
Hendri dan Sarah sebenarnya juga menghadiri acara pengajian itu karena Sarah adalah keponakannya Ustadz Ali . Selama 2 tahun ini semua keluarga Hendri menetap di Malaysia . Karena Ayah Hendri asli orang sana. Sejak Sarah melahirkan Hendri pun memutuskan untuk tinggal di Malaysia . Dan baru tadi malam mereka sampai di kediaman Pak Ustadz Ali.
" Assalamuakaikum " Sapa Hendri pada mereka
" Waalaikumsalam " jawab mereka hampir bersamaan
Hendri dan Azzam pun saling salaman . Hendri lalu menjelaskan kalau Sarah istrinya keponakan dari Ustadz Ali . Dan selama 1 minggu ke depan mereka akan berada di rumah Ustadz Ali. Karena ada urusan bisnis.
" Kapan - kapan gimana kalo kita makan malam bersama ? " Ajak Hendri
" Boleh ! Iya kan sayang ?" Kata Azzam melirik Aisyah .
" Iya dong, ngomong -ngomong anak kalian gemesin deh " kata Aisyah sambil mencubit pipi Erik yang kini di gendong Sarah .
Hendri tersenyum
" Kalian belum punya anak ? " tanya Sarah
" Belum ." sahut Aisyah
" Allah masih menginginkan kami menikmati masa -masa berdua dulu ." Kata Azzam sambil mengecup puncak kepala Aisyah.
" Kamu benar, untuk saat ini belum , tapi suatu hari nanti kalian akan mendapatkan amanah dari Allah " Kata Hendri
" Amin ." Sahut Azzam dan Aisyah hampir bersamaan .
" Kamu semakin cantik saja ,Ais , " Bisik hati Hendri.
Walaupun Hendri kini sudah memiliki istri dan anak yang sangat disayanginya . Tapi ada rasa yang masih terasa berbeda saat melihat senyuman manis Aisyah. Hendri memang sudah mencintai Sarah tapi Aisyah memiliki ruang tersendiri di hatinya .
Melihat cara Hendri menatap Aisyah, Azzam merasa sedikit tidak enak hati . Dia lalu mengajak Aisyah pulang .
" Oke, ini kartu nama saya , kabari saja nanti makan malam nya dimana ? " kata Azzam
" Oke. Nanti saya telpon " Sahut Hendri
Aisyah dan Azzam pun pamit pulang. Azzam membukakan pintu mobil untuk Aisyah . Saat di dalam mobil Azzam tidak berbicara , pikirannya kini terganggu dengan cara Hendri menatap Aisyah . Azzam merasa Hendri masih menyimpan rasa cinta untuk istrinya .
Aisyah yang menyadari sikap Azzam sedikit berbeda , pun hanya diam saja. Dia tidak ingin membahasnya karena masih di jalan .
" Hubby. Ais tau kamu pasti cemburu sama Mas Hendri ." Bisik hati Aisyah .
Sesampainya di rumah , Azzam ingin kembali membukakan pintu mobil untuk istrinya . Namun Aisyah lebih dulu keluar mobil dan masuk ke dalam rumah .
" Ngambek sudah nie ! " Batin Azzam lalu bergegas masuk juga ke dalam rumah.
Pak Slamet yang sedang memotong rumput melihat sikap majikan mereka agak berbeda lalu menghampiri Pak Jai .
" Kayaknya mereka lagi berantem ." kata Pak Slamet pada Pak Jai yang saat itu sedang membersihkan mobil Aisyah
" Paling gak lama , ntar romantisan lagi " kata Pak Jai sambil tersenyum .
Sementara itu Azzam sudah berada di kamar , namun Aisyah kini berada di kamar mandi sedang mandi . Azzam lalu duduk di sofa menunggu Aisyah keluar .
Tidak lama kemudian Aidyah pun keluar .
" Sayang...! " kata Azzam mendekati Aisyah
Kini keduanya saling berhadapan .
