Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 50. Di Apartemen


__ADS_3

Azzam lalu meraih tangan Aisyah dan membawa Aisyah kedalam pelukannya dengan penuh kasih sayang membelai rambut Aisyah yang terurai . Dan malam itu hasrat malam pengantin mereka pun tertunaikan.


***


Pagi itu matahari seakan enggan menampakkan sinarnya, bersembunyi di balik awan hitam . Tampaknya sebentar lagi hujan akan turun .


Aisyah dan kakaknya Anisa tampak sibuk menata meja makan , menyajikan nasi goreng spesial buatan ibu mereka . Setelah itu keduanya pergi ke kamar memanggil suami -suami mereka untuk sarapan .


Aisyah masuk ke kamarnya , dilihatnya Azzam sedang berdiri di dekat jendela menatap keluar


" Mas , kita sarapan yuk ! "kata Aisyah lalu mendekati Azzam


Azzam membalikkan badannya , saat Aisyah mendekat dia lalu merentangkan tangannya , agar Aisyah masuk kedalam pelukannya . Aisyah tersenyum dan menuruti kemauan Azzam . Tenggelan dalam pelukan hangat Azzam .


Berada dalam pelukan Azzam merupakan titik ternyaman yang Aisyah rasakan . Pelukan yang penuh kasih sayang . Azzam pun merasakan hal yang sama .


" Mas merasa tenang dan nyaman saat memeluk kamu , sayang " kata Azzam setengah berbisik


" Saya juga , " sahut Aisyah


" Ya udah kita begini aja terus "


" Gak segitunya juga , Mas " kata Aisyah


Azzam tertawa, beberapa kali dia mencium puncak kepala Aisyah


"O ya , tadi ummy telpon , nanya kapan kita nginap disana "


" Terus , mas bilang apa ?"


" Saya bilang nanya kamu dulu , kapan kamu siap ?"


" Hmmm , kapan ya ...? kita sarapan aja dulu ya , udah laper " ajak Aisyah lagi


Keduanya lalu keluar kamar , menuju meja makan , disana semua sudah berkumpul , tidak ketinggalan kedua bocil unyu -unyu Dira dan Dika . Mereka tampak sedang menikmati nasi goreng spesial buatan Bu Yani


" Selamat pagi , Aunty " Sapa kedua bocil itu pada Aisyah


" Selamat pagi kesayangannya Aunty " balas Aisyah


Aucle nya di sapa juga dong sayang ?" Kata Anisa pada kedua anaknya


" Selamat pagi. Aucle " Kata kedua bocah itu lagi .


"Selamat pagi juga Anak pinter " sahut Azzam .


Azzam menarik sebuah kursi untuk Aisyah duduk . Dan bersama dengan yang lain menikmati sarapan


" Hmmm ,,hmmmm , romantis sekali " goda Ahmad melihat Azzam dan Aisyah yang saling suap -suapan .


" Makanya cepat nikah ,biar bisa kayak kita " sahut Anisa yang ikut -ikutan menyuapi Farhan suaminya


" Sini ibu suapin , Abang ! " kata Bu Yani . Ahmad lalu membuka mulutnya menerima suapan dari ibunya.


" Uuuyyyy,, bayi gedenya ibu , " kata Aisyah membuat yang lain tertawa .


" Uuuyyyy....jadi ingat peristiwa semalam , wkwkwk " Kata Ahmad tertawa teringat kejadian semalam


Azzam pun ikut tertawa kekikikan , membuat muka Aisyah memerah karena malu .


" Abang., jangan di bahas dong !" Kata Aisyah pelan


" Emangnya ada apa sich , cerita -cerita ?" Anisa penasaran

__ADS_1


" Ada insiden sedikit, gak dengar kah semalam ? " kata Ahmad


" Dengar apa ? " Anisa semakin penasaran


Ahmad lalu menceritakan kejadian semalam , membuat semuanya tertawa .


" Ya , ampun dek , kamu tu ada -ada aja, tapi kamu gak papa kan ,Zam ? " kata Anisa menahan tawanya .


" Gak papa kak , cuma kaget aja . " Jawab Azzam tersenyum


""Hampir sama kayak kamu juga dulu my " kata Farhan menatap Anisa


" Apa Kak Nisa juga ?" kata Ahmad sambil tertawa


" Abby ,, please jangan diungkit lagi ! " Kata Anisa


"Cerita dong . Bang !"Aisyah penasaran


" Kakak mu dulu , Abang di tonjok , untung bisa ngeles jadi gak kena muka , kalo kena muka mungkin udah bonyol " Kata Farhan sambil tertawa .dan dia harus memahan sakit cubitan Anisa yang mendarat di lengannya


" Salah , Abby uga sich , siapa suruh ngagetin " sahut Aisyah


" Ada -ada aja kalian " Kata Pak Sulaiman


Pak Sulaiman dan Bu Yani tersenyum bahagia , melihat kebahagiaan tampak di wajah anak -anaknya .


***


Hari itu Aisyah dan Azzam pamit . Mereka akan menginap di rumah orang tua Azzam . Sebelum ke sana Azzam mengajak Aisyah singgah ke apartemennya .


