Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 43 . Amarah Bu Ainun


__ADS_3

" Ohh. Ternyata dia nguping tadi , keterlaluan , awas kalian !" gerutu Bu Ainun di balik pintu geram melihat tingkah Tante Mia .


Saat itu Tante Mia sedang asik ngobrol dengan Siska , menjelek -jelekan Aisyah dan merencanakan sesuatu untuk mencelakakan Aisyah membuat Bu Ainun semakin geram . Dia lalu mendekati Tante Mia .


" Siska , jangan pernah kalian coba -coba merusak kebahagian anak saya , apa lagi sampai mencelakai Aisyah " Bentak Bu Ainun merampas ponsel dari tangannya Tante Mia . Membuat Tante Mia kaget . Begitu pula Siska. Sambungan telpon pun langsung terputus.


" Azzam itu masih keponakan kamu , malah kamu mau membantu orang lain untuk merusak kebahagiaannya , Tante macam apa kamu , Apa sich mau mu ? " Kata Bu Ainun emosi sambil mendorong Tante Mia


Tante Mia gagap , dia tidak tau harus ngomong apa . Azzam yang mendengar suara ribut ibunya marah -maran segera mendekati tempat asal suara .


" Ada apa my , Tante , ? " tanya Azzam memposisikan dirinya di antara keduanya sambil menatap keduanya bergantian .


" Tante mu ini sama Siska lagi merencanakan sesuatu untuk mencelakai Aisyah , mau -maunya dia diperalat Siska , tante macam apa begitu , mau merusak kebahagian keponakannya sendiri ?" kata Bu Ainun masih dengan emosi yang meluap - luap .


"Ummy , tenang dulu , sabar ..istigfar ummy . " Azzam berusaha menenangkan Bu Ainun yang sedang emosi


" Apa itu benar , tante ? " tanya Azzam menatap tajam Tante Mia ,membuat Tante Mia semakin pucat .


" Maafkan tante , Zam , Tante hanya ingin kamu kembali sama Siska , dia masih mencintai kamu , lagian Siska lebih baik dari Aisyah , buka mata kamu , Zam ..."


Pllaaak !


Tangan Bu Ainun mendarat di pipi Tante Mia . Membuat Tante Mia meringis kesakitan


" Matamu itu yang kamu buka , perempuan seperti Siska kamu bilang baik " Kata Bu Ainun geram


" Ummy , !"


" Dia pantas mendapatkannya Zam , "


" Liat aja sampai kapan pun saya tidak akan suka pada Aisyah " Ucap Tante Mia lalu mengambil kunci mobil dan tasnya kemudian pergi .


", Ummy , seharusnya ummy harus lebih sabar menghadapi tante Mia , " Bujuk Azzam lagi setelah Tante Mia pergi


" Tapi , Zam.."


"My ,, ini hanya akan memperburuk keadaan , saya takut tante Mja semakin nekat , setidaknya kita awasi saja dulu kita cari bukti untuk membuat efek jera pada mereka . "


" Maaf , Zam,, Umny khilaf , Maafkan Ummy ya ?"


Azzam lalu memeluk Bu Ainun , dan mereka keluar dari kamar Tante Mja . Azzam mengantar Bu Ainun ke kamarnya .


Bu Ainun lalu duduk di kursi samping tempat tidur .


" Sekarang Ummy tenang dulu , jangan pikir macem -macem , urusan tante Mia nanti orang -orang Azam yang urus ."

__ADS_1


" Ada apa ini ? " Tanya Pak Khairul yang baru masuk kamar .


Azzam lalu mencium tangan Pak Khairul di ikuti Bu Ainun


" Ada apa my , ? Tanya Pak Khairul lagi


" Maafkan Ummy , by ! " kata Bu Ainun terisak lalu menceritakan semuanya pada Pak Khairul


" Mia sudah keterlaluan , sekarang Ummy tenang dulu , biar ini jadi urusan abby " Kata Pak Khairul .


Azzam lalu pamit kembali ke kamarnya . Sesampai di kamar Azzam menelpon Ozi, untuk lebih ketat lagi mengawasi Siska dan Tante Mia . Setelah itu dia bergegas ke kamar mandi karena suara Azzam magrib sudah terdengar .


***


Hari berganti hari , hari pernikahan Azzam dan Aisyah semakin dekat . Tinggal 3 hari lagi . Siska pun sudah kehabisan cara , untuk memcoba mengusik mereka. Orang -orang Azzam selalu mengawasi gerak geriknya seolah sedikitpun tidak membuka celah untuknya bertindak . Dia pun tidak mau mengambil resiko , di tambah lagi Tante Mia sudah tidak tinggal di rumah itu lagi , membuat Siska sulit untuk mendapatkan informasi .


