
Azzam tersenyum melihat Aisyah yang sudah duduk di kursi meja makan . Aisyah pun membalas senyuman Azzam Malam itu kembali mereka semua menikmati makan malam bersama .
" Masakan Bi Nur sama Bi Imah enak sekali !" Puji Aisyah
" Terima kasih , Non . Masakan Non juga enak ." Sahut Bi Imah .
Suasana kekeluarga tampak jelas saat itu , seolah tidak ada perbedaan status antara majikan dan bawahan diantara mereka .
***i
Dua bulan kemudian .
Cuaca malam itu tidak bersahabat , hujan turun dengan derasnya di sertai angin dan petir yang beberapa kali mengelegar . Ditambah lagi listrik ikut padam, yang menambah suasana malam semakin mencekam
Aisyah yang parno pada petir dan gelap pun bersembungi dalam pelukan Azzam . Azzam memeluk erat tubuh Aisyah yang gemetar ketakutan .Suasana kamar yang hanya diterangi oleh cahaya lilin membuat Aisyah semakin takut .
" Tenang ya , kan ada saya yang jagain kamu ." Kata Azzam .
" Ais takut ,By !" Sahut Aisyah .
" Sayang , nggak papa . Jangan takut ! Kalo ada petir kamu harus banyak -banyak berdoa , kan ada saya , saya bisa jagain kamu . Tapi kamu juga harus berusaha melawan rasa takutmu itu . kalo suatu saat nanti saya nggak ada gimana ? " Kata Azzam.
" Emang Hubby mau kemana ? " Tanya Aisyah menatap wajah Azzam..
" Nggak , maksud saya , kalo saya nggak ada misalnya saya ke kantor atau ke luar kota gimana ? " Jawab Azzam .
" Nggak ! Hubby nggak boleh kemana -mana !" Kata Aisyah mempererat pelukannya .
" Iya . Saya nggak kemana -mana . Tapi sayang setiap ada pertemuan pasti ada perpisah , begitu juga kita nantinya . Selagi ada saya , saya akan selalu menjaga kamu , tapi pada hakikatnya kita semua akan kembali pada sang pencipta . Kita akan berpisah . Kita ...."
Azzam menghentikan ucapannya karena Aisyah menangis sesegukan di dalam pelukannya .
" Hey.. Kok nangis !" Azzam mengusap lembut kepala Aisyah .
" Hubby , Ais nggak suka kamu ngomong begitu . " Kata Aisyah di sela isak tangisnya .
" Kita akan selalu bersama -sama membesarkan anak kita. Kalau pun kita nantinya akan berpisah , Ais mau Ais yang dipanggil Allah duluan , Ais nggak bisa hidup tanpa Hubby !" kata Aisyah
Mendengar ucapan Aisyah , Azzam pun tanpa sadar meneteskan air mata . Dia sendiri juga tidak mengerti kenapa arah pembicaraan mereka ke arah situ .
" Siapa bilang nggak bisa . Kamu perempuan hebat sayang . Sekarang kamu bisa menjadi istri yang hebat yang sholehah untuk saya , pastilah nantinya kamu juga akan jadi ibu yang hebat juga untuk anak kita ." tutur Azzam lagi .
" Kalau Ais di panggil Allah duluan , apa Hubby akan menikah lagi ? " Tanya Aisyah melepas pelukannya dan menatap tajam wajah suaminya .
Azzam menggeleng .
" Menikah cukup satu kali sayang . Sekali seumur hidup . Kamu satu -satunya perempuan yang ada di hati saya. Tidak ada perempuan lain yang bisa menggantikan kamu ." Kata Azzam sambil mencubit
hidung Aisyah .
" Tapi kalo saya yang di panggil Allah duluan , saya tidak melarang kamu untuk menikah lagi . Karena saya yakin kamu tidak akan sembarangan memilih lelaki . " sambung Azzam lagi .
" Enggak , Ais sama kayak Hubby , menikah cukup satu kali seumur hidup ." Sahut Aisyah .
" Yakin ? " Goda Azzam .
" Iya yakin . Udah dong By , jangan ngomongin itu . Ais nggak suka ." Kata Aisyah kembali menangis .
" Udah jangan nangis , saya akan selalu ada di dekat kamu , akan selalu menjaga kamu , walaupun nanti kita di alam yang berbeda ." Kata Azzam sambil tertawa
" Huubyyy ! Nggak mau , nggak suka Hubby ngomong begitu !" Rengek Aisyah dengan tangis yang semakin menjadi -jadi .
Azzam memeluk Aisyah .
__ADS_1
" Udah nggak usah di pikirn , saya cuma bercanda . "kata Azzam..
