
Saat masuk ruang rawat Aisyah , Ahmad melihat Aisyah melamun .Dia lalu mendekati adiknya itu.
" Mikirin apa sich ? " Tanya Ahmad
" Nggak papa ,Bang ! " Sahut Aisyah sadar dari lamunannya .
" Mau minum, makan atau.."
" Mau minum air putih." potong Aisyah .
Ahmad lalu mengambilkan segelas air putih untuk Aisyah .
" Terima kasih ,Bang ! " Kata Aisyah setelah minum dan mengembalikan gelas kosong pada Ahmad.
" Sama -sama ." sahut Ahmad sambil tersenyum .
" Bang , Ais boleh nanya sesuatu ? " Tanya Aisyah .
" Boleh , sayang , mau nanya apa ? "
" Bang , Ais beneran udah nikah? "
" Iya , Kamu nikah sama Azzam . 2 hari yang lalu annyversari ke 3 tahun pernikahan kalian . "
" 3 Tahun, lama juga , tapi seingat Ais , Ais dekat sama 1 orang cowok , tapi bukan Mas Azzam ."
" Siapa cowok yang kamu ingat ? "
" Mas Hendri ."
" Apa yang kamu ingat tentang Si Hendri itu ?" Tanya Ahmad sambil mengerutkan keningnya .
" Pas Ais mau pulang dari kampus, dia nelpon Ais , mau ngajak ketemuan ,katanya mau ngomong sesuatu tapi Ais kecelakaan. " kata Aisyah .
" Kejadian yang kamu ingat itu 5 tahun yang lalu .Dek . Sekarang Hendri sudah menikah , kamu pun juga sudah menikah ." kata Ahmad. Dia sedikit kesal karena yang di ingat Aisyah malah Si Hendri .
" Jadi Mas Hendri sudah menikah , menikah sama siapa ? Ais masih penasaran , dia mau ngomong apa waktu itu ?" Kata Aisyah.
" Oke , Dengarin Abang ya . Mungkin waktu itu dia ngajak kamu ketemuan , dia mau nembak kamu. Kalian sempat jadian setaun lebih lah , trus kamu mutusin dia karena kamu sendiri yang mergokin dia selingkuh . " Kata Ahmad.
Aisyah terdiam mencerna apa yang barusan di dengarnya .
" Kok Abang kayak nggak suka banget sama Mas Hendri ? "
" Abang orang pertama yang paling seneng kamu putus sama dia . Dia tukang selingkuh Dek , udah lupain dia , kamu udah punya suami yang sangat sayang sama kamu . Dari kamu koma kemaren full 24 jam dia menjaga kamu. Siang malam dia selalu berdoa untuk kesembuhan kamu , sampai dia lupa sama dirinya sendiri . Jujur Abang kasian sama dia , setelah kamu sadar kamu malah lupa sama dia .Malah ingat sama cowok hidung belang itu " Kata Ahmad .
Mendengar perkataan Ahmad membuat Aisyah menangis .
" Ais pengen ingat semuanya ,Bang . Tapi yang Ais ingat cuma itu ." Kata Aisyah sambil terisak .
" Astagfirullah , Maafin Abang ya , Abang kebawa perasaan aja." Kata Ahmad lalu bangkit memeluk Aisyah. Ahmad merasa bersalah . Dia lupa kalau Aisyah sedang amnesia .
" Iya , Abang bisa ceritain gimna Ais bisa menikah sama Mas Azzam ?" Kata Aisyah sambil menatap wajah Ahmad.
" Oke. Pertemuan kamu sama Azzam itu bisa di bilang unik ,Dek. Dan memang kalau sudah ketentuan dari Allah semuanya dipermudahkan ." Kata Ahmad kemudian duduk kembali .
" Unik ? Maksudnya ? "
Ahmad pun menceritakan tentang pertemuan AIisyah dan Azzam , mulai dari pertemuan mereka di masjid , Aisyah yang kecelakaan di tolong Azzam dan sampai proses ta'aruf mereka yang cukup singkat .
" Sesingkat itu ,Bang " kata Aisyah
" Iya . Walaupun sesingkat itu prosesnya , kalian pasangan yang sangat bahagia dan romantis . " kata Ahmad lagi
" Trus , kami menikah sudah 3 tahun, apa kami punya anak ? " Tanya Aisyah
Ahmad terdiam mendengar pertanyaan itu. Dia bingung mau jawabnya.
" Kenapa diam aja , Bang ? please Ais mau tau ! "
__ADS_1
" Kalian belum punya anak. tadinya kamu hamil Dek , di usia kehamilan kamu yang masuk 5 bulan. Kamu mengalami kecelakaan ini . Dan harus kehilangan calon bayi kalian ."
