
Setelah Abangnya berangkat ke kantor. Aisyah pun pergi ke ruang kerja Azzam. Dengan agak ragu -ragu Aisyah membuka pintu ruangan itu. Aisyah masuk dan mendekati meja kerja Azzam. Di atas meja itu tampak sehelai bunga mawar putih dan sepucuk surat .
Aisyah pun duduk dan mengambil bunga itu mengirup aroma segar nya . Perlahan dia membaca surat itu.
Selamat pagi sayang !
Maaf pagi ini saya tidak bisa menemani kamu sarapan. Saya ada meeting pagi. Lain kali kita akan sarapan bareng ya .!
Di dalam laptop saya banyak video kebersamaan kita , kamu bisa liat . Mungkin akan membantu untuk kamu mengjngat kenangan manis kita berdua .
I Love You. Sayang.!
Aisyah pun menghidupkan laptop yang ada di atas meja itu. Satu persatu dia melihat video kebersamaan mereka . Mulai dari video ijab kabul sampai video liburan mereka .
" Ya allah. Semuanya akan indah kalo saya bisa mengingat semuanya ." Kata Aisyah lalu menutup laptop dan keluar dari ruang kerja Azzam .
Aisyah masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Rasa kantuk mulai menguasainya. Hingga akhirnya dia terlelap .
Sementara itu di kantor Azzam tampak sibuk menanda tangani beberapa berkas. Di ruangan itu juga ada Ririn dan Ozi .
" Oke , Selesai . " Kata Azzam lalu menyerahkan berkas itu kembali lada Ririn .
" O ya Pak Bos , gimana dengan program reward kita ? Yang untuk masyarakat itu." Kata Ririn .
" Kamu saja yang menghandel semuanya dulu . " kata Azzam .
" Baiklah Pak Bos . Saya turut prihatin atas kondisi mba Aisyah . Semoga segera sembuh dari amnesianya ." kata Ririn
" Amin. Terima kasih ya Rin. " Kata Azzam
" Untuk barang oleh -oleh dari Shanghai kemaren gimana Pak Bos ?" Tanya Ozi .
" Astaga saya hampir lupa. Di rumah kalian ya semua nya .?" kata Azzam.
" Iya , Pak Bos di rumah kami ." Sahut Ririn
" Besok di bawa ke sini saja , atau di antar ke rumah juga boleh." Kata Azzam lagi .
" Untuk kasus kecelakaan bu Aisyah , saya sudah ke kantor polisi untuk memberikan keterangan lanjutan yang kemaren ."
" Tolong kamu handel semuanya ya ,Zi .o ya Rin selama 1 bulan ke depan , saya mau fokus pada istri saya ,pending dulu semua meeting , tapi kalo kalian bisa handel , silahkan. Nanti saya juga minta Abang Ahmad untuk membantu kalian ." Kata Azzam .
" Baik Pak Bos , Kalo gitu kami keluar dulu. Jangan lupa jam 2 nanti ada meeting lagi . "
Kata Ririn.
" Oke .Terima kasih ."
" Sama -sama Pak Bos ."
Ozi dan Ririn pun keluar dari ruangan Azzam .Azzam lalu mengambil ponselnya. Tadinya dia ingin menelpon Aisyah, tapi di urungkannya. Kemudian Azzam menelpon Bi Imah .
" Assalamualaikum . Den ."
" Waalaikumsalam ,Bi . Gimana Bi Imah sudah menyampaikan apa yang saya suruh tadi ."
" Sudah , Den. Habis sarapan Non Aisyah langsung ke ruang kerja Aden ." Kata Bi Imah.
" Trus sekarang dia ngapain ?"
" Lagi tidur .Den dikamar ."
" Oh gitu , Dia nggak ada nanya apa gitu sama Bi Imah ? "
" Nggak Den . Tapi tadi Ada Den Ahmad kesini . Lama mereka ngobrol tentang Aden .Non Aisyah banyak nanya tentang Aden ke Den Ahmad. " kata Bi Imah .
" Oh gitu. Terima kasih ya Bi informasinya . Oya jangan lupa bangunkan dia untuk makan siang nanti ."
" Iya Den ."
Sambungan telpon pun terputus . Kemudian Azzam menelpon Ahmad.
" Bang , bisa keruangan saya sebentar ?"
" Ini saya sudah di depan pintu." Kata Ahmad.
" Oh ya masuk " kata Azzam bersamaan dengan pintu yang terbuka dan Ahmad pun masuk .
" Abang tadi ke rumah ya ? " tanya Azzam saat Ahmad duduk di depannya
__ADS_1
" Iya, Kamu yang sabar ya , Zam ."
Ahmad lalu menceritakan obrolannya dengan Aisyah tadi pagi, membuat Azzam tersenyum .
" Saya yakin sebentar lagi Aisyah pasti akan ingat semuanya . "
" Itu yang sangat saya harapkan ,Bang." Kata Azzam .
