Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 144 . Parfume Yang Buat Pusing


__ADS_3

Sesudah sarapan Azzam dan Aisyah bersiap -siap berangkat ke kantor . Pagi itu Aisyah tampak bersemangat sekali ikut Azzam kekantor .


Gamis dan hijab syari yang serasi dengan warna cadar yang berwarna coklat membuat penampilan Aisyah terlihat elegan .


Keduanya pun melangkah bersama keluar kamar , menuju parkiran .


" Selamat pagi Pak Bos , Ibu ! " Sapa Riko .


" Pagi !" Jawab Azzam dan Aisyah hampir bersamaan .


Pandangan Aisyah tertuju pada mobil mewahnya .Yang diberinya nama Si Putih . Saat itu sedang di bersihkan oleh Pak Jai .


" Mau pake Si Putih ? " Tanya Azzam .


Aisyah menggelengkan kepala .


" Yuk ! " kata Azzam lalu membukakan pintu mobil untuk Aisyah .


Aisyah pun masuk kedalam mobil disusul Azzam . Perlahan mobil mereka bergerak meninggalkan halaman rumah dan berbaur dengan kendaraan lainnya .


Baru beberapa menit di dalam mobil , Aisyah merasa pusing .


" Kenapa sayang ? " Tanya Azzam kerika melihat Aisyah memegangi kepalanya.


" Pusing ! " Jawab Aisyah .


" Riko , didepan berhenti dulu ! " Kata Azzam pada sopirnya .


"Terus aja By , nggak papa !" Kata Aisyah .


" Tapi sayang ? "


" Nggak papa . Terus aja Pak Riko ! " Kata Aisyah.


" Baik Bu! " Sahut Riko .


" Sayang kamu yakin nggak papa, atau kita balik aja kamu istirahat di rumah ." Kata Azzam yang mulai cemas ikut memijat kepala Aisyah yang kini bersadar di pundaknya .


" Parfume mobil ini yang buat Ais pusing ." Kata Aisyah dengan mata terpejam .


Azzam lalu memerintahkan Riko untuk membuang parfume itu .


"Gimana ? Masih pusing ? Kita ke rumah sakit ya ? " Kata Azzam .


" Nggak usah . Udah mendingan kok By . " Kata Aisyah kemudian memperbaiki posisi duduknya .


" Kita balik ke rumah aja ya , kamu istirahat di rumah ." kata Azzam yang masih cemas .


" Bentar lagi nyampe kantor kan , nanti Ais istirahat di ruangan kerja Hubby aja . Udah mendingan juga ." Kata Aisyah meyakinkan Azzam .


" Baru setengah perjalanan sayang ." kata Azzam .


Aisyah masih tetap pada keinginannya untuk ikut Azzam ke kantor . Walaupun cemas dengan kondisi sang istri ,Azzam juga tidak bisa menolak .


Sesampainya dihalaman kantor , Riko bergegas turun membukakan pintu mobil untuk majikannya .


" Kamu saya gendong ya ?" Kata Azzam .


" Ais bisa jalan sendiri By .Udah nggak pusing lagi." Kata Aisyah .


" Nanti kamu capek trus pusing lagi gimana ? Saya gendong aja ya ! " Kata Azzam lagi


" Nggak usah By . Malu dilliatin pegawai Hubby ." Kata Aisyah .


" Ya Udah ." Kata Azzam lalu keluar dari mobil di susul Aisyah .


Azzam menggenggam tangan Aisyah melangkah memasuki lobi kantor . Keduanya menyapa semua karyawan yang mereka temui dengan senyuman . Beberapa dari mereka ada yang kagum dengan keharmonisan rumah tangga pimpinan mereka .


Azzam dan Aisyah langsung menuju ruang kerja Azzam . Azzam lalu menelpon OB untuk membuatkan Aisyah teh hangat. Sambil menunggu Azzam dan Aisyah duduk di sofa .Tidak lama kemudian OB datang dengan membawa teh hangat untuk Aisyah .


" Minum dulu , sayang ! " Kata Azzam sambil memberikan gelas teh hangat pada Aisyah.


" Makasih ya By ! " Kata Aisyah lalu meneguk teh hangat itu .


" Masih pusing nggak ? Kalo pusing kita ke Dokter Arini ya ? " kata Azzam dengan wajah kuatirnya .


Aisyah tersenyun kemudian meletakkan kembali gelas teh di atas meja


" Ais ,udah nggak pusing lagi By ! " Kata Aisyah


" Beneran ?"


" Iya . Masa Ais bohong . " Kata Aisyah meyakinkan suaminya kalau sakit kepalanya sudah hilang .


" Nggak usah kuatir gitu !" Kata Aisyah lagi sambil mencubit hidung Azzam yang masih memperlihatkan wajah cemasnya .


" Saya nggak mau kamu kenapa -napa ,sayang ! " Kata Azzam .


" Iya , Ais tau . Tapi beneran Ais nggak papa . Aroma parfume mobil tadi aja yang buat Ais pusing . " kata Aisyah .