Dia juga kesal kenapa juga Tante Mia malah keluar dari rumah itu , malah memilih tinggal di apartemen .


" Kalian boleh menikah , tapi aku tidak akan membiarkan mereka bahagia " kata Siska .geram .


***


Persiapan pesta pernikahan Azzam dan Aisyah sudah hampir rampung . Tim EO bekerja keras mewujudkan pesta pernikahan sesuai keinginan klien mereka . Apa lagi kali ini , bukan klien biasa , membuat Luna sebagai manager OE langsung turun tangan . Pesta yang di gelar langsung di 2 tempat membuat mereka bekerja extra.


" Aman, jujur kali ini saya merasa deg -degan , beda dengan acara -acara sebelumnya " jawab Luna


" Sama aja mba ,saya juga deg -degan semoga berjalan sesuai rencana ya ?" kata Ririn


" Amin " Ucap kedua barengan .


Setelah ngobrol cukup lama di gedung untuk resepsi . Ririn dan Luna pun mengecek lokasi tempat Ijab kabul yang akan di laksanakan di sebuah masjid yang menjadi tempat awal Aisyah bertemu Azzam .


Saat sampai di masjid itu , keduanya kaget melihat Azzam juga ada di situ sedang ngobrol dengan seorang ustadz di depan pintu masjid


" Assalamualaikum " sapa Ririn dam Luna


" Waalaikumsalam " jawab Azzam dan Pak Ustadz


" Calon pengantin itu di rumah saja " kata Luna mulai menggoda Azzam


" Kebetulan lewat saja , jadi mampir dulu " kata Azzam .


" Sekedar mampir atau lagi mau latihan ijab qobul nie " Ririn ikut menggoda Azzam


Azzam tersenyum pada Ririn

__ADS_1


"Oke lah Pak Ustadz , saya pamit pulang dulu , Assaalmualaikum" kata Azzam


" Iya , Mas, Waalaikumsalam " sahut Pak Ustadz lalu kembali masuk ke dalam masjid .


" Kok buru -buru , kita ngobrol -ngobrol dulu lah, mumpung status masih belum jadi suami orang " kata Luna masih dengan nada meledek Azzam


" Kalo mau ngobrol , kita ke cafe depan " ajak Azzam


" Okey ,, "


Luna dan Ririn mengikuti Azzam ke cafe seberang jalan .Setelah sampai di cafe mereka memesan makanan dan minuman.


"Gimana semuanya aman ? " tanya Azzam


" Aman bos ku " sahut Luna


" O , ya , kemaren saya ke rumah Mba Aisyah . Mba Aisyah tu orangnya gak ribet ya , santai aja gitu ngomong , welcome banget sama orang , betah jadi kita ngobrol " kata Luna


Azzam tersenyum sambil membayangkan wajah pujaan hatinya . Hampir 2 minggu sudah mereka tidak bertemu. Terlintas dibenaknya senyuman manis Aisyah , tutur katanya yang lembut , galak tawanya , yang membuat Azzam semakin rindu . Luna dan Ririn saling pandang melihat Azzam melamun .


" Hmm , sabar - sabar 2 hari lagi " kata Luna cengengesan .


" Astagfirulaah " Azzam tersadar dari lamunannya


" Kangen banget ya ,Pak Bos ? " Ririn menatap Azzam


"Silahkan di makan " kata Azzam mengalihkan pembicaraan mereka , ketika pelayan cafe menyuguhkan pesanan mereka . Ririn dan Luna mengerti apa yang di rasakan Azzam saat itu .


Sambil menikmati makanan mereka ngobrol . Saat sedang makan mata Luna tertuju ke arah luar cafe .


" Itu Siska bukan sich ?" Kata Luna menunjuk Ke luar cafe .


" Mana ?" Ririn melihat ke lihat ke arah yang di tunjuk Luna


" Itu ! " yang berdiri di belakang mobil ," kata Luna lagi , Azzam pun membalikkan badan karena posisinya membelakangi arah yang di tunjuk luna .


" Iya , itu Siska , ngapain dia disitu , jangan -jangan dia ngapa -ngapain mobil Pak Bos " kata Ririn


" Eiits...Jangan suuzhon dulu , Eh Dia jalan kearah sini " kata Luna setengah berbisik


Siska berjalan masuk ke cafe dan mendekati meja mereka .


"Tenang., santai aja , " Kata Azzam


" Hai.. Semuanya , boleh saya gabung sama kalian " Sapa Siska yang berdiri tepat di samping Azzam . Tanpa menunggu jawaban mereka Siska langsung duduk di samping Azzam. Lalu dengan santai memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman .

__ADS_1


__ADS_2