Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 96 . Illfeel


__ADS_3

Hendri dan Sarah sebenarnya juga menghadiri acara pengajian itu karena Sarah adalah keponakannya Ustadz Ali . Selama 2 tahun ini semua keluarga Hendri menetap di Malaysia . Karena Ayah Hendri asli orang sana. Sejak Sarah melahirkan Hendri pun memutuskan untuk tinggal di Malaysia . Dan baru tadi malam mereka sampai di kediaman Pak Ustadz Ali.


" Assalamuakaikum " Sapa Hendri pada mereka


" Waalaikumsalam " jawab mereka hampir bersamaan


Hendri dan Azzam pun saling salaman . Hendri lalu menjelaskan kalau Sarah istrinya keponakan dari Ustadz Ali . Dan selama 1 minggu ke depan mereka akan berada di rumah Ustadz Ali. Karena ada urusan bisnis.


" Kapan - kapan gimana kalo kita makan malam bersama ? " Ajak Hendri


" Boleh ! Iya kan sayang ?" Kata Azzam melirik Aisyah .


" Iya dong, ngomong -ngomong anak kalian gemesin deh " kata Aisyah sambil mencubit pipi Erik yang kini di gendong Sarah .


Hendri tersenyum


" Kalian belum punya anak ? " tanya Sarah


" Belum ." sahut Aisyah


" Allah masih menginginkan kami menikmati masa -masa berdua dulu ." Kata Azzam sambil mengecup puncak kepala Aisyah.


" Kamu benar, untuk saat ini belum , tapi suatu hari nanti kalian akan mendapatkan amanah dari Allah " Kata Hendri


" Amin ." Sahut Azzam dan Aisyah hampir bersamaan .


" Kamu semakin cantik saja ,Ais , " Bisik hati Hendri.


Walaupun Hendri kini sudah memiliki istri dan anak yang sangat disayanginya . Tapi ada rasa yang masih terasa berbeda saat melihat senyuman manis Aisyah. Hendri memang sudah mencintai Sarah tapi Aisyah memiliki ruang tersendiri di hatinya .


Melihat cara Hendri menatap Aisyah, Azzam merasa sedikit tidak enak hati . Dia lalu mengajak Aisyah pulang .


" Oke, ini kartu nama saya , kabari saja nanti makan malam nya dimana ? " kata Azzam


" Oke. Nanti saya telpon " Sahut Hendri


Aisyah dan Azzam pun pamit pulang. Azzam membukakan pintu mobil untuk Aisyah . Saat di dalam mobil Azzam tidak berbicara , pikirannya kini terganggu dengan cara Hendri menatap Aisyah . Azzam merasa Hendri masih menyimpan rasa cinta untuk istrinya .


Aisyah yang menyadari sikap Azzam sedikit berbeda , pun hanya diam saja. Dia tidak ingin membahasnya karena masih di jalan .


" Hubby. Ais tau kamu pasti cemburu sama Mas Hendri ." Bisik hati Aisyah .


Sesampainya di rumah , Azzam ingin kembali membukakan pintu mobil untuk istrinya . Namun Aisyah lebih dulu keluar mobil dan masuk ke dalam rumah .


" Ngambek sudah nie ! " Batin Azzam lalu bergegas masuk juga ke dalam rumah.


Pak Slamet yang sedang memotong rumput melihat sikap majikan mereka agak berbeda lalu menghampiri Pak Jai .


" Kayaknya mereka lagi berantem ." kata Pak Slamet pada Pak Jai yang saat itu sedang membersihkan mobil Aisyah


" Paling gak lama , ntar romantisan lagi " kata Pak Jai sambil tersenyum .


Sementara itu Azzam sudah berada di kamar , namun Aisyah kini berada di kamar mandi sedang mandi . Azzam lalu duduk di sofa menunggu Aisyah keluar .


Tidak lama kemudian Aidyah pun keluar .


" Sayang...! " kata Azzam mendekati Aisyah


Kini keduanya saling berhadapan .


