Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 148. Tasyakuran


__ADS_3

Hari berganti hari . Tidak terasa kini usia kandungan Aisyah sudah memasuki bulan ke empat . Kondisi kehamilan Aisyah sekarang benar -benat berbanding terbalik dengan kondisi kehamilan sebelumnya .


Aisyah benar -benar sehat , makanan apa saja dia makan . Semua kerabat dan para sahabatnya ikut senang melihat kondisi Aisyah sekarang .


Hanya saja moodnya yang tidak stabil , lebih sensitif dan mudah tersinggung . Azzam benar -benar harus ektra hati -hati dalam besikap dan bertutur kata agar sang istri tidak bad mood .


Keduanya sering beradu argumen tentang hal -hal sepele . Aisyah lebih suka menikmati jajanan pinggir jalan , sementara Azzam yang bisa di bilang overprotektif selalu melarang mengingat kadar gizi dan kebersihan makanan itu .


Namun Aisyah yang memang ingin kemauannya di penuhi selalu menangis kalau keinginannya tidak di penuhi . Membuat Azzam tidak bisa menolak keinginan istrinya itu .


***


Hari itu suasana rumah Aisyah sudah ramai .


Semua kerabat terdekat sudah berkumpul . Begitu juga para sahabatnya .Kini mereka tidak berempat lagi namun sudah berlima ditambah kehadiran Anggie membuat persahabatan mereka semakin akrab saja .


Anggie pun kini sudah menjadi karyawan tetap di kantor Azzam menjabat sebagai sekretaris menggantikan posisi Ririn .


Malam itu mereka akan mengadakan tasyakuran empat bulanan kandungan Aisyah . Ririn dan Ozi pun tidak ketinggalan mereka hadir dengan membawa baby boy mungil .mereka yang bernama Gibran yang sudah masuk usia dua bulan .


Selain baby boy Gibran , satu lagi baby girls yang membuat suasana menjadi ramai . Yaitu baby girls Aira anak kedua dari Ayu dan Radit yang juga berusia kurang lebih 2 bulan .


Setelah tetamu undangan berkumpul acara pun di mulai . Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran , sholawat dan zikir bersama .


Selain bacaan surat-surat dalam Alquran, acara tasyakuran 4 bulanan ini juga diisi dengan membacakan doa-doa untuk kebaikan bayi dan ibu yang mengandungnya. Yang dilafazkan oleh ustadz yang memimpin acara tasyakuran itu .


“Allahummahfazd waladii maadaama fii bathnika wasyfihi anta syaafil laa syifaa illa syofaauka syifaa allaa yughaadiru saqama.


Allahumma showwirhu hasanata watabbit qalbahu iimaanambika wabi rasuulika.


Allahumma akhrijhu mimbathnii waqta wilaadatii sahlaw watasliimaa. Allahummaj’alhu shohiihan kaamilaw wa’aaqilan hadziqon ‘aliman ‘aamilaa.


Allahumma thowwil ‘umrohu washohhih jasadahu wahasan khuluqohu wafshoh lisaanahu wa ahsin shoutahu liqirooatil hadiitsi walquraani bibarakati muhammadin shollallahu ‘alaihi wa sallam. walhamdulillahi robbil ‘aalamiin.”


Artinya:


“Ya Allah, peliharalah dia selama berada dalam kandungan ibunya. Sehatkanlah dia, karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang bisa menyehatkan. Tiada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikit pun.


Ya Allah, Bentuklah dia di dalam perut ibunya dalam bentuk yang bagus dan tetapkanlah hatinya dalam keimanan kepada-Mu dan Rasul-Mu.


Ya Allah, keluarkanlah dia dari perut ibunya pada saat kelahirannya dengan mudah dalam keadaan selamat dan dengan bentuk yang indah dan sempurna.


Ya Allah, Jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim, dan mau mengamalkan ilmunya.


Ya Allah, panjangkanlah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskanlah akhlaqnya, fasihkanlah dan merdukanlah suaranya untuk membaca Alquran dan Alhadist dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Dan segala puji bagi-Mu”


" Amin . amin ya robbalalamin "


Selesai pembacaan doa , acara di tutup dengan acara makan bersama . Semua tetamu undangan dipersilahkan untuk mencicipi hidangan yang telah disediakan .


Satu persatu tetamu undangan meninggalkan kediaman Aisyah setelah menikmati hidangan .Aisyah dan Azzam tampak bahagia acara tasyakuran mereka berjalan lancar .


" Ayo tuan rumah makan dulu !" Kata Ayu yang saat itu makan bersama yang lainnya .


Azzam dan Aisyah pun ikut bergabung dengan mereka yang sedang makan . Azzam mengambilkan Aisyah makanan dan mereka makan sepiring berdua saling suap -suapan .


" Ehem... Dunia serasa milik berdua , yang lain cuma ngontrak ! " Celetuk Ahmad membuat semuanya tertawa .


" Bumil maunya begini ." Sahut Azzam .


