Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 122 Mulai Mengagumi


__ADS_3

Aisyah dan kedua sahabatnya sholat berjamaan di kamar Aisyah . Tidak lama setelah selesai sholat pintu kamar Aisyah di ketuk . Bi Imah yang mengetuk pintu . Dia memberitahukan kalau makan siang sudah siap . Ketiganya pun keluar dari kamar dan menuju ruang makan .


Azzam dan Aldi pulang dari masjid pun langsung ke ruang makan . Siang itu mereka berlima makan siang bersama .


" Saya jadi pengen liat kalian makan suap suapan ." Celetuk Ayu sambil mengedipkan matanya ke arah Mala .


" Hmmm, ngidam ni ? Sini py , bumil lagi ngidam ." Kata Mala lalu menyuapi Aldi dan di balas Aldi dengan menyuapi Mala .


" Kalian juga dong , kan romantis suap -suapan kayak mereka." Kata Ayu meminta Azzam dan Aisyah suap -suapan juga .


Aisyah menayap tajam Ayu, sementara Azzam sudah siap menyuapi Aisyah .


" Please ! " Kata Ayu lagi .


Melihat ekspresi Ayu , mau tidak mau Aisyah pun menuruti kemauan sahabatnya yang lagi hamil itu . Aisyah pun membuka mulutnya saat Azzam menyuapinya . Dan kemudian dia yang menyuapi Azzam .


" Yeeaah , gitu dong ! " Kata Ayu kegirangan .


" Sampai habis dong." Kata Ayu lagi .


Mau tidak mau kedua pasangan itu pun menuruti kemauan bumil satu itu. Awalnya Aisyah masih agak kaku , tapi lama kelamaan Aisyah mulai merasa nyaman , dan menikmati suapan demi suapan mesra dari Azzam. Azzam merasa bahagia saat itu . Dia ingat moment -moment kebersamaan mereka dulu . Azzam tersenyum menatap Ayu , seolah senyuman itu adalah ungkapan rasa terima kasihnya pada Ayu .


Selesai makan Azzam lalu mengambil tisu dan mengelap sisa makanan yang menempel di bibir Aisyah . Dag dig dug ser. Jantung Aisyah berdetak dua kali lebih cepat saat itu , yang lain melihat adegan itu pun senyum -senyum sendiri . Menyadari semua mata tertuju padanya , membuat wajah Aisyah memerah karena malu .


" Sweet banget sich , Saya jadi kangen Mas Radit ." Kata Ayu.


" Ngidamnya udah tuntas ya ? " Kata Aisyah .


" Iya , dulu kalian kalau makan selalu suap -suapan , keromantisan kalian berdua jadi inspirasi buat kami lho, Iya kan La ." Kata Ayu lagi .


" Nanti kalo Dek Aisyah sembuh pasti kami akan romantis lagi ." Kata Azzam sambil tersenyum.


" Jangan nunggu nanti , dengan kalian sering bersama , mesra , romantis pasti ingatan Ais pasti akan kembali. Karena kalian itu selalu romantis setiap waktu ." Kata Ayu dengan gaya lebaynya .


" Nggak usah lebay deh ." Sahut Aisyah.


Membuat semuanya tertawa . Azzam memgisyaratkan kepada Ayu dan Mala untuk tidak terlalu memojokkan Aisyah , dia nggak mau Aisyah ngambek lagi .


Selesai makan siang ,Ayu ,Mala dan Aldi pun pamit pulang , Azzam dan Aisyah mengantar mereka sampai ke depan pintu . Setelah mobil Ayu dan mobil Aldi menghilang di belokan jalan Azzam dan Aisyah masuk ke dalam rumah.


" Saya mau ke kamar ." Kata Aisyah lalu buru -buru menaiki anak tangga menuju kamarnya .


Azzam hanya memandangi Aisyah yang pergi meninggalkannya sambil menghela napas beratnya . Kemudian Azzam pun masuk juga ke kamarnya untuk istirahat .


***


Sementara itu di kediaman Pak Khairul, mobil yang menjemput Tante Mia dari bandara parkir di halaman. Dengan wajah sumringah Tante Mia turun dari mobil , dia merasa bahagia sekali bisa pulang ke tanah airnya . 1 tahun lebih tante Mia menetap di Amsterdam tinggal bersama kakak sulungnya disana .