" Sayang , Kamu marah ya sama hubby ? "
Aisyah tidak menjawab , dia hanya menatap wajah Azzam .
" Sayang, Hubby minta maaf " Kata Azzam lalu memeluk Aisyah .
" Please..maafkan hubby ! "
Aisyah melepaskan diri dari pelukan Azzam , lalu melangkah ke lemari mengambil baju untuk Azzam. Dan kembali mendekati Azzam yang masih mematung menatapnya .
" Hubby mandi dulu ." kata Aisyah sambil memberikan baju itu ke Azzam .
" Sayang...!"
" Mandi dulu , keramas, biar pikiran jeleknya hilang ." Kata Aisyah lalu melangkah keluar kamar meninggalkan Azzam yang mematung.
Aisyah menuruni anak tangga menuju dapur . Dia menyapa Bi Nur dan Bi Imah yang tampak sibuk bersih -bersih didapur . Bi Nur menawarkan untuk membuatkan jus tapi Aisyah menolak , dia membuat sendiri jus jeruk manis untuk dia dan suaminya . Kemudian membawanya balik ke kamar mereka .
Sampai di kamar, Azzam masih berada di kamar mandi . Aisyah meletakkan jus itu di atas meja dan duduk di sofa sambil melihat -lihat majalah .
Azzam keluar dari kamar mandi langsung duduk di samping Aisyah . Aisyah lalu menganbil segelas jus dan memberikannya ke Azzam . Azzam pun langsung meneguk jus itu dan langsung menghabiskannya, membuat Aisyah tersenyum .
" Terima kasih ,sayang , jus nya seger banget " Kata Azzam lalu meletakkan gelas kosong itu di atas meja .
Aisyah hanya tersenyum , dia pun mengambil gelas jus satunya lagi , meneguk beberapa tegus saja lalu kembali meletakkan gelas itu lagi dan kembali melihat - lihat majalah .
Azzam yang menatap tingkah Aisyah lalu mengambil majalah dari tangan Aisyah . Kemudian menyimpan kembali majalah di kolong meja .
" Sayang , maafkan Hubby , Ya ! " Kata Azzam sambil mencium punggung tangan Aisyah .
"Hubby, kenapa diamin Ais ? "
Azzam menunduk dia merasa bersalah atas sikapnya tadi .
" Hubby , cemburu ? "
" Maafkan Hubby sayang , dari cara Hendri menatap kamu , hubby melihat dia masih mencintai kamu ," Kata Azzam
" Hubby , liat Ais , Kalaupun dia masih cinta Ais , itu hak dia , tapi Ais kan cuma sayang dan cinta sama lelaki yang ada di hadapan Ais sekarang . " kata Aisyah .
" Lagian Mas hendri sudah punya keluarga sendiri by ,Ngapain jua masih cemburu , bikin capek hati aja , kalo hubby masih cemburu itu sama halnya Hubby meragukan cinta Ais sama Hubby ."
__ADS_1
" Enggak sayang , nggak ! " Sahut Azzam .
"Hubby janji nggak akan cemburu lagi "kata Azzam lalu mengecup kening Aisyah .
" Cemburu tapi mau juga nerima ajakan makan malam .Aneh ! " kata Aisyah lagi
" itu karena Hubby terlalu sayang dan cinta sama kamu ." kata Azzam sambil mencubit hidung Aisyah .
Aisyah lalu bersandar di pundak Azzam . Azzam pun membelai lembut rambut istrinya . Tidak lama kemudian kumamdang azan magrib pun terdengar , Azzam lalu bergegas pergi ke masjid .
***
Beberapa hari kemudian Azzam dan Aisyah menerima undangan makan malam bersama dengan keluarga Hendri . Hendri mengundang mereka makan malam di sebuah restoran mewah .Pukul 07.00 mereka pun bersiap -siap .
" Yuk , kita berangkat ! " Kata Azzam yang sedang duduk di tepi tempat tidur .
Aisyah yang sudah selesai berdandan melangkah mendekati Azzam . Aisyah mengalungkan tangannya di leher suaminya
,menatap bola mata indah suaminya . Azzam pun mengalungkan tangan di pinggang Aisyah.