__ADS_1


Azzam masih menatap wajah istrinya . Wajahnya masih terlihat cemas . Aisyah lalu melepas cadarnya kemudian tersenyum . Azzam pun sedikit lega melihat wajah Aisyah yang biasa saja .


" Baru Ais pusing , sudah segitu panik x Hubby . Gimana kalo ...."


" Udah ya, jangan ngomong macem -macem . Ucapan itu doa ,Sayang !" Kata Azzam memotong ucapan Aisyah dengan menempelkan jari telunduk di depan bibir Aisyah .


"Iya deh . Maaf !" Kata Aisyah


Obrolan mereka terhenti saat terdengar suara pintu di ketuk . Keduanya pun menoleh ke arah pintu .


" Masuk !" Jawab Azzam dan Aisyah memasang kembali cadarnya.


Saat pintu terbuka , muncul Ririn dari balik pintu .


" Masuk Rin ." Kata Aisyah .


" Iya Mba ! " Sahut Ririn


Baru saja Ririn melangkah masuk , pintu kembali diketuk . Azzam pun kembali menyuruh masuk . Dan muncul Ahmad dari balik pintu . Azzam lalu mempersilahkan keduanya duduk .


" Pagi Pak Bos, Mbak.” Sapa Ririn sambil tersenyum lalu duduk


" Pagi ." Jawab Azzam dan Aisyah bersamaan .


Ahmad juga duduk .


" Untuk sekretaris pengganti saya , Pak Bos pilih siapa , Zia atau Adel ? "Tanya Ririn memulai pembicaraan .


" Kami sudah diskusi , Saya dan istri sepakat Nurul Fauzia ." Kata Azzam .


" Masalahnya sekarang Zia mau resign !" Kata Ririn .


" Itu juga yang mau saya bicarakan tadi . Barusan Zia mengajukan surat resignnya ." Kata Ahmad .


" Resign kenapa ? " Tanya Azzam .


" Iya,resign kenapa ? " timpal Aisyah .


" Dia bilang ke saya tadi malam . Karena suaminya mutasi keluar kota . Jadi dia harus ikut suamimya ." Kata Ririn .


" Iya . Di surat resignnya juga keterangannya begitu . Dan kebetulan tempat mutasi suaminya adalah tempat tinggal orang tuanya . Jadi dia mau fokus mengurus keluarga dan orang tua yang sudah lanjut usia ." Tutur Ahmad .


" Suaminya kerja apa ? " Tanya Azzam


" Pegawai negeri sipil ." Jawab Ahmad .


" Dia resign ingin berbakti pada suami dan kedua orang tuanya . " Kata Aisyah .


" Jadi Pak Bos pilih Adel kah ? " Tanya Ririn


" Cari pegawai baru saja !" Jawab Azzam sambil melirik Aisyah.


"Nanti kamu diskusikan saja sama Ozi tentang ini . Nggak papa kalo kamu nggak ke kantor lagi . Kamu istirahat saja ." Kata Azzam.


" Iya Rin . Oya perkiraan lahirannya kapan ? " Tanya Aisyah


" Akhir bulan depan ,Mba ." Sahut Ririn


" Semoga lancar ya sampai lahiran ." Kata Aisyah .


" Amin . Makasih mba . Hari ini terakhir saya masuk kerja . Masih ada 1 file lagi yang saya kerjakan . Dan harus ditanda tangani Pak Bos ."


" Oke ! " Sahut Azzam .


" Rin , nanti kalo kerjaan kamu udah beres , kita ngobrol ya ." Kata Aisyah .


" Hari ini istri saya ngidam pengen ngobrol sama kamu ." Kata Azzam .


" Ohh...iya mba , nanti kalo sudah selesai kerjaan saya balik kesini ." Kata Ririn tersenyum .


Aisyah mengangguk . Membuat Azzam dan Ahmad tersenyum .


" Kalo begitu ,Pak Bos saya permisi dulu." Kata Ririn lalu meninggalkan ruangan itu .


" Abang juga balik keruangan dulu ya !" Kata Ahmad .


Ahmad pun keluar meninggalkan ruangan .


" Sayang , saya kerja dulu ya ! " Kata Azzam sambil menunjuk meja kerjanya yang sudah tertumpuk beberapa berkas yang harus di tanda tangani .


" Iya . " Kata Aisyah .


" Kalo kamu mau tiduran , ke kamar saja ." Kata Azzam lagi .


" Iya nanti. Sekarang Ais mau disini dulu ." Jawab Aisyah.


Azzam bangun dari duduknya melangkah menuju kursi meja kerjanya untuk menanda tangani berkas-berkas . Sedangkan Aisyah mengambil ponsel dari dalam tasnya berselancar dimedia sosial .


Melihat cemilan -cemilan yang diposting di media sosial , naluri untuk mencicipi Aisyah pun muncul . Tanpa banyak pikir dia pun langsung memesan cemilan itu .

__ADS_1


Tidak lama kemudian ponsel Aisyah pun berdering . Telpon dari kurir yang mengantar pesanannnya .Kurang dari lima menit . Pintu ruangan Azzam pun diketuk .Aisyah mempersilahkan masuk .Seorang OB pun masuk membawa beberapa paket.


