Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
139. Garis Dua


__ADS_3

Melihat teh hangat dan cemilan yang tersaji di atas meja , Azzam lalu melepaskan Aisyah . Aisyah lalu bangun dan melangkah menuju sofa di susul Azzam . Keduanya pun menikmati sajian itu sambil ngobrol santai .


Setelah itu Aisyah melangkah menuju lemari mengambil stelan baju tidur untuk dirinya dan juga untuk Azzam .


" By , Ais bawa ke kamar mandi ya bajunya ? " Kata Aisyah yang melangkah menuju kamar mandi .


Azzam mengangguk . Aisyah lalu masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya. Tidak lama kemudian dia keluar . Dan Azzam pun masuk ke kamar mandi untuk ganti baju dan bersih -bersih.


" Lho , biasanya ritual make up dulu sebelum bobok ? " Kata Azzam ketika melihat Aisyah sudah berbaring di atas tempat tidur menutupi tubuhnya dengan selimut .


Aisyah tidak menjawab dia hanya tersenyum dan memejamkan matanya .


" Sayang , ngantuk banget kah ? " Tanya Azzam lagi .


" Iya " Jawab Aisyah


Azzam kemudian berbaring di samping Aisyah dan mengalungkan tangannya ke pinggang Aisyah yang membelakangi dirinya .


Aisyah pun membalikkan badan dan dengan manja masuk ke pelukan suaminya . Azzam lalu mengecup kening dan puncak kepala Aisyah .


" I love you ,Hubby ! " kata Aisyah setengah berbisik dengan mata terpejam .


" I love you more , sayang ." balas Azzam.


" Sayang ? "


" Hmmm ? "


" Kamu beneran ngantuk ? "


Mendemgar pertanyaan Azzam , Aisyah membuka mata menatap wajah suaminya .


"Kok ngliatnya begitu ? " Tanya Azzam lagi .


" Nggak papa . Emangnya kenapa ? "


" Nggak , nanya aja . Soalnya akhir-akhir ini kamu tu agak beda sayang ." Tutur Azzam .


" Beda , maksudnya gimana ? "


" Beda aja sayang . Oh ya , akhir -akhir ini kita sering kan itu ...."


" Kenapa ? Hubby pengen ?"


" Bukan !"


" Trus ...? Apa Hubby bosan ? "


"Kok Bosan ? Nggak akan pernah ada kata bosan buat kamu , sayang . Dengarin dulu saya ngomong ! " kata Azzam lalu mencubit hidung Aisyah .


" Okey. Apa ? " Kata Aisyah sambari kembali memejamkan matanya .


" Lusa udah awal bulan sayang , bulan ini kamu belum datang bulan kan ? "


Aisyah membuka mata mencerna ucapan Azzam . Dia lalu bergegas bangun dan melangkah menuju meja riasnya, mengambil sesuatu dari laci meja riasnya . Azzam sempat bingung melihat tingkah Aisyah .


" Kenapa sayang ? " tanya Azzam yang saat itu sudah duduk mengamati Aisyah .


Aisyah tampak sedang mengamati sebuah buku kecil yang diambilnya dari dalam laci . Jemarinya bergerak -gerak dan mulutnya komat kamit seperti sedang menghitung sesuatu .


" Sayang ? "


Aisyah lalu kembali mendekati Azzam .


" By ? "


" Ada apa sich ? "


" Liat ini ! " Kata Aisyah sambil memperlihatkan buku kecil yang berisikan catatan sesuatu .


" Tanggal apa itu ? " Tanya Azzam


" Ini tanggal Ais datang bulan bulan kemaren ."


" Trus ? "


" Harusnya maju 2 hari atau mundur 3 hari dari tanggal ini Ais datang bulan lagi . Tapi..."


" Tapi bulan ini kamu nggak datang bulan !" Potong Azzam


Aisyah mengangguk sambil tersenyum .