Cup
Aisyah mengecup mesra bibir Azzam .
" Pleace , jangan cemburu nanti ya ! " kata Aisyah setengah berbisik . Aisyah tidak mau Azzam cemburu lagi nanti .
" Pasti sayang ! " sahut Azzam lalu kembali mengecup bibir istrinya lebih intim
" By..! "
" Hmmm" sahut Azzam
" Jadi berangkat gak ? " kata Aisyah
" Astagfirullah...hampir hubby lupa ! Yuk ," kata Azzam
Aisyah tersenyum , dia memperbaiki make upnya ,kemudian mereka pun berangkat .
Sesampainya di restoran mewah ,keduanya langsung di arahkan ke ruangan spesial yang sudah di pesan Hendri . Dan disana sudah ada Hendri dan Sarah .
Azzam sedikit mengerutkan keningnya melihat desain romantis yang di ruangan itu .Apalagi di sana hanya ada Hendi dan istrinya Sarah . Mereka tidak membawa anak mereka .Azzam meremas tangan Aisyah yang ada di genggamannya membuat Aisyah menatap wajah suaminya .
" Ais hanya sayang dan cinta sama Hubby !" kata Aisyah setengah berbisik .
Azzam lalu mengecup punggung tangan Aisyah dan terus melangkah menuju tempat Hendri dan Sarah duduk . Tampak keduanya tersenyum kearah Azzam dan Aisyah .
" Silahkan duduk ! " kata Hendri sambil tersenyum
Azzam merenggangkan sebuah kursi untuk Aisyah duduk .
" Maaf kami agak terlambat ! " kata Azzam
" Kami juga baru sampai ." Sahut Sarah .
" Ohh..ini , ini sengaja saya desain , sesuai kemauan istrimu Aisyah ! " Kata Hendri tersenyum pada Aisyah .Membuat Aisyah mengerutkan keningnya .
Azzam menatap Aisyah dan Hendri secara bergantian .Dengan penuh tanda tanya .Aisyah lalu menggenggam tangan Azzam.
"Maksudnya gimana ? " Tanya Aisyah
" Begini , kamu ingat nggak Ais , beberapa tahun kita pernah dinner . Trus kamu bilang , kalau nanti kita tidak jodoh , trus kita punya pasangan masing -masing yang sangat kita cintai , kita akan membuat dinner romantis seperti ini dengan pasangan kita masing -masing .Sekarang kita beneran sudah memiliki pasangan kita masing -masing kan ? Jadi nggak salah dong saya mewujutkan impian kamu dulu ." kata Hendri tersenyum pada Azzam dan Aisyah .
" Ohh itu , yah saya sich udah hampir lupa , terima kasih sebelumnya .Dan Alhamdulillah sekarang kita sudah bertemu pasangan kita masing -masing ." kata Aisyah melirik Azzam. Membuat Azzam langsung mengecup punggung tangan istrinya .
" Iya mba, kamu bener , kita harus berusaha menjadi istri yang baik , insya allah suami kita pun pasti akan melakukan hal sama ." Kata Sarah .
Kini Hendri merangkul pundak Sarah dan mengecup kening istrinya . Seolah menunjukkan keharmonisan mereka kepada Azzam dan Aisyah .
" Hari ini , Alhamdulillah kami sedang berbahagia,istri saya positif hamil anak kedua kami. Dan kami ingin membagi kebahagian itu bersama kalian berdua ." Kata Hendri lalu menngecup punggung tangan istrinya .
" Oh ya ,, Alhamdulillah. Saya ikut senang mendengarnya , selamat ya ! " Kata Aisyah .
" Iya , Mba..semoga mba segera nyusul juga ya ! " kata Sarah tersenyum
" Amin " Kata Aisyah dan Azzam hampir bersamaan .