" Silahkan masuk tuan putri " Kata Azzam pada Aisyah .


Aisyah lalu masuk , ekor matanya menelusuri tiap sudut ruang apartemen Azzam .


" Suka , Jadi kita akan tinggal disini ?"


Azzam tidak menjawab , dia menarik tangan Aisyah , menuntunnya melihat -lihat seluruh ruangan yang ada di apartemen itu . Aisyah terkagum - kagum melihat seluruh isi ruangan dengan desain minimalis tapi tetap terlihat mewah . Kemudian keduanya menuju kamar . Kamar yang luas .keduanya lalu duduk di atas kasur yang juga cukup luas dan empuk .ekor mata Aisyah menelusuri seluruh ruangan .


" Apartemen ini mau saya jual " Kata Azzam


" Kok di jual , trus kita tinggal dimana ? " Aisyah menatap Azzam .


" Kamu suka tempat ini ? "


Aisyah mengangguk , Azzam tersenyum


" Sayangnya , saya kurang suka apartemen ini , "


" Kenapa ? Apartemennya bagus , Mas kan sebelumnya tinggal disini juga kan ?"


" Kok tau ?"


" Ummy yang cerita "


" Ohh gitu ,Ummy cerita apa aja ?"


" Banyak sich , intinya semua tentang Mas , trus kenapa Mas gak suka tempat ini ?"


" Yang tinggal di apartemen ini mayoritas laki -lalki semua , saya gak mau aja mereka lirik -lirik istri saya yang cantik ini " Kata Azzam sambil mencubit manja pipi Aisyah .


" O ya ? Tapi Ais rasa bukan itu alasannya " kata Aisyah menatap tajam Azzam .


Azzam tertawa .

__ADS_1


" Kalo apartemen ini dijual kita tinggal dimana ? " Tanya Aisyah lagi


" Kita tinggal di tengah hutan "


" Hah...? Yang bener aja kamu ,Mas , mau jadi tarzan kah tinggal di hutan ? Gak mau . " protes Aisyah .


Azzam tertawa mendengar celotehan Aisyah .


" Sini -sini " Azzam menarik tangan Aisyah . Agar lebih dekat lagi dengannya .


" Sayang , gak mungkin lah Mas ngajak kamu tinggal di temgah hutan " Kata Azzam sambil membelai kepala Aisyah yang bersandar di pundaknya .


" Mas , sudah beli rumah untuk kita tinggal berdua , gak jauh dari sini , Apartemen ini sudah ada yang mau ngontrak , masih di urus sama Ririn . " Lanjut Azzam .


" Padahal Ais , suka lho tempat ini "


"Rumah baru kita , kamu pasti lebih suka " sahut Azzam


" O ya ?"


"iya , "


"Jadi alasannya bukan karena mayoritas yang tinggal di sini laki-laki kan ?"


" Bukan , tapi memang disini penghuninya rata -rata laki -laki "


" Tapi bukan laki -laki hidung belang kan ?"


" Entahlah , saya juga gak tau. Tapi sempat sich beberapa kali saya papasan mereka sama perempuan-perempuan lagi mabuk "


" Kalo Mas , pernah gak bawa perempuan kesini ? " tanya Aisyah menyelidik


" Gak pernah , sayang ! "


" Bohong !"


" Astagfirullah , sayang beneran Mas gak pernah bawa perempuan kesini , ?"


" Emangnya Aisyah ini bukan perempuan , kan Mas bawa kesini ," Kata Aisyah sambil tersenyum


" Sayang... Kamu kan istri Mas . Tapi beneran lho sayang ,Mas tidak pernah mengajak perempuan lain ke apartemen inj . saya juga tidak pernah menyentuh perempuan lain selain kamu , " Tutur Azzam


" Oh ya ,, mantan Mas kemaren keliatan seksi , masa gak pernah disentuh " kata Aisyah lagi


" Kamu gak percaya sama ,Mas " kata Azzam lalu bangkit dari duduknya , berjalan kearah jendela yang tirainya terbuka menatap jauh keluar .


Dari ekspresi wajah Azzam tampak dia tidak suka dengan kata -kata Aisyah . Aisyah merasa bersalah .


" Mas, maaf kalo kata -kata saya buat kamu marah , saya percaya kok sama Mas "


Azzam tetap pada posisinya , seolah tak mendengar apa yang Aisyah katakan . Tatapannya masih tertuju pada pemandangan di luar jendela .


" Mas semarah itukah kamu " Bisik hati Aisyah


Aisyah lalu bangun dari duduknya dan mendekati Azzam . Kini posisi Aisyah tepat di belakang Azzam . Air matanya tampak mulai mengalir membasahi pipinya .


Azzam memang agak kesal dengan kata -kata Aisyah , tapi sebenarnya dia tidak semarah itu , dia hanya mau liat ekspresi Aisyah , karena ada kejutan dibalik sikapnya itu . Mendengar suara Aisyah yang sudah mulai serak , dia tau pasti Aisyah sedang menangis .Azzam jadi dilema sendiri .


Bersambung......


ikuti terus ya kelanjutan ceritanya


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2