
Aisyah sedang duduk menunggu pelayan toko membungkus belanjaannya tersenyum bahagia . Dia tidak menyangka kalau Azzam akan membelikannya semua jenis kue kering atau cemilan itu .
" By, boleh nggak Ais paketkan cemilannya untuk anak -anak panti dan di panti jompo ? " Tanya Aisyah .
" Boleh sayang . Tapi biar orang tokonya aja ya , yang langsung mengantar kesana ! " Kata Azzam
Aisyah mengangguk .
Azzam pun mendekati pelayan toko untuk membungkuskan dua bungkusan lagi dengan jumlah yang sama kedua alamat yang diberikan Azzam ke pelayan toko itu .
Pemilik toko senang sekali dia pun memberikan bonus beberapa toples cemilan lagi pada pelanggan istimewanya itu .
Setelah selesai ,Azzam dan Aisyah kembali ke mobil mereka dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah .
Sesampainya di rumah , Azzam dan Aisyah langsung bersih -bersih . Karena sebentar lagi masuk waktu sholat magrib tiba . Sambil menunggu kumandang azan ,Aisyah menikmati cemilan yang baru dibelinya .
***
Satu minggu kemudian
Azzam mengajak Aisyah ikut ke kantornya lagi . Untuk memperkenalkan calon sekretaris barunya . Tadinya Aisyah tidak mau ikut , tapi karena Azzam terus membujuknya akhirnya Aisyah pun ikut .
" By , Ais kan sudah bilang . Siapapun yang jadi sekretaris Hubby yang penting menurut Hubby baik , ya baik juga bagi Ais . Ais nggak mau nanti dibilang terlalu ikut campur urusan kantor Hubby ." Kata Aisyah saat mereka berada di mobil .
"Siapa yang berani bilang begitu ? " Kata Azzam.
" Bukan siapa -siapa . Ais nggak enak aja By !" Sahut Aisyah
" Kalo nggak enak, dibuang aja atau kasih ke kucing ." Goda Azzam .
" By , Ais ngomong serius ." kata Aisyah lagi .
" Apa pun keputusan saya , saya butuh pendapat kamu , karena kamu istri saya . Oke . Udah nggak usah terlalu di pikirin . Kasian baby kita ." kata Azzam sambil mengelus perut Aisyah yang masih rata .
" Iya ." Sahut Aisyah .
" Pak Riko , nanti mampir sebentar di tempat penjual buah didepan ya !" Kata Aisyah lagi .
"Iya Bu ! " Jawab Riko .
" Sayang , kalo mau beli buah di minimarket atau supermarket lebih higenis . " Kata Azzam .
" Kalo ke minimarket atau supermarket kan jauh lagi ,By. " Sahut Aisyah .
" Iya nggak papa , kan naik mobil juga ." Kata Azzam .
" Kelamaan Hubby !" Kata Aisyah
" Sayang , itu buah di pinggir jalan banyak debunya . Nggak sehat ! " Kata Azzam lagi.
" Pak Riko , mampir sebentar ! "kata Aisyah saat mobil mereka melintar di depan penjual buah.
Riko pun memparkirkan mobil di dekat penjual buah itu . Aisyah bergegas turun tanpa memperdulikan Azzam yang melarangnya . Azzam pun bergegas menyusul istrinya .
Aisyah membeli buah Anggur , Mangga dan Apel . Azzam berdiri disamping Aisyah mengamati gerak gerik istrinya . Azzam pun tidak mau berkomentar , karena dia tidak mau istrinya itu bad mood .
Saat akan membayar belanjaannya . Aisyah kebingungan karena dompetnya tertinggal di dalam tas di mobil .
" Cari ini ? " Kata Azzam sambil menunjukan tas Aisyah .
" Iya . Makasih ya By !" Kata Aisyah .
" Makanya jangan buru -buru ." Kata Azzam lagi .
