
Aisyah pun lalu mengeluarkan baju Azzam dari dalam koper dan memasukkannya ke dalam lemari .
Tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka , tampak Azzam keluar sudah menggenakan pakai lengkap , rambutnya yang masih kelihatan basah dan acak -acakan membuat penampilannya semakin menarik .
" Sungguh indah ciptaan mu ya Allah " Bisik hati Aisyah saat memandang Azzam yang tersenyum padanya.
" Mandi gih ! " Kata Azzam
"Iya "
Aisyah lalu masuk ke kamar mandi , dan Azzam duduk di atas tempat tidur dengan ponsel ditangannya . Azzam senyum -senyum sendiri melihat galeri foto -foto pernikahan mereka .
Aisyah keluar dari kamar mandi dengan memakai setelan piyama berwarna maron, dan kepala berbalut handuk .
" Ais , kira udah ke masjid " Kata Aisyah melihat Azzam masih duduk di atas kasur
Baru saja Aisyah selesai bicara , kumandang azan magrib pun berkumandang . Azzam lalu pamit pergi ke masjid .
Saat keluar kamar, Azzam melihat Pak Sulaiman , Ahmad dan Farhan juga sudah siap berangkat .Mereka berempat pun berjalan beriringan menuju masjid untuk menunaikan ibadah sholat magrib berjamaah .
Setelah selesai sholat Pak Sulaiman dan anak menantunya pulang . Sesampainya di rumah mereka lalu menikmati makan malam bersama .
" Ngomong - ngomong , kapan ni Abang ngenalin kita sama ....? " belum selesai Anisa bicara Ahmad tersedak .
Uhuuk ,, uhuuk , uhuuk
" Pelan -pelan , Bang " kata Aisyah menatap Ahmad .sambil menepuk -nepuk pundak Ahmad .
" Kak Nisa ni , kepo , sabar -sabar , nanti juga pasti ada waktunya " Kata Ahmad
" Lebih cepat kan lebih baik , mumpung kita masih ngumpul , iya kan Yah ? " kata Farhan menimpali
Pak Sulaiman menganggukan kepala
" Hmmm..nanti aja dulu Bang ? " kata Ahmad cengengesan
" Nambah lagi ,Mas ? " Kata Aisyah pada Azzam
Azzam menggeleng dan tersenyum
"Gak usah malu -malu ,Zam " Kata Anisa sambil tersenyum
" Iya , gak usah malu -malu , sekarang kan kita semua sudah jadi keluarga " Kata Pak Sulaiman
" Iya , saya sudah kenyang " sahut Azzam sopan .
" Ais..sependapat sama Bang Farhan " Sambung Aisyah
" Bisa ngak sich, gak ngomongin itu dulu , Ehhh. ..Bocil -bocil udah bobok kah ni kok gak keliatan ?" Sahut Ahmad berusaha mengalihkan pembicaraan . Bocil adalah sapaan Ahmad untuk kedua ponakannya Dika dan Dira .
" Paling udah tidur , sama mba Inah " Jawab Anisa
" Ibu juga udah gak sabar , pengen cepet -cepet dapat mantu perempuan , biar komplit " Kata Bu Yani ikut mengoda Ahmad
"Aduuh Ibu. Ikut -ikutan juga " kata Ahmad sambil geleng -geleng kepala
Yang lain tertawa melihat Ahmad .
" Ya sudah , besok ajak sudah ke sini , Apa perlu Ais yang jemput ? " Kata Aisyah melirik Ahmad
__ADS_1
" Kamu udah tau dek ? Waah , Abang. ,Ais dikasih tau kok Kakak ngak ?" protes Anisa
" Enggak kak , Ais ngawur aja tu ngomongnya , Ni anak udah punya suami masih aja mulutnya lemes , marahin Zam " kata Ahmad membela diri
Azzah hanya tertawa , diikuti yang lainnya
" Apa perlu Ais ngomong sekarang ? "
"Siapa sich dek , kakak jadi penasarannya ? " desak Anisa
" hhhmmm, gimana ya ? " Aisyah melirik Abangnya
Semua menatap Aisyah . Saat melirik Azzam , Aisyah seolah mendapat isyarat untuk tidak mengatakan apa - apa kepada semuanya .
" Biar Abang sendiri aja deh , yang ngomong , Ais gak tau juga " Kata Aisyah lalu bangkit dari duduknya mengumpulkan piring dan gelas yang kotor kemudian berjalan menuju tempat cuci piring .
Ahmad tersenyum lega , begitu pula Azzam ,karena Aisyah paham tatapannya tadi .
" Yaa..padahal kakak udah nungguin lho " Anisa lalu menyusul Aisyah .
Setelah selesai mencuci piring dan merapikan kembali meja makan , Aisyah menyusul Azzam yang sudah duluan ke kamar mereka .
" Mas ! " Kata Aisyah lembut lalu duduk di samping Azzam yang sedang duduk di atas tempat tidur dengan ponsel di tangannya
" Iya , sayang . Kenapa ?" Jawab Azzam lembut lalu mengubah posisi duduknya . Sehingga kini keduanya berhadapan .
" Kenapa , mas tadi seolah gak ngizinkan Aisyah ngomong ?"
Azzam tersenyum
" Ditanya kok malah senyum aja ?"
" Gini , Abang Ahmad pasti punya alasan untuk tidak memberitahu kita semua , sebaiknya tunggu aja