Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 93 . Kerinduan Azzam


__ADS_3

Azzam dan Ahmad kini sudah di dalam mobil . Mereka menuju share location yang dikirimkan Ozi .Ozi sudah duluan ke tempat itu .Alamat itu adalah alamat sebuah masjid . Di tempat itu Ozi mendapat informasi dari Aan anak buahnya kalau mobil Aisyah ada disana, kemungkinan besar Aisyah ada di dalam masjid itu .


" Itu lokasinya cukup jauh lho , Bang ?" Kata Azzam


" Zam , orang lagi galau nyetir mobil gak da tujuan ya gitu , "


"iya ya . "sahut Azzam .


Yah, mobil Aisyah memang parkir di halaman masjid .Aisyah sampai di berada disitu karena dia bertemu dengan Bu Erna . saat itu dia hampir saja menabrak Bu Erna yang sedang menyebrang jalan .


Melihat kondisi Aisyah yang benar -benar terpuruk membuat Bu Erna membawa Aisyah ke rumahnya . Kebetulan disamping rumah Bu Erna ada sebuah masjid . Dan Bu Erna adalah istri seorang ustadz yang bernama Ustadz Gozali .


Walaupun baru pertama kali bertemu Bu Erna , Aisyah merasa seperti keluarganya sendiri . Aisyah lalu menceritakan masalah yang menimpa dirinya pada Bu Erna dan Pak Ustadz Gozali .


" Memang saat terpuruk sebaiknya kita lebih mendekatkan diri pada Allah , tapi lari dari masalah itu tidak akan menyelesaikan masalah ." kata Pak Ustadz .


"Untuk sementara waktu saya mau oergi ke suatu tempat dulu Saya hanya ingin menenangkan diri , saya belum siap , untuk bertemu suami saya sekarang . " kata Aisyah sambil terisak .


" Ujian dari Allah tidak melewati batas kemampuan umatnya , ujian datang adalah bentuk kasih sayang sang pencipta pada umatnya . Kalo saran saya sebaiknya mba Aisyah pulang saja, selesaikan baik -baik permasalahan ini , " Kata Pak Ustadz lagi


" Iya mba, kasian keluarga mba..kalau mba nggak pulang, mereka pasti kuatir sama mba " Kata Bu Erna menambahkan .


Tapi saat itu tekad Aisyah sudah bulat , dia ingin pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri


" Gimana kalo Mba Aisyah tinggal disini saja dulu , dirumah ini cuma ada Ibu sama bapak saja ." Kata Bu Erna .


"Terima kasih Bu ,Pak Ustadz, kalian udah mau menerima saya . Tapi saya tidak bisa tinggal di sini . Orang -orang suami saya pasti akan dengan mudah menemukan saya di sini . Saya yakin i pasti suami saya akan sampai kesini , saya belum siap bertemu dia sekarang ." kata Aisyah


Walaupun penampilan Aisyah terlihat sederhana , tapi dari mobil mewah yang Aisyah pakai , Bu Erna dan Pak Ustadz tau kalau Aisyah bukan dari kalangan orang biasa .


Aisyah pun berpamitan dengan keduanya , dengan menitipkan kunci mobilnya , untuk diserahkan ke suaminya . Aisyah yakin Azzam akan datang kesitu mencarinya .


Bu Erna dan Pak Ustadz hanya bisa berpesan agar Aisyah jangan terlalu lama meninggalkan keluarganya


Aisyah pergi lewat pintu belakang . Karena dia melihat orang -orang suaminya berada di sekitar rumah Bu Erna.


1 jam setelah kepergian Aisyah . Dua buah mobil mewah parkir di depan masjid . Mobil itu adalah mobil Azzam dan Ozi . Melihat mobil istrinya parkir dihalaman masjid , Azzam bergegas turun dan masuk ke dalam masjid.


Namun dia tidak menemukan istrinya , dengan perasaan kecewa Azzam keluar .


