
Azzam dan Ahmad kini sudah di dalam mobil . Mereka menuju share location yang dikirimkan Ozi .Ozi sudah duluan ke tempat itu .Alamat itu adalah alamat sebuah masjid . Di tempat itu Ozi mendapat informasi dari Aan anak buahnya kalau mobil Aisyah ada disana, kemungkinan besar Aisyah ada di dalam masjid itu .
" Itu lokasinya cukup jauh lho , Bang ?" Kata Azzam
" Zam , orang lagi galau nyetir mobil gak da tujuan ya gitu , "
"iya ya . "sahut Azzam .
Yah, mobil Aisyah memang parkir di halaman masjid .Aisyah sampai di berada disitu karena dia bertemu dengan Bu Erna . saat itu dia hampir saja menabrak Bu Erna yang sedang menyebrang jalan .
Melihat kondisi Aisyah yang benar -benar terpuruk membuat Bu Erna membawa Aisyah ke rumahnya . Kebetulan disamping rumah Bu Erna ada sebuah masjid . Dan Bu Erna adalah istri seorang ustadz yang bernama Ustadz Gozali .
Walaupun baru pertama kali bertemu Bu Erna , Aisyah merasa seperti keluarganya sendiri . Aisyah lalu menceritakan masalah yang menimpa dirinya pada Bu Erna dan Pak Ustadz Gozali .
" Memang saat terpuruk sebaiknya kita lebih mendekatkan diri pada Allah , tapi lari dari masalah itu tidak akan menyelesaikan masalah ." kata Pak Ustadz .
"Untuk sementara waktu saya mau oergi ke suatu tempat dulu Saya hanya ingin menenangkan diri , saya belum siap , untuk bertemu suami saya sekarang . " kata Aisyah sambil terisak .
" Ujian dari Allah tidak melewati batas kemampuan umatnya , ujian datang adalah bentuk kasih sayang sang pencipta pada umatnya . Kalo saran saya sebaiknya mba Aisyah pulang saja, selesaikan baik -baik permasalahan ini , " Kata Pak Ustadz lagi
" Iya mba, kasian keluarga mba..kalau mba nggak pulang, mereka pasti kuatir sama mba " Kata Bu Erna menambahkan .
Tapi saat itu tekad Aisyah sudah bulat , dia ingin pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri
" Gimana kalo Mba Aisyah tinggal disini saja dulu , dirumah ini cuma ada Ibu sama bapak saja ." Kata Bu Erna .
"Terima kasih Bu ,Pak Ustadz, kalian udah mau menerima saya . Tapi saya tidak bisa tinggal di sini . Orang -orang suami saya pasti akan dengan mudah menemukan saya di sini . Saya yakin i pasti suami saya akan sampai kesini , saya belum siap bertemu dia sekarang ." kata Aisyah
Walaupun penampilan Aisyah terlihat sederhana , tapi dari mobil mewah yang Aisyah pakai , Bu Erna dan Pak Ustadz tau kalau Aisyah bukan dari kalangan orang biasa .
Aisyah pun berpamitan dengan keduanya , dengan menitipkan kunci mobilnya , untuk diserahkan ke suaminya . Aisyah yakin Azzam akan datang kesitu mencarinya .
Bu Erna dan Pak Ustadz hanya bisa berpesan agar Aisyah jangan terlalu lama meninggalkan keluarganya
Aisyah pergi lewat pintu belakang . Karena dia melihat orang -orang suaminya berada di sekitar rumah Bu Erna.
1 jam setelah kepergian Aisyah . Dua buah mobil mewah parkir di depan masjid . Mobil itu adalah mobil Azzam dan Ozi . Melihat mobil istrinya parkir dihalaman masjid , Azzam bergegas turun dan masuk ke dalam masjid.
Namun dia tidak menemukan istrinya , dengan perasaan kecewa Azzam keluar .