" Trus rencana kamu gimana ?" tanya Ahmad.
" Selama 1 bulan ini saya mau fokus ke Dek Aisyah. Abang bantu Ririn dan Ozi menghandel kantor ya ! " Kata Azzam
" Okey , Yah sebaiknya kamu fokus ke Ais saja dulu . "
Setelah cukup lama ngobrol Azzam dan Ahmad pun keluar untuk makan siang . Setelah itu Azzam mengajak Ahmad untuk ikut meeting dengannya .
***
Tok tok tok
Bi Imah mengetuk pintu kamar Aisyah .
" Siapa ? " tanya Aisyah . Dia masih berbaring dengan mata masih terpejam .
" Saya Non , Bi Imah ." Sahut Bi Imah
" Masuk aja , pintunya nggak di kunci ." kata Aisyah lalu duduj di atas tempat tidur .
" Ada apa ,Bi ?"
" Maaf saya mengganggu Non Ais tidur . Sudah waktunya makan siang . Non Aisyah nggak boleh telat makan . Mau saya antar ke sini atau di ruang makan aja makannya ? " kata Bi Imah .
" Di ruang makan aja Bi . Nanti saya ke sana ." kata Aisyah .
" Iya Non . Kalo gitu saya permisi dulu." Kata Bi Imah lalu keluar dari kamar Aisyah .
Aisyah beranjak dari duduknya melangkah menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan dia berwudhu bersiap sholat dzuhur .
Selesai sholat Aisyah lalu melangkah menuju ruang makan untuk mekan siang.
" Bi , yang lain mana ? " tanya Aisyah pada Bi Imah .
" Kenapa ,Non ? " Bi Imah balik bertanya.
" Oh , bentar Non. Saya panggil mereka dulu ." Kata Bi Imah lalu pergi memanggil yang lain.
Tidak lama kemudian Bi Imah kembali bersama pegawai lainnya , yaitu Bi Nur , Pak Jai , Pak Slamet dan Pak Galih security baru di rumah itu .
Sebenarnya Pak Jai dan Pak Slamet baru saja selesai makan , tapi Bi Imah memaksa mereka untuk menuruti kemauan Aisyah .
Itu kesalahan kalian, kenapa makan duluan ." Kata Bi Imah saat mereka menolak dengan alasan masih kenyang.
Mereka semua duduk di meja makan . Aisyah tersenyum senang membuat yang lain pun ikut tersenyum . Mereka lalu menikmati makan siang bersama.
Selesai makan siang , Aisyah mengajak mereka semua ngobrol di halaman belakang rumah . Kecuali Pak Galih , dia harus kembali ke pos depan .
Aisyah banyak menanyakan hal -hal tentang dirinya dan Azzam sebelum dia hilang ingatan . Tampak sesekali mereka tertawa bersama . Lagi -lagi Aisyah mendengar semua kebaikan Azzam dari semua pegawai yang tinggal di rumah itu .
" Wajarlah , nggak mungkinlah mereka berani menjelekan majikan mereka sendiri ." Batin Aisyah .
Cukup lama mereka ngobrol , apa lagi Bi Imah menyuguhi mereka puding coklat dan jus membuat suasana ngobrol itu semakin akrab.
Bi Nur pun mengabadikan moment itu dengan ponselnya dengan alasan untuk kenang -kenangan, padahal itu merupakan bagian dari perintah Azzam untuk melaporkan semua hal yang dilakukan Aisyah di rumah selama dia tidak ada .
Waktu terus berlalu, kumandang azan menandakan waktu sholat Asar pun tiba . Aisyah pun kembali ke kamar untuk melaksanakan sholat .
***
Pukul 17.30 Azzam bersiap -siap untuk pulang . Saat akan meninggalkan ruang kerjanya, dering pesan masuk ke ponselnya membuat Azzam berhenti melangkah . Dan mengecek ponselnya itu . Tampak beberapa pesan dari Bi Nur .
Azzam tersenyum ketika melihat beberapa foto yang di kirim oleh Bi Nur .
" Sayang kamu tu buat saya jadi kangen sama kamu ." Kata Azzam bicara sendiri melihat foto Aisyah tersenyum bersama semua pegawai di rumah mereka .
Dalam perjalanan pulang ,Azzam senyum -senyum sendiri, dia merasa yakin Aisyah akan mengingat semuanya .
Sesampainya di rumah , Azzam bergegas masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum ." kata Azzam saat membuka pintu .Namun tidak ada seorangpun yang menjawab salamnya . Mata Azzam tertuju pada sebuah sofa . Biasanya setiap pulang Aisyah selalu duduk di situ untuk menunggu dia pulang. Senyuman manis dan pelukan hangat dari Aisyah membuat lenyap lelahnya .tapi kini jangankan pelukan untuk melihat senyum Aisyah pun terasa sulit .
__ADS_1
Azzam menghela napas beratnya lalu duduk di sofa itu .Bi Nur yang melihat Azzam lalu mendekati majikannya .