Tante Mia pulang ke Indonesia pastinya punya maksud tertentu . Tante Mia sejak awal tidak suka pada Aisyah . Mendengar kabar Aisyah mengalami kecelakaan mengakibatkan dia kehilangan calon bayinya dan di vonis sulit untuk hamil lagi .Bagi Tante Mia itu ada peluang besar untuk memisahkan Azzam dan Aisyah .


Tante Mia masih berharap agar Azzam bisa menikah dengan Siska . Dimata Tante Mia hanya Siska lah yang paling pantas untuk mendampingi Azzam. Dan dari Siska Azzam pasti akan mendapatkan keturunan yang akan menjadi penerus keluarga mereka .

__ADS_1


Awalnya Tante Mia tidak di izinkan kakaknya kembali ke Indonesia ,karena kuatir dia akan berulah lagi, namun dengan tipu dayanya akhirnya dia bisa juga pulang tapi dia hanya diberikan izin hanya 2 minggu . Kesempatan itu tidak akan disia -siakan olehnya .


Bu Ainun yang mengintip dari balik gorden melihat ekspresi Tante Mia pun semakin yakin dengan firasatnya .


" Saya tidak akan biarkan kamu menghancurkan kebahagiaan anak menamtu saya ." Batin Bu Ainun.


" Ummy , ngapain disitu ? " tegur Pak Khairul ..


" Tu adik kesayangan Abby sudah sampai , awas aja kalo dia berani macem -mavem lagi ." Kata Bu Ainun.


" Ummy , walau bagaimana pun Dia adik Abby. Dan Abby pastikan dia tidak akan berani macem -macem lagi ." Sahut Pak Khairul lalu melangkah mendekati pintu .


Bersamaan dengan itu pintu terbuka , Tante Mia pun masuk . Mereka saling berpelukan . Tante Mia memeluk Pak Khairul lalu Bu Ainun. Kemudian mereka pun menuju ruang makan untuk menikmati makan siang bersama .


***


Keesokan harinya , Azzam mengantar Aisyah untuk cek up . Dan alhamdulillah kondisi Aisyah secara fisik bisa dinyatakan sembuh . Azzam pun lega mendengarnya . Tentang Aisyah yang amnesia. Dokter Arini menyarankan untuk Aisyah terapi . Dokter Arnii pun menjelasman tentang terapi untuk penderita amnesia seperti Aisyah.


Mendengar penjelasan Dokter Arini , Azzam dan Aisyah setuju terapi .Dokter Arini pun langsung memperkenalkan mereka dengan Dokter Steven yang menangani terapi itu .


Mereka lalu menyusun jadwal terapi . Aisyah yang akan melakukan terapi seminggu 2 kali . Yang terjadwal setiap hari Senin dan kamis . Setelah menyepakati semuanya Azzam dan Aisyah pulang .


Sebelum sampai ke rumah Azzam mengajak Aisyah pergi ke sebuah masjid yang menjadi sejarah cinta mereka . Azzam memparkirkan mobilnya di halaman masjid . Lalu keluar untuk membukakan pintu mobil untuk Aisyah .


" Kenapa kita kesini ? waktu sholat dzuhur kan masih 1 jam lagi ." Kata Aisyah saat turun dari mobil .


" Di masjid ini pertama kali kamu ketemu saya ." Kata Azzam sambil tersenyum . Terlintas di benaknya bagaimana pertemuan mereka waktu itu .


"Kalo kamu iya , tapi saya sebelum kita ketemu di masjid ini saya pernah ketemu kamu , waktu itu di perempatan jalan pas lampu merah saya liat kamu bantu nenek tua menyebrang jalan , kamu senyum ke arah mobil saya , dan sejak itu saya sudah suka sama kamu . Cukup lama saya mencari kamu , alhamdulillah takdir mempertemukan kita lagi di masjid ini . Dan Di masjid ini juga kita melangsungkan ijab kabul pernikahan kita " Kata Azzam .


"Kita stay di masjid ini dulu ya , sampai waktu sholat dzuhur tiba ." Kata Azzam lalu meraih tangan Aisyah dan mengajak masuk ke dalam masjid .


Genggaman tangan Azzam seperti magnet yang menarik Aisyah . Aisyah merasa sesuatu yang berbeda saat tangannya digenggaman Azzam.


Suasana masjid itu masih sepi hanya ada marbot yang sedang bersih -bersih . Marbot yang mengenal Azzam pun menyapa mereka . Setelah ngobrol sebentar dengan marbot itu .


Azzam lalu mengajak Aisyah duduk , tepat di posisi waktu mereka bertemu dulu . Mereka duduk bersebelahan .