" Dek Aisyah nggak ada di dalam Bang ! "Kata Azzam pada Ahmad yang menghampirinya


" Kalau mobilnya ada di sini berarti dia berada tidak jauh dari sini " Kata Ahmad .


" Maaf Pak Bos, saya tadi cuma liat mobill Bu Aisyah saja tidak melihat orangnya ." Kata Aan


" Harusnya kamu cek ke dalam masjid , pastikan kalo bu Aisyah nya ada . " Kata Ozi yang sedikit kecewa pada kinerja anak buahnya .


Sementara itu Bu Erna yang melihat beberapa orang sedang ngonrol di halaman masjid memberi tau suaminya .


" Pak , mungkin mereka yang di maksud mba Aisyah !" Kata Bu Erna


"Saya akan kesana ." kata Pak Ustadz .


Pak Ustadz pun menghampiri mereka .


" Assalamualaikum " Sapa Pak Ustadz


" Waalaikumsalam ." Jawab mereka hampir bersamaan .


Mereka pun saling berkenalan . Azzam pun menyampaikan maksud kedatangannya .


" Kalo begitu , mari ke rumah saya , kita ngobrol di rumah ." Ajak Pak Ustazd .


Azzam , Ahmad dan Ozi pun mengikuti Pak Ustadz , sementara itu anak buah Ozi yang lain menunggu di mobil . Bu Erna pun menyuguhkan minuman dan snack seadanya untuk tamu -tamu suaminya .


" Jadi gimana Pak Ustadz ? " tanya Azzam yang sudah tidak sabar ingin bertemu istrinya .


Pak ustadz pun menceritakan kronologis Aisyah bisa sampai ke rumah mereka .


" Astagfirullah , tapi istri saya tidak apa -apa kan Pak ? " tanya Azzam yang tampak kuatir.


"Alhamdulillah ,Mba Aisyah baik -baik saja ." sahut Bu Erna .


" Sekarang istri saya dimana bu ?"


"Mba Aisyah sudah pergi 1 jam yang lalu . Dia menitipkan kunci mobil ini untuk di berikan ke suaminya " Kata Pak Ustadz


" Pergi kemana , Pak ?"


" Kami juga tidak tau . Dia cuma bilang mau pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri . Kami sudah berusaha membujuknya , untuk tinggal disini , tapi dia menolak ,karena dia tau Mas Azzam pasti kesini , dia belum siap ketemu sama Mas Azzam " Kata Bu Erna .


" Ini semua cuma salah paham Bu. Saya di fitnah. " kata Azzam lirih .


" Saya mengerti perasaan Mas Azzam , tapi kita hargai keputusan Mba Aisyah , saya juga berpesan kepadanya , untuk tidak terlalu lama meninggalkan keluarga , kita beri waktu dia 2-3 hari kedepan " Kata Pak Ustadz .


Azzam menghela napas berat , dia sedih karena belum bisa bertemu Aisyah . Dengan perasaan kecewa , Azzam berpamitan dengan Pak Ustadz dan Bu Erna .


Azzam bermaksud untuk menyetir sendiri mobil Aisyah , namun Ahmad tidak mengizinkannya .Dan akhirnya Ahmad yang menyetir mobil itu dengan Azzam duduk di sampingnya .Sedangkan di mobil Azzam hanya Riko sendirian .


" Saya akan melaporkan kasus ini ke kantor polisi , " Kata Azzam .


" terserah kamu saja , " Kata Ahmad sambil melirik Azzam .


" Saya nggak terima Bang , gara -gara dia sekarang saya nggak tau Dek Aisyah ada di mana ." Kata Azzam lagi .

__ADS_1


" Tapi kamu tanya Abby sama Ummy dulu " Kata Ahmad.


Baru saja Azzam mau menelpon Bu Ainun , malah ponselnya yang berdering mendapat panggilan dari Pak Khairul .


" Assalamualaikum ,!" Sapa Pak Khairul.