" Hubby , Ais jadi deg -dekan deh ! Kalo bener iya , obat penyubur kandungannya beneran ampuh. " kata Aisyah sambil mengelus perutnya .


" Rejeki dari Allah sayang. Besok kita ketemu Dokter Arini .kita cek ." Kata Azzam .


Terlintas di ingatannya tingkah -tingkah aneh istrinya akhir -akhir ini. Keduanya pun memutuskan untuk istirahat .

__ADS_1


Namun sayang , kedua pasangan suami istri itu tampak susah untuk terlelap . Walaupun mata mereka masing -masing terpejam tapi mereka masih belum tidur . Keduanya sama -sama gelisah , tidak sabar menanti hari esok .


" Udah sayang , tidur ! " gumam Azzam yang menyadari istrinya juga belum bisa tidur.


" Ais , nggak bisa tidur by , Hubby juga kenapa belum tidur ? " Sahut Aisyah


" Saya udah tidur kok ! " Sahut Azzam dengan mata terpejam .


" Bohong ? " Sahut Aisyah lalu mencubit hidung suaminya .


" Kok malah di cubit , saya maunya di cium ! " Kata Azzam sambil memajukan bibirnya ke arah Aisyah.


" Hubby , udah tengah malam ini ! " Kata Aisyah sambil mencubit kembali hidung suaminya .


" Ya udah. Makanya ttidur ! Apa mau saya buat kamu capek ? " Kata Azzam lagi .


" Iya ,Ais tidur ." Sahut Aisyah .


Dan benar saja , Aisyah sudah tidak gelisah lagi , napasnya pun tampak mulai teratur . Melihat hal itu Azzam tersenyum . Dia lalu mengecup kening Aisyah .


"Semoga apa yang kita harapkan benar -benar di jabal Allah. " Batin Azzam saat menatap wajah Aisyah yang sudah pulas .Tidak lama kemudian Azzam pun tertidur.


***


Keesokan harinya , Azzam dan Aisyah sudah berada di rumah sakit . Mereka akan bertemu Dokter Arini. Semenjak kecelakaan yang menimpa Aisyah. Dokter Arini menjadi Dokter kepercayaan Azzam untuk menangani Aisyah .


Berkat bantuan Ririn , mereka tidak perlu menunggu lama . Keduanya pun masuk ke ruangan Dokter Arini .


Kedatangan keduanya di sambut dengan senyuman oleh Dokter Arini. Dan mempersilahkan keduanya duduk


" Saya sempat kaget melihat daftar pasien hari ini melihat nama Anda . Gimana kabarnya ? " kata Dokter Arini dengan senyum .


Aisyah dan Azzam saling pandang . Membuat Dokter Arini mengerutkan keningnya.


" Wah,, ada apa ini ? " Tanya Dokter Arini lagi .


" Dok , saya sudah terlambat datang bulan ." Kata Aisyah gugup .


Mendengar penjelasan Aisyah , Dokter Arini pun melakukan pemeriksaan dengan menggunakan tespack . Dan benar saja muncul garis dua pada alat itu .


" Selamat ya ,Mba , Mba Aisyah positif hamil ." Kata Dokter Arini


" Hamil ? " Sahut Aisyah


" Alhamdulillah ." Sambung Azzam yang langsung merangkul pundak Aisyah.


" Iya Mba.. Perkiraan kehamilan Mba masuk minggu kelima . Selamat ya Mba , Pak Azzam.." Kata Dokter Arini .


" By , Ais hamil . Doa kita di ijabah !" Kata Aisyah sambil menatap Azzam dengan mata berkaca -kaca .


" Alhamdulillah , sayang. Saya sudah curiga , Akhir -akhir ini kamu tu beda banget ." Kata Azzam .


