Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 75 Perjalanan Ke Vila


__ADS_3

Azzam menyuruh Ozi mengecek ponsel Hendri , siapa tahu ada petunjuk disana . Glen lalu mengambil ponsel Hendri yang di letakkannya di atas tempat tidur .


Namun Ozi malah memberikan ponsel itu pada Azzam .Azzam lalu mengecek ponsel Hendri . Hatinya kembali terasa sakit saat menemukan beberapa foto Hendri bersama Aisyah . Dan masih banyak foto -foto lainnya . Kemungkinan foto -foto itu foto waktu mereka masih pacaran dulu . Begitu banyak foto -foto Aisyah di ponselnya Hendri . Tapi kebanyakan foto itu sepertinya diambil secara diam -diam oleh Hendri .


Kemudian Azzam menemukan salah satu foto masjid. Di foto itu tampak papan nama masjid beserta alamatnya . Dan beberapa sebuah foto Villa . Azzam lalu menyuruh Ozi mengecek lokasi alamat itu .


" Mungkin saja Ais di sembunyikan disana " Kata Ahmad .


Setelah dicek alamat itu adalah desa terpencil . Dengan jarak tempuh sekitar 8 -10 jam .


" Kalo kita star dari sekarang kemungkinan akan sampai jam 10 besok pagj " Kata Farhan


" Yang penting kita sampai kesana " kata Azzam .


Ozi pun mempersiapakan semuanya .Ozi membawa beberapa orang anak buahnya dan menyisakan 2 orang di kamar hotel itu untuk menjaga Hendri .


Sebelum berangkat Azzam menelpon dokter keluarga mereka untuk memeriksa keadaan Hendri .setelah di pastikan Hendri tidak apa -apa . Mereka pun berangkat .


3 buah mobil kini sedang berada di jalan menuju alamat yang diperkiraan tempat Aisyah di sembunyikan oleh Hendri . Ozi , Azzam , Ahmad dan Farhan berada dalam 1 mobil sedangkan mobil lainnya adalah anak buah Ozi .


Sebelum berangkat mereka mampir dulu ke kantor polisi untuk melaporkan tentang Hendri . Dan tempat yang diperkirakan tempat Hendri menyembunyikan Aisyah . Pak Santoso yang menangangi kasuk penculikan Aisyah bersama 3 orang temannya pun ikut mengawal Azzam menuju tempat itu


Dalam perjalanan Farhan menelpon istrinya ,mengabarkan kalau mereka sedang menuju ke tempat perkiraan sementara Aisyah disembunyikan .


" Hati -hati , ya Mas . " kata Anisa


" Iya , Desa itu sangat terpencil , kemungkinan tidak ada sinyal disana., doa'in semogabtidak terjadi apa -apa dan dek Ais ketemu " Kata Farhan


" Iya , Mas. Azzam mana ? , saya mau ngomong sama dia " kata Anisa


" Kak Nisa mau ngomong " kata Farhan lalu memberikan ponselnya pada Azzam


" Assalamualaikum kak " sapa Azzam


" Waalaikumsalam , Zam kamu yang sabar ya . kakak yakin Ais gak mumgkin melakukan hal tadi " Kata Anisa


" Iya kak , Azzam tau .doain ya kak , mudah -mudahan Aisyah ada disana ."


" Iya Zam , kak Nisa pasti doain , sebaiknya di mobil kamut iduran aja , kak Nisa gak mua kamu sampai sakit . "


" Iya kak , Kasih tau Ayah sama ibu tentang perjalanan kami "


" Iya. "


Setelah mengucapkan salam sambungan telpon terputus .


***


Azan subuh berkumandang , Pak Sulaiman pun bergegas pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat subuh . Tadinya dia mengira Azzam , Ahmad dan Farhan sudah berangkat duluan . Tapi sampai di masjid dia tidak melihat mereka bertiga .