" Dek Aisyah nggak ada di dalam Bang ! "Kata Azzam pada Ahmad yang menghampirinya
" Kalau mobilnya ada di sini berarti dia berada tidak jauh dari sini " Kata Ahmad .
" Maaf Pak Bos, saya tadi cuma liat mobill Bu Aisyah saja tidak melihat orangnya ." Kata Aan
" Harusnya kamu cek ke dalam masjid , pastikan kalo bu Aisyah nya ada . " Kata Ozi yang sedikit kecewa pada kinerja anak buahnya .
Sementara itu Bu Erna yang melihat beberapa orang sedang ngonrol di halaman masjid memberi tau suaminya .
" Pak , mungkin mereka yang di maksud mba Aisyah !" Kata Bu Erna
"Saya akan kesana ." kata Pak Ustadz .
Pak Ustadz pun menghampiri mereka .
" Assalamualaikum " Sapa Pak Ustadz
" Waalaikumsalam ." Jawab mereka hampir bersamaan .
Mereka pun saling berkenalan . Azzam pun menyampaikan maksud kedatangannya .
" Kalo begitu , mari ke rumah saya , kita ngobrol di rumah ." Ajak Pak Ustazd .
Azzam , Ahmad dan Ozi pun mengikuti Pak Ustadz , sementara itu anak buah Ozi yang lain menunggu di mobil . Bu Erna pun menyuguhkan minuman dan snack seadanya untuk tamu -tamu suaminya .
" Jadi gimana Pak Ustadz ? " tanya Azzam yang sudah tidak sabar ingin bertemu istrinya .
Pak ustadz pun menceritakan kronologis Aisyah bisa sampai ke rumah mereka .
" Astagfirullah , tapi istri saya tidak apa -apa kan Pak ? " tanya Azzam yang tampak kuatir.
"Alhamdulillah ,Mba Aisyah baik -baik saja ." sahut Bu Erna .
" Sekarang istri saya dimana bu ?"
"Mba Aisyah sudah pergi 1 jam yang lalu . Dia menitipkan kunci mobil ini untuk di berikan ke suaminya " Kata Pak Ustadz
" Pergi kemana , Pak ?"
" Kami juga tidak tau . Dia cuma bilang mau pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri . Kami sudah berusaha membujuknya , untuk tinggal disini , tapi dia menolak ,karena dia tau Mas Azzam pasti kesini , dia belum siap ketemu sama Mas Azzam " Kata Bu Erna .
" Ini semua cuma salah paham Bu. Saya di fitnah. " kata Azzam lirih .
" Saya mengerti perasaan Mas Azzam , tapi kita hargai keputusan Mba Aisyah , saya juga berpesan kepadanya , untuk tidak terlalu lama meninggalkan keluarga , kita beri waktu dia 2-3 hari kedepan " Kata Pak Ustadz .
Azzam menghela napas berat , dia sedih karena belum bisa bertemu Aisyah . Dengan perasaan kecewa , Azzam berpamitan dengan Pak Ustadz dan Bu Erna .
Azzam bermaksud untuk menyetir sendiri mobil Aisyah , namun Ahmad tidak mengizinkannya .Dan akhirnya Ahmad yang menyetir mobil itu dengan Azzam duduk di sampingnya .Sedangkan di mobil Azzam hanya Riko sendirian .
" Saya akan melaporkan kasus ini ke kantor polisi , " Kata Azzam .
" terserah kamu saja , " Kata Ahmad sambil melirik Azzam .
" Saya nggak terima Bang , gara -gara dia sekarang saya nggak tau Dek Aisyah ada di mana ." Kata Azzam lagi .
__ADS_1
" Tapi kamu tanya Abby sama Ummy dulu " Kata Ahmad.
Baru saja Azzam mau menelpon Bu Ainun , malah ponselnya yang berdering mendapat panggilan dari Pak Khairul .
" Assalamualaikum ,!" Sapa Pak Khairul.
