Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Chapter 3


__ADS_3

KIM HYUN JI POV


Aku terbaring di atas kasurku yang nyaman sambil menatap langit-langit kamarku, sambil melihat ake atas aku masih memikirkan perkataan Jungkook Sunbae saat di perpus tadi. Entah apa yang harus aku rasakan senang, sedih, terharu atau bingung... Tapi saat mendengar ucapannya itu membuat ku merasa sebagai wanita yang paling bahagia. Karna apa? Ini adalah suatu kesempatan aku untuk bisa lebih mengenal Jungkook Sunbae, dulu aku hanya bisa menatapnya dari jauh, mengaguminya sebagai penggemar di sekolah, bersembunyi disaat dia main kerumah. Aku berbalik menghadap ke arah jendela kamarku dan ku lihat langit malam yang sangat indah, melihat langit malam itu, aku terus memikirkan nya dan mengingat kembali kejadian saat di perpus.


Flasback on.. At perpus..


"Apakah kita bisa... Berteman?"


Aku terkejut seketika dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena terlalu kaget mendengar pertanyaan Jungkook kepadaku yang begitu mendadak.


"Kenapa Sunbae bertanya seperti itu?"


Jungkook Sunbae tersenyum dan ia mengalihkan pandangannya kepadaku dan dia menatap ku dengan tatapan yang sulit aku artikan.


"Yahh.. Karna aku ingin lebih mengenalmu dan juga bisa lebih akrab denganmu juga."


Seketika aku bingung harus menjawab apa, apa aku harus menjawab " iya " atau " tidak "arghhh bikin pusing saja. Tapi tunggu dulu apa jangan-jangan ini hanya sekedar bicara saja? tapi dia tidak terlihat seperti main-main atau mungkin ini cuma mimpi? Pasti ini mimpi.


Segera aku langsung mencubit tanganku dan mungkin saat aku sudah mencubit diriku sendiri aku akan terbangun dari mimpi indahku ini, Ya! pasti, aku harus coba.


" AWW!!!" Aku langsung teriak sekencang-kencangnya saat aku sudah mencubit tanganku sendiri dengan kencang, tapi yang aku dapat bukannya bangun dari tidur ku ini malah aku mendapat serangan mata yang sangat menusuk di seluruh ruangan perpus ini dan tatapan itu seperti Ingin membunuhku. Dengan rasa malu aku meminta maaf sambil menundukkan badanku.


"Hyun Ji.. Kau kenapa? Kenapa kau mencubit tanganmu sendiri? " sontak Jungkook terkejut Dan langsung memegang tangan ku yang aku cubit tadi, bodohnya aku kenapa bisa mencoba hal tergila seperti ini. Tapi tunggu aku saja bisa mendapat tatapan dan omelan dari anak perpus dan juga aku bisa merasakan hangatnya pegangan tangan Jungkook Sunbae, jadi ini semua...


"Ternyata bukan mimpi... " gumamku pelan sambil menatap pergelangan tanganku yang di pegang oleh Jungkook Sunbae dan bisa ku lihat dia mengurut tanganku yang tadi aku cubit. Lihatlah? Betapa perhatiannya dia dan sangat tulus, inilah mengapa aku bisa punya perasaan kepadanya.


"Bagaimana? Apa masih sakit?"


"Eoh? Ti-tidak kok, sudah tidak sakit lagi"


"Syukurlah" Jungkook Sunbae melepas pegangannya itu dan menatap ku.


"Apa aku harus menerima permintaan nya itu atau tidak?" tapi jika aku menerima pertemanan denganya aku bisa dekat dengannya tanpa harus menjaga jarak lagi kepadanya seperti dulu. Iya aku harus menerimanya.


"Sun-sunbae... "


"Hmm? "


"Aku mau... Aku mau berteman dengan Sunbae. " jawabku dengan lantang tanpa ada rasa gugup di diriku, jujur aku sangat gugup setengah mati saat menjawabnya. Tapi aku memberanikan diri untuk bisa menjawabnya.


