Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 145 . Aisyah Ngambek


__ADS_3

Aisyah sedang duduk menunggu pelayan toko membungkus belanjaannya tersenyum bahagia . Dia tidak menyangka kalau Azzam akan membelikannya semua jenis kue kering atau cemilan itu .


" By, boleh nggak Ais paketkan cemilannya untuk anak -anak panti dan di panti jompo ? " Tanya Aisyah .


" Boleh sayang . Tapi biar orang tokonya aja ya , yang langsung mengantar kesana ! " Kata Azzam


Aisyah mengangguk .


Azzam pun mendekati pelayan toko untuk membungkuskan dua bungkusan lagi dengan jumlah yang sama kedua alamat yang diberikan Azzam ke pelayan toko itu .


Pemilik toko senang sekali dia pun memberikan bonus beberapa toples cemilan lagi pada pelanggan istimewanya itu .


Setelah selesai ,Azzam dan Aisyah kembali ke mobil mereka dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah .


Sesampainya di rumah , Azzam dan Aisyah langsung bersih -bersih . Karena sebentar lagi masuk waktu sholat magrib tiba . Sambil menunggu kumandang azan ,Aisyah menikmati cemilan yang baru dibelinya .


***


Satu minggu kemudian


Azzam mengajak Aisyah ikut ke kantornya lagi . Untuk memperkenalkan calon sekretaris barunya . Tadinya Aisyah tidak mau ikut , tapi karena Azzam terus membujuknya akhirnya Aisyah pun ikut .


" By , Ais kan sudah bilang . Siapapun yang jadi sekretaris Hubby yang penting menurut Hubby baik , ya baik juga bagi Ais . Ais nggak mau nanti dibilang terlalu ikut campur urusan kantor Hubby ." Kata Aisyah saat mereka berada di mobil .


"Siapa yang berani bilang begitu ? " Kata Azzam.


" Bukan siapa -siapa . Ais nggak enak aja By !" Sahut Aisyah


" Kalo nggak enak, dibuang aja atau kasih ke kucing ." Goda Azzam .


" By , Ais ngomong serius ." kata Aisyah lagi .


" Apa pun keputusan saya , saya butuh pendapat kamu , karena kamu istri saya . Oke . Udah nggak usah terlalu di pikirin . Kasian baby kita ." kata Azzam sambil mengelus perut Aisyah yang masih rata .


" Iya ." Sahut Aisyah .


" Pak Riko , nanti mampir sebentar di tempat penjual buah didepan ya !" Kata Aisyah lagi .


"Iya Bu ! " Jawab Riko .


" Sayang , kalo mau beli buah di minimarket atau supermarket lebih higenis . " Kata Azzam .


" Kalo ke minimarket atau supermarket kan jauh lagi ,By. " Sahut Aisyah .


" Iya nggak papa , kan naik mobil juga ." Kata Azzam .


" Kelamaan Hubby !" Kata Aisyah


" Sayang , itu buah di pinggir jalan banyak debunya . Nggak sehat ! " Kata Azzam lagi.


" Pak Riko , mampir sebentar ! "kata Aisyah saat mobil mereka melintar di depan penjual buah.


Riko pun memparkirkan mobil di dekat penjual buah itu . Aisyah bergegas turun tanpa memperdulikan Azzam yang melarangnya . Azzam pun bergegas menyusul istrinya .


Aisyah membeli buah Anggur , Mangga dan Apel . Azzam berdiri disamping Aisyah mengamati gerak gerik istrinya . Azzam pun tidak mau berkomentar , karena dia tidak mau istrinya itu bad mood .


Saat akan membayar belanjaannya . Aisyah kebingungan karena dompetnya tertinggal di dalam tas di mobil .


" Cari ini ? " Kata Azzam sambil menunjukan tas Aisyah .


" Iya . Makasih ya By !" Kata Aisyah .


" Makanya jangan buru -buru ." Kata Azzam lagi .