" Waalaikumsalam " jawab Azzam
" Gimana, sudah ketemu Aisyah ?"
" Belum , Azzam ketemu mobilnya aja , sementara dia pergi entah kemana ." Jawab Azzam lemes .
"Abby mau ngasih tau , Ummy mu melaporkan Fanya ke kantor polisi . Sekarang Fanya sudah berada di sana . Fadil nangis terus, Zam di kamarnya . Tapi sebentar lagi akan di jemput oppanya kesini ."
" Baguslah by , Fanya pantas mendapatkan hukuman atas prilaku menjijikannya ." kata Azzam. Azzam kembali merinding mengingat semua prilaku Fanya padanya .
" Ya sudah , sekarang rencana mu apa ? Kamu masih tetap mencari keberadaan istrimu ? " tanya Pak Khairul
" Iya ,Abby. Saya akan terus mencarinya . "sahut Azzam
" Baiklah ,Nak. Kamu sabar ya ! "
Setelah saling mengucapkan salam .Sambungan telpon pun terputus .
Azzam mau pun Ahmad mencoba menghubungi sayu per satu sahabat dan teman -temannya Aisyah, siapa tau menemukan petunjuk di mana keberadaan Aisyah . Namun mereka juga tidak mengetahui keberadaan Aisyah .
Sesampainya di rumah , Azzam kembali mencoba menghubungi Aisyah. Dia mengirim pesan baik melalui SMS , WA dan akun sosmed Aisyah lainnya . Tapi Aisyah benar -benar seolah menghilang di telan bumi .
Dua minggu berlalu .
Kini Fanya resmi terpidana dengan hukuman 3 tahun penjara . Fanya hanya bisa pasrah menjalani masa hukuman dan kebencian keluarga Azzam , khususnya Azzam . Fanya sangat menyesali semua perbuatannya , tapi semuanya sudah terjadi .Nasi sudah menjadi bubur. Sekarang dia harus menikmati masa -masa di balik jeruji besi itu .
Dua minggu yang begitu berat dilalui Azzam karena Aisyah belum juga kembali . Setiap hari dia selalu mencoba menghubungi istrinya . Mungkin sudah ribuan pesan yang di kirimnya namun tidak ada satu pun yang di respon Aisyah . Dia seperti kehilangan semangat hidup . Azzam yang di kenal sosok yang ramah , kini menjadi sosok yang dingin. Senyum yang selalu menghiasi wajahnya seakan lenyap di telan bumi. Pihak keluarga mereka pun mulai cemas . Terlebih keluarga Aisyah .
Sebenarnya selama Aisyah berada di sebuah pesantren . Dia kesana bersama Akmal kakak sepupunya . Dia tidak sengaja bertemu Akmal saat berada di terminal bus .
Kebetulan Akmal adalah pengajar di pesantren itu .
Akmal turut prihatin dengan masalah yang menimpa adik sepupunya itu . Kondisi Aisyah pun tidak jauh berbeda dengan Azzam . Mereka sama -sama tersiksa dengan perasaan mereka masing -masing . Dan dari Akmal juga dia mengetahui kalau Fanya kini di penjara .
" Kenapa dia di penjara ? " Tanya Aisyah
" Coba kamu cek ponselmu Dek , " kata Akmal .
Selama di pesantren itu Aisyah mengnonaktifkan ponselnya . Makanya semuanya tidak bisa menghubunginya . Pak Sulaiman sempat menghubungi Akmal , karena Aisyah meminta untuk tidak memberitahukan keberadaannya membuat Akmal terpaksa berbohong.
" Mending sekarang kamu pulang , kasian Ayah sama ibu , semuanya mencemaskan kamu , apalagi suamimu ! " kata Akmal lagi .
" Iya kak, Aisyah akan pulang tapi tidak sekarang ." Jawab Aisyah
"Sudahlah kak , Aisyah masih mau di sini ." Kata Aisyah lalu masuk ke kamarnya .