Saat mendengar jawabanku bisa kulihat Jungkook Sunbae langsung tersenyum bahagia dan matanya juga berbinar-binar, apakah ia sesenang itu dan sebahagia itu bisa berteman denganku? Dan juga kenapa jantung ku berdegup sangat kencang? Apakah aku juga merasakan apa yang ia rasakan saat ini?


Flashback off.. At perpus..


Aku selalu saja mengingat kejadian itu. Karna baru kali ini aku bisa dekat dengannya dan akhirnya aku bisa mengenalnya juga lebih dalam, karna aku tidak mau melupakan moment bahagia ini aku langsung beranjak dari kasurku dan duduk di meja belajarku.


Di meja belajar itu aku membuka laci kecil dan mengeluarkan sebuah notebook berwarna pink cerah, aku pun membuka buku itu dan menulis sesuatu di salah satu lembaran buku itu. Yahhh kalau orang-orang mungkin akan mengabadikannya lewat sebuah foto tapi entah mengapa aku lebih suka menulisnya dan bisa di bilang buku ini seperti diary ku, yang tidak di ketahui oleh siapapun (termasuk kakakku).


Diary Hyunie....


Pkl 20.30 KST


Hari ini aku seneng banget.. Kenapa? Karna aku bisa dekat dengan namja yang aku sukai. Namja itu bernama Jeon Jungkook.


Namja yang memiliki ketampanan yang indah, mata yang lentik, hidung yang mancung, dan yang paling aku sukai adalah gigi kelincinya. Karna pada saat ia tertawa ia terlihat lucu, dan terlihat seperti kelinci.


Pada waktu jam istirahat aku pergi ke perpus untuk menghilangkan rasa bosan ku dan saat di perpus aku bertemu dengannya dan juga ia tersenyum kepadaku. Ahhhh.. Betapa bahagianya aku bisa bertemu dengannya dan melihat senyum manisnya dengan jarak yang begitu sangat dekat aku benar-benar sangat bahagia. Untung saja saat kejadian itu aku tidak lemas karna melihat senyumannya yang manis dan indah dengan jarak dekat.


Dan di perpus itu aku membaca buku bersama dia. Saat membaca buku aku mencari kesempatan untuk menatap wajahnya yang tampan. Lalu beberapa menit kemudian Jungkook oppa berkata kepada ku, bahwa ia ingin menjadi teman dekat ku. Dan saat ith tanpa berpikir panjang aku langsung menganggukkan kepala ku dan menerima nya dengan sukacita.


Aku tidak akan pernah melupakan hari ini. Karna ini adalah hari bersejarah buat ku, biarpun hanya sebagai seorang teman tapi aku yakin jika kita berjodoh Tuhan pasti akan menyatukan kita dan tidak akan memisahkan kita apapun yang terjadi.


P.s : Aku selalu ingin bersamamu oppa. Karna hanya kau yang bisa membuat hatiku berdebar-debar.


Setelah aku selesai menulis tentang hari ini di buku harian ku, aku langsung menopang dagu dengan kedua tanganku dan sambil memegang pulpen dan mengingat kejadian tadi. Jujur aku masih belum percaya dengan semua kejadian hari ini tapi ini juga bukan mimpi semua ini nyata, aku pun membuka lembaran diary ku yang paling akhir dan ku ambil foto itu di selipan kertas dan ku pandangi foto itu sambil tersenyum.


"Aku berharap.. Kita bisa lebih dari sekedar teman ya.. Oppa" ucap ku sambil senyum-senyum sendiri tapi buru-buru aku menepis harapanku yang berlebihan.


"Ahh.. Apa sih Hyun Ji, kau terlalu mengharapkannya. Mungkin saja dia tidak ingin bersama mu.." gerutu aku sambil membereskan meja belajarku dan menaruh lagi foto itu di selipan diary ku.


"Bagaimana pun juga. .. Ini juga sudah bagus. Menjadi temannya saja sudah bagus, jangan mengharapkan lebih... Kim Hyun Ji!! Fighting!!"


Setelah sudah membereskan semua dan bersih-bersih tanpa berpikir panjang aku langsung ketempat tidur dan lansung terlelap di alam mimpiku.


