
" Ohh. Ternyata dia nguping tadi , keterlaluan , awas kalian !" gerutu Bu Ainun di balik pintu geram melihat tingkah Tante Mia .
Saat itu Tante Mia sedang asik ngobrol dengan Siska , menjelek -jelekan Aisyah dan merencanakan sesuatu untuk mencelakakan Aisyah membuat Bu Ainun semakin geram . Dia lalu mendekati Tante Mia .
" Siska , jangan pernah kalian coba -coba merusak kebahagian anak saya , apa lagi sampai mencelakai Aisyah " Bentak Bu Ainun merampas ponsel dari tangannya Tante Mia . Membuat Tante Mia kaget . Begitu pula Siska. Sambungan telpon pun langsung terputus.
" Azzam itu masih keponakan kamu , malah kamu mau membantu orang lain untuk merusak kebahagiaannya , Tante macam apa kamu , Apa sich mau mu ? " Kata Bu Ainun emosi sambil mendorong Tante Mia
Tante Mia gagap , dia tidak tau harus ngomong apa . Azzam yang mendengar suara ribut ibunya marah -maran segera mendekati tempat asal suara .
" Ada apa my , Tante , ? " tanya Azzam memposisikan dirinya di antara keduanya sambil menatap keduanya bergantian .
" Tante mu ini sama Siska lagi merencanakan sesuatu untuk mencelakai Aisyah , mau -maunya dia diperalat Siska , tante macam apa begitu , mau merusak kebahagian keponakannya sendiri ?" kata Bu Ainun masih dengan emosi yang meluap - luap .
"Ummy , tenang dulu , sabar ..istigfar ummy . " Azzam berusaha menenangkan Bu Ainun yang sedang emosi
" Apa itu benar , tante ? " tanya Azzam menatap tajam Tante Mia ,membuat Tante Mia semakin pucat .
" Maafkan tante , Zam , Tante hanya ingin kamu kembali sama Siska , dia masih mencintai kamu , lagian Siska lebih baik dari Aisyah , buka mata kamu , Zam ..."
Pllaaak !
Tangan Bu Ainun mendarat di pipi Tante Mia . Membuat Tante Mia meringis kesakitan
" Matamu itu yang kamu buka , perempuan seperti Siska kamu bilang baik " Kata Bu Ainun geram
" Ummy , !"
" Dia pantas mendapatkannya Zam , "
" Liat aja sampai kapan pun saya tidak akan suka pada Aisyah " Ucap Tante Mia lalu mengambil kunci mobil dan tasnya kemudian pergi .
", Ummy , seharusnya ummy harus lebih sabar menghadapi tante Mia , " Bujuk Azzam lagi setelah Tante Mia pergi
" Tapi , Zam.."
"My ,, ini hanya akan memperburuk keadaan , saya takut tante Mja semakin nekat , setidaknya kita awasi saja dulu kita cari bukti untuk membuat efek jera pada mereka . "
" Maaf , Zam,, Umny khilaf , Maafkan Ummy ya ?"
Azzam lalu memeluk Bu Ainun , dan mereka keluar dari kamar Tante Mja . Azzam mengantar Bu Ainun ke kamarnya .
Bu Ainun lalu duduk di kursi samping tempat tidur .
" Sekarang Ummy tenang dulu , jangan pikir macem -macem , urusan tante Mia nanti orang -orang Azam yang urus ."
__ADS_1
" Ada apa ini ? " Tanya Pak Khairul yang baru masuk kamar .
Azzam lalu mencium tangan Pak Khairul di ikuti Bu Ainun
" Ada apa my , ? Tanya Pak Khairul lagi
" Maafkan Ummy , by ! " kata Bu Ainun terisak lalu menceritakan semuanya pada Pak Khairul
" Mia sudah keterlaluan , sekarang Ummy tenang dulu , biar ini jadi urusan abby " Kata Pak Khairul .
Azzam lalu pamit kembali ke kamarnya . Sesampai di kamar Azzam menelpon Ozi, untuk lebih ketat lagi mengawasi Siska dan Tante Mia . Setelah itu dia bergegas ke kamar mandi karena suara Azzam magrib sudah terdengar .
***
Hari berganti hari , hari pernikahan Azzam dan Aisyah semakin dekat . Tinggal 3 hari lagi . Siska pun sudah kehabisan cara , untuk memcoba mengusik mereka. Orang -orang Azzam selalu mengawasi gerak geriknya seolah sedikitpun tidak membuka celah untuknya bertindak . Dia pun tidak mau mengambil resiko , di tambah lagi Tante Mia sudah tidak tinggal di rumah itu lagi , membuat Siska sulit untuk mendapatkan informasi .