Di dalam kamar , Aisyah lalu on kan ponselnya .setelah ponselnya on begitu banyak pesan yang masuk . Terutama pesan dari suaminya . Namun bayang -bayang kejadian hari itu membuat Aisyah kembali menangis . Sehingga dia tidak membuka semua pesan whatsapp dari Azzam .
Kabar tentang Fanya yang dipenjara tidak dicerna Aisyah dengan baik . Sehingga sampai saat itu yang ada dipikiran Aisyah ,hanyalah Azzam telah menghianatinya . Dia tidak sanggup menerima kenyataan pahit itu .
Namun Akmal yang sudah tidak bisa membiarkan adiknya terus terpuruk , apalagi sekarang Aisyah tampak kurus , wajahnya pun terlihat pucat , membuat Akmal memutuskan untuk memberi tau keluarga Aisyah. Akmal lalu menelpon Ahmad .
" Assalamualaikum ." Sapa Akmal
" Waalalikumsalam " jawab Ahmad
" Gimana kabarnya Bang ? "
" Ahlamdulillah secara fisik sehat , tapi ya..kamu tau sendirj lah sampai sekarang Ais belum pulang ." jawab Ahmad
" Sebelumnya saya mau minta maaf ."
" Maaf? Kenapa minta maaf ? "
" Abang di rumah atau di kantor ?"
" Saya di kantor ,sebentar lagi mau pulang , kenapa ?"
" Gini ,Bang . Saya minta maaf ya . Aisyah selama ini bersama saya , saya terpaksa berbohong sama kalian semua , itu karena dia yang minta , saya tidak mau dia kabur . "
" Alhamdulillah , Ya Allah . Trus sekarang gimana kondisinya ? Apa dia baik -baik saja .? "
" Itulah Bang , makanya saya terpaksa menghubungi Abang , kasian saya liat komdisinya , sekarang dia tampak kurus , mukanya pucat, tiap hari mengurung diri dikamar nangis aja kerjaanya , saya bujuk pulang ,dia nggak mau , barusan saya habis bujuk dia lagi. Tapi yah gitu dia malah masuk ke kamar. pasti nangis lagi dia didalam ."
" Ya Udah , berati sekarang dia di pesantren mu kan , "
" Iya . Kalo bisa segera saja ke sini Bang ."
" Oke , saya kasih tau suaminya dulu ."
" Baik Bang "
" Akmal , terima kasih ya !"
" Iya ,Bang . "
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam " Jawab akmal
__ADS_1
" Maaf dek , Abang terpaksa melakukan ini " Akmal bicara sendiri .
Sementata itu ,Ahmad bergegas menuju ruangan Azzam .
" Rin , Pak Bosmu ada di ruangannya " Tanya Ahmad pada Ririn yang saat itu tampak berkemas mau pulang
" Barusan keluar pak , baru aja " sahut Ririn
" Oke , terima kasih "
Ahmad lalu bergegas menuju lift untuk menyusul Azzam .
" Lho Pak Bos kok balik ?" Tanya Ririn saat melihat Azzam kembali menuju ruangannya
" Ponsel saya ketinggalan Rin ," sahut Azzam datar .
" Tadi Pak Ahmad cari Pak Bos , Dia nyusul turun ke bawah " kata Ririn sedikir berteriak karena Azzam terus masuk ke ruangannya
Setelah mengambil ponswlnya Azzam keluar .
" Kamu ngomong ala tadi ? " Tanya Azzam
" Pak Ahmad cariin Pak Bos tadi ." kata Ririn
" Oke Terima kasih ." kata Azzam sambil berlalu
Ririn menatap Azzam yang melangkah masuk ke dalam lift. Sikap Azzam yang kini berubah membuat Ririn merasa sedih . Azzam yang dikenalnya sangat ramah , kini menjadi sosok yang kaku dan dingin .
" Mba Aisyah , pulang dong , kasian Pak Bos " Gumam Ririn .