KIM HYUN JI POV END


JUNGKOOK POV


Setelah kejadian di perpus itu aku terus memikirkan tentang dia, betapa bahagianya aku hari ini karna dengan berani aku bisa berbicara dengannya dan juga bisa dekat dengannya tanpa ada jarak sedikit pun. Karna aku terus memikirkannya aku pun duduk di balkon taman belakang rumah ku sambil memainkan gitar kesayangan ku dan jujur aku tidak bisa tidur karna terus memikirkan hari ini sambil memandang langit malam aku menyanyikan lagu kesukaanku.


"Eonje buteonga jeom jeom.... Yeonlakage dwae


naega meonjeo...


Niga eopneun goseseon beolsseo... Neol baby-ro


bulleo nado cham ugyeo...🎼"


"You're my chocolate, my sweetest chocolate... I really wanna have you...


Neomuna dalkom han neol, neol gajigo shipeo... Gajigo shipeo...🎵"


" Hyun Ji.. Kim - Hyun - Ji.. " gumamku pelan sambil memetik gitarku dan memikirkannya.


Karna aku terus memikirkannya aku pun meletakkan gitar ku dan berjalan ke ayunan sambil memasukkan kedua tanganku ke dalam kantong celanaku dan aku pun duduk di ayunan tamanku dan sambil memandang langit malam yang menampilkan bintang-bintang yang sangat indah.


" Akhirnya... Setelah sekian lama aku menunggu..." Aku menundukkan kepalaku sejenak, aku pejamkan mataku sejenak sambil mengingat masa-masa saat aku pertama kali melihatnya entah kenapa aku selalu tersenyum mengingat kejadian itu. Apa mungkin Tuhan telah mempertemukan aku dengannya? Apakah ini takdir?


Aku membuka mataku dan memandang langit malam dan ada bintang-bintang yang sangat berkilau disana aku pun tersenyum melihatnya.


"Terima kasih... "


Flashback on... (Saat pertemuan Jungkook dan juga Hyun Ji)


Februari 2012, musim panas


Aku sedang berjalan di koridor sekolah dan melihat-lihat sekitar sekolah karna bosan dan juga tidak ada pelajaran lagi, jadi aku memutuskan untuk jalan-jalan. Dan juga hari ini adalah penerimaan murid-murid baru di sekolah ini jadi tidak ada salahnya kalau aku mencari udara segar.


Karna sudah terlalu lama aku mengelilingi sekolah ini aku pun memutuskan untuk ke koridor kelas ku dulu. Di koridor ini banyak sekali murid-murid baru dan ku lihat beberapa dari mereka ada yang sedang mengobrol, bercanda, bermain bersama teman baru mereka dan juga ada gang mencari tempat duduk untuk mereka.


Entah kenapa tiba-tiba aku berhenti di depan ruang kelas 10-3, yahhh... karna ini adalah kelas lama ku saat aku pertama kali masuk ke sekolah ini. Aku melihat keadaan kelas itu dari luar jendela, dan bisa kulihat tempat masih sama persis. Tiba-tiba pandangan ku teralihkan saat melihat seorang gadis sedang duduk di pojok belakang dekat jendela, dan ku lihat ia pandangannya mengarah ke luar jendela.


Aku terus memandangi gadis itu entah kenapa merasa pernah melihatnya di suatu tempat dan juga aku terkesima juga dengannya karna ia duduk di kursi yang pernah aku tempati, sama persis. Karna aku penasaran dengannya aku ingin menghampirinya, tapi langkahku terhenti karna segerombolan gadis menghampirinya terlebih dahulu.


Tapi aku merasa curiga melihat sikap dan tingkah segerombolan para gadis itu, ku lihat gadis itu wajahnya sedikit agak pucat tapi ada sedikit rasa keberanian di dirinya. Lalu mereka mengajak gadis itu keluar kelas dan entah lah mereka membawanya kemana, karna aku penasaran dan sedikit khawatir dengan keadaannya aku pun memutuskan pergi mengikutinya.


Aku terus mengikuti mereka, entah kemana mereka membawanya sampai harus menaiki sebuah tangga? Tapi tunggu!, jangan bilang mereka membawanya ke atap? Karna aku takut terjadi yang tidak-tidak aku mempercepat langkahku dan semoga tidak terjadi apa-apa.