" Iya. Maaf ." sahut Aisyah lalu menyelesaikan pembayarannya .
Setelah selesai berbelanja ,Aisyah dan Azzam kembali masuk ke dalam mobil dan mobil mereka pun kembali melaju di jalan raya .
Aisyah yang tadinya ingin langsung menyantap buah itu pun kini duduk dengan wajah cemberut . Karena Azzam melarangnya . Buah itu harus dicuci dulu ketika mereka sampai kantor baru bisa di nikmati .
Azzam benar -benar dilema saat itu . Di satu sisi dia tidak bisa melihat wajah istrinya yang sedang ngamber . Di sisi lain dia juga tidak mau istri dan calon bayinya kenapa -napa .
Saat mobil mereka parkir di halaman kantor , Azzam turun dan membukakan pintu mobil untuk Aisyah . Menggenggam jemari Aisyah dan melangkah bersama memasuki gedung yang megah itu .
Sesekali Azzam melirik Aisyah yang diam seribu bahasa . Hatinya pun bergejolak . Tapi dia harus kuat , karena ini semua untuk kebaikan Aisyah dan calon baby mereka .
Begitu sampai di ruangannya Azzam pun langsung mencuci sendiri buah itu . Sedangkan Aisyah duduk di sofa .
" Kalau sudah dicuci bersih , baru boleh dimakan !" Kata Azzam meletakkan buah yang sudah dicucinya dihadapan Aisyah.
" Udah ngambeknya , saya kupasin ya , mau yang mana ? " Tanya Azzam dengan lembut .
Aisyah masih terdiam, seolah tidak mendengar ucapan suaminya .
" Saya minta maaf , saya lakukan ini untuk kebaikan kamu dan calon baby kita sayang . Ini buah di pinggir jalan sayang , banyak kumannya . Saya nggak mau kamu dan baby kita kenapa -napa ." Kata Azzam membujuk Aisyah .
Mendengar ucapan Azzam , Aisyah malah menangis . Membuat Azzam semakin bingung .Azzam pun memeluk Aisyah .
__ADS_1
" Hubby. Nyebelin." Kata Aisyah disela isak tangisnya .
" Saya minta maaf . Udah jangan nangis lagi ." Kata Azzam..
Aisyah pun mulai berhenti menangis . Namun dia masih memeluk Azzam . Azzam pun membiarkan hal itu agar mood istrinya kembali stabil .
" Kita makan buahnya ya. Kamu mau yang mana ? Saya kupasin ." Kata Azzam
" Ais bisa ngupas sendiri ." Kata Aisyah sambil melepas cadarnya .
" Masih marah ? " Kata Azzam menatap wajah Aisyah
" Nggak marah , Ais kesel aja sama Hubby ." Sahut Aisyah .
" Ohh kesel , trus saya harus ngapain supaya kamu nggak kesel lagi ." Kata Azzam merayu .
" Hubby , nggak boleh makan buah ini !" Kata Aisyah sambil mengupas buah
" Iya deh , nggak papa , yang penting kamu nggak kesel lagi ." Kata Azzam lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa .
Aisyah terus mengupas buah , dan menikmati irisan demi irisan buah apel itu, tanpa memperdulikan Azzam yang curi -curi pandang padanya .
Melihat Aisyah yang makan dengan halap membuat Azzam menelan ludahnya . Dia pun tertarik ingin menikmati buah itu . Tapi apa daya sang istri tidak memperbolehkannya .
" Ya udah , kamu nikmati aja buahnya , saya mau kerja dulu ." Kata Azzam lalu bangun dari duduknya.
" Ais mau ,Hubby duduk disini ! " Kata Aisyah sambil menepuk dengan tangannya twmpat Azzam duduk tadi .
" Iya deh ! " Kata Azzam sambil menghela napas beratnya .
" Aaaa ! " Kata Aisyah yang ingin menyuapi Azzam irisan buah apel ditangannya .