" Bercandanya nggak lucu ,By !" Sahut Aisyah .
" Iya , maaf . Udah ya . Kita istirahat . Anaknya Hubby nanti jadi anak yang kuat ya , yang hebat , jangan kayak Ummy dikit -dikit nangis ." Kata Azzam menggoda Aisyah sambil mengelus perut buncit Aisyah . Yang Akhirnya mendapatkan cubitan dari Aisyah.
" Aduuh , sakit sayang. Kok di cubit sich ! " Kata Azzam .
" Hubby sich ! Kamu juga jangan kayak Abby ,ya Nak . Ngomong nya ngelantur ! " Balas Aisyah .
Azzam tersenyum lalu mengecup kening Aisyah .
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 20.00. Hujan sudah mulai reda . Suara petir pun sudah tidak terdengar lagi .
" Kita istirahat ya ! "kata Azzam sambil merapikan bantal untuk Aisyah berbaring .
Usia kandungan Aisyah yang sudah memasuki bulan ke delapan itu membuat Aisyah sudah sulit untuk bergerak bebas. Pelan -pelan Aisyah pun berbaring .
Posisi tidur mereka pun berubah , biasanya saling berhadapan dan berpelukan , kini dengan posis Aisyah membelakangi Azzam dam Azzam memeluknya dari belakang .
Azzam memeluk erat Aisyah . Seolah tidak ingin berpisah . Perasaan Azzam saat itu tidak menentu . Malam semakin larut . Keduanya pun akhirnya terlelap .Terbuai dalam alam mimpi masing -masing .
***
Pukul 02.30 dini hari , listrik sudah normal kembali . Aisyah tidur tampak gelisah . Keringat dingin mulai bercucuran .Aisyah mimpi buruk . Air matanya tampak mengalir .
Kegelisahan Aisyah membuat Azzam terbangun . Azzam pun berusaha membangunkan Aisyah , namun tiba -tiba ...
" Hubby , hubbbbbby !!!" jerit Aisyah langsung duduk .
" Kenapa sayang ? Kamu mimpi buruk ? " Tanya Azzam merangkul tubuh Aisyah yang gemetar .
" Makanya tidur berdoa dulu sayang ! Minum dulu ya ? " Kata Azzam lalu mengambil segelas air putih yang berada di meja samping kasur mereka.
" Kamu mimpi apa sayang ? " Tanya Azzam kembali memeluk Aisyah .
Aisyah tidak menjawab pertanyaan Azzam , dia hanya menangis .
" Hey , kok malah nangis , mimpi itu hanya bunga tidur sayang !" kata Azzam menenangkan Aisyah .
" Ais , takut By . Ais mimpi Hubby kecelakan dan ..." Aisyah tidak bisa melanjutkan ucapannya , dia kembali menangis .
" Itu pasti kamu terbawa sama obrolan kita sebelum tidur tadi . Ya udah kita sholat tahajjud dulu ya ! " Ajak Azzam sambil mengusap air mata Aisyah .
Aisyah pun menganguk . Azzan menuntun Aisyah masuk ke kamar mandi untuk berwudhu .Perasaan Aisyah masih belum bisa tenang , sehingga dia hanya diam saja .
Dalam sholatnya , Aisyah kembali menangis . Dia sangat takut mimpinya itu menjadi aebuah firasat . Apa lagi sebelum mereka tidur , Azzam berbicara hal yang aneh menurutnya .
Selesai sholat Azzam mendekati Aisyah . Isak tangis Aisyah semakin menjadi saat Azzam memeluknya .
" Udah dong sayang , saya nggak bisa liat kamu nangis begini , kasian baby kita dia pasti ikutan sedih ." Kata Azzam sambil mengelus perut Aisyah .
"Di dunia ini tidak ada yang abadi sayang , semua kita akan kembali pada sang pencipta . Takdir adalah ketetapan dari Allah, yang semua manusia tidak pernah bisa luput dari itu semua. Semuanya tertulis di Lauhul Mahfudz. Rezeki , jodoh , dan kematian . Siang dan malam saya selalu berdoa , agar kita selalu bersama sampai maut memisahkan . " tutur Azzam sambil mengelus kepala AIisyah .
" Kita harus ikhlas menjalani takdir dari Allah . Setiap ujian yang datang itu wujud kasih sayangnya kepada kita . Jadi apa pun yang terjadi selalu berprasangka baik pada Allah . Karena di balik ujian itu akan ada sesuatu yang telah disiapkan Allah untuk kita . Setelah hujan pasti ada pelangi kan !" Lanjut Azzam .