Sampainya di atap sekolah aku melihat kesekeliling atap dan ketika aku melangkah agak jauh, dari kejauhan aku melihat mereka berada di dekat barang-barang sekolah yang tidak terpakai lagi aku pun berhenti dan bersembunyi di balik tembok gudang atap dan mengintip yang mereka lakukan. Ku lihat gadis yang mereka bawa berdiri di antara mereka.


"Hei!!!" Salah satu gadis yang sedang mengancamnya mendorongnya. Dan melihat sikap dan gaya busana sekolahnya aku seperti mengenalnya.


Gadis itu tidak menjawabnya tapi hanya menatapnya saja. Sebernarnya ada apa dengan mereka?

__ADS_1


"Kalau Sunbae mu memanggil harusnya kau menjawab, MENGERTI?!!" Teriak gadis itu dengan emosi, dan aku tau siapa dia itu Ah Rim. Teman sekelasnya dengan Jin, Apa yang dia lakukan?


"Kalau Sunbae nya seperti kau, aku tidak sudi untuk menjawabnya. " jawab gadis itu dengan berani.


"Apa kau bilang? Jaga sikapmu murid baru"


"Memangnya kenapa kalau aku murid baru? Apa hak mu?"


Karna geram mendengar jawaban gadis itu ku lihat Ah Rim menarik rambut gadis itu dengan kencang sampai membuat gadis itu kesakitan.


"Dengar ya murid baru, aku berhak bersikap seperti ini karna aku adalah Sunbae mu jadi bersikap baiklah kau kepada Sunbae mu ini. Dan juga jauhi Geng BTS"


"Memangnya kenapa? Apa hak mu? Melarang aku untuk tidak dekat dengan mereka?" Jawab gadis itu dengan lantang.


"Karna aku tidak mau ada yang dekat dengan mereka kecuali aku, terutama Jungkook-ssi. Jika kau dekat lagi dengan mereka kau akan merasakan penderitaan selama kau bersekolah disini, Mengerti?"


Aku langsung kaget mendengar ancaman Ah Rim, karna ini sudah keterlaluan kenapa dia bersikap seperti itu? Memang nya apa hak dia berkata seperti itu? ini tidak masuk akal.


"Ohh ceritanya kau mengancam ku? Tapi aku tidak peduli."


"Hei kau anak baru.. Berani-beraninya kau menantang Ah Rim seperti itu? HEOH?! " bentak teman satu geng Ah Rim karna mendengar jawaban gadis itu dan membuat mereka semua emosi.


"Kenapa? Memangnya untuk apa aku harus takut sama dia? Aku sama sekali tidak takut sama kau, kau mengancam ku? Itu tidak ada gunanya. " balas gadis itu dengan lantang dan menatap mereka dengan sinis.


Aku melihat kejadian itu di balik tembok betapa terkejutnya aku melihat gadis itu, dia sangat berani dan tidak takut akan hal apapun. Jujur aku kagum terhadap gadis itu.


"Ishhh.. Kau benar-benar sudah kelewatan ya.. "


Ah Rim menatap Yeoja itu dengan sinis dan mendorong gadis itu sampai terjatuh.


"Girls... Sepertinya anak baru ini harus kita beri.. " Ah Rim mendekatkan tubuhnya di depan Yeoja itu sambil menatapnya sinis.


"Sambutan selamat datang di sekolah ini..."


Aku merasa curiga dan bingung maksud kata-kata Ah Rim, lalu ku lihat Geng Ah Rim yang mengerti kata-kata " sambutan selamat datang ", mereka lalu mengeluarkan sesuatu dari kantung rok sekolah mereka dan jas mereka sekolah mereka. Dan ku lihat ternyata di dalamnya itu ada sebuah telur dan tepung.


Plakk..


Byurr...


Plak..


Aku langsung kaget setengah mati melihat perlakuan mereka terhadap gadis itu. Karna gadis itu di lempari telur yang begitu banyak dan juga tepung ke seluruh tubuhnya dan ku lihat Ah Rim mengeluarkan sesuatu dari saku jas sekolahnya ku lihat sebuah botol berwarna oren ke coklatan dan aku lihat Ah Rim menumpahkan isi botol itu ke kepala gadis itu dan setelah habis ia membuang botolnya dan ku lihat mereka semua tertawa bahagia.