" Kemana mereka ? " Guman Pak Sulaiman


Selesai sholat Pak Sulaiman buru -buru pulang ke rumah . Dia langsung menuju kamar Ahmad ternyata Ahmad tidak ada .


" Bu anak -anak kemana ,ya ?Ayah kira mereka tadi duluan kemasjid. tapi di masjid gak ada juga. " Tanya Pak Sulaiman menghampiri Bu Yani yang sedang sibuk di dapur .


" Maksud Ayah ,Azzam , Ahmad sama Fathan ? "


" Iya bu , "


" Nisa, Suami mu kemana sama Azzam dan Ahmad ? "tanya Bu Yani pada Anisa Yang berjalan mendekati mereka


Anisa duduk di samping Pak Sulaiman . Dia lalu menjelaskan kejadian tadi malam . Dan keberangkatan ketiganya ke tempat yang kemungkinan Aisyah berada disana.


" Kenapa ayah tidak dikasih tau semalam , Ayah kan mau ikut juga " Kata Pak Sulaiman


" Ayah , sudah cukup 3 anak ayah yang kesana , Azzam bawa beberapa angotanya dan di kawal pak polisi juga . Lagian jaraknya cukup jauh lho , nanti ayah sakit . Kita berdoa saja semoga mereka berhasil menemukan Ais " Kata Anisa .


" Amin , semoga adekmu segera pulang. , Ibu udah kangen " Kata Bu Yani linangan air matanya pun membasahi pipinya .


Anisa berusaha menenangkan kedua orang tuanya . Tidak lama kemudian 2 bocah kecil Dira dan Dika pun keluar dari kamar mereka bermasa mba inah pengasuhnya . Pak Sulaiman dan Bu Yani kini sedang sibuk dengan kedua cucunya .


***


Setelah sholat subuh dan beristirahat untuk ngopi sebentar. Iring -iringan mobil Azzam kembali melanjutkan perjalanan mereka . Mereka sudah memasuki wilayah perdesaan , iring -iringan mobil mewah mereka menyita perhatian orang -otang yang mereka lewati . Apa lagi untuk penduduk pedesaan hal itu menjadi pemandangan langka bagi mereka .


Sinar matahari perlahan mulai menapakkan sinarnya . Azzam lalu membuka kaca mobil untuk merasakan kesejukan udara pedesaan . Udara yang terasa sangat sejuk bebas pencemaran dan polusi .


"Kita sarapan dulu kah Pak Bos " Kata Ozi sambil melirik arlojinya yang menunjukan pukul 07.00 pagi


" Boleh , tapi di desa seperti ini ada kah rumah makan atau sejenisnya ? " Tanya Azzam sambil menoleh ke kiri dan kekanan


" Biasanya di desa begini paling warung kecil saja " Kata Ahmad .


Ozi lalu menelpon Glen yang berada di mobil depan mereka .


" Kok gak nyambung ya ? " Kata Ozi


" Udah gak ada sinyal ,Zi " Sahut Azzam ketika melihat layar ponselnya yang tidak ada sinyal .


" Dari tadi juga saya tidak melihat tiang listrik , apa disini juga listrik belum masuk ya ?" Kata Farhan


" Iya , ya , saya baru sadar , gak nyangka ya kita bisa sampai ke daerah yang gak ada sinyal gak ada listrik " kata Ahmad menimpali .


" Tapi udaranya sejuk , masih asri ." Sahut Azzam .


Akhirnya mereka berhenti di sebuah warung makan kecil . Yang berada di depan rumah warga . Pemilik warung dan beberapa orang pengunjung kaget ketika melihat mereka berhenti dan turun dari mobil . Wajah pemilik warung langsung pucat , apalagi 4 orang berseragam polisi ada bersama mereka .


" Ada yang bisa saya bantu tuan -tuan ?" Tanya Pemilik warung gugup


" Kami mau sarapan bu , ibu jual apa ? " Tanya Ozi .


" Saya cuma jual nasi uduk, tuan ?" kata Bu Asih pemilik warung


" Gimana Pak Bos , Nasi uduk aja ?"