" Iya. Maaf ." sahut Aisyah lalu menyelesaikan pembayarannya .


Setelah selesai berbelanja ,Aisyah dan Azzam kembali masuk ke dalam mobil dan mobil mereka pun kembali melaju di jalan raya .


Aisyah yang tadinya ingin langsung menyantap buah itu pun kini duduk dengan wajah cemberut . Karena Azzam melarangnya . Buah itu harus dicuci dulu ketika mereka sampai kantor baru bisa di nikmati .


Azzam benar -benar dilema saat itu . Di satu sisi dia tidak bisa melihat wajah istrinya yang sedang ngamber . Di sisi lain dia juga tidak mau istri dan calon bayinya kenapa -napa .


Saat mobil mereka parkir di halaman kantor , Azzam turun dan membukakan pintu mobil untuk Aisyah . Menggenggam jemari Aisyah dan melangkah bersama memasuki gedung yang megah itu .


Sesekali Azzam melirik Aisyah yang diam seribu bahasa . Hatinya pun bergejolak . Tapi dia harus kuat , karena ini semua untuk kebaikan Aisyah dan calon baby mereka .


Begitu sampai di ruangannya Azzam pun langsung mencuci sendiri buah itu . Sedangkan Aisyah duduk di sofa .


" Kalau sudah dicuci bersih , baru boleh dimakan !" Kata Azzam meletakkan buah yang sudah dicucinya dihadapan Aisyah.


" Udah ngambeknya , saya kupasin ya , mau yang mana ? " Tanya Azzam dengan lembut .


Aisyah masih terdiam, seolah tidak mendengar ucapan suaminya .


" Saya minta maaf , saya lakukan ini untuk kebaikan kamu dan calon baby kita sayang . Ini buah di pinggir jalan sayang , banyak kumannya . Saya nggak mau kamu dan baby kita kenapa -napa ." Kata Azzam membujuk Aisyah .


Mendengar ucapan Azzam , Aisyah malah menangis . Membuat Azzam semakin bingung .Azzam pun memeluk Aisyah .

__ADS_1


" Hubby. Nyebelin." Kata Aisyah disela isak tangisnya .


" Saya minta maaf . Udah jangan nangis lagi ." Kata Azzam..


Aisyah pun mulai berhenti menangis . Namun dia masih memeluk Azzam . Azzam pun membiarkan hal itu agar mood istrinya kembali stabil .


" Kita makan buahnya ya. Kamu mau yang mana ? Saya kupasin ." Kata Azzam


" Ais bisa ngupas sendiri ." Kata Aisyah sambil melepas cadarnya .


" Masih marah ? " Kata Azzam menatap wajah Aisyah


" Nggak marah , Ais kesel aja sama Hubby ." Sahut Aisyah .


" Ohh kesel , trus saya harus ngapain supaya kamu nggak kesel lagi ." Kata Azzam merayu .


" Hubby , nggak boleh makan buah ini !" Kata Aisyah sambil mengupas buah


" Iya deh , nggak papa , yang penting kamu nggak kesel lagi ." Kata Azzam lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa .


Aisyah terus mengupas buah , dan menikmati irisan demi irisan buah apel itu, tanpa memperdulikan Azzam yang curi -curi pandang padanya .


Melihat Aisyah yang makan dengan halap membuat Azzam menelan ludahnya . Dia pun tertarik ingin menikmati buah itu . Tapi apa daya sang istri tidak memperbolehkannya .


" Ya udah , kamu nikmati aja buahnya , saya mau kerja dulu ." Kata Azzam lalu bangun dari duduknya.


" Ais mau ,Hubby duduk disini ! " Kata Aisyah sambil menepuk dengan tangannya twmpat Azzam duduk tadi .


" Iya deh ! " Kata Azzam sambil menghela napas beratnya .


" Aaaa ! " Kata Aisyah yang ingin menyuapi Azzam irisan buah apel ditangannya .