Cukup!! aku merasa kesal dan marah melihat kelakuan mereka. Aku sudah tidak tahan melihat adegan ini, tapi saat aku ingin menolongnya..


" HEI!!!! " bentak gadis itu dengan lantang dan menatap Ah Rim dengan tatapan seperti ingin membunuh. Dan seketika geng Ah Rim kaget dan menghentikan gerakannya.


"Kenapa? Kau marah? Terkejut? Ingin menangis dan mengadu kepada orang? Atau ingin keluar dari sekolah ini?" tanya Ah Rim dengan sedikit meledek kepada gadis itu.


Yeoja itu mengepal kedua tangannya dengan kuat di samping roknya dan juga mukanya memerah sepertinya ia menahan tangisannya.


Lalu tanpa basa-basi aku langsung menghampiri mereka. Lalu temannya Ah Rim memberikan sebuah telur ke Ah Rim, tapi saat Ah Rim ingin melempar satu telur ke arah kepala gadis itu, dengan cepat aku langsung menahan tangannya dan menatap dia dan gengnya dengan sinis.


Karna merasa terusik ia Ah Rim pun melihat ke arahku dengan tatapan terkejut dan ketakutan.


"Jung-... Kook-ssi" ucapnya dengan nada ketakutan dan ia lemah seketika melihat keberadaan ku yang sangat tiba-tiba.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya ku sinis dan menghempas tangannya dengan kasar.


"Ashhh..." ringisnya kesakitan karna aku melepasnya dengan kasar.


"It-itu ka-kami..." ucapnya dengan terbata-bata dan sedikit ketakutan.


"Lebih baik kau pergi dari sini... Sebelum aku memanggil guru kesini dan mengadu semuanya tentang kejadian ini."


"Tap-tapi Jung... "


"Pergi... Sekarang... Juga... " kataku dengan sedikit penekanan dan menatapnya sinis.


Saat aku menyuruh mereka pergi, tadinya mereka tidak mau pergi dan akhirnya mereka pergi juga. Saat mereka semua sudah pergi, aku melihat gadis di depanku dengan keadaan yang sangat buruk, banyak tepung dan telur di seluruh badannya dan juga ku mencium bau tidak sedap dari tubuhnya dan ku yakin itu dari botol yang tadi Ah Rim tumpahkan ke gadis itu.


Kulihat gadis itu gemetaran seperti sedang menahan tangisnya, karna aku tidak suka melihatnya dengan keadaan seperti ini dan entah mengapa aku langsung memegang tangan gadis itu dan membuatnya berdiri. Aku tidak peduli dengan keadaannya sekarang ataupun merasa jijik, aku langsung membawa gadis itu untuk turun ke bawah buat membersihkan badannnya ini, Tapi..


"Lepaskan" tegas gadis itu saat ia melepaskan tangannya dari genggamanku.


Aku membalikkan tubuh ku dan menatap yeoja itu dengan bingung dan juga ku lihat ia memalingkan kepalanya ke arah lain.


"Pergilah.. Aku ingin sendiri" perintah gadis itu tanpa menatap ku sama sekali, tapi seketika aku melihat setetes air mata jatuh di pipinya.


Dia... Dia sedang menangis sekarang. Lalu aku pun mulai memegang tanganya lagi, dan saat aku memegang tangannya ia menatapku dengan mata yang merah dan juga terkejut.


"Ayo.. Kita bersihkan dirimu terlebih dahulu dan ganti bajumu. Setelah itu.. Kau boleh menangis sepuasnya" ucapku lembut agar membuatnya merasa tenang. Tapi bukannya menurut ia melepas lagi pegangan ku dan menyamping kan tubuhnya.


"Pergilah... Biarkan aku sendiri, Aku tidak peduli dengan semuanya juga. Ini urusan ku kau tidak usah ikut campur." kata gadis itu.