Ahmad pun menceritakan peristiwa kecelakaan yang di alami Aisyah. Aisyah pun menangis mendengar semua cerita Ahmad.
" Masya Allah. Jadi Ais keguguran ! "
" Iya. " Jawab Ahmad
Melihat Aisyah yang bersedih. Ahmad pun kembali menghibur adiknya . Dan Ahmad juga meminta Aisyah untuk bersikap baik pada Azzam. Karena walau bagaimanapun Azzam suami sahnya .
***
Kondisi Aisyah semakin membaik . Malam itu Aisyah terbangun . Ketika membuka mata dia melihat Azzam di sampingnya dengan posisi tidur duduk. Dia mengamati sekitanya , ternyata memang cuma Azzam yang menemaninya saat itu .
" Abang mana ? " gumam Aisyah .
Kemudian Aisyah menatap wajah Azzam yang sedang tertidur itu . Dia pun teringat cerita Ahmad yang mengatakan Azzam sangat mencintainya . Rumah tangga mereka pun sangat harmonis .
" Dia terlihat tampan walaupun sedang tidur . Ya Allah , saya sangat ingin kembali mengingat semuanya ." Batin Aisyah.
Aisyah pun memalingkan wajahnya ketika melihat Azzam terbangun.
" Sayang , eh..maaf . Kamu bangun , mau minun atau apa saya ambilkan ? " Kata Azzam sambil mengucap wajahnya sendiri dan melirik arlojinya yang menunjukkan pukul 01.00 dini hari.
" Kenapa kamu tidur disini ? Abang Ahmad mana ? " Tanya Aisyah.
"Abang Ahmad tadi bilang nya keluar sebentar , saya tunggu sampai saya ketiduran tapi dia belum balik . Kamu nggak suka saya disini ? " Tanya Azzam sambil menatap Aisyah .
Di tatap Azzam membuat Aisyah salah tingkah. Apa lagi di ruangan itu cuma mereka berdua . Azzam pun bingung kenapa Ahmad meninggalkan mereka berdua saja . Melihat ekspresi Aisyah saat itu tanpa Aisyah bicara pun Azzam tau , Aisyah pasti merasa tidak nyaman. Dan Ahmad pun pernah cerita kalau Aisyah pernah bilang tidak nyaman kalau Azzam dekat dengannya karena buat Aisyah saat itu Azzam adalah orang asing.
Azzam lalu mengambil ponselnya ,dan menelpon Ahmad. Panggilan pertama tidak ada jawaban, kemudian Azzam kembali menelpon lagi .
"Assalamualaikm , Iya Zam ada apa ? " Terdengar suara serak Ahmad, sepertinya dia baru bangun tidur .
"Waalaikumsalam , Abang dimana ? "
" Abang ? Yah dimatiin ! " Kata Azzam
" Abang dimana ? Dia bilang apa ? " Tanya Aisyah .
" Abang Ahmad tidur di mobil . Saya di suruh temani kamu ." Jawab Azzam
" Abang pasti sengaja." Gumam Aisyah
" Hah , kamu ngomong apa ? " Tanya Azzam yang tidak begitu jelas mendengar ucapan Aisyah.
" Nggak papa ! " Sahut Aisyah.
" Tenang , walaupun kamu tidak mengingat saya , tapi secara hukum dan agama kita sah suami istri , jadi tidak apa -apa kalo kita cuma berdua di ruangan ini ." Kata Azzam sambil tersenyum .
" Tadi kamu nanya kenapa saya tidur disini , itu karena saya menemani istri yang sangat saya cintai. " Kata Azzam lagi .
Mendengar perkataan Azzam membuat wajah Aisyah memerah , entah kenapa jantungnya seolah berdetak dua kali lebih cepat .
" Saya mau tidur . Sebaiknya kamu tiduran di sofa itu saja ." Kata Aisyah membalikkan badannya membelakangi Azzam.
" Okey , saya akan tidur di sofa , tapi beneran kamu nggak mau minum atau apa ? " Tanya Azzam lagi .
" Nggak ! Saya mau tidur ." Kata Aisyah sambil menutupi wajahnya dengan selimut .
" Okey baiklah . Selamat tidur , Mimpi indah ya ! Emm , I love you sayang ." Kata Azzam lalu melangkah menjauhi Aisyah.
" Hah, dia bilang I Love you , semanis itu kah sikapnya ." Batin Aisyah.
Perlahan Aisyah menarik selimut yang menutupi wajahnya , dia melihat Azzam yang masuk kamar mandi . Ketika Azzam keluar Aisyah kembali menutup wajahnya .