" Gitu ya pak ? Mba Aisyah tadi bilangnya nggak ngerasain apa -apa ! Jujur saya katakan ini sebuah mukjijat , karena seperti kasus -kasus yang pernah saya tangani . walau pun masih bisa hamil itu butuh waktu yang cukup lama , bahkan ada yang tidak bisa hamil lagi " Kata Dokter Arini.


" Alhamdulillah ,Dok . Allah memberikan kami kesempatan lagi ." Kata Azzam .


" Saya juga ngerasa masih nggak percaya , soalnya benar -benar ngerasa nggak papa . beda waktu hamil pertama kemaren. " Sahut Aisyah.


" Tiap kehamilan itu kadang beda -beda , semoga saja untuk yang kali ini mba Aisyah benar -benar sehat. Gimana mau lihat janinnya ? " Kata Dokter Arini .


" Mau Dok ? " sahut Aisyah dan Azzam hampir bersamaan.


Dokter Arini kembali tersenyum . Dia ikut bahagia melihat kedua pasangan di hadapannya yang terlihat sangat bahagia .


Aisyah pun berbaring . Dokter Arini mengoleskan gel ke perut Aisyah . Semua mata tertuju di layar monitor . Mendengar penjelasan Dokter Arini , tidak terasa air mata mengalir dari sudut mata Aisyah . Azzam mengusap air mata Aisyah dengan ibu jarinya dan mengecup puncak kepala istrinya . Mata Azzam pun tampak berkaca -kaca .


Setelah mendapat foto hasil USG dan resep vitamin darii Dokter Arini , keduanya pun meninggalkan ruangan Dokter Arini.


Selesai menebus obat di apotik mereka pun pulang . Sepanjang perjalanan pulang mata Aisyah terus memandangi foto hasil USGnya . Azzam hanya tersenyum melirik istrinya .


" Sayang , kita syukuran yuk , sekalian kita umumkan berita bahagia ini ke keluarga kita . " Kata Azzam melirik Aisyah


Aisyah mengangguk . Kembali air matanya menetes . Melihat hal itu ,Azzam pun menepi dan menghentikan mobilnya , beruntung jalanan sepi , sehingga tidak mengganggu pengendara lain .


" Sayang , kok nangis ? " Kata Azzam sambil mengusap air mata yang membasahi kedua pipi Aisyah .


" Air matanya keluar sendiri ." Sahut Aisyah membuat Azzam kembali tersenyum .


" Sehat terus ya anak Abby , Abby janji akan selalu menjaga kamu dan Ummy ." Kata Azzam sambil mengelus perut Aisyah kemudian mengecup kening Aisyah.


" Sekarang kita pulang ya . Di rumah kita atur rencana syukur ....." Kata Azzam .


Belum selesai ucapan Azzam , Aisyah membuka cadar yang menutupi wajahnya mengalungkan tangan ke leher Azzam dan menempelkan bibirnya ke bibir Azzam.


Azzam sempat kaget dengan sikap Aisyah. Tapi dia pun senang . Bibir istrinya yang lembut , membuat Azzam pun membalas sentuhan istrinya itu .


Setelah melepas ciuman mereka, keduanya saling bertatapan .

__ADS_1


" Bibir kamu manis dan lembut sayang ." Kata Azzam mengusap bibir Aisyah dengan jarinya , dan ingin menyentuhnya lagi .


"Hubby ! ini di jalan ." Sahut Aisyah sambil menahan bibir Azzam dengan jarinya .


Perkataan Aisyah membuat Azzan tertawa.


Melihat Azzam tertawa , wajah Aisyah merona. Aisyah merasa malu sendiri saat ingat apa yang barusan mereka lakukan .


Azzam masih saja tertawa menatap wajah istrinya . Dia mengerti perasaan Aisyah saat itu .


" Okey. Kita pulang ya ! " Kata Azzam kemudian mulai melajukan mobilnya melanjutkan perjalanan pulang mereka .Sementara Aisyah memperbaiki cadarnya kembali.