Azzam menatap Aisyah


" Boleh ? "


Aisyah mengangguk . Azzam pun membuka mulut .Irisan Apel masuk ke mulut Azzam .


" Maafin Ais, Ya By ! " Kata Aisyah sambil tersenyum .


" Iya . Sini saya kupasin kamu ." Kata Azzam


" Kupasin mangga ya ! " pinta Aisyah


" Oke ! Tapi kamu harus tau apapun yang saya lakukan itu karena saya ingin melindungi kamu dan baby kita ." Kata Azzam


" Iya " Kata Azzam lalu menguapi Aisyah irisan buah mangga .


Setelah menikmati buah bersama , Azzam pun berpindah duduk ke meja kerjanya . Untuk menyelesaikan pekerjaannya .


Tidak lama kemudian , ketukan pintu ruang kerja Azzam pun terdengar . Azzam mempersilahkan masuk .


Pintu terbuka muncullah seorang perempuan berhijab dari balik pintu . Perempuan itu adalah sekretaris baru Azzam . Aisyah dan perempuan itu saling menatap .


" Sayang , ini sekretaris baru saya , namanya ....." Kata Azzam


" Anggie ? " Sapa Aisyah ragu -ragu


" Iya . Aisyah kan ! " Balas Anggie


Aisyah mengangguk . Keduanya pun lalu saling berpelukan . Sementara Azzam terdiam melihat moment itu .


" Nggak nyangka kita bisa ketemu lagi ." Kata Anggie


" Iya ." sahut Aisyah kemudian dia duduk kembali .


" Kalian saling kenal ? " Tanya Azzam .


" Iya ,By . Anggie ini teman Ais waktu SMA dulu ." Kata Aisyah.


" Iya Pak. Dari lulusan itu kita nggak ketemu lagi . " Kata Anggie .


"Alhamdulillah . Saya senang mendengarnya ." Kata Azzam


"Kamu banyak berubah sekarang ,Ngie ! " kata Aisyah yang kagum melihat Anggie


" Kamu juga Ais , makin cantik , anggun dan istri pemilik perusahaan ini ." Kata Anggie balas memuji Aisyah .


" Terima kasih ." Jawab Aisyah .


" Oya ,Pak ini file yang kemaren tinggal di tanda tangani ." kata Anggie .


" Oh iya . Terima kasih. " Sahut Azzam .


" Kalau begitu saya permisi dulu ,Pak ,Bu ! " Kata Anggie sambil tersenyum .


" Aisyah aja , Atau Ais kayak biasanya . Nggak usah formal gitu . Oh ya nanti kita ngobrol ya . " Kata Aisyah .

__ADS_1


" Oke ." Kata Anggie lalu melangkah keluar meninggalkan Aisyah dan Azzam .


" Cieh ,, yang lagi senang ketemu teman lama ." Kata Azzam sambil mencolek hidung Aisyah .


" Kok bisa By ? " tanya Aisyah .


" Bisa apanya ? " Azzam balik bertanya .


" Itu Anggie jadi sekretaris ,Hubby ? " tanya Aisyah


"Diantara beberapa yang melamar ,Anggie yang lolos seleksi . Ya dialah yang jadi sekretaris saya ." Jawab Azzam .


" Oh gitu . " Kata Aisyah .


" Kamu kan mau ngobrol sama dia , kamu tanya aja gimana -gimananya ." Kata Azzam lagi .


" Ais mau ke ruangan dia ya By ! " Kata Aisyah membuat Azzam mengerutkan keningnya .


" Anggie lagi kerja sayang . " Kata Azzam


" Hubby kan mau kerja juga . Trus Ais ngapain ? Ais kan tadi mau di rumah aja . Hubby yang maksa ngajak ikut ke kantor ." Kata Aisyah


" Kalo kamu di sini saya tu tenang kerja nya . Kalo capek , liat kamu capek saya jadi hilang ." Kata Azzam .