" Sayang , Kamu marah ya sama hubby ? "


Aisyah tidak menjawab , dia hanya menatap wajah Azzam .


" Sayang, Hubby minta maaf " Kata Azzam lalu memeluk Aisyah .


" Please..maafkan hubby ! "


Aisyah melepaskan diri dari pelukan Azzam , lalu melangkah ke lemari mengambil baju untuk Azzam. Dan kembali mendekati Azzam yang masih mematung menatapnya .


" Hubby mandi dulu ." kata Aisyah sambil memberikan baju itu ke Azzam .


" Sayang...!"


" Mandi dulu , keramas, biar pikiran jeleknya hilang ." Kata Aisyah lalu melangkah keluar kamar meninggalkan Azzam yang mematung.


Aisyah menuruni anak tangga menuju dapur . Dia menyapa Bi Nur dan Bi Imah yang tampak sibuk bersih -bersih didapur . Bi Nur menawarkan untuk membuatkan jus tapi Aisyah menolak , dia membuat sendiri jus jeruk manis untuk dia dan suaminya . Kemudian membawanya balik ke kamar mereka .


Sampai di kamar, Azzam masih berada di kamar mandi . Aisyah meletakkan jus itu di atas meja dan duduk di sofa sambil melihat -lihat majalah .


Azzam keluar dari kamar mandi langsung duduk di samping Aisyah . Aisyah lalu menganbil segelas jus dan memberikannya ke Azzam . Azzam pun langsung meneguk jus itu dan langsung menghabiskannya, membuat Aisyah tersenyum .


" Terima kasih ,sayang , jus nya seger banget " Kata Azzam lalu meletakkan gelas kosong itu di atas meja .


Aisyah hanya tersenyum , dia pun mengambil gelas jus satunya lagi , meneguk beberapa tegus saja lalu kembali meletakkan gelas itu lagi dan kembali melihat - lihat majalah .


Azzam yang menatap tingkah Aisyah lalu mengambil majalah dari tangan Aisyah . Kemudian menyimpan kembali majalah di kolong meja .


" Sayang , maafkan Hubby , Ya ! " Kata Azzam sambil mencium punggung tangan Aisyah .


"Hubby, kenapa diamin Ais ? "


Azzam menunduk dia merasa bersalah atas sikapnya tadi .


" Hubby , cemburu ? "


" Maafkan Hubby sayang , dari cara Hendri menatap kamu , hubby melihat dia masih mencintai kamu ," Kata Azzam


" Hubby , liat Ais , Kalaupun dia masih cinta Ais , itu hak dia , tapi Ais kan cuma sayang dan cinta sama lelaki yang ada di hadapan Ais sekarang . " kata Aisyah .


" Lagian Mas hendri sudah punya keluarga sendiri by ,Ngapain jua masih cemburu , bikin capek hati aja , kalo hubby masih cemburu itu sama halnya Hubby meragukan cinta Ais sama Hubby ."

__ADS_1


" Enggak sayang , nggak ! " Sahut Azzam .


"Hubby janji nggak akan cemburu lagi "kata Azzam lalu mengecup kening Aisyah .


" Cemburu tapi mau juga nerima ajakan makan malam .Aneh ! " kata Aisyah lagi


" itu karena Hubby terlalu sayang dan cinta sama kamu ." kata Azzam sambil mencubit hidung Aisyah .


Aisyah lalu bersandar di pundak Azzam . Azzam pun membelai lembut rambut istrinya . Tidak lama kemudian kumamdang azan magrib pun terdengar , Azzam lalu bergegas pergi ke masjid .


***


Beberapa hari kemudian Azzam dan Aisyah menerima undangan makan malam bersama dengan keluarga Hendri . Hendri mengundang mereka makan malam di sebuah restoran mewah .Pukul 07.00 mereka pun bersiap -siap .


" Yuk , kita berangkat ! " Kata Azzam yang sedang duduk di tepi tempat tidur .


