
Azzam lalu meraih tangan Aisyah dan membawa Aisyah kedalam pelukannya dengan penuh kasih sayang membelai rambut Aisyah yang terurai . Dan malam itu hasrat malam pengantin mereka pun tertunaikan.
***
Pagi itu matahari seakan enggan menampakkan sinarnya, bersembunyi di balik awan hitam . Tampaknya sebentar lagi hujan akan turun .
Aisyah dan kakaknya Anisa tampak sibuk menata meja makan , menyajikan nasi goreng spesial buatan ibu mereka . Setelah itu keduanya pergi ke kamar memanggil suami -suami mereka untuk sarapan .
Aisyah masuk ke kamarnya , dilihatnya Azzam sedang berdiri di dekat jendela menatap keluar
" Mas , kita sarapan yuk ! "kata Aisyah lalu mendekati Azzam
Azzam membalikkan badannya , saat Aisyah mendekat dia lalu merentangkan tangannya , agar Aisyah masuk kedalam pelukannya . Aisyah tersenyum dan menuruti kemauan Azzam . Tenggelan dalam pelukan hangat Azzam .
Berada dalam pelukan Azzam merupakan titik ternyaman yang Aisyah rasakan . Pelukan yang penuh kasih sayang . Azzam pun merasakan hal yang sama .
" Mas merasa tenang dan nyaman saat memeluk kamu , sayang " kata Azzam setengah berbisik
" Saya juga , " sahut Aisyah
" Ya udah kita begini aja terus "
" Gak segitunya juga , Mas " kata Aisyah
Azzam tertawa, beberapa kali dia mencium puncak kepala Aisyah
"O ya , tadi ummy telpon , nanya kapan kita nginap disana "
" Terus , mas bilang apa ?"
" Saya bilang nanya kamu dulu , kapan kamu siap ?"
" Hmmm , kapan ya ...? kita sarapan aja dulu ya , udah laper " ajak Aisyah lagi
Keduanya lalu keluar kamar , menuju meja makan , disana semua sudah berkumpul , tidak ketinggalan kedua bocil unyu -unyu Dira dan Dika . Mereka tampak sedang menikmati nasi goreng spesial buatan Bu Yani
" Selamat pagi , Aunty " Sapa kedua bocil itu pada Aisyah
" Selamat pagi kesayangannya Aunty " balas Aisyah
Aucle nya di sapa juga dong sayang ?" Kata Anisa pada kedua anaknya
" Selamat pagi. Aucle " Kata kedua bocah itu lagi .
"Selamat pagi juga Anak pinter " sahut Azzam .
Azzam menarik sebuah kursi untuk Aisyah duduk . Dan bersama dengan yang lain menikmati sarapan
" Hmmm ,,hmmmm , romantis sekali " goda Ahmad melihat Azzam dan Aisyah yang saling suap -suapan .
" Makanya cepat nikah ,biar bisa kayak kita " sahut Anisa yang ikut -ikutan menyuapi Farhan suaminya
" Sini ibu suapin , Abang ! " kata Bu Yani . Ahmad lalu membuka mulutnya menerima suapan dari ibunya.
" Uuuyyyy,, bayi gedenya ibu , " kata Aisyah membuat yang lain tertawa .
" Uuuyyyy....jadi ingat peristiwa semalam , wkwkwk " Kata Ahmad tertawa teringat kejadian semalam
Azzam pun ikut tertawa kekikikan , membuat muka Aisyah memerah karena malu .
" Abang., jangan di bahas dong !" Kata Aisyah pelan
" Emangnya ada apa sich , cerita -cerita ?" Anisa penasaran
__ADS_1
" Ada insiden sedikit, gak dengar kah semalam ? " kata Ahmad
" Dengar apa ? " Anisa semakin penasaran
Ahmad lalu menceritakan kejadian semalam , membuat semuanya tertawa .
" Ya , ampun dek , kamu tu ada -ada aja, tapi kamu gak papa kan ,Zam ? " kata Anisa menahan tawanya .
" Gak papa kak , cuma kaget aja . " Jawab Azzam tersenyum
""Hampir sama kayak kamu juga dulu my " kata Farhan menatap Anisa
" Apa Kak Nisa juga ?" kata Ahmad sambil tertawa
" Abby ,, please jangan diungkit lagi ! " Kata Anisa
"Cerita dong . Bang !"Aisyah penasaran
" Kakak mu dulu , Abang di tonjok , untung bisa ngeles jadi gak kena muka , kalo kena muka mungkin udah bonyol " Kata Farhan sambil tertawa .dan dia harus memahan sakit cubitan Anisa yang mendarat di lengannya
" Salah , Abby uga sich , siapa suruh ngagetin " sahut Aisyah
" Ada -ada aja kalian " Kata Pak Sulaiman
Pak Sulaiman dan Bu Yani tersenyum bahagia , melihat kebahagiaan tampak di wajah anak -anaknya .
***
Hari itu Aisyah dan Azzam pamit . Mereka akan menginap di rumah orang tua Azzam . Sebelum ke sana Azzam mengajak Aisyah singgah ke apartemennya .
