Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 12 Di Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah menyalami keduanya . Azzam lalu pergi . Hatinya bergejolak , di satu sisi dia ingin sekali bertemu Aisyah , tapi disisi lain juga membutuhkan dia .


"hhhuuuf...kenapa diwaktu yang bersamaan " gerutu Azzam .


***


Pak Sulaiman dan Ahmad pun meninggalkan cafe menuju rumah sakit, dan langsung keruangan Aisyah .


Tampak Aisyah masih tertidur pulas . Disofa duduk 3 orang perempuan , mereka adalah Bu Yani dan 2 sahabat Aisyah , Putri dan Ayu, Mala baru saja pulang karena masih banyak yang harus dikerjakan .


"Gimana Yah ? Tanya Bu Yani ketika Pak Sulaiman duduk di sampingnya .


Sedangkan Ahmad mendekati Aisyah . Lalu duduk di samping ranjang .


"Alhamdulillah , semua beres , motor Aisyah lecet sedikit saja " jawab Pak Sulaiman .


"Syukurlah " kata Bu Yani


"Kalau gitu kami permisi pulang dulu pak, " kata Ayu lalu menyalami Pak Sulaiman dan Bu Yani diikuti Putri .


"Insya Allah nanti malam kami balik lagi " tambah Putri .


"Abang , Kami balik dulu ya ? "kata Ayu


"Iya , Hati-hati "


***


Pak Sulaiman lalu memceritakan tentang obrolan mereka di cafe tadi ke istrinya . Bu Yani terharu mendengar cerita suaminya . Semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya , begitu juga mereka , tapi semuanya tergantung pada keputusan Aiyah .


Ahmad yang sedang duduk di samping Aisyah menatap dalam wajah adiknya yang masih terlihat pucat dengan perban di kepalanya . Ia teringat akan kata -kata Aisyah tempo hari .Aisyah pernah bilang dia tidak mau pacaran lagi , ingin langsung menikah saja .


Walaupun baru mengenal Azzam , menurutnya Azzam lelaki yang baik , terlepas dari ketampanan dan kemewahan yang dia miliki, sikap ramah dan pembawaanya yang tenang cukup membuat Ahmad merasa Azzam cocok mendampingi adiknya .


Ahmad terhanyut dalam lamunannya, sementara itu Aisyah mulai membuka matanya , menatap sekelilingnya , dia merasa asing ditempat itu , kepalanya terasa pusing.


"Abang , " seru Aisyah saat melihat Ahmad disampingnya .


"iya , alhamdulillah , kamu dah sadar dek " jawab Ahmad tersadar dari lamunannya .


Mendengar perkataan Ahmad , Pak Sulaiman dan Bu Yani mendekati Aisyah .


"Alhamdulillah, " kata Bu Yani sambil mengelus kepala Aisyah .


"ini dimana bu ?" tanya Aisyah bingung sambil memegang kepalanya , sedikit kaget ketika melihat jarum inpus di tangannya .


" ini di rumah sakit , tadi kamu kecelakaan " kata Pak Sulaiman .

__ADS_1


Aisyah mencoba mengingat-ingat kejadian yang menimpanya . Dia ingat akan kecelakaan itu dan ada seorang laki - laki yang menggendongnya , wajah lelaki yang dia kenal , lelaki itu adalah Azzam .lalu dia menatap sekelilingnya berharap Azzam ada disitu .


"Hey , cari siapa ? " tegur Ahmad


Pak Sulaiman dan Bu Yani saling pandang .


"Gak koq " jawab Aisyah , sedikit kecewa , yang dia harapkan tidak ada .


"Gimana, sekarang , udah enakan " tanya Pak Sukaiman


"Badan Ais pegel, kepala juga pusing " jawab Aisyah


" Ini lagi , bisa di lepas gak , bu ,ayah " rengek Aisyah sambil menunjuk jarum inpus di tangannya .


Sejak kecil Aisyah memang parno dengan jarum suntik , tapi kini jarum itu menempel di tangannya membuatnya risih .


Seorang Bu Dokter bersama perawat masuk untuk mengecek kondisi Aisyah ,


"Assalamualaikum "sapa dokter


"Waalaikumsalam " jawab mereka bersamaan


Dokter memeriksa kondisi Aisyah ,


"Gimana dok ? " Tanya Pak Sulaiman


Aisyah menganggukan kepala .


"Suntik vitamin dan tambah darah 1 jam lagi "kata Bu Dokter .


Kata -kata Bu Dokter seperti petir di siang hari bagi Aisyah , wajahnya yang pucat tampak semakin pucat , tubuhnya gemetar , hal itu dilihat Ahmad .