" Terima kasih ,ya ! " Kata Aisyah setelah OB itu meletakkan pesanannya di atas meja tepat dihadapannya .


" Sama -sama Bu .Saya permisi dulu " Kata OB


Azzam menatap Aisyah yang saat itu sedang membuka paketannya . Menyadari mata sang suami tertuju padanya ,Aisyah tersenyum .


" Ais liat di sosmed tadi , kayaknya enak jadi Ais beli ." Kata Aisyah .


" Belinya jangan asal beli sayang , cari yang higenis ." Kata Azzam lalu melanjutkan kerjaannya .


" Iya , ini dari brant toko kue terbaik dikota ini juga By . " Kata Aisyah .


Azzam menganggukkan kepala .


Paketan itu berisi beberapa toples camilan yang beraneka ragam bentuk dan warnanya . Membuat Aisyah tidak sabar untuk mencicipinya .


Aisyah mencoba satu persatu cemilan yang di belinya . Senyum puas akan rasa cemilan yang enak itu terlihat jelas diwajahnya . Dia pun bangun dari duduknya dengan membawa semua jenis cemilan di dalam sebuah piring mendekati Azzam .


" Cobain By ! " Kata Aisyah yang duduk di kursi depan Azzam .


" Iya bentar ya !" Sahut Azzam yang masih sibuk sama kerjaannya .


" Enak lho By ! " Kata Aisyah lagi .


" Iya !" Jawab Azzam tanpa memandang Aisyah masih fokus pada berkasnya .


Aisyah pun mulai kesal . Aisyah bangun dari dudukknya melangkah mendekati Azzam lalu mengambil pulpen dari tangan Azzam dan duduk di pangkuan Azzam .Azzam pun hanya bisa diam saja .


" Kenapa ? Marah ?" kata Aisyah menatap suaminya .


Azzam menghela napas beratnya .


" Nggak !" Sahut Azzam


" Cobain dulu ,aaaa .." Kata Aisyah siap menyuapi Azzam


Azzam membuka mulut dan menikmati cemilan yang di suapi Aisyah .


" Enakkan ? "


Azzam mengangguk lalu mengalungkan tangannya di pinggang Aisyah .


"Cobain yang ini lagi ya !" Kata Aisyah mengambil cemilan yang lain .


Beberapa butir cemilan masuk ke mulut Azzam . Azzam akui cemilan itu memang enak . Keduanya saling bergantian menyuapi . Sesekali terdengar keduanya tertawa bersama .


" Oke udah ya . Saya mau lanjut kerja lagi . " Kata Azzam .


" Iya , tapi nanti pulang kita mampir ke toko kuenya ya ," kata Aisyah .


" Iya . Nanti kita beli banyak -banyak untuk stok dirumah ." Kata Azzam .


Cup


" Makasih ya By !" Kata Aisyah setelah mengecup bibir Azzam .


" Sama -sama . " Kata Azzam sambil tersenyum .


" Eiit ...mau kemana ?" Tanya Azzam saat Aisyah bangun dari pangkuannya


" Hubby kan mau lanjut kerja !" Sahut Aisyah yang sudah berdiri disamping Azzam .


" Yang tadi bisa diulang nggak ? " Kata Azzam tersenyum sambil menunjuk bibirnya .


" Udah lanjut kerja . Nggak ada adegan ulang ." Kata Aisyah .


" Iya deh ." Sahut Azzam lemas .


Aisyah tersenyum melihat ekspresi suaminya . Dia pun kembali duduk di pangkuan suaminya . Dan mengulang adegan mesra tadi .


***


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 16.00. Azzam pun membangunkan Aisyah yang sedang tertidur di kamar khusus di ruang kerja Azzam . Setelah Aisyah terbangun , keduanya pun sholat ashar berjamaah .


Selesai sholat keduanya pun bersiap untuk pulang . Azzam dan Aisyah melangkah bersama sambil bergandengan tangan meninggalkan ruang kerja Azzam .


" By , jangan lupa mampir ditoko kue tempat Ais beli cemilan tadi ." Kata Aisyah saat mereka sudah berada di dalam mobil .


Azzam pun meminta Riko supirnya untuk mampir di alamat yang ditunjukkan Aisyah.


" Baik Pak Bos !" Kata Riko .


Tidak lama kemudian mobil mereka pun berhenti disebuah toko kue . Azzam bergegas turun untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya .


Keduanya bergandengan tangan memasuki toko kue . Mata Aisyah tertuju pada kue -kue kering yang berjejer dengan beraneka ragam bentuk .


Pemilik toko yang mengenal sosok Azzam pun langsung turun tangan melayani pelanggan istimewanya . Dia lalu mempersilahkan Azzam dan Aisyah mencicipi sample kue kering yang terpajang .

__ADS_1


Karena semua rasanya enak dan Aisyah suka . Azzam pun membeli semua jenis kue kering itu .


...Bersambung ...


__ADS_2