" Maaf, ehmm Anak kalian nggak kalian bawa ? " Tanya Aisyah
" Kan sudah saya bilang , ini spesial dinner romantis kita . Jadi Erick di tinggal dulu , quality time lah, abis ini kami mau ke hotel apa kalian mau ikut juga ? " Tanya Hendri
Azzam melirik Aisyah.
" Enggak Mas terima kasih ." Sahut Aisyah .
Aisyah sedikit tidak nyaman dengan ucapan Hendri . Bukan cemburu tapi dia merasa seolah Hendri melecehkannya .
" Apaan coba , yang begituan pake di bahas . " Bisik Hati Aisyah .
Aisyah mengalihkan pembicaraan mereka dengan mulai memesan makanan.
Saat menikmati makanan , kedua pasangan itu seolah mempamerkan kemesraan mereka masing -masing. Saat itu Azzam merasa Hendri terlalu drama dengan kemesraan mereka .karena Sarah terlihat kaku . Berbeda dengan kemesraannya dengan Aisyah yang memang sudah tidak di ragukan lagi .
Aisyah pun merasa illfeel dengan sikap Hendri . Tapi Hendri salah paham melihat ekspresi Aisyah yang illfeel , dia mengira Aisyah cemburu , sehingga dia lebih agresif lagi pada Sarah untuk semakin memancing emosi Aisyah .
" By, cari alasan untuk kita cepat pulang ,illfeel banget ! " bisik Aisyah pada Azzam .
Azzam hanya tersenyum . Ternyata apa yang dia rasakan tidak jauh berbeda dengan yang di rasakan Aisyah . Tapi Azzam bingung, gimana caranya mereka bisa pulang cepat .
***
Setelah bagitu banyak alasan akhrinya Azzam dan Aisyah pun bisa pulang lebih awal, Pukul 09.00 Keduanya sudah sampai di rumah . Mereka lega bisa meninggalkan Hendri dan Sarah . Keduanya kini berada di toilet sedang bersih -bersih untuk bersiap melaksanakan sholat Isya .
__ADS_1
" Kenapa ,Sayang ?" tanya Azzam ketika mereka sudah selesai sholat, melihat Aisyah senyum -senyum sendiri .
" Enggak , lucu aja sama yang tadi , apa coba maksudnya begitu ? " kata Aisyah lalu duduk di samping Azzam , Setelah merapikan mukenanya .
" Hubby kira sayang cemburu tadi ? " Kata Azzam sambil tersenyum..
" Cemburu,, ihhh nggak lah by ," kata Aisyah lalu melangkah ke meja rias untuk melakukan ritual perawatan untuk wajahnya .
Azzam lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur . 10 menit kemudian Aisyah sudah selesai dengan ritualnya .dia pun merebahkan tubuhnya di samping suaminya . Azzam langsung merangkul tubuh istrinya .
" Masih bangun to ! , Ais kira Hubby sudah tidur ." Kata Aisyah sambil mengusap pipi suaminya .
"Kalo sayang nerima ajakan Hendri , sekarang kita pasti lagi di kamar hotel " Kata Azzam lalu mengecup kening Aisyah .
" Ihh .. Itu pelecehan by , masa yang begituan di omongin , buat illfeel aja ." kata Aisyah
" Saya salut sama usahanya buat kamu cemburu , tapi itu terlalu berlebihan, Hubby kasian sama Si Sarah, dia terlihat canggung . Apa dia benar -benar bahagia bersama Hendri ? " Kata Azzam lagi .
" Iya ,ya , dia tampak kaku dengan sikap mas Hendri ."
" Iya sayang , beda sama kamu !"
" Hubby , Apa yang Ais lakukan ke hubby itu semua ikhlas dari hati. " Kata Aisyah sambil membelai wajah Azzam .
"Iya sayang , hubby tau itu ! " kata Azzam setengah berbisik .
" Kamu nggak capek kan sayang ? " Tanya Azzam dengan senyum penuh arti .
Aisyah menggelengkan kepala , membuat senyum Azzam semakin lebar.