Gadis itu tidak menatapku lagi dan menyampingkan badannya memandang ke arah lain. Aku yang melihatnya merasa iba dan kasihan, lalu aku langsung melepas jas sekolah ku dan ku sampirkan jas ku di tubuh yeoja itu agar menutup seragamnya yang penuh dengan tepung dan telur.


Dan saat aku menyampirkan jas ku ke gadis itu ia terkejut dan menatapku dengan bingung dan aku menggenggam tangannya lagi dan membawanya keluar dari atap sekolah. Aku tidak peduli dia terus menolak dan meronta ingin di lepas tapi akhirnya ia merasa lelah dan menurut apa yang ku bilang.


Saat kami sudah keluar dari atap itu, gadis itu langsung membersihkan dirinya dan mengganti bajunya dengan baju olahraga dan sesudah itu ia pergi kembali ke atap sekolah tapi tempatnya berbeda dari tempat kejadian dia di permainkan, tempat ini menampilkan pemandangan matahari terbenam dan juga aku merasa tenang di sini.


Ia pun duduk disana sambil menatap pemandangan sekolah tapi gadis itu menatapnya dengan tatapan kosong seperti sedang memikirkan sesuatu dan ku lihat ia memegang jas sekolah ku.


Aku pun duduk disampingnya dan meletakkan handuk kecil di kepalanya dan ia pun terkejut melihat ku berada di sampingnya dan ia menatap ku dengan bingung.


"Ini minumlah.. Siapa tahu bisa membuatmu merasa lebih tenang" aku pun memberikan sekaleng minuman kepadanya.


Melihat aku memberikan sekaleng minuman ia merasa sedikit ragu untuk menerimanya, tak lama ia pun menerimanya dan menundukkan kepalanya tanpa menatap ku dan tidak berbicara kepadaku.


Kami pun tidak ada yang berbicara satupun. Hanya hening diantara kita dan hanya terdengar suara teriakan murid-murid sekolah disini, beberapa menit kemudian gadis itu...


"Terima kasih..." ucap gadis itu pelan tapi tidak terlalu keras bicaranya.


"Hmm??"


"Terima kasih, Terima kasih untuk semuanya..." ucapnya dengan sedikit gemetar karna aku tau ia habis menangis.


"Hmm... Tidak masalah. Hmmm... Tadi kau cukup berani ya melawan dia." aku berbicara sambil memandang langit yang cerah dan membuat suasana tidak canggung.


"Buat apa aku takut sama dia? Memangnya dia siapa yang berani melarang-larangku untuk tidak melakukan ini dan itu? Apa haknya?" jawabnya dengan lantang dan juga seperti mengeluarkan seluruh isi hatinya.


Mendengar itu aku tertawa karna sikapnya dan juga cara dia berbicara.


"Kenapa? Apa ada yang lucu?" gadis itu mengerutkan dahinya karna melihatku terkekeh dan menatapku dengan tidak suka.


"Ahh tidak... Tidak. Hanya saja kau itu begitu lucu, kuat, dan berani. Dan seperti nya kau mempunyai sifat keberanian yang luar biasa ya. " Aku langsung menatapnya dengan tatapan bahwa aku bangga kepadanya. Tapi gadis itu menatapku seperti bingung dan tidak mengerti maksud dari ucapanku.


"Karna... Hanya kau murid baru yang berani melawan geng-nya Ah Rim itu. Kau begitu berani melawannya apalagi menentangnya, aku bangga sama kamu" ucapku dengan tulus dan benar-benar bangga kepadanya.


"Benarkah itu? " mendengar jawabanku dia seperti terpukau, ia pun menjawabnya dengan tersenyum kepadaku. Dan menurut ku senyuman dia sangat manis dan jika di lihat lebih lama dia begitu lucu dengan mata bulatnya, pipi tembemnya dia, dan bibir mungilnya dia ketika tersenyum sungguh menggemaskan.


Aku pun menjawabnya dengan menganggukkan kepalaku sambil tersenyum hangat kepadanya. Kami pun mengobrol dan bersantai bersama sampai jam pulang sekolah dan tidak terasa aku menghabiskan waktu seharian di sekolah bersama dia, mendengar dia tertawa dan bercerita entah kenapa membuatku nyaman dekat bersamanya, apakah ini yang di namakan cinta pertama? Dan apakah ini yang namanya cinta pada pandangan pertama?