Aisyah yang sudah selesai berdandan melangkah mendekati Azzam . Aisyah mengalungkan tangannya di leher suaminya


,menatap bola mata indah suaminya . Azzam pun mengalungkan tangan di pinggang Aisyah.


Cup


Aisyah mengecup mesra bibir Azzam .


" Pleace , jangan cemburu nanti ya ! " kata Aisyah setengah berbisik . Aisyah tidak mau Azzam cemburu lagi nanti .


" Pasti sayang ! " sahut Azzam lalu kembali mengecup bibir istrinya lebih intim


" By..! "


" Hmmm" sahut Azzam


" Jadi berangkat gak ? " kata Aisyah


" Astagfirullah...hampir hubby lupa ! Yuk ," kata Azzam


Aisyah tersenyum , dia memperbaiki make upnya ,kemudian mereka pun berangkat .


Sesampainya di restoran mewah ,keduanya langsung di arahkan ke ruangan spesial yang sudah di pesan Hendri . Dan disana sudah ada Hendri dan Sarah .


Azzam sedikit mengerutkan keningnya melihat desain romantis yang di ruangan itu .Apalagi di sana hanya ada Hendi dan istrinya Sarah . Mereka tidak membawa anak mereka .Azzam meremas tangan Aisyah yang ada di genggamannya membuat Aisyah menatap wajah suaminya .


" Ais hanya sayang dan cinta sama Hubby !" kata Aisyah setengah berbisik .


Azzam lalu mengecup punggung tangan Aisyah dan terus melangkah menuju tempat Hendri dan Sarah duduk . Tampak keduanya tersenyum kearah Azzam dan Aisyah .


" Silahkan duduk ! " kata Hendri sambil tersenyum


Azzam merenggangkan sebuah kursi untuk Aisyah duduk .


" Maaf kami agak terlambat ! " kata Azzam


" Kami juga baru sampai ." Sahut Sarah .


" Ohh..ini , ini sengaja saya desain , sesuai kemauan istrimu Aisyah ! " Kata Hendri tersenyum pada Aisyah .Membuat Aisyah mengerutkan keningnya .


Azzam menatap Aisyah dan Hendri secara bergantian .Dengan penuh tanda tanya .Aisyah lalu menggenggam tangan Azzam.


"Maksudnya gimana ? " Tanya Aisyah


" Begini , kamu ingat nggak Ais , beberapa tahun kita pernah dinner . Trus kamu bilang , kalau nanti kita tidak jodoh , trus kita punya pasangan masing -masing yang sangat kita cintai , kita akan membuat dinner romantis seperti ini dengan pasangan kita masing -masing .Sekarang kita beneran sudah memiliki pasangan kita masing -masing kan ? Jadi nggak salah dong saya mewujutkan impian kamu dulu ." kata Hendri tersenyum pada Azzam dan Aisyah .


" Ohh itu , yah saya sich udah hampir lupa , terima kasih sebelumnya .Dan Alhamdulillah sekarang kita sudah bertemu pasangan kita masing -masing ." kata Aisyah melirik Azzam. Membuat Azzam langsung mengecup punggung tangan istrinya .


" Iya mba, kamu bener , kita harus berusaha menjadi istri yang baik , insya allah suami kita pun pasti akan melakukan hal sama ." Kata Sarah .


Kini Hendri merangkul pundak Sarah dan mengecup kening istrinya . Seolah menunjukkan keharmonisan mereka kepada Azzam dan Aisyah .


" Hari ini , Alhamdulillah kami sedang berbahagia,istri saya positif hamil anak kedua kami. Dan kami ingin membagi kebahagian itu bersama kalian berdua ." Kata Hendri lalu menngecup punggung tangan istrinya .


" Oh ya ,, Alhamdulillah. Saya ikut senang mendengarnya , selamat ya ! " Kata Aisyah .


" Iya , Mba..semoga mba segera nyusul juga ya ! " kata Sarah tersenyum


" Amin " Kata Aisyah dan Azzam hampir bersamaan .