***
Ahmad yang sudah sampai di loby menuju parkiran mencari Azzam. Namun Azzam tidak tampak disana. Mobilnya pun masih terparkir .kemudian Ahmad mencoba menelpon Azzam .
" Assalamualaikum , Zam kamu di mana ?"
" waalaikumsalam. ini di loby ,Bang ,kenapa ? "
" Saya tau dimana Aisyah berada ,"
" Yang bener ,Bang ? Sekarang Abang dimana ? "
" Iya , Saya di parkiran dekat mobilmu "
"Oke saya ke sana " kata Azzam lalu mempercepat langkanya .
Azzam langsung menghampiri Ahmad yang berdiri di dekat mobilnya .
" Dek Aisyah dimana Bang ?"
" Yuk . Kita jemput dia sekarang ." kata Ahmad yang sudah tidak sabar ingin bertemu adiknya .
Azzam dan Ahmad pun bergegas masuk ke dalam mobil . Ahmad memberi tahu Riko alamat tujuan mereka .
" Oke ,sekarang Abang cerita gimana abang bisa tau Dek Aisyah disana ?" Tanya Azzam .
" Tadii Akmal telpon , rupanya selama ini Aisyah sama dia . Dia terpaksa bohong karena Aisyah tidak mau kita semua tau keberadaannya . "
" Alhamdulillah berarti Dek Aisyah di pesantren itu ? "
" Iya , kata Akmal tiap hari Aisyah nangis terus , makanya dia terpasa menghubungi saya , dia prihatin melihat kondisi Aisyah , sudah dia bujuk tapi ya ,Aisyah tetap belum mau pulang . Dia juga tadi bilang kalo bisa segera saja kita jemput Aisyah . "
" Kasian ,Dek Aisyah , Alhamdulillah .Terima kasih ya Allah ." Kata Azzam
Ahmad pun mengabarkan kepada kedua orang tuanya kalau mereka sedang menjemput Aisyah. Begitu pula dengan Azzam . Diapun mengabari kedua orang tuanya .Mereka semua gembira .
Perjalan ke pesantren memakan waktu kurang lebih 3 jam . Dan akhirnya Mereka sampai di pesantren tepat pukul 20.00 .
Digerbang pesantren sudah tampak Akmal yang menunggu mereka. Riko pun memparkirkan mobil di halaman pesantren sedangkan Azzam dan Ahmad mengiringi Akmar masuk ke dalam pesantren .
Setelah berbincang sebentar dengan kiai dan ustadz lainnya . Akmal lalu mengantar Azzam ke kamar Aisyah sementara Ahmad masih ngobrol dengan yang lain .
" Maaf ya ,Zam .selama ini saya berbohong ." Kata Akmal saat mereka menuju kamar Aisyah .
" Saya ngerti kok ,Bang " . Kata Azzam .
" O ya , Aisyah belum makan malam, tadi saya ajak masih kenyang bilangnya . Sebaiknya kamu masuk kamar bawa makanannya , sebentar saya ambilkan dulu, kamu tunggu disini dulu . " Kata Akmal lalu pergi ke dapur .
Tidak lama kemudian Akmal kembali dengan membawa nampan berisi sepiring nasi lengkap dengan lauk dan segelas air putih .
" Yuk kita masuk , kamu ketuk pintunya "kata Akmal setengah berbisik pada Azzam .
Tok , tok ,tok
" Siapa ? " terdengar suara sahutan dari dalam .
Suara yang sangat khas di telinga Azzam, yang menggetarkan hatinya . Suara yang sudah sangat dia rindukan .Mata Azzam tampak berkaca -kaca .
" Abang , Dek !" Kata Akmal
" Ohh..masuk aja pintunya nggak di kunci ." sahut Aisyah .
Akmal mengisyarakan agar Azzam mengikutinya . Di dalam kamar itu tampak Aisyah sedang duduk di atas sajadah masih memakai mukena .
Bersambung ....
__ADS_1