" Oke sayang, kita coba lagi ya , semoga kali ini berhasil " Kata Azzam
" Iya by , "
" I love you sayang " kata Azzam memberikan sentuhan - sentuhan yang memabukkan .
Aisyah pun dengan senang hati melayani suaminya . Membuat suasana lebih intim , menciptakan gairah yang luar biasa diantara mereka . Bagi Aisyah , Azzam adalah sosok lelaki yang sempurna . Nafkah lahir batinnya benar -benar terpenuhi .
***
3 bulan kemudian
Cuaca pagi itu terlihat mendung, matahari enggan menunjukkan sinarnya . Sepertinya hujan tadi malam akan berlanjut lagi pagi itu .
Jam di dinding menunjukkan pukul 06.30
Aisyah masih terbaring di tempat tidur. Masih dalam pelukan Azzam . Hari itu Aisyah tidak mengizinkan Azzam ke kantor,entah kenapa hari itu dia ingin bermanja -manja dengan suaminya .Azzam pun menuruti semua kemauan Aisyah .Dia mengusap lembut kepala Aisyah yang rebahan di atas dadanya .
satu jam kemudian
" Sayang, hubby laper, kita sarapan yuk , atau Hubby ambilkan ya kita sarapan di sini !" Kata Azzam
Aisyah mengangguk . Azzam lalu bergegas bangun keluar dari kamar dan melangkah menuju dapur .
" Den , sarapannya sudah siap !" Kata Bi Imah
" Iya bi , saya mau bawa ke kamar saja " kata Azzam
" Non Aisyah , sakit kah , Den ? Tanya Bi Imah
" Katanya pusing by " Kata Azzam
Bi imah pun mengambil nampan dan meletakkan dua piring nasi goreng lengkap dengan 2 gelas air putih . Azzam lalu membawa nampan itu kembali ke kamar.
Sementara itu di kamar , Aisyah merasa mual , dia bergegas ke toilet
Huek..huek..huek.
Seyelah memuntahkan semua isi perutnya, Aisyah merasa kepalanya terasa pusing , badannya terasa lemes .pelan -pelan dia melangkah keluar toilet ingin kembali berbaring di tempat tidur , Namun tiba -tiba semuanya gelap . Aisyah pingsan
" Sayang , bangun dulu yuk. Kita sarapan " Kata Azzam ketika masuk kedalam kamar
"Astagfirullah !"
Azzam kaget melihat Aisyah tergeletak di lantai di depan pintu toilet . Buru -buru dia meletakkan nampan yang dia bawa di atas meja dan mendekati Aisyah .
" Sayang ! "
" Sayang bangun !" kata Azzam sambil mengusap pipi Aisyah . Tapi Aisyah tidak juga bangun .
Azzam lalu menggendong istrinya keluar dari kamar menuruni anak tangga .
" Pak Jai , Pak Jai ! " Seru Azzam
" Masya Allah , Non Aisyah kenapa ,Den ? " tanya Bi Imah yang bergegas mendekati Azzam . Mendengar Azzam berteriak .
" Pingsan bi , panggilkan Pak Jai. Antar saya ke klinik ! " Kata Azzam dengan nada panik
" Iya Den , Mobil sudah siap " Kata Pak Jai yang baru masuk mendengar Azzam memanggilnya .
Azzam lalu bergegas masuk kedalam mobil . Pak Jai langsung tancap gas menuju klinik yang tidak begitu jauh dari komplek perumahan mereka .
" Sayang, kamu harus kuat ya , ! " Kata Azzam sambil memangku tubuh Aisyah yang lemah . Tampak jelas ke kwatiran diwajahnya .
Sesampainya di halaman klinik Azzam setengah berlari masuk ke dalam klinik
" Suster , tolong istri saya ! " Kata Azzam
Para perawat di klinik itu langsung membantu Azzam.membawa Aisyah ke ruangan untuk di periksa .
" Bapak tunggu di sini ya , istri anda akan di tangani dokter " .Kata Perawat itu lalu menutup pintu .
__ADS_1
Bersambung ....