__ADS_1


" Boleh lah kita coba " sahut Azzam .


" Baik bu , Buatkan untuk kami semua " Kata Ozi


" Baik Tuan. Silahkan duduk dulu , maaf tempatnya sempit , o ya minumnya apa ? "tanya Bu Asih , kini dia sudah tidak gugup lagi


Ozi meminta Glen untuk mengkoodinir pesana mereka . Glen pun mulai menanyakan ke teman -teman nya dan ke bapak -bapak polisi yang mengawal mereka .mereka mau minum apa .


Karena warung Bu Asih kecil tidak muat menampung mereka yang berjumlah 16 orang . Bu Asih lalu menyuruh mereka masuk ke dalam rumahnya . Bu Asih mulai sibuk menyiapkan pesanan mereka


Beberapa tetangga Bu Asih yang kepo menghampiri Bu Asih menanyakan tentang mereka .


" Saya juga gak tau ,ibu -ibu , mereka mau sarapan saja "Kata Bu Asih


" Kayaknya mereka orang kaya bu , liat aja mobilnya bagus -bagus .kayak di sinetron -sinetron " kata salah satu dari mereka .


Kehadiran rombongan Azzam seketika menghebohkan penduduk desa itu . Hingga sampai ke telinga Pak Slamet Lurah setempat . Dia pun mendatangi kediaman Bu Asih ,yang kebetulan tidak begitu jauh dari rumahnya .


Saat itu rombongan Azzam sedang menikmati sarapan nasi uduk didalam rumah Bu Asih . Bu Asih dan Pak Bambang suaminya tampak sibuk melayani mereka . Sementara di luar rumah Bu Asih mulai banyak warga yang berkumpul . Mereka terkagum -kagum melihat kemewahan mobil -mobil rombongan Azzam .Mobil -mobil yang biasanya hanya mereka lihat di televisi kini nyata di depan mereka .


Melihat Pak Lurah yang sedang berjalan ke arah rumah mereka , Pak Bambang pun keluar menyambutnya


" Assalamualaikum , Pak Bambang ! " Sapa Pak Slamet dia oun ikut kagum melihat mobil -mobil yang parkir di samping rumah Pak Bambang.


" Waalaikumsalam " Sahut Pak Bambang lalu melangkah keluar pintu. Saat berada di luar dia pun kaget banyak warga berkumpul.disekitar rumahnya .


" Wah , rame sekali ya , Pak ! Kata Slamet lagi


" Alhamdulillah , Pak . Silahkan masuk !" Sahut Pak Bambang


Pak Bambang pun memperkenalkan Pak Lurah pada Azzam dan lainnya .Mereka pun saling berkenalan .


" Maaf kalo kedatangan saya mengganggu " kata Pak Slamet. Saat itu dia duduk di dekat Azzam .


" Oh..tidak papa , Pak . Kami yang seharusnya minta maaf . kedatangan kami disini yang sudah menganggu warga " Kata Azzam yang saat itu sadar ketika melihat di luar banyak warga berkumpul.


" Kalau boleh saya tau , Ada apa gerangan sampai bapak -bapak ini ke desa kami " Kata Pak Slamet to the poin


Azzam di bantu Ozi dan Ahmad menjelaskan tentang tujuan mereka . Sekalian menanyakan letak desa tujuan mereka .


" Ohh, begitu ceritanya . Saya turut prihatin Pak . Dari sini sekitar 2 jam lagi perjalanan baru sampai ke desa itu . Tapi jalannya banyak rusak . " Kata Pak Slamet


" Bapak kenal kah dengan Si Hendri ini " Tanya Ahmad .


" Saya kenal .kemaren .saya berpapasan dengan dia di pintu gerbang desa . Tampaknya dia buru -buru sekali . " kata Pak Slamet .