Sayup -sayup Aisyah mendengar suara seseorang mengucapkan kalimat takbir. Kembali Aisyah menarik selimut , dan di lihatnya Azzam sedang melaksanakan sholat .
Selesai sholat Azzam melirik Aisyah . Dia tersenyum melihat Aisyah yang masih menutup wajahnya dengan selimut . Karena belum mengantuk Azzam pun pelan -pelan melantunkan surah Ar -Rahman , agar tidak mengganggu Aisyah .
__ADS_1
Saat itu Aisyah pun sebenarnya belum tidur ,. Dia masih mendengar jelas suara Azzam melantunkan surah Ar Rahman . Dia kagum mendengar kemerduan suara Azzam . Dan Akhirnya Aisyah pun terlelap .
***
Keesokan paginya saat membuka mata , Aisyah kembali dikagetkan dengan Azzam yang berdiri di sampingnya . Azzam tampak ganteng sekali saat itu pakaiannya rapi semakin membuat penampilahnya menarik.
" Selamat pagi ! " Sapa Azzam .
"Pagi. " jawab Aisyah
" Udara pagi baik untuk kesehatan. Kita jalan -jalan keluar. yuk ! " Kata Azzam sambil tersenyum .
"Saya cuci muka dulu ." Kata Aisyah.
Azzam lalu membantu Aisyah duduk di kursi roda yang di bawanya , sebelum keluar ruangan Azzam mengantar Aisyah ke kamar mandi untuk cuci muka .Setelah itu Azzam mendorong Aisyah dengan kursi roda itu menuju taman di halaman belakang rumah sakit .
" Udaranya sejuk banget . " Kata Aisyah sambil memejamkan matanya menghirup udara pagi itu .
Azzam tersenyum menatap Aisyah . Dan.memberikan setangkai mawar putih ke Aisyah .
" Terima kasih ." Kata Aisyah sambil mendekatkan bunga itu ke hidungnya untuk menghirup aroma segar dari bunga itu .
" Hari ini kamu boleh pulang. Terserah kamu mau pulang ke rumah kita atau ke rumah Ayah dan ibu orang tua mu , tapi saya harap kamu pulang ke rumah kita ." Kata Azzam .
" Mas ! " Kata Aisyah pelan.
" Iya ." jawab Azzam lalu jongkok di hadapan Aisyah. Hati Azzam bergetar mendengar Aisyah menanggilnya dengan sebutan Mas.
" Maaf , saya pulang ke rumah Ayah dan ibu dulu ya ? " Kata Aisyah
Azzam menghela napas beratnya dan menjawab dengan menganggukan kepala .
" Terima kasih ,Mas." Kata Aisyah sambil tersenyum
Dengan agak terpaksa Azzam membalas senyuman Aisyah . Hatinya kecewa. Dia sangat berharap Aisyah pulang ke tumah mereka , tapi Aisyah lebih memilih untuk oulang ke rumah orang tuanya . Azzam pun tidak mau memaksakan kehendaknya .
***
Azzam kembali membawa Aisyah ke ruanga rawatnya . Di sana sudah ada kedua orang tua Aisyah, Ahmad. Anisa dan Farhan .
" Cieh , yang habis jalan -jalan ." Kata Anisa sambil tersenyum .
" Gimana kondisi kamu Nak ? " Kata Pak Sulaiman .
" Alhamdulillah. Sudah lebih baik. Yah ." Jawab Aisyah .
" Alhamdulillah. Kalo gitu kamu sarapan dulu ya , ibu buatin kamu sup tulang kesukaan kamu ." kata Bu Yani .
" Emm , pasti enak tu. Tapi Ais mau mandi , badan Ais lengket -lengket rasanya. " kata Aisyah .
" Ya udah kamu mandi dulu , kakak bantuin ." Kata Anisa lalu mengambil semua perlengkapan untuk Aisyah mamdi.
Sambil menunggu Aisyah mandi , Bu yani membuka rantang yang dibawanya . Dia lalu menyuruh Azzam dan Ahmad untuk sarapan.
Tidak lama kemudian Aisyah dan Anisa keluar dari kamar mandi . Anisa membantu Aisyah untuk kembali duduk di atas tempat tidur . Bu Yani lalu mendekati Aisyah dan menyuapi Aisyah .
" Enak ? " Kata Bu Yani
" Masakan ibu emang jempol ." Sahut Aisyah ,membuat yang lain tersenyum .
" Saya mau ketemu Dokter Arini dulu." Kata Anisa.
" Rantangnya di bawa !" Kata Bu Yani
Bu Yani juga menyiapkan sup untuk Dokter Arini .
" Iya Bu ." Jawab Anisa lalu meninggalkan ruangan itu .
...Bersambung ...
__ADS_1