" Silahkan masuk tuan putri " Kata Azzam pada Aisyah .
Aisyah lalu masuk , ekor matanya menelusuri tiap sudut ruang apartemen Azzam .
" Suka , Jadi kita akan tinggal disini ?"
Azzam tidak menjawab , dia menarik tangan Aisyah , menuntunnya melihat -lihat seluruh ruangan yang ada di apartemen itu . Aisyah terkagum - kagum melihat seluruh isi ruangan dengan desain minimalis tapi tetap terlihat mewah . Kemudian keduanya menuju kamar . Kamar yang luas .keduanya lalu duduk di atas kasur yang juga cukup luas dan empuk .ekor mata Aisyah menelusuri seluruh ruangan .
" Apartemen ini mau saya jual " Kata Azzam
" Kok di jual , trus kita tinggal dimana ? " Aisyah menatap Azzam .
" Kamu suka tempat ini ? "
Aisyah mengangguk , Azzam tersenyum
" Sayangnya , saya kurang suka apartemen ini , "
" Kenapa ? Apartemennya bagus , Mas kan sebelumnya tinggal disini juga kan ?"
" Kok tau ?"
" Ummy yang cerita "
" Ohh gitu ,Ummy cerita apa aja ?"
" Banyak sich , intinya semua tentang Mas , trus kenapa Mas gak suka tempat ini ?"
" Yang tinggal di apartemen ini mayoritas laki -lalki semua , saya gak mau aja mereka lirik -lirik istri saya yang cantik ini " Kata Azzam sambil mencubit manja pipi Aisyah .
" O ya ? Tapi Ais rasa bukan itu alasannya " kata Aisyah menatap tajam Azzam .
Azzam tertawa .
__ADS_1
" Kalo apartemen ini dijual kita tinggal dimana ? " Tanya Aisyah lagi
" Kita tinggal di tengah hutan "
" Hah...? Yang bener aja kamu ,Mas , mau jadi tarzan kah tinggal di hutan ? Gak mau . " protes Aisyah .
Azzam tertawa mendengar celotehan Aisyah .
" Sini -sini " Azzam menarik tangan Aisyah . Agar lebih dekat lagi dengannya .
" Sayang , gak mungkin lah Mas ngajak kamu tinggal di temgah hutan " Kata Azzam sambil membelai kepala Aisyah yang bersandar di pundaknya .
" Mas , sudah beli rumah untuk kita tinggal berdua , gak jauh dari sini , Apartemen ini sudah ada yang mau ngontrak , masih di urus sama Ririn . " Lanjut Azzam .
" Padahal Ais , suka lho tempat ini "
"Rumah baru kita , kamu pasti lebih suka " sahut Azzam
" O ya ?"
"iya , "
"Jadi alasannya bukan karena mayoritas yang tinggal di sini laki-laki kan ?"
" Bukan , tapi memang disini penghuninya rata -rata laki -laki "
" Tapi bukan laki -laki hidung belang kan ?"
" Entahlah , saya juga gak tau. Tapi sempat sich beberapa kali saya papasan mereka sama perempuan-perempuan lagi mabuk "
" Kalo Mas , pernah gak bawa perempuan kesini ? " tanya Aisyah menyelidik
" Gak pernah , sayang ! "
" Bohong !"
" Astagfirullah , sayang beneran Mas gak pernah bawa perempuan kesini , ?"
" Emangnya Aisyah ini bukan perempuan , kan Mas bawa kesini ," Kata Aisyah sambil tersenyum
" Sayang... Kamu kan istri Mas . Tapi beneran lho sayang ,Mas tidak pernah mengajak perempuan lain ke apartemen inj . saya juga tidak pernah menyentuh perempuan lain selain kamu , " Tutur Azzam
" Oh ya ,, mantan Mas kemaren keliatan seksi , masa gak pernah disentuh " kata Aisyah lagi
" Kamu gak percaya sama ,Mas " kata Azzam lalu bangkit dari duduknya , berjalan kearah jendela yang tirainya terbuka menatap jauh keluar .
Dari ekspresi wajah Azzam tampak dia tidak suka dengan kata -kata Aisyah . Aisyah merasa bersalah .
" Mas, maaf kalo kata -kata saya buat kamu marah , saya percaya kok sama Mas "
Azzam tetap pada posisinya , seolah tak mendengar apa yang Aisyah katakan . Tatapannya masih tertuju pada pemandangan di luar jendela .
" Mas semarah itukah kamu " Bisik hati Aisyah
Aisyah lalu bangun dari duduknya dan mendekati Azzam . Kini posisi Aisyah tepat di belakang Azzam . Air matanya tampak mulai mengalir membasahi pipinya .
Azzam memang agak kesal dengan kata -kata Aisyah , tapi sebenarnya dia tidak semarah itu , dia hanya mau liat ekspresi Aisyah , karena ada kejutan dibalik sikapnya itu . Mendengar suara Aisyah yang sudah mulai serak , dia tau pasti Aisyah sedang menangis .Azzam jadi dilema sendiri .
Bersambung......
ikuti terus ya kelanjutan ceritanya
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1
Terima kasih