"Bapak tau letak Villanya ? " Tanya Azzam


" Tau , tapi ... "


" Tapi kenapa Pak ? " Tanya Azzam


" Di sekitar Vila ada anak buah Pak Hendri yang selalu berjaga -jaga " kata Pak Slamet


" Tenang Pak , Bos mereka sudah kami tangkap , mereka tidak akan berani macam -macam ." Sahut Ozi .


" Mereka tidak akan berani berulah " Kata Ozi lalu memperlihatkan video saat Azzam mengintrogasi Hendri di kamar hotel .


" Baiklah kalo begitu. Saya akan mengantar kalian ke desa itu .Lurah desabitu masih kerabay saya dan kebetulan saya hari ini ada yang mau saya urus disana ". Kata Pak Slamet


" O ya..kalian pasti melakukan perjalanan sejak tadi malam , kalau mau mandi atau istirahat dulu bisa kerumah saya ." kata Pak Slamet lagi .


"Boleh juga tu pak , kita mandi saja dulu , baru kita lanjutkan perjalanan " Kata Farhan dan di setujui oleh yang lainnya .


Pak Slamet pun pamit , kemudian Azzam menyerahkan sejumlah uang kepada Bu Asih untuk membayar semua yang mereka makan .Setelah itu mereka pun mengikuti Pak Slamet ke rumahnya .


Di depan rumah Bu Asih, Pak Slamet menjelaskan maksud kedatangan Azzam dan rombongannya . Azzam pun menyampaikan beberapa patah kata permintaan maaf karena telah mengganggu warga desa tersebut . Kembali warga kagum khususnya kaum hawa terpesona melihat ketampanan yang dimiliki Azzam .


Setelah itu semuanya bubar . Azzam dan yang lainnya melangkah mengiringi Pak Slamet ke rumahnya .


Sepanjang jalan menuju rumah Pak Slamet , Azzam selalu tersenyum kepada semua warga yang ditemuinya . Warga seolah disajikan pemandangan yang sangat luar biasa pagi itu . Mereka terpesona akan sosok tampan Azzam .


Rumah Pak Slamet cukup besar . Secara bergantian mereka membersihkan diri dikamar mandi . Saat itu Azzam sudah selesai mandi , di susul Ahmad dan Farhan .Sebagai seorang bos pastilah dia yang didahulukan anak buahnya . Sambil menunggu yang lainnya mereka lanjut ngobrol di teras depan rumah Pak Slamet .


Satu jam kemudian mereka pun berangkat . Pak Slamet berangkat menggunakan mobil pit up miliknya berada paling depan sebagai menunjuk jalan . Kini jalan yang mereka lewati semakin sempit dan bukan jalan beraspal lagi .


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam mereka pun sampai di sebuah desa . Tampak di gerbang desa papan nama desa yang sama dengan foto yang ada di ponsel Hendri . Saat akan masuk mereka dicegat oleh 2 orang laki -laki . Mereka tidak lain adalah anak buah Hendri .


Pak Slamet pun turun dari mobil . Sosok Pak Slamet sudah mereka kenal , namun rombongan Azzam lah yang mereka halangi . Dengan kasar mereka menghalangi Azzam dan rombongannya masuk desa itu.


Ozi pun keluar bersama 2 orang anak buahnya Glen dan Riko mendekati mereka . Disusul Pak Santoso . Melihat kehadiran Pak Santoso dan 3 orang rekannya yang memakai seragam polisi . Hampir membuat kedua orang itu kabur . Namun berhasil di halangi Glen dan Riko .


Ozi lalu memperlihatkan video waktu Azzam mengintrogasi Hendri di kamar hotel .membuat kedua orang itu semakin gugup .


" Di Villa kan, Bos kalian menyembungikan istri Pak Bos kami ? " Tanya Ozi dengan suara meninggi


Keduanya mengangguk


" Sekarang antar kami kesana " kata Ozi lagi


" Baik " sahut mereka hampir bersamaan .


Azzam lega ketika melihat kedua orang itu menganggukan kepala menjawab pertanyaan Ozi . Dia sudah tidak sabar untuk bertemu istri yang sangat dicintainya itu .