" Waalaikumsalam " jawab Azzam


" Gimana, sudah ketemu Aisyah ?"


" Belum , Azzam ketemu mobilnya aja , sementara dia pergi entah kemana ." Jawab Azzam lemes .


"Abby mau ngasih tau , Ummy mu melaporkan Fanya ke kantor polisi . Sekarang Fanya sudah berada di sana . Fadil nangis terus, Zam di kamarnya . Tapi sebentar lagi akan di jemput oppanya kesini ."


" Baguslah by , Fanya pantas mendapatkan hukuman atas prilaku menjijikannya ." kata Azzam. Azzam kembali merinding mengingat semua prilaku Fanya padanya .


" Ya sudah , sekarang rencana mu apa ? Kamu masih tetap mencari keberadaan istrimu ? " tanya Pak Khairul


" Iya ,Abby. Saya akan terus mencarinya . "sahut Azzam


" Baiklah ,Nak. Kamu sabar ya ! "


Setelah saling mengucapkan salam .Sambungan telpon pun terputus .


Azzam mau pun Ahmad mencoba menghubungi sayu per satu sahabat dan teman -temannya Aisyah, siapa tau menemukan petunjuk di mana keberadaan Aisyah . Namun mereka juga tidak mengetahui keberadaan Aisyah .


Sesampainya di rumah , Azzam kembali mencoba menghubungi Aisyah. Dia mengirim pesan baik melalui SMS , WA dan akun sosmed Aisyah lainnya . Tapi Aisyah benar -benar seolah menghilang di telan bumi .


Dua minggu berlalu .


Kini Fanya resmi terpidana dengan hukuman 3 tahun penjara . Fanya hanya bisa pasrah menjalani masa hukuman dan kebencian keluarga Azzam , khususnya Azzam . Fanya sangat menyesali semua perbuatannya , tapi semuanya sudah terjadi .Nasi sudah menjadi bubur. Sekarang dia harus menikmati masa -masa di balik jeruji besi itu .


Dua minggu yang begitu berat dilalui Azzam karena Aisyah belum juga kembali . Setiap hari dia selalu mencoba menghubungi istrinya . Mungkin sudah ribuan pesan yang di kirimnya namun tidak ada satu pun yang di respon Aisyah . Dia seperti kehilangan semangat hidup . Azzam yang di kenal sosok yang ramah , kini menjadi sosok yang dingin. Senyum yang selalu menghiasi wajahnya seakan lenyap di telan bumi. Pihak keluarga mereka pun mulai cemas . Terlebih keluarga Aisyah .


Sebenarnya selama Aisyah berada di sebuah pesantren . Dia kesana bersama Akmal kakak sepupunya . Dia tidak sengaja bertemu Akmal saat berada di terminal bus .


Kebetulan Akmal adalah pengajar di pesantren itu .


Akmal turut prihatin dengan masalah yang menimpa adik sepupunya itu . Kondisi Aisyah pun tidak jauh berbeda dengan Azzam . Mereka sama -sama tersiksa dengan perasaan mereka masing -masing . Dan dari Akmal juga dia mengetahui kalau Fanya kini di penjara .


" Kenapa dia di penjara ? " Tanya Aisyah


" Coba kamu cek ponselmu Dek , " kata Akmal .


Selama di pesantren itu Aisyah mengnonaktifkan ponselnya . Makanya semuanya tidak bisa menghubunginya . Pak Sulaiman sempat menghubungi Akmal , karena Aisyah meminta untuk tidak memberitahukan keberadaannya membuat Akmal terpaksa berbohong.


" Mending sekarang kamu pulang , kasian Ayah sama ibu , semuanya mencemaskan kamu , apalagi suamimu ! " kata Akmal lagi .


" Iya kak, Aisyah akan pulang tapi tidak sekarang ." Jawab Aisyah


"Sudahlah kak , Aisyah masih mau di sini ." Kata Aisyah lalu masuk ke kamarnya .


