . Makasih mba . Hari ini terakhir saya masuk kerja . Masih ada 1 file lagi yang saya kerjakan . Dan harus ditanda tangani Pak Bos ."
" Oke ! " Sahut Azzam .
" Rin , nanti kalo kerjaan kamu udah beres , kita ngobrol ya ." Kata Aisyah .
" Hari ini istri saya ngidam pengen ngobrol sama kamu ." Kata Azzam .
" Ohh...iya mba , nanti kalo sudah selesai kerjaan saya balik kesini ." Kata Ririn tersenyum .
Aisyah mengangguk . Membuat Azzam dan Ahmad tersenyum .
" Kalo begitu ,Pak Bos saya permisi dulu." Kata Ririn lalu meninggalkan ruangan itu .
" Abang juga balik keruangan dulu ya !" Kata Ahmad .
Ahmad pun keluar meninggalkan ruangan .
" Sayang , saya kerja dulu ya ! " Kata Azzam sambil menunjuk meja kerjanya yang sudah tertumpuk beberapa berkas yang harus di tanda tangani .
" Iya . " Kata Aisyah .
" Kalo kamu mau tiduran , ke kamar saja ." Kata Azzam lagi .
" Iya nanti. Sekarang Ais mau disini dulu ." Jawab Aisyah.
Azzam bangun dari duduknya melangkah menuju kursi meja kerjanya untuk menanda tangani berkas-berkas . Sedangkan Aisyah mengambil ponsel dari dalam tasnya berselancar dimedia sosial .
Melihat cemilan -cemilan yang diposting di media sosial , naluri untuk mencicipi Aisyah pun muncul . Tanpa banyak pikir dia pun langsung memesan cemilan itu .
__ADS_1
Tidak lama kemudian ponsel Aisyah pun berdering . Telpon dari kurir yang mengantar pesanannnya .Kurang dari lima menit . Pintu ruangan Azzam pun diketuk .Aisyah mempersilahkan masuk .Seorang OB pun masuk membawa beberapa paket.
" Terima kasih ,ya ! " Kata Aisyah setelah OB itu meletakkan pesanannya di atas meja tepat dihadapannya .
" Sama -sama Bu .Saya permisi dulu " Kata OB
Azzam menatap Aisyah yang saat itu sedang membuka paketannya . Menyadari mata sang suami tertuju padanya ,Aisyah tersenyum .
" Ais liat di sosmed tadi , kayaknya enak jadi Ais beli ." Kata Aisyah .
" Belinya jangan asal beli sayang , cari yang higenis ." Kata Azzam lalu melanjutkan kerjaannya .
" Iya , ini dari brant toko kue terbaik dikota ini juga By . " Kata Aisyah .
Azzam menganggukkan kepala .
Paketan itu berisi beberapa toples camilan yang beraneka ragam bentuk dan warnanya . Membuat Aisyah tidak sabar untuk mencicipinya .
Aisyah mencoba satu persatu cemilan yang di belinya . Senyum puas akan rasa cemilan yang enak itu terlihat jelas diwajahnya . Dia pun bangun dari duduknya dengan membawa semua jenis cemilan di dalam sebuah piring mendekati Azzam .
" Cobain By ! " Kata Aisyah yang duduk di kursi depan Azzam .
" Iya bentar ya !" Sahut Azzam yang masih sibuk sama kerjaannya .
" Enak lho By ! " Kata Aisyah lagi .
" Iya !" Jawab Azzam tanpa memandang Aisyah masih fokus pada berkasnya .
Aisyah pun mulai kesal . Aisyah bangun dari dudukknya melangkah mendekati Azzam lalu mengambil pulpen dari tangan Azzam dan duduk di pangkuan Azzam .Azzam pun hanya bisa diam saja .
" Kenapa ? Marah ?" kata Aisyah menatap suaminya .
Azzam menghela napas beratnya .
" Nggak !" Sahut Azzam
" Cobain dulu ,aaaa .." Kata Aisyah siap menyuapi Azzam
Azzam membuka mulut dan menikmati cemilan yang di suapi Aisyah .
" Enakkan ? "
Azzam mengangguk lalu mengalungkan tangannya di pinggang Aisyah .
"Cobain yang ini lagi ya !" Kata Aisyah mengambil cemilan yang lain .
Beberapa butir cemilan masuk ke mulut Azzam . Azzam akui cemilan itu memang enak . Keduanya saling bergantian menyuapi . Sesekali terdengar keduanya tertawa bersama .
" Oke udah ya . Saya mau lanjut kerja lagi . " Kata Azzam .
" Iya , tapi nanti pulang kita mampir ke toko kuenya ya ," kata Aisyah .
" Iya . Nanti kita beli banyak -banyak untuk stok dirumah ." Kata Azzam .
Cup
" Makasih ya By !" Kata Aisyah setelah mengecup bibir Azzam .
" Sama -sama . " Kata Azzam sambil tersenyum .
" Eiit ...mau kemana ?" Tanya Azzam saat Aisyah bangun dari pangkuannya
" Hubby kan mau lanjut kerja !" Sahut Aisyah yang sudah berdiri disamping Azzam .
" Yang tadi bisa diulang nggak ? " Kata Azzam tersenyum sambil menunjuk bibirnya .
" Udah lanjut kerja . Nggak ada adegan ulang ." Kata Aisyah .
" Iya deh ." Sahut Azzam lemas .
Aisyah tersenyum melihat ekspresi suaminya . Dia pun kembali duduk di pangkuan suaminya . Dan mengulang adegan mesra tadi .
***
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 16.00. Azzam pun membangunkan Aisyah yang sedang tertidur di kamar khusus di ruang kerja Azzam . Setelah Aisyah terbangun , keduanya pun sholat ashar berjamaah .
Selesai sholat keduanya pun bersiap untuk pulang . Azzam dan Aisyah melangkah bersama sambil bergandengan tangan meninggalkan ruang kerja Azzam .
" By , jangan lupa mampir ditoko kue tempat Ais beli cemilan tadi ." Kata Aisyah saat mereka sudah berada di dalam mobil .
Azzam pun meminta Riko supirnya untuk mampir di alamat yang ditunjukkan Aisyah.
" Baik Pak Bos !" Kata Riko .
Tidak lama kemudian mobil mereka pun berhenti disebuah toko kue . Azzam bergegas turun untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya .
Keduanya bergandengan tangan memasuki toko kue . Mata Aisyah tertuju pada kue -kue kering yang berjejer dengan beraneka ragam bentuk .
Pemilik toko yang mengenal sosok Azzam pun langsung turun tangan melayani pelanggan istimewanya . Dia lalu mempersilahkan Azzam dan Aisyah mencicipi sample kue kering yang terpajang .
__ADS_1
Karena semua rasanya enak dan Aisyah suka . Azzam pun membeli semua jenis kue kering itu .
...Bersambung ...