" Sebentar lagi kita ketemu Ais , Zam " Kata Ahmad menatap Azzam


" Iya Bang. Alhamdulillah ." Jawab Azzam


Kedua orang tadi menaiki motor mereka masing -masing dengan membonceng Glen dan Riko .sementara Azzam dan yang lain mengikuti mereka dari belakang.


Kembali kehadiran Azzam dan rombongan menyita perhatian warga desa itu .Dari kejauhan sudah tampak sebuah bangun besar yang merupakan satu -satunya di desa itu . Jalan yang sempit tidak menungkinkan semua mobil mereka bisa masuk . Akhirnya mereka menutuskan untuk parkir di halaman masjid yang berjarak 50 meter dari Villa . Masjid yang sama seperti yang dilihat Azzam di ponsel Hendri .


Kerinduan akan istrinya membuat Azzam mempercepat langkahnya . Namun ketika sampai di gerbang Villa mereka melihat Glen dan Riko sudah di sandra oleh orang -orang Hendri .


" Tetap di sini Pak Bos . " Kata Ozi lalu berjalan mendekati mereka .

__ADS_1


Pak Santoro dan rekannya pun sigap menghadapi situasi seperti itu . Hampir terjadi perkelahian , namun sempat di cegah oleh Pak Harun Lurah desa tersebut . Orang -orang Hendri tidak bisa berbuat apa -apa , Bos mereka sudah di tangkap , mereka juga tidak mau mengambil resiko , mereka lalu melepaskan Glen dan Riko serta membiarkan Azzam masuk ke dalam Villa itu .


Saat itu Azzam , Ahmad dan Farhan yang masuk ke villa disusul Ozi dan Pak Santoso bersama rekannya , sebagian lagi hanya menunggu di gerbang viila.


Azzam mempercepat langkahkahnya menuju villa dan mengetuk pintu . Tidak lama kemudian pintu Villa terbuka tampak seorang perempuan berusia sskitar 50 tahun . Dia adalah Bi Arum .Bi Arum kaget melihat orang yang tidak dikenalnya datang ke Villa .


" Maaf, kalian siapa ? ada perlu apa datang kesini ? " Tanya Bi Arum gugup .


" Saya Azzam, saya mencari istri saya Aisyah " jawab Azzam


" Alhamdulillah, Akhirnya tuan datang juga, Saya Arumi , panggil saja Bi Arum " Sahut Bi Arum dengan senyum sumringah membuat Azzam mengerutkan keningnya .


" Aisyah ada di dalam Bi Arum ?" Tanya Ahmad .


" Ada , tapi ..." Bi Arum tampak celingukan


" Kenapa Bi ?" Tanya Azzam lagi


" Tuan Hendri ?"


" Dia sudah di tangkap Bi. Sekarang dia dikantor polisi " Kata Azzam .


" Oh..kalo begitu , silahkan masuk. Non Aisyah ada di kamar tadi . " Kata Bi Arum


Bi Arum lalu mengantar mereka menuju sebuah kamar yang berada di lantai dua .


" Saya senang sekali , akhirnya ada yang menjemput Non Aisyah , kasian Non Aisyah nangis terus mau pulang " Kata Bi Arum


" Istri saya baik -baik saja kan, Bi ? Tanya Azzam


" Alhamdulillah , baik -baik saja .Dia kangen sekali sama suaminya , " Sahut Bi Arum


Azzam tersenyum . Dia pun sangat merindukan belahan jiwanya itu


" Villa ini sepi Bi ?" kata Ahmad


" Iya , di Villa ini cuma saya sama Non Aisyah saja . Anak buah tuan Hendri lainnya tidak diizinkan Tuan Hendri masuk " jawab Bi Arum


Tok tok tok


Bi Arum mengetuk pintu


" Non ,.. Non Aisyah "


Namun tidak ada jawaban . Kembali diulangnya lagi mengetuk pintu dan memanggil Aisyah , namun tetap sama tidak ada sahutan dari dalam .