" Biar nggak karena hamil juga romantis begitu , iya kan gaes ! " Kata Ayu


Suasana makan mereka menjadi ramai , karena ada -ada saja celotehan yang membuat semuanya tertawa . Belum lagi tingkah anak -anak yang semakin membuat gemes saja . Ada yang menangis rebutan makanan, ada yang nggak mau disuapin makan mau makan sendiri , membuat para pengasuh mereka kewalahan .


" Ais , mana fotografer yang tadi , suasana ricuh begini harus diabadikan juga dong ! " Kata Ayu .


Azzam pun memanggil fotografer yang mereka sewa untuk mengabadikan moment kebersamaan mereka saat itu .


Pak Sulaiman , Bu Yani , Pak Khairul dan Bu Ainun sebagai orang tua menjadi orang yang paling bahagia melihat kebahagian yang terpancar dari wajah anak -anak dan cucu mereka .

__ADS_1


Anggie yang baru bergabung pun merasa kagum akan kebersamaan mereka .mereka semua juga menganggap Anggie seperti keluarga sendiri . Anggie merasa beruntung bisa bertemu dengan para sahabat -sahabatnya lagi .


Tanpa Anggie sadari ada sosok lelaki yang diam -diam memperhatikan Anggie sejak pertama kali bertemu. Anggie begitu menarik di mata lelaki itu .


Lelaki itu adalah Riko sopir pribadi Azzam . Yang sempat patah hati karena Ririn lebih memilih Ozi dari pada dirinya . Bertemu dengan sosok Anggie membuat Riko merasa bahagia setelah menahan rasa sakit hatinya ketika cintanya tidak di balas oleh Ririn .


Namun kali ini dia pun tidak terlalu berharap cintanya di balas karena dia sadar siapalah dirinya yang hanya berstatus sebagai sopir pribadi . Melihat Anggie yang sedang tersenyum , tertawa dari kejauhan sudah membuat Riko bahagia . Riko jatuh cinta pada Anggie . Dan Riko mencoba menata hatinya untuk siap ketika rasa yang dia miliki bertepuk sebelah tangan lagi .


Malam semakin larut satu persatu sahabat Aisyah pamit pulang . Riko pun sangat senang ketika dirinya mendapat perintah Azzam untuk mengantar Anggie pulang . Aisyah dan Azzam mengantar mereka sampai di depan rumah .


" By , kayaknya Pak Riko seneng banget saat di suruh antar Anggie ." Kata Aisyah saat mereka masuk ke dalam rumah .


" Saya liat biasa aja ." Sahut Azzam .


" Ais , sering lho liat Pak Riko memperhatikan Anggie . Apa Pak Riko suka ya sama Anggie ." Kata Aisyah menebak -nebak .


" Mumgkin saja . Selama dia kerja sama kita , dia tidak pernah saya liat dekat sama seorang perempuan ." Kata Azzam .


" Udah , kita doain aja semoga mereka berjodoh." Kata Azzam lagi .


Di rumah Aisyah yang belum pulang tinggal kedua orang tua Aisyah , kedua orang tua Azzam dan kakak -kakaknya . Mereka tidak pulang karena Aisyah meminta mereka untuk menginap .


Tampak di ruang tengah , Pak Khairul , Pak Sulaiman , Bu Ainun , Ahmad , Farhan dan Anisa sedang ngobrol . Sedang Putri ,Bu Yani dan Aisyah sudah masuk ke kamar untuk istirahat .


" Zam , Kakak jadi kuatir kalo Aisyah naik turun tangga ke kamar kalian ." Kata Anisa .


" Nak Anisa benar , nanti perut Aisyah semakin membesar , bahaya kalo naik turun tangga . Kalian pindah kamar aja kayak waktu Aisyah hamil pertama dulu ." Kata Pak Khairul .


" Itu sudah saya bicarakan sama Dek Aisyah . Kalau pindah kamar di bawah rencana saya mau jebol jadikan satu dua kamar itu ." Kata Azzam sambil menunjuk kamar yang pernah mereka tempati dulu , yang kini kembali berfungsi menjadi kamar tamu .


" Dan pillihan keduanya , tetap di kamar atas , cuma di buat lift jadi nggak capet naik turun tangga ." Tambah Azzam .


" Pake lift juga bagus . Keren rumah ada liftnya ." Sahut Ahmad .


" Jadi keputusannya gimana ? " Tanya Anisa .


" Dek Aisyah maunya pake lift ." Jawab Azzam .


" Ummy senang deh , liat Aisyah . Dikehamilan yang sekarang dia sehat, nggak pilih - pilih makanan . Semoga sampai lahiran nanti selalu sehat " Kata Bu Ainun .


" Amin !" Sahut yang lain hampir bersamaan .


" Oh ya , Zam . Kakak ada ngasih Aisyah vitamint tadi . Itu diminum setiap pagi aja setiap hari . Kamu ingatin dia ya ." Kata Anisa .


" Iya kak. " Jawab Azzam .


Obrolan terus berlanjut , kini tinggal para bapak -bapak yang ngobrol . Bu Ainun dan Anisa sudah mengantuk dan beristirahat.