Di dalam kamar , Aisyah lalu on kan ponselnya .setelah ponselnya on begitu banyak pesan yang masuk . Terutama pesan dari suaminya . Namun bayang -bayang kejadian hari itu membuat Aisyah kembali menangis . Sehingga dia tidak membuka semua pesan whatsapp dari Azzam .


Kabar tentang Fanya yang dipenjara tidak dicerna Aisyah dengan baik . Sehingga sampai saat itu yang ada dipikiran Aisyah ,hanyalah Azzam telah menghianatinya . Dia tidak sanggup menerima kenyataan pahit itu .


Namun Akmal yang sudah tidak bisa membiarkan adiknya terus terpuruk , apalagi sekarang Aisyah tampak kurus , wajahnya pun terlihat pucat , membuat Akmal memutuskan untuk memberi tau keluarga Aisyah. Akmal lalu menelpon Ahmad .


" Assalamualaikum ." Sapa Akmal


" Waalalikumsalam " jawab Ahmad


" Gimana kabarnya Bang ? "


" Ahlamdulillah secara fisik sehat , tapi ya..kamu tau sendirj lah sampai sekarang Ais belum pulang ." jawab Ahmad


" Sebelumnya saya mau minta maaf ."


" Maaf? Kenapa minta maaf ? "


" Abang di rumah atau di kantor ?"


" Saya di kantor ,sebentar lagi mau pulang , kenapa ?"


" Gini ,Bang . Saya minta maaf ya . Aisyah selama ini bersama saya , saya terpaksa berbohong sama kalian semua , itu karena dia yang minta , saya tidak mau dia kabur . "


" Alhamdulillah , Ya Allah . Trus sekarang gimana kondisinya ? Apa dia baik -baik saja .? "


" Itulah Bang , makanya saya terpaksa menghubungi Abang , kasian saya liat komdisinya , sekarang dia tampak kurus , mukanya pucat, tiap hari mengurung diri dikamar nangis aja kerjaanya , saya bujuk pulang ,dia nggak mau , barusan saya habis bujuk dia lagi. Tapi yah gitu dia malah masuk ke kamar. pasti nangis lagi dia didalam ."


" Ya Udah , berati sekarang dia di pesantren mu kan , "


" Iya . Kalo bisa segera saja ke sini Bang ."


" Oke , saya kasih tau suaminya dulu ."


" Baik Bang "


" Akmal , terima kasih ya !"


" Iya ,Bang . "


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam " Jawab akmal

__ADS_1


" Maaf dek , Abang terpaksa melakukan ini " Akmal bicara sendiri .


Sementata itu ,Ahmad bergegas menuju ruangan Azzam .


" Rin , Pak Bosmu ada di ruangannya " Tanya Ahmad pada Ririn yang saat itu tampak berkemas mau pulang


" Barusan keluar pak , baru aja " sahut Ririn


" Oke , terima kasih "


Ahmad lalu bergegas menuju lift untuk menyusul Azzam .


" Lho Pak Bos kok balik ?" Tanya Ririn saat melihat Azzam kembali menuju ruangannya


" Ponsel saya ketinggalan Rin ," sahut Azzam datar .


" Tadi Pak Ahmad cari Pak Bos , Dia nyusul turun ke bawah " kata Ririn sedikir berteriak karena Azzam terus masuk ke ruangannya


Setelah mengambil ponswlnya Azzam keluar .


" Kamu ngomong ala tadi ? " Tanya Azzam


" Pak Ahmad cariin Pak Bos tadi ." kata Ririn


" Oke Terima kasih ." kata Azzam sambil berlalu


Ririn menatap Azzam yang melangkah masuk ke dalam lift. Sikap Azzam yang kini berubah membuat Ririn merasa sedih . Azzam yang dikenalnya sangat ramah , kini menjadi sosok yang kaku dan dingin .


" Mba Aisyah , pulang dong , kasian Pak Bos " Gumam Ririn .