__ADS_1


Dan saat kejadian itu aku terkadang suka bertemu dengannya di sekolah, mau di koridor, taman, kantin, dan tempat lainnya. Tapi itu hanya sekedar sapa saja saat kita bertemu ataupun berbeda arah di saat aku ingin memanggilnya aku tidak tahu namanya sama sekali. Yahhh... Suatu kesalahan yang sangat aku sesali, saat kejadian itu harusnya aku bertanya kepadanya siapa namanya? dan juga aku juga ingin bisa lebih dekatnya dengannya dan juga mengenalnya lebih dalam lagi.


Lalu suatu keajaiban datang kepadaku, entahlah apa mungkin ini takdir atau keberuntungan ku. Dan akhirnya aku tahu nama gadis itu, saat kenaikan kelas di papan sekolah terdapat pengumuman tentang nilai terbaik para siswa-siswi SMU Sekang Art School dan saat itu aku melihat foto gadis itu dan akhirnya aku mengetahui namanya. Butuh waktu satu setengah tahun untuk ku bisa mengetahui namanya dia, Ya gadis itu... Cinta pertama ku, Kim Hyun Ji.


Flashback off..


Mungkin itu adalah suatu pertemuan yang menurutku sedikit unik, tragis, dan juga memberikan kesan yang berarti. Tapi aku malah bersyukur bisa bertemu dengannya pada saat itu, karna aku bisa menolongnya disaat dia sedang dalam masalah dan itu seperti takdir yang menuntunku untuk dekat dengannya. Dan akhirnya penantianku selama satu setengah tahun terbayar kan dengan moment yang lebih indah.


"Aku berharap kita bisa lebih dari sekedar teman, dan juga jika kau memang jodohku di masa depan nanti akh berharap kita akan selalu bahagia dan bersama-sama menghadapi semua rintangan dan masalah yang akan kita tempuh nanti." doaku kepada Tuhan dan juga sebuah pesan singkat untuk dia lewat mimpinya nanti, aku memandang langit malam ini seperti mendukung ku dan juga membalas doa ku dengan memberikan langit malam yang indah ini beserta bintang berkelap-kelip dengan indah.


Aku berharap doaku terkabulkan dan semua menjadi nyata, keinginan ku hanya satu yaitu "Bisa bahagia bersamamu, ya hanya bersamamu".


.


.


.


.


.


.


.


Tbc...


Epilog...


Chapter 3


( Kejadian saat Jung Kook mengetahui nama


Hyun Ji )


AUTHOR POV


Bel istirahat berbunyi dengan nyaring dan membuat semua murid-murid SMU Sekang Art School berlarian keluar dari kelas untuk ke papan pengumuman melihat hasil UKK mereka. Banyak murid yang bergantian dan saling mendorong satu sama lain untuk melihat hasil nilai mereka, tapi di papan itu hanya menampilkan 10 nilai terbaik siswa-siswi dari kelas 10-12.


Saat murid-murid sudah meninggal kan papan itu Jungkook, Jimin, dan Taehyung melihat ke papan itu dan yang tercantum nama mereka di papan itu hanya "Nam Joon, Jin, Suga, Jimin, dan Jungkook" dan sisanya nama murid lainnya.


"Memang Nam Joon murid terbaik di sekolah ini dan juga patut di banggakan" Puji Taehyung untuk temannya itu.


"Kita hanya kalah di mata pelajaran Inggrisnya saja, Nam Joon terkenal dan terbaik di sekolah ini karna dalam bahasa Inggrisnya." Jimin pun juga menambah pujian untuk temannya itu.


"Aku harus lebih rajin belajar bahasa Inggris untuk bisa setingkat dengan Nam Joon"


"Coba saja kalau kau bisa" ledek Jimin kepada Taehyung yang dengan pedenya ingin setingkat dengan Nam Joon, Taehyung pun membalas dengan menatapnya sinis.


Tak lama Suga pun dan J-hope menyusul mereka, di depan papan itu Suga sedikit maju agar bisa melihat dengan jelas foto siswi yang terbaik di kelas 10. Melihat tingkah Suga membuat mereka bingung dengan tingkah Suga.