Dia juga kesal kenapa juga Tante Mia malah keluar dari rumah itu , malah memilih tinggal di apartemen .
" Kalian boleh menikah , tapi aku tidak akan membiarkan mereka bahagia " kata Siska .geram .
***
Persiapan pesta pernikahan Azzam dan Aisyah sudah hampir rampung . Tim EO bekerja keras mewujudkan pesta pernikahan sesuai keinginan klien mereka . Apa lagi kali ini , bukan klien biasa , membuat Luna sebagai manager OE langsung turun tangan . Pesta yang di gelar langsung di 2 tempat membuat mereka bekerja extra.
" Aman, jujur kali ini saya merasa deg -degan , beda dengan acara -acara sebelumnya " jawab Luna
" Sama aja mba ,saya juga deg -degan semoga berjalan sesuai rencana ya ?" kata Ririn
" Amin " Ucap kedua barengan .
Setelah ngobrol cukup lama di gedung untuk resepsi . Ririn dan Luna pun mengecek lokasi tempat Ijab kabul yang akan di laksanakan di sebuah masjid yang menjadi tempat awal Aisyah bertemu Azzam .
Saat sampai di masjid itu , keduanya kaget melihat Azzam juga ada di situ sedang ngobrol dengan seorang ustadz di depan pintu masjid
" Assalamualaikum " sapa Ririn dam Luna
" Waalaikumsalam " jawab Azzam dan Pak Ustadz
" Calon pengantin itu di rumah saja " kata Luna mulai menggoda Azzam
" Kebetulan lewat saja , jadi mampir dulu " kata Azzam .
" Sekedar mampir atau lagi mau latihan ijab qobul nie " Ririn ikut menggoda Azzam
Azzam tersenyum pada Ririn
__ADS_1
"Oke lah Pak Ustadz , saya pamit pulang dulu , Assaalmualaikum" kata Azzam
" Iya , Mas, Waalaikumsalam " sahut Pak Ustadz lalu kembali masuk ke dalam masjid .
" Kok buru -buru , kita ngobrol -ngobrol dulu lah, mumpung status masih belum jadi suami orang " kata Luna masih dengan nada meledek Azzam
" Kalo mau ngobrol , kita ke cafe depan " ajak Azzam
" Okey ,, "
Luna dan Ririn mengikuti Azzam ke cafe seberang jalan .Setelah sampai di cafe mereka memesan makanan dan minuman.
"Gimana semuanya aman ? " tanya Azzam
" Aman bos ku " sahut Luna
" O , ya , kemaren saya ke rumah Mba Aisyah . Mba Aisyah tu orangnya gak ribet ya , santai aja gitu ngomong , welcome banget sama orang , betah jadi kita ngobrol " kata Luna
Azzam tersenyum sambil membayangkan wajah pujaan hatinya . Hampir 2 minggu sudah mereka tidak bertemu. Terlintas dibenaknya senyuman manis Aisyah , tutur katanya yang lembut , galak tawanya , yang membuat Azzam semakin rindu . Luna dan Ririn saling pandang melihat Azzam melamun .
" Hmm , sabar - sabar 2 hari lagi " kata Luna cengengesan .
" Astagfirulaah " Azzam tersadar dari lamunannya
" Kangen banget ya ,Pak Bos ? " Ririn menatap Azzam
"Silahkan di makan " kata Azzam mengalihkan pembicaraan mereka , ketika pelayan cafe menyuguhkan pesanan mereka . Ririn dan Luna mengerti apa yang di rasakan Azzam saat itu .
Sambil menikmati makanan mereka ngobrol . Saat sedang makan mata Luna tertuju ke arah luar cafe .
" Itu Siska bukan sich ?" Kata Luna menunjuk Ke luar cafe .
" Mana ?" Ririn melihat ke lihat ke arah yang di tunjuk Luna
" Itu ! " yang berdiri di belakang mobil ," kata Luna lagi , Azzam pun membalikkan badan karena posisinya membelakangi arah yang di tunjuk luna .
" Iya , itu Siska , ngapain dia disitu , jangan -jangan dia ngapa -ngapain mobil Pak Bos " kata Ririn
" Eiits...Jangan suuzhon dulu , Eh Dia jalan kearah sini " kata Luna setengah berbisik
Siska berjalan masuk ke cafe dan mendekati meja mereka .
"Tenang., santai aja , " Kata Azzam
" Hai.. Semuanya , boleh saya gabung sama kalian " Sapa Siska yang berdiri tepat di samping Azzam . Tanpa menunggu jawaban mereka Siska langsung duduk di samping Azzam. Lalu dengan santai memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman .
__ADS_1