"Gak papa biar cepat sembuh " kata Ahmad menenangkan Aisyah .


"Kenapa ? Takut disuntik kah ? Gak sakit koq " tambah Bu Dokter yang juga melihat reaksi Aisyah sambil tersenyum .


Setelah ngobrol - ngobrol Bu dokter pun keluar , Aisyah sedikit lega . Ekor matanya menelusuri seluruh isi ruangan itu , Aisyah baru sadar , kalau ruangan itu berbeda dari ruangan biasanya . Dia seperti berada disebuah kamar hotel berbintang , bukan seperti ruangan rawat biasanya , Pasti sangat mahal ruangan sebagus ini pikirnya .


"Ayah , kenapa Aisyah di rawat di ruangan sebagus ini ?" tanya Aisyah


"Sakit Aisyah gak terlalu parah , di ruangan biasa aj gak papa sayang uangnya " tambahnya lagi


Pak Sulaiman , Bu Yani dan Ahmad saling pandang .


"Ais...gak usah mikir macem-macem dulu , yang penting Aisyah cepat sembuh " kata Pak Sulaiman .


"Tapi , Ayah , ini mahal lho. mending uangnya di tabung untuk keperluan ayah sama ibu aja " Sahut Aisyah mulai gelisah .

__ADS_1


"Kalau kamu sudah sembuh , Ayah akan cerita , fokus sama kesembuhan kamu dulu " kata Bu Yani .


"Abang,,," Aisyah meminta penjelasan Abangnya.


Ahmad hanya diam dan sibuk dengan ponselnya .


"Ini sebenarnya ada apa sich ? Ada sesuatu yang disembunyikan dari Ais , kah ? Desak Aisyah .


"Lagi sakit aja bawelnya minta ampun ! Abang panggilkan Bu Dokter ni , biar ceoat disuntik " ledek Ahmad sambil mencubit hidung Aisyah .


"Abang..." Aisyah balik mencubit lengan Ahmad.


"Awas, ntar darahnya keluar lho " kata Ahmad sambil menunjuk jarum inpus menakuti Aisyah.


Spontan Aisyah langsung terdiam, membuat semuanya tertawa.


"Daripada ngoceh terus , mending makan dulu , sini ibu suapin " kata Bu Yani


"Bener tu , makan yang banyak , biar gak jadi di suntik " goda Ahmad lagi .


Aisyah lalu makan disuapi ibunya , Perasaan takut kembali menyelimuti Aisyah ketika ingat kalau sebentar lagi dokter akan kembali untuk menyuntiknya .


Sementara Ahmad merasa geli sendiri melihat tingkah adeknya , dengan ponsel di tangannya diam -diam dia merekam tingkah Aisyah .


Ponsel Pak Sulaiman berdering , tampak panggilan video call dari Anisa .


"Assalamualaikum " sapa Anisa


"Waalaikumsalam "


Dari layar ponsel tampak Anisa sedang berada didalam mobil , tak ketinggalan 2 orang anaknya Dira 2 tahun dan Dika 4 tahun yang sepertinya juga ingin unjuk diri dilayar ponsel itu


"kakek, " seru kedua anak itu sambil melambaikan tangan


Anisa sudah dalam perjalanan , tadinya mau berangkat besok , tapi suaminya mengajak hari itu juga , mumpung ada waktu luang , mereka juga sudah lama tidak berjumpa.


Obrolan mereka terhenti ketika dokter kembali masuk , Wajah ceria Aisyah saat sedang bercanda dengan ponakanya berubah dengan ekpresi tegang . Ahmad yang tidak ingin melewatkan moment itu kembali merekam lagi secara diam -diam.


"Ibu..." rengek Aisyah seperti balita yang tidak mau disuntik .


Pak Sulaiman hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah manja anaknya .


Tubuh Aisyah gemetaran ketika melihat jarum suntik di tangan Bu Dokter . Bu Yani lalu merangkul Aisyah agar lebih tenang . Bu Dokter tersenyum melihat ekspresi Aisyah , dia maklum , bukan kali ini saja dia bertemu pasien seperti Aisyah.


Aisyah menyembunyikan wajahnya dalam pelukan ibunya , Ahmad yang sedang merekam moment itu cekikikan sendiri melihat tingkah adeknya .


"Uuuyyyy...bayi gedenya ayah sama ibu " kata Ahmad sambil melirik Ayahnya . Lalu berpindah posisi mendekati ibunya tujuannya untuk ngezoom wajah Aisyah .

__ADS_1


__ADS_2