Azzam menatap Aisyah
" Boleh ? "
Aisyah mengangguk . Azzam pun membuka mulut .Irisan Apel masuk ke mulut Azzam .
" Maafin Ais, Ya By ! " Kata Aisyah sambil tersenyum .
" Iya . Sini saya kupasin kamu ." Kata Azzam
" Kupasin mangga ya ! " pinta Aisyah
" Oke ! Tapi kamu harus tau apapun yang saya lakukan itu karena saya ingin melindungi kamu dan baby kita ." Kata Azzam
" Iya " Kata Azzam lalu menguapi Aisyah irisan buah mangga .
Setelah menikmati buah bersama , Azzam pun berpindah duduk ke meja kerjanya . Untuk menyelesaikan pekerjaannya .
Tidak lama kemudian , ketukan pintu ruang kerja Azzam pun terdengar . Azzam mempersilahkan masuk .
Pintu terbuka muncullah seorang perempuan berhijab dari balik pintu . Perempuan itu adalah sekretaris baru Azzam . Aisyah dan perempuan itu saling menatap .
" Sayang , ini sekretaris baru saya , namanya ....." Kata Azzam
" Anggie ? " Sapa Aisyah ragu -ragu
" Iya . Aisyah kan ! " Balas Anggie
Aisyah mengangguk . Keduanya pun lalu saling berpelukan . Sementara Azzam terdiam melihat moment itu .
" Nggak nyangka kita bisa ketemu lagi ." Kata Anggie
" Iya ." sahut Aisyah kemudian dia duduk kembali .
" Kalian saling kenal ? " Tanya Azzam .
" Iya ,By . Anggie ini teman Ais waktu SMA dulu ." Kata Aisyah.
" Iya Pak. Dari lulusan itu kita nggak ketemu lagi . " Kata Anggie .
"Alhamdulillah . Saya senang mendengarnya ." Kata Azzam
"Kamu banyak berubah sekarang ,Ngie ! " kata Aisyah yang kagum melihat Anggie
" Kamu juga Ais , makin cantik , anggun dan istri pemilik perusahaan ini ." Kata Anggie balas memuji Aisyah .
" Terima kasih ." Jawab Aisyah .
" Oya ,Pak ini file yang kemaren tinggal di tanda tangani ." kata Anggie .
" Oh iya . Terima kasih. " Sahut Azzam .
" Kalau begitu saya permisi dulu ,Pak ,Bu ! " Kata Anggie sambil tersenyum .
" Aisyah aja , Atau Ais kayak biasanya . Nggak usah formal gitu . Oh ya nanti kita ngobrol ya . " Kata Aisyah .
__ADS_1
" Oke ." Kata Anggie lalu melangkah keluar meninggalkan Aisyah dan Azzam .
" Cieh ,, yang lagi senang ketemu teman lama ." Kata Azzam sambil mencolek hidung Aisyah .
" Kok bisa By ? " tanya Aisyah .
" Bisa apanya ? " Azzam balik bertanya .
" Itu Anggie jadi sekretaris ,Hubby ? " tanya Aisyah
"Diantara beberapa yang melamar ,Anggie yang lolos seleksi . Ya dialah yang jadi sekretaris saya ." Jawab Azzam .
" Oh gitu . " Kata Aisyah .
" Kamu kan mau ngobrol sama dia , kamu tanya aja gimana -gimananya ." Kata Azzam lagi .
" Ais mau ke ruangan dia ya By ! " Kata Aisyah membuat Azzam mengerutkan keningnya .
" Anggie lagi kerja sayang . " Kata Azzam
" Hubby kan mau kerja juga . Trus Ais ngapain ? Ais kan tadi mau di rumah aja . Hubby yang maksa ngajak ikut ke kantor ." Kata Aisyah
" Kalo kamu di sini saya tu tenang kerja nya . Kalo capek , liat kamu capek saya jadi hilang ." Kata Azzam .