" Maaf, ehmm Anak kalian nggak kalian bawa ? " Tanya Aisyah


" Kan sudah saya bilang , ini spesial dinner romantis kita . Jadi Erick di tinggal dulu , quality time lah, abis ini kami mau ke hotel apa kalian mau ikut juga ? " Tanya Hendri


Azzam melirik Aisyah.


" Enggak Mas terima kasih ." Sahut Aisyah .


Aisyah sedikit tidak nyaman dengan ucapan Hendri . Bukan cemburu tapi dia merasa seolah Hendri melecehkannya .


" Apaan coba , yang begituan pake di bahas . " Bisik Hati Aisyah .


Aisyah mengalihkan pembicaraan mereka dengan mulai memesan makanan.


Saat menikmati makanan , kedua pasangan itu seolah mempamerkan kemesraan mereka masing -masing. Saat itu Azzam merasa Hendri terlalu drama dengan kemesraan mereka .karena Sarah terlihat kaku . Berbeda dengan kemesraannya dengan Aisyah yang memang sudah tidak di ragukan lagi .


Aisyah pun merasa illfeel dengan sikap Hendri . Tapi Hendri salah paham melihat ekspresi Aisyah yang illfeel , dia mengira Aisyah cemburu , sehingga dia lebih agresif lagi pada Sarah untuk semakin memancing emosi Aisyah .


" By, cari alasan untuk kita cepat pulang ,illfeel banget ! " bisik Aisyah pada Azzam .


Azzam hanya tersenyum . Ternyata apa yang dia rasakan tidak jauh berbeda dengan yang di rasakan Aisyah . Tapi Azzam bingung, gimana caranya mereka bisa pulang cepat .


***


Setelah bagitu banyak alasan akhrinya Azzam dan Aisyah pun bisa pulang lebih awal, Pukul 09.00 Keduanya sudah sampai di rumah . Mereka lega bisa meninggalkan Hendri dan Sarah . Keduanya kini berada di toilet sedang bersih -bersih untuk bersiap melaksanakan sholat Isya .

__ADS_1


" Kenapa ,Sayang ?" tanya Azzam ketika mereka sudah selesai sholat, melihat Aisyah senyum -senyum sendiri .


" Enggak , lucu aja sama yang tadi , apa coba maksudnya begitu ? " kata Aisyah lalu duduk di samping Azzam , Setelah merapikan mukenanya .


" Hubby kira sayang cemburu tadi ? " Kata Azzam sambil tersenyum..


" Cemburu,, ihhh nggak lah by ," kata Aisyah lalu melangkah ke meja rias untuk melakukan ritual perawatan untuk wajahnya .


Azzam lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur . 10 menit kemudian Aisyah sudah selesai dengan ritualnya .dia pun merebahkan tubuhnya di samping suaminya . Azzam langsung merangkul tubuh istrinya .


" Masih bangun to ! , Ais kira Hubby sudah tidur ." Kata Aisyah sambil mengusap pipi suaminya .


"Kalo sayang nerima ajakan Hendri , sekarang kita pasti lagi di kamar hotel " Kata Azzam lalu mengecup kening Aisyah .


" Ihh .. Itu pelecehan by , masa yang begituan di omongin , buat illfeel aja ." kata Aisyah


" Saya salut sama usahanya buat kamu cemburu , tapi itu terlalu berlebihan, Hubby kasian sama Si Sarah, dia terlihat canggung . Apa dia benar -benar bahagia bersama Hendri ? " Kata Azzam lagi .


" Iya ,ya , dia tampak kaku dengan sikap mas Hendri ."


" Iya sayang , beda sama kamu !"


" Hubby , Apa yang Ais lakukan ke hubby itu semua ikhlas dari hati. " Kata Aisyah sambil membelai wajah Azzam .


"Iya sayang , hubby tau itu ! " kata Azzam setengah berbisik .


" Kamu nggak capek kan sayang ? " Tanya Azzam dengan senyum penuh arti .


Aisyah menggelengkan kepala , membuat senyum Azzam semakin lebar.