"Kau kenapa? Apa kau mengenal anak kelas 10?" tanya J-hope.


Sebelum menjawab Suga memundurkan badannya dan memasukkan kedua lengannya ke saku celana.


"Bukankah gadis yang berada di peringkat ke-7 itu adalah Kim Soo In?



" 7. Kim Soo In - 645 point ( Kelas 10 - 2 )"


"Siapa dia? Memangnya kau mengenalnya?"


"Kau tidak mengenalnya? Soo In, adiknya teman kita Jin, tidak kenal?" Suga mengingatkan mereka semua karna beberapa dari mereka ada yang tahu dan tidak tentang adiknya Jin.


"Ohh Soo In, kalau dia aku kenal. Masa aku tidak mengenalnya, hanya saja dia berbeda dengan yng dulu" Jawab J-hope karna baru ingat, karna saat pertama kali Suga, J-hope, Nam Joon, Jimin, dan Jungkook saat itu Soo In masih duduk di kelas SMP kelas 3.


"Sudah besar dia ternyata dan juga dia sudah banyak berubah" Sahut Jimin melihat papan nilai itu.


"Aku baru tahu kalah Jin punya adin perempuan" Timpal Taehyung yang masih terus menatap foto Soo In dengan sangat detail. Karna Taehyung memang belum pernah bertemu dengan Soo In sama sekali dan akhirnya ia tahu lewat papan pengumuman.


Karna mereka sedang melihat papan nilai kelas 10 tak sengaja pandangan Jungkook terhenti pada siswi yang berada di peringkat ke-4 entah mengapa ia merasa asing dan juga seperti pernah melihatnya. Karna penasaran ia terus melihatnya dengan detail agar ia bisa mengingatnya, lalu sekilas ingatannya muncul tentang gadis yang pernah ia temui di atap.


"Gadis ini... " gumam Jungkook pelan dan terus menatap foto gadis itu.


"Apa yang kau lihat?" tanya Jimin kepada Jungkook karna dari tadi Jungkook terus melihat foto gadis itu dengan tatapan berbeda. Jimin pun melihat foto itu dan ia tampak terkejut melihatnya.


"Eoh? Bukankah ini Hyunie?" tanya Jimin dan membuat Suga berbalik badan dan melihat ke arah foto yang Jimin maksud dan itu membuat Jungkook kaget dan bingung.


"Eoh? Ini Hyunie. Woah ternyata dia sekolah disini? Aku tidak percaya dia akan bersekolah disini" Puji Suga dengan bangga karna melihat gadis itu.


"Apa kalian mengenalnya?" Tanya Jungkook bingung dengan mereka berdua, dalam pikirannya 'bagaimana mereka mengenalnya?



" 4. Kim Hyun Ji - 789 point ( Kelas 10 - 1 )"


"Memang adik sama kakak selalu sama. Memang mereka yang terbaik"


"Memangnya dia siapa lagi?" tanya Taehyung lagi saat melihat foto Hyun Ji.


"Dia Hyunie, adiknya Nam Joon. Tapi sebenarnya nama aslinya Kim Hyun Ji di panggilnya Hyun Ji, tapi karna kita sudah akrab jadi kita selalu panggil dia Hyunie. "


"Nam Joon juga punya adik perempuan? Woah daebak... Kakak beradik berada di satu sekolah yang sama" Taehyung tidak percaya dengan semua ini karna ini seperti drama Korea yang sering dia tonton.


"Sudahlah, kita pergi ke kantin sekarang" ajak J-hope dan mereka pun mengikutinya kecuali satu orang yang masih berdiri di papan itu dan masih menatap foto gadis itu, dan ia pun melihat sebuah tulisan di bawah foto itu dan terdapat sebuah nama yang selama ini ia cari tahu dan akhirnya ia menemukannya.


"Akhirnya... Aku tahu namamu Kim Hyun Ji" Jungkook tersenyum lebar karna apa yang dia cari selama ini ketemu dan juga suatu keberuntungan. Dan ia pun percaya bahwa ini semua takdir, iya dia percaya bahwa gadis ini adalah takdirnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2