" Aden sudah pulang , saya buatkan minum ya ,Den. Mau teh ,jus , atau.."
" Teh hangat aja Bi ! " Kata Azzam.
" Baik Den ."
Bi Nur lalu bergegas ke dapur untuk membuatkan Azzam teh hangat .
" Kasian Den Azzam ! " Kata Bi Nur sambil mengaduk teh .
" Kita doain aja semoga non Aisyah segera sembuh." Kata Bi Imah yang saat itu sedang mencuci piring .
"Amin." Sahut Bi Nur lalu mengantar teh hangat dan puding untuk Azzam.
" Tehnya , Den ! " Kata Bi Nur sambil meletakkan teh di meja depan Azzam .
" Terima kasih. Bi , Oh ya , Istri saya .."
"Non Aisyah di kamarnya Den."
"Terima kasih ya atas foto -fotonya tadi ." Kata Azzam lalu meneguk teh .
" Iya ,Den ! "
Bi Nur kembali ke dapur , Azzam masih menikmati teh hangat dan puding yang di suguhkan Bi Nur . Kemudian Azzam ke kamarnya untuk mandi dan bersiap ke masjid untuk sholat magrib.
***
Selesai sholat magrib Aisyah langsung ke dapur . Dia ingin memasak sesuatu untuk Azzam malam itu . Sebagai bentuk permintaan maaf atas sikapnya kemaren malam pada Azzam .
Dari Bi Imah Aisyah tau Azzam suka makanan yang berkuah , Aisyah berniat untuk memasak sup ayam untuk Azzam . Bi Imah mau membantu tapi dilarang Aisyah . Dia ingin memasak semuanya sendiri .
Saat sedang memotong sayuran , Aisyah terdiam sebentar dia merasa dejavu .Terlintas di ingatannya dia sedang memasak di dapur itu juga , kemudian kepalanya terasa agak sakit sehingga dia memegang pelipisnya .
" Non , Non nggak papa ? " tanya Bi Imah
" Nggak papa Bi. Oya Bi dulu saya sering memasak di dapur ini ? "
" Iya Non , Non Aisyah sering menyiapkan sendiri makanan untuk Den Azzam . Ya seperti ini , Non tidak mau kami bantu , saya sama Bi Nur jadi nggak enak karena Aden selalu bilang SAYA TIDAK MAU ISTRI SAYA CAPEK " kata Bi Nur menirukan gaya Azzam berbicara sambil melempar senyum pada Bi Imah .
" Tapikan memasak menang kewajiban seorang istri , iya kan ? " Sahut Aisyah .
" Dan kalimat itu juga yang sering Non Aisyah ucapkan kalau Aden ngomong kayak yang Bi Nur bilang tadi . " Kata Bi Imah
" Oh ya , ? Trus Mas Azzam bilang apa ? "
" Ya diam aja . Dia nggak bisa bantah lagi . " Kata Bi Nur .
" Tapi dia selalu mengawasi Non , mengamati semua gerak gerik Non. takut Non kenapa - napa , itu yang buat kita dag dig dug ser .Iya kan Bi ? " Kata Bi Nur lagi .
" Segitunya ,Bi ? " kata Aisyah sambil melirik Bi Nur
" Iya Non. " sahut Bi Nur .
Tidak lama kemudian Azzam pulang dari masjid . Saat masuk rumah Azzam mencium aroma masakan yang membuat perutnya terasa lapar .
" Dari aromanya pasti Bi Imah lagi masak sup . Pas banget saya juga lagi kepengen makan sup. Tapi kalau Dek Aisyah yang masak pasti akan lebih nikmat , hmmm kapan ya saya bisa menikmati masakan enak kamu lagi sayang ? " Kata Azzam lalu melangkah ke kamarnya karena mau ke toilet.
Keluar dari toilet ponsel Azzam berdering . Tampak nama Ayah muncul di ponselnya .Pak Sulaiman yang menelpon .Pak Sulaiman menelpon Azzam untuk memberitahu kalau Anisa dan Farhan akan pulang besok dan meminta Azzam dan Aisyah ke rumah mereka besok pagi untuk sarapan bersama .
" Okey yah , kami akan kesana besok ." Kata Azzam
" Iya Nak . Kamu yang sabar ya menghadapi sikap anak ayah . "
"Iya ." sahut Azzam .
Setelah saling mengucapkan salam sambungan telpon pun berakhir .Dan pintu kamar Azzam pun terdengar di ketuk .
Azzam lalu membuka pintu .
" Den , makan malam sudah siap " Kata Bi Nur
" Iya Bi , saya kasih tau istri saya dulu ya ! " kata Azzam
" Aden , Non Aisyah sudah di dapur . Dan..."
" Dan apa ? "
__ADS_1
" Kedapur aja Den." Kata Bi Nur sambil tersenyum membuat Azzam penasaran .
...Bersambung ...