***


Ahmad yang sudah sampai di loby menuju parkiran mencari Azzam. Namun Azzam tidak tampak disana. Mobilnya pun masih terparkir .kemudian Ahmad mencoba menelpon Azzam .


" Assalamualaikum , Zam kamu di mana ?"


" waalaikumsalam. ini di loby ,Bang ,kenapa ? "


" Saya tau dimana Aisyah berada ,"


" Yang bener ,Bang ? Sekarang Abang dimana ? "


" Iya , Saya di parkiran dekat mobilmu "


"Oke saya ke sana " kata Azzam lalu mempercepat langkanya .


Azzam langsung menghampiri Ahmad yang berdiri di dekat mobilnya .


" Dek Aisyah dimana Bang ?"


" Yuk . Kita jemput dia sekarang ." kata Ahmad yang sudah tidak sabar ingin bertemu adiknya .


Azzam dan Ahmad pun bergegas masuk ke dalam mobil . Ahmad memberi tahu Riko alamat tujuan mereka .


" Oke ,sekarang Abang cerita gimana abang bisa tau Dek Aisyah disana ?" Tanya Azzam .


" Tadii Akmal telpon , rupanya selama ini Aisyah sama dia . Dia terpaksa bohong karena Aisyah tidak mau kita semua tau keberadaannya . "


" Alhamdulillah berarti Dek Aisyah di pesantren itu ? "


" Iya , kata Akmal tiap hari Aisyah nangis terus , makanya dia terpasa menghubungi saya , dia prihatin melihat kondisi Aisyah , sudah dia bujuk tapi ya ,Aisyah tetap belum mau pulang . Dia juga tadi bilang kalo bisa segera saja kita jemput Aisyah . "


" Kasian ,Dek Aisyah , Alhamdulillah .Terima kasih ya Allah ." Kata Azzam


Ahmad pun mengabarkan kepada kedua orang tuanya kalau mereka sedang menjemput Aisyah. Begitu pula dengan Azzam . Diapun mengabari kedua orang tuanya .Mereka semua gembira .


Perjalan ke pesantren memakan waktu kurang lebih 3 jam . Dan akhirnya Mereka sampai di pesantren tepat pukul 20.00 .


Digerbang pesantren sudah tampak Akmal yang menunggu mereka. Riko pun memparkirkan mobil di halaman pesantren sedangkan Azzam dan Ahmad mengiringi Akmar masuk ke dalam pesantren .


Setelah berbincang sebentar dengan kiai dan ustadz lainnya . Akmal lalu mengantar Azzam ke kamar Aisyah sementara Ahmad masih ngobrol dengan yang lain .


" Maaf ya ,Zam .selama ini saya berbohong ." Kata Akmal saat mereka menuju kamar Aisyah .


" Saya ngerti kok ,Bang " . Kata Azzam .


" O ya , Aisyah belum makan malam, tadi saya ajak masih kenyang bilangnya . Sebaiknya kamu masuk kamar bawa makanannya , sebentar saya ambilkan dulu, kamu tunggu disini dulu . " Kata Akmal lalu pergi ke dapur .


Tidak lama kemudian Akmal kembali dengan membawa nampan berisi sepiring nasi lengkap dengan lauk dan segelas air putih .


" Yuk kita masuk , kamu ketuk pintunya "kata Akmal setengah berbisik pada Azzam .


Tok , tok ,tok


" Siapa ? " terdengar suara sahutan dari dalam .


Suara yang sangat khas di telinga Azzam, yang menggetarkan hatinya . Suara yang sudah sangat dia rindukan .Mata Azzam tampak berkaca -kaca .


" Abang , Dek !" Kata Akmal


" Ohh..masuk aja pintunya nggak di kunci ." sahut Aisyah .


Akmal mengisyarakan agar Azzam mengikutinya . Di dalam kamar itu tampak Aisyah sedang duduk di atas sajadah masih memakai mukena .


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2