" Gombal !" Sahut Aisyah .


" Beneran sayang . Kalau kamu nggak ada tu saya kepikiran kami terus , nggak konsem saya kerjanya ." Kata Azzam lagi .


" Segitunya ! " Kata Aisyah .


" Memang begitu . " Kata Azzam lagi .


" Tapi kan Ais , sebentar aja . Kan beda ruangan aja By . Boleh ya ? " bujuk Aisyah .


Azzam menghela napas beratnya .


" Iya .boleh . Tapi kamu jangan gangguin dia kerja ya . Dia masih masa training ." kata Azzam


" Emangnya Ais anak kecil , yang ngerecokin orang kerja . " kata Aisyah membuat Azzam tersenyum .


" Iya deh . Tapi jangan lama -lama ,ya ! " Kata Azzam menggoda Aisyah


" Iya . " Jawab Aisya lalu mencium punggung tangan suaminya dan beranjak dari tempat duduk .


" Emang tau ruangannya di mana ? " Tanya Azzam saat Aisyah melangkah menuju pintu .


" Diruangan Ririn dulu kan ? " Kata Aisyah menoleh ke arah suaminya.


" Iya . Takutnya kamu lupa ." Kata Azzam tersemyum .


" Nggaklah .Dah Hubby !" Kata Aisyah sambil melambaikan tangan lalu menghilang di balik pintu .


Azzam tersenyum melihat tingkah lucu istrinya . Dia pun senang istrinya terlihat bahagia bertemu teman lamanya .


Azzam pun bangun dari duduknya dan menuju meja kerja untuk melanjutkan kerjaanya .


***


Sementara itu Aisyah kini sudah berada di depan ruangan Anggie . Dengan sedikit ragu dia mengetuk pintu . Dan dari dalam terdengar suara menyuruhnya masuk .


" Ya ampun , saya kira siapa ? Ternyata istri Pak Bos. " Kata Anggie saat melihat Aisyah muncul dari balik pintu . Walaupun Aisyah memakai cadar, namun Anggie bisa mengenalinya .


" Saya ganggu nggak ? " Tanya Aisyah yang masih agak ragu masuk ruangan itu .


" Astaga , kamu tu nggak berubah . Masih sama kayak Aisyah yang saya kenal waktu masih SMA ." Kata Anggie .


Aisyah melangkah masuk . Dan duduk tepat di depan Anggie .


"Beneran kamu nggak sibuk ? " Tanya Aisyah lagi .


" Nggak . Senang deh bisa kerja di kantor ini . Apa lagi yang punya suami teman saya sendiri . Doain semoga lulus training ya ! " Kata Anggie tersenyum .


" Amin ." Sahut Aisyah .


" Ais , saya salut sama penampilan kamu yang sekarang . Semoga suatu hari nanti saya juga seperti kamu ." Kata Anggie lagi .


" Amin . Semua ada prosesnya . " Kata Aisyah lalu membuka cadarnya .


" Saya penasaran , habis kita lulusan kemaren kamu menghilang nggak ada kabar . Kamu kemana aja ? " Tanya Aisyah .


" Ceritanya panjang ,Ais ." Kata Anggie dengan wajah tampak sedih .


Anggie pun mulai menceritakan perjalanan hidupnya . Setelah lulus SMA dia di paksa ayah tirinya untuk menikah dengan pria kaya untuk memlumasi hutang piutang sang ayah . Pernikahan itu membuat Anggie serasa tinggal di neraka .


Satu tahun setelah Anggie menikah , pria itu mengalami kecelakaan , akhirnya Anggie bisa bebas . Dari hasil bagian warisan dia bisa melanjutkan kuliah dan sekarang bisa bekerja di kantor milik Azzam .


" Saya turut prihatin atas masalah yang menimpa kamu ." Kata Aisyah yang ikut sedih mendengar cerita teman lamanya itu .

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2