***


Sesampainya di rumah , Azzam bergegas turun dari mobil membukakan pintu mobil untuk Aisyah.


"Pelan -pelan sayang ! " Kata Azzam yang mulai protectif


" Iya , " Sahut Aisyah.


Azzam mengalungkan tangannya di pinggang Aisyah , melangkah bersama memasuki rumah.


" Sayang kamu haus kan , mau minum apa ? " Tanya Azzam pada Aisyah .


" Jus jeruk hangat By ," Sahut Aisyah .


"Okey . Bi Nur ! " Seru Azzam .


" Lho kok manggil Bi Nur ?" kata Aisyah.


"Kenapa ? Mau saya yang buat ? "


Aisyah mengangguk .


" Okey .. "


" Iya Den , Ada apa ? " Kata Bi Nur yang menghampiri mereka .


" Nggak jadi . Bi Nur lanjutin aja kerjaannya ." Sahut Azzam membuat Bi Nur bingung .


" Sayang kamu tunggu di sini ya , saya buatkan jus yang kamu mau dulu ." Kata Azzam .


" Ais tunggu di kamar aja." Sahut Aisyah .


" Ya udah , saya antar kamu ke kamar dulu."


" Hubby , Ais bisa sendiri ke kamar ! "


"Okey , tapi hati -hati !" Kata Azzam


" Iya ." sahut Aisyah lalu melangkah menuju tangga .


" Pelan -pelan sayang !" Kata Azzam yang masih memperhatikan istrinya menaiki anak tangga .


Aisyah tidak menjawab dia hanya tersenyum . Sementara Bi Nur masih bingung dengan sikap kedua majikannya itu .


Azzam lalu melangkah menuju dapur. Di susul Bi Nur .


" Aden ,Biar Bi Nur aja yang buatin jusnya ." Kata Bi Nur pada Azzam yang sedang mengeluarkan buah jeruk dari kulkas .


" Bi Nur . Istri saya mau saya yang buat ." Sahut Azzam sambil terus melanjutkan aksinya .


" Tapi ,Den ..."


" Bi Nur bantu beresin aja nanti ." kata Azzam yang fokus pada apa yang ingin di buatnya .


Akhirnya jus jeruk hangat pun selesai . Azzam membuat 2 gelas jus hangat untuk Aisyah dan dirinya . Dia lalu melangkah ke kamar membawa dua gelas jus hangat itu.


" Sayang , ini jusnya ." Kata Azzam saat meletakkan dua gelas jus di depan Aisyah yang sedang duduk di sofa dengan ponsel di tangannya .


" Iya , makasih ya By ." Sahut Aisyah sambil tersenyum .


Aisyah dan Azzam pun menikmati jus hangat itu. Azzam merasa senang sekali melihat istrinya menikmati jus buatanya , apa lagi Aisyah sempat memuji jus buatan Azzam enak.


Aisyah lalu meminta Azzam untuk acara makam malam bersama keluarga mereka di laksanakan malam itu juga.


" Sayang, sempat nggak ? , sekarang udah jam 01 .00 siang ." Tanya Azzam


" By , kita pesen aja makanan di restoran langganan kita. Semua juga suka kan makanan disana ?" Sahut Aisyah lalu menyandarkan punggungnya di sofa .


" Okey , tapi beneran kamu cuma mau kita pesan aja , biasanya kan kamu paling nggak mau kalo makanan luar ." Kata Azzam meyakinkan Aisyah lagi . Soalnya akhir -akhir ini Aisyah selalu menolak ajakannya untuk makan diluar .


Aisyah tidak menjawab , dia hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya .


" Malah senyum -senyum !" Gumam Azzam.


" Udah , sekarang kita bagi tugas , Hubby telpon semua keluarga kita, nanti urusan makanan biar Ais yang urus ." Kata Aisyah lalu mengambil ponselnya yang dia letakan di atas meja .

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2