" Gombal !" Sahut Aisyah .
" Beneran sayang . Kalau kamu nggak ada tu saya kepikiran kami terus , nggak konsem saya kerjanya ." Kata Azzam lagi .
" Segitunya ! " Kata Aisyah .
" Memang begitu . " Kata Azzam lagi .
" Tapi kan Ais , sebentar aja . Kan beda ruangan aja By . Boleh ya ? " bujuk Aisyah .
Azzam menghela napas beratnya .
" Iya .boleh . Tapi kamu jangan gangguin dia kerja ya . Dia masih masa training ." kata Azzam
" Emangnya Ais anak kecil , yang ngerecokin orang kerja . " kata Aisyah membuat Azzam tersenyum .
" Iya deh . Tapi jangan lama -lama ,ya ! " Kata Azzam menggoda Aisyah
" Iya . " Jawab Aisya lalu mencium punggung tangan suaminya dan beranjak dari tempat duduk .
" Emang tau ruangannya di mana ? " Tanya Azzam saat Aisyah melangkah menuju pintu .
" Diruangan Ririn dulu kan ? " Kata Aisyah menoleh ke arah suaminya.
" Iya . Takutnya kamu lupa ." Kata Azzam tersemyum .
" Nggaklah .Dah Hubby !" Kata Aisyah sambil melambaikan tangan lalu menghilang di balik pintu .
Azzam tersenyum melihat tingkah lucu istrinya . Dia pun senang istrinya terlihat bahagia bertemu teman lamanya .
Azzam pun bangun dari duduknya dan menuju meja kerja untuk melanjutkan kerjaanya .
***
Sementara itu Aisyah kini sudah berada di depan ruangan Anggie . Dengan sedikit ragu dia mengetuk pintu . Dan dari dalam terdengar suara menyuruhnya masuk .
" Ya ampun , saya kira siapa ? Ternyata istri Pak Bos. " Kata Anggie saat melihat Aisyah muncul dari balik pintu . Walaupun Aisyah memakai cadar, namun Anggie bisa mengenalinya .
" Saya ganggu nggak ? " Tanya Aisyah yang masih agak ragu masuk ruangan itu .
" Astaga , kamu tu nggak berubah . Masih sama kayak Aisyah yang saya kenal waktu masih SMA ." Kata Anggie .
Aisyah melangkah masuk . Dan duduk tepat di depan Anggie .
"Beneran kamu nggak sibuk ? " Tanya Aisyah lagi .
" Nggak . Senang deh bisa kerja di kantor ini . Apa lagi yang punya suami teman saya sendiri . Doain semoga lulus training ya ! " Kata Anggie tersenyum .
" Amin ." Sahut Aisyah .
" Ais , saya salut sama penampilan kamu yang sekarang . Semoga suatu hari nanti saya juga seperti kamu ." Kata Anggie lagi .
" Amin . Semua ada prosesnya . " Kata Aisyah lalu membuka cadarnya .
" Saya penasaran , habis kita lulusan kemaren kamu menghilang nggak ada kabar . Kamu kemana aja ? " Tanya Aisyah .
" Ceritanya panjang ,Ais ." Kata Anggie dengan wajah tampak sedih .
Anggie pun mulai menceritakan perjalanan hidupnya . Setelah lulus SMA dia di paksa ayah tirinya untuk menikah dengan pria kaya untuk memlumasi hutang piutang sang ayah . Pernikahan itu membuat Anggie serasa tinggal di neraka .
Satu tahun setelah Anggie menikah , pria itu mengalami kecelakaan , akhirnya Anggie bisa bebas . Dari hasil bagian warisan dia bisa melanjutkan kuliah dan sekarang bisa bekerja di kantor milik Azzam .
" Saya turut prihatin atas masalah yang menimpa kamu ." Kata Aisyah yang ikut sedih mendengar cerita teman lamanya itu .
__ADS_1
...Bersambung ...