" Oke sayang, kita coba lagi ya , semoga kali ini berhasil " Kata Azzam


" Iya by , "


" I love you sayang " kata Azzam memberikan sentuhan - sentuhan yang memabukkan .


Aisyah pun dengan senang hati melayani suaminya . Membuat suasana lebih intim , menciptakan gairah yang luar biasa diantara mereka . Bagi Aisyah , Azzam adalah sosok lelaki yang sempurna . Nafkah lahir batinnya benar -benar terpenuhi .


***


3 bulan kemudian


Cuaca pagi itu terlihat mendung, matahari enggan menunjukkan sinarnya . Sepertinya hujan tadi malam akan berlanjut lagi pagi itu .


Jam di dinding menunjukkan pukul 06.30


Aisyah masih terbaring di tempat tidur. Masih dalam pelukan Azzam . Hari itu Aisyah tidak mengizinkan Azzam ke kantor,entah kenapa hari itu dia ingin bermanja -manja dengan suaminya .Azzam pun menuruti semua kemauan Aisyah .Dia mengusap lembut kepala Aisyah yang rebahan di atas dadanya .


satu jam kemudian


" Sayang, hubby laper, kita sarapan yuk , atau Hubby ambilkan ya kita sarapan di sini !" Kata Azzam


Aisyah mengangguk . Azzam lalu bergegas bangun keluar dari kamar dan melangkah menuju dapur .


" Den , sarapannya sudah siap !" Kata Bi Imah


" Iya bi , saya mau bawa ke kamar saja " kata Azzam


" Non Aisyah , sakit kah , Den ? Tanya Bi Imah


" Katanya pusing by " Kata Azzam


Bi imah pun mengambil nampan dan meletakkan dua piring nasi goreng lengkap dengan 2 gelas air putih . Azzam lalu membawa nampan itu kembali ke kamar.


Sementara itu di kamar , Aisyah merasa mual , dia bergegas ke toilet


Huek..huek..huek.


Seyelah memuntahkan semua isi perutnya, Aisyah merasa kepalanya terasa pusing , badannya terasa lemes .pelan -pelan dia melangkah keluar toilet ingin kembali berbaring di tempat tidur , Namun tiba -tiba semuanya gelap . Aisyah pingsan


" Sayang , bangun dulu yuk. Kita sarapan " Kata Azzam ketika masuk kedalam kamar


"Astagfirullah !"


Azzam kaget melihat Aisyah tergeletak di lantai di depan pintu toilet . Buru -buru dia meletakkan nampan yang dia bawa di atas meja dan mendekati Aisyah .


" Sayang ! "


" Sayang bangun !" kata Azzam sambil mengusap pipi Aisyah . Tapi Aisyah tidak juga bangun .


Azzam lalu menggendong istrinya keluar dari kamar menuruni anak tangga .


" Pak Jai , Pak Jai ! " Seru Azzam


" Masya Allah , Non Aisyah kenapa ,Den ? " tanya Bi Imah yang bergegas mendekati Azzam . Mendengar Azzam berteriak .


" Pingsan bi , panggilkan Pak Jai. Antar saya ke klinik ! " Kata Azzam dengan nada panik


" Iya Den , Mobil sudah siap " Kata Pak Jai yang baru masuk mendengar Azzam memanggilnya .


Azzam lalu bergegas masuk kedalam mobil . Pak Jai langsung tancap gas menuju klinik yang tidak begitu jauh dari komplek perumahan mereka .


" Sayang, kamu harus kuat ya , ! " Kata Azzam sambil memangku tubuh Aisyah yang lemah . Tampak jelas ke kwatiran diwajahnya .


Sesampainya di halaman klinik Azzam setengah berlari masuk ke dalam klinik


" Suster , tolong istri saya ! " Kata Azzam


Para perawat di klinik itu langsung membantu Azzam.membawa Aisyah ke ruangan untuk di periksa .


" Bapak tunggu di sini ya , istri anda akan di tangani dokter " .Kata Perawat itu lalu menutup pintu .

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2