***


Keesokan sebagai bagian dari serangkaian acara tasyakuran , Azzam memerintahkan anak buahnya untuk membagikan makanan yang sudah di pesan kepada orang -orang yang membutuhkan . Termasuk untuk anak panti asuhan dan panti jompo .


Hari itu jua Anisa dan keluarga kecilnya pamit pulang . Suasana haru menyelimuti mereka .


" Kak , nggak bisa nginap satu malam lagi kah ? " Kata Aisyah ketika mengantar sang kakak sampai ke depan rumah .


" Nggak bisa Dek . Kasian pasien kakak . Nantilah kalo ada waktu kakak ke sini lagi ." Kata Anisa .


Aisyah dan Anisa saling berpelukan . Aisyah tidak bisa menahan kesedihannya . Dia menangis sesegukan di pelukan sang kakak .


" Udah dong nangisnya . Kamu jaga kandungan kamu ya., ingat vitaminnya di minum ." Kata Anisa sambil mengusap air mata adiknya .


" Iya kak . Makasih ya ." Kata Aisyah .


Aisyah lalu memeluk kedua ponakannya . Dira dan Dika .


" Jangan lupa , kalo sudah sampai kabari Ayah !" Kata Pak Sulaiman .


" Iya ,Yah " Jawab Farhan

__ADS_1


Anisa dan anak -anaknya masuk ke dalam mobil . Perlahan mobil mereka bergerak meninggalkan halaman rumah Aisyah . Mereka pun saling melambaikan tangan .


Pak Sulaiman dan Bu Yani pun pamit bersama Ahmad , Putri dan cucu -cucunya .


" Kok Abang nggak dipeluk , kayak kak Nisa tadi ? " Goda Ahmad .


" Apaan sich Abang ! " Sahut Aisyah .


Membuat yang lain tertawa .


***


Aisyah dan Azzam kembali masuk ke dalam rumah . Aisyah kembali merasa sedih karena suasana rumah sudah sepi .


" Hey , Kok nangis ? " Tanya Azzam sambil mengusap air mata sang istri .


" Sedih aja , rumah kita sepi lagi ." Jawab Aisyah .


Azzam memeluk Aisyah .


" By , ini ruang tamu lho , nggak enak di liat yang lain ." Kata Aisyah melepas pelukan Azzam.


" Nggak papa ! " Sahut Azzam


" Hubby mau ke kantor kan , siap -siap gih ! " Kata Aisyah sambil menarik tangan Azzam melangkah menuju kamar mereka .


" Sayang , kamu ikut nggak ? " Tanya Azzam saat mereka sudah berada di kamar .


Saat itu Aisyah sedang membantu suaminya merapikan kemejanya .


" Ais mau di rumah aja ,By ! " Sahut Aisyah .


"Yah , Saya maunya kamu ikut . Udah satu minggu kamu nggak ikut saya ke kantor ." Kata Azzam sambil mengalungkan tangan


di pinggang Aisyah .


" Besok -besoklah Ais ikut !" Sahut Aisyah .


" Biar kamu nggak kesepian di rumah sendirian ." Kata Azzam lagi .


Aisyah menatap wajah suaminya . Kemudian dia memeluk Azzam .


" Saya temani kamu di rumah aja ya ! " Kata Azzam lagi .


" Hubby ke kantor aja . Ada meetingkan hari ini . " Kata Aisyah .


" Tapi ..."


" Tapi apa ? Udah ke kantor aja . Nanti kalo Ais merasa kesepian . Ais nyusul Hubby ." kata Aisyah .


Dengen berat hati Azzam pun akhirnya berangkat ke kantor . Aisyah mengantar sang suami sampai masuk ke dalam mobil . Dengan senyum dan lambaian tangan dia melepas suami berangkat ke kantor .


Didalam mobil Azzam melamun . Mimpi -mimpi buruknya akhir -akhir ini menggangu pikirannya . Dia seolah tidak ingin jauh -jauh dari Aisyah.


Tadi malam pun Azzam kembali bermimpi , kalau dia dan Aisyah berada di suatu tempat keduanya berdiri berhadapan , walaupun jarak mereka berdekatan tapi Azzam tidak bisa menyentuh Aisyah dan tidak mendengar apa yang Aisyah bicarakan . Seperti ada pembatas diantara mereka .


Azzam tersadar dari lamunannya ketika Riko tiba -tiba ngerem mendadak .


" Kenapa , Ko ?" Tanya Azzam


" Ada kucing nyembrang . Pak Bos ! " Jawab Riko .


" Trus kucingnya gimana ? Ketabrak ? " Tanya Azzam lagi .


" Tidak Pak Bos . Pak Bos tidak kenapa -napa ? " tanya Riko .


" Tidak . Kamu hati -hati bawa mobilnya . " Kata Azzam


" Iya. " Kata Riko .

__ADS_1


Sesampainya di kantor setelah menelpon Aisyah mengabarkan kalau dia sudah berada di kantor , Azzam kembali melamun . Pikirannya melayang entah kemana . Dia takut sesuatu menimpa keluarganya .


...Bersambung...


__ADS_2