Azzam meraih ganggang pintu , ternyata tidak di kunci. Mereka pun masuk . Tidak ada siapa -siapa di kamar itu . Farhan lalu mengecek di kamar mandi . Dan memang kamar itu kosong . Aisyah tidak ada di situ


" Mana istri saya Bi ?" Tanya Azzam menatap tajam Bi Arum


" Maaf tuan , tadi pas saya ke dapur. Non Aisyah di kamar ini , benar tuan saya tidak bohong " Kata Bi Arum , dia tamoak ketakutan melihat ekspresi Azzam .


" Tapi sekarang dia tidak ada ,Bi ?" kata Azzam lagi


" Jangan permainkan kami ,Bi ! " Kata Ahmad


" Tidak tuan , saya tidak bohong , kita cek di halaman belakang , disana itu ada kolam ikan ,si, siapa tau Non Aisyah disana " Kata Bi Arum terbata -bata


" Cepat antar kami kesana ! " Kata Azzam


Mereka lalu mengikuti Bi Arum pergi ke halaman belakang villa . Namun Aisyah juga tidak ada di sana .


" Please , Bi. Jangan bohong, dimana istri saya " kata Azzam menatap Bi Arum lebih intens


" Ampun tuan , saya tidak bohong. Saya juga bingung, tadi Non Aisyah di kamarnya saja " Kata Bi Arum semakin ketakutan .


Ahmad balik ke dalam Villa , bermaksud mencarI Aisyah di ruangan lain didalam Villa sambil memanggil -manggil Aisyah.


" Gimana Pak, Sudah ketemu Bu Aisyah ? " Tanya Ozi yang baru masuk


" Belum , kami sedang mencarinya " Kata Ahmad


" Jadi maksudnya Bu Aisyah tidak ada di villa ini ? " Tanya Ozi


" Tadi bilang Bi Arum dia di kamar, kami cek di sana tidak ada., kita cari di ruangan lain di villa ini " Ajak Ahmad.


Keduanya pun memeriksa semua ruangan yang ada di villa itu . Namun Aisyah tidak ada juga . Ozi berdiri di balkon di lantai atas , mengamati halaman belakang villa . Tiba -tiba dia melihat seperti seorang perempuan sedang berdiri di atas bukit dibelakang villa.


" Semoga itu ibu Aisyah " Gumam Ozi lalu berlari menuruni anak tangga bermaksud menemui Azzam yang berada di bekakang Villa.


" Kenapa , Zi " Tanya Ahmad saat melihat Ozi tampak buru - buru


" Bu Aisyah di bukit belakang Villa " Sahut Ozi . Lalu keduanya beriringan menuju halaman belakang Villa .


Azzam tampak frustasi . Tadinya berharap bisa menemukan sang istri di villa itu namun, Aisyah malah tidak ada .Bu Arum pun tampak merasa bersalah. Keduanya pun balik masuk ke dalam Villa .


" Pak Bos. Di bukit belakang Villa " kata Ozi ketika berpapasan dengan Azzam


" Maksudmu ? " tanya Azzam


" Saya melihat seseorang di bukit belakang dari balkon , " jawab Ozi


" Sebaiknya kita cek saja Zam , " kata Ahmad .


Mereka pun bergegas pergi kehalaman belakang lagi .


" Lewat samping , pintunya ada di samping " Kata Bi Arum .


Mereka berempat pun bergegas menuju pintu yang di tunjuk Bu Arum . Bu Arum tidak bisa mengikuti langkah mereka yang setengah berlari . Dia hanya berjalan mengikuti mereka dari belakang .Namun tiba -tiba dia mendengar suara orang memanggilnya . Dia lalu menoleh ke arah asal suara


" Mau kemana Bi Arum ?"


" Oh , Pak Lurah kesini juga ? Saya mau menyusul suaminya Non Aisyah " jawab Bi Arum


Bersambung ...

__ADS_1



__ADS_2