" Waktu itu sebelum sholat isya saya duduk di sini , sambil menunggu waktu sholat saya melantunkan sebuah surah , .Di pertengahan surah , saya mencium aroma parfume perempuan dibelakang saya , ketika saya menoleh ternyata kamu yang duduk di belakang saya ." Kata Azzam sambil tersenyum .


" Kalo boleh saya tau , kamu melantunkan surah apa ? " Tanya Aisyah .


" Surah Ar -Rahman . Dan surah itu juga menjadi mas kawin pernikahan kita . Kamu sudah liat videonya di laptop saya kemaren kan ? " Kata Azzam


Aisyah mengangguk . Kembali Azzam tersenyum .


" Boleh saya dengar lagi kamu melantunkan surah itu ?" Kata Aisyah .


" Boleh ." Sahut Azzam sambil tersenyum .Aisyah pun ikut tersenyum .


Perlahan Azzam mulai melantunkan sutah itu , mendengar lantunan surah Ar-Rahman ,suara Azzam yang merdu membuat jantung Aisyah berdetak dua kali lebih cepat , tanpa sadar air mata Aisyah pun menetes .. Selesai melantunkan surah itu ,Azzam lalu mengusap air mata yang membasahi pipi Aisyah .

__ADS_1


" Sayang , kamu nangis ? kamu ingat sesuatu ? " tanya Azzam sambil menatap tajam wajah Aisyah .


" Suara kamu merdu sekali , saja jadi terharu ." Jawab Aisyah .


" Terima kasih , suara kamu juga merdu sayang ." kata Azzam kembali tersenyum .


" Jujur , saya ingin sekali segera mengingat semuanya ." kata Aisyah .


" Insya Allah sayang , ingatan kamu akan segera pulih . Kita wudhu yuk , sebentar lagi masuk waktu sholat dzuhur " kata Azzam .


Aisyah mengangguk , keduanya pun bangun dari duduk dan pergi ketempat berwudhu . Setelah berwudhu , Aisyah memakai mukena yang sudah tersedia di masjid itu . Tidak lama kemudian jemaah lain pun mulai berdatangan. Marbot tadi mengumandangkan azan menandakan waktu sholat telah tiba . Mereka pun sholat berjamaah di masjid itu .


Selesai sholat Azzam dan Aisyah kembali ke mobil , seperti biasa Azzam selalu membukakan pintu mobil untuk Aisyah .


" Kita makan siang dulu ya , setelah itu saya mau ajak kamu ke suatu tempat ." Kata Azzam .


" Kemana ? " Tanya Aisyah .


" Ntar juga kamu tau , kamu sering kok ke sana . Oh ya , Kita akan makan siang di cafe yang juga bersejarah untuk kita." Kata Azzam lalu mulai melajukan mobilnya .


" Ternyata banyak juga tempat bersejarahnya ." Sahut Aisyah sambil tersenyum . Membuat Azzam pun ikut tersenyum .


Akhirnya sampailah mereka disebuah cafe yang di maksud Azzam . Yang terletak di depan kantor tempat Aisyah bekerja dulu .


" Kantor itu , saya merasa pernah kesana ?" Kata Aisyah saat keluar dari mobil menatap sebuah kantor di seberang jalan .


" Kamu pernah kerja di kantor itu , kamu satu kantor sama Mala . Dan di cafe ini kalian sering makan siang ." Kata Azzam lalu kembali meraih tangan Aisyah mengajak Aisyah untuk masuk .


" Tadi kamu bilang , cafe ini juga menjadi sejarah kita , bisa kamu ceritakan ?" Kata Aisyah setelah mereka duduk di dalam cafe .


" Kita pesan makanan dulu ya ?" Kata Azzam.


" Oke !" Sahut Aisyah .


Azzam memanggil pelayan cafe , dan memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua .


.


Aisyah tersenyum ketika mendengar menu yang di pesan Azzam adalah menu makanan yang dia suka .


" Saya kagum sama kamu ,Mas.!" Batin Aisyah .


" Kok senyum -senyum ! " Kata Azzam sambil tersenyum .


" Kamu senyum juga ." sahut Aisyah .


" Ya karena kamu senyum sama saya ." kata Azzam .


" Kayaknya saya mulai suka deh sama kamu ,Mas ." Kata Aisyah kembali tersenyum .


" Wow , saya senang mendengarnya . " Kata Azzam .

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2