" Iya By ! " Kata Aisyah disela isak tangisnya .
" Supaya hati kamu tenang ,baiknya kita zikir atau kita baca Qur'an , tapi kalo kamu mau tidur lagi , tidur aja . Nanti saya akan bangunkan pas mau sholat subuh ." Kata Azzam .
" Hubby nggak ngantuk ? " Tanya Aisyah menatap wajah Azzam .
Azzam menggelang .
__ADS_1
"Saya mau zikir sayang , sambil nunggu waktu subuh ." Sahut Azzam .
" By , Ais boleh minta sesuatu ? "
" Boleh , selagi saya bisa kenapa enggak ! Kamu mau apa ? " tanya Azzam
" Lafazkan surah Ar -Rahman .Ais pengen dengar !" kata Aisyah .
" Boleh .!" Sahut Azzam .
Aisyah lalu berbaring di pangkuan Azzam . Azzam pun mulai melafazkan ayat demi ayat surah Ar -Rahman sambil mengelus -ngelus perut Aisyah. . Kemerduan suara Azzam membuat hati Aisyah terawa tenang .
Setelah selesai melafazkan surah Ar -Rahman , Azzam dan Aisyah lanjut zikir bersama hingga waktu sholat subuh tiba .
Kumandang azan pun terdengar dari masjid yang tidak begitu jauh dari rumah mereka . Azzam pun pamit pada Aisyah untuk sholat berjamaah di masjid .Yang sudah menjadi kebiasaan semua warga yang tinggal di komplek perumahan itu .
***
Hari -hari selanjutnya , Aisyah masih terus kepikiran akan mimpi buruknya dan kalimat -kalimat yang pernah di ucapkan Azzam .
Azzam pun tau akan hal itu , dia terus berusaha menghibur sang istri . Azzam sering memberikan kejutan -kejutan spesial untuk AIisyah . Dan Azzam lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah menemani Aisyah. Sehingga rasa kuatir Aisyah perlahan menghilang .
Hari berganti hari , kehamilan Aisyah sudah mendekati hari lahiran . Azzam dan Aisyah sudah tidak sabar menanti kehadiran buah hati mereka .
Malam itu keduanya sedang berada didalam kamar yang sudah mereka siapkan untuk sang baby. Sebuah kamar yang sudah mereka desain sedemikian rupa .Kamar yang hanya bersebelahan dengan kamat mereka .
" By , baby kita nanti main aja di kamar ini , dia tetap tidur sama kita ya ? " kata Aisyah .
" Iya sayang . Terserah kamu saja !" Sahut Azzam sambil tersenyum .
" Terima kasih, ya By .!"kata Aisyah lalu menyandarkan kepalanya di pundak Azzam .
" Oh ya , sayang . Besok kamu ada rencana mau kemana ? " Tanya Azzam .
" Nggak ada rencana apa -apa sich ! Ais pengen di rumah aja . Kenapa ? " Aisyah balik bertanya
" Baguslah kalo kamu nggak kemana -mana . Anggie telpon saya tadi , dia bilang ada meeting pagi . Jadi saya harus ke kantor besok ." Tutur Azzam .
" Astaga , saya kira apa , lagian Hubby juga kenapa akhir -akhir ini males banget ke kantor ? " Tanya Aisyah .
Azzam tertawa .
" Saya kan mau temani kamu ,sayang ! Sama babynya Abby juga ! " Kata Azzam lalu mencium perut Aisyah .
" Babynya aja yang cium , ummynya enggak ? " kata Aisyah
" Sayangnya Abby , ummy kamu jealous ! " Kata Azzam sambil mengusap perut Aisyah .
" Jealous sich nggak , cuma..."
" Cuma apa ? " Potong Azzam .
" Nggak jadi deh ! " Sahut Aisyah .
" Ehmm, ngambek ! " Kata Azzam lalu mencubit hidung Aisyah .
" Nggak ! " sahut Aisyah lagi membuat Azzam tersenyum .
Azzam lalu meraih tubuh Aisyah membawa ke dalam pelukannya . Setelah itu Azzam mencium kening Aisyah , kedua mata , pipi kiri dan kanan . Di tutup dengan kecupan mesra di bibir Aisyah .
Aisyah tersenyum dan membalas mencium punggung dan telapak tangan suaminya . Keduanya kembali berpelukan . Aisyah merasa bersyukur , kasih sayang yang Azzam berikan kepadanya tidak berubah sejak awal mereka menikah. Dan sampai hari itu dia merasa Azzam selalu mengutamakan dirinya , kebahagaiannya daripada apa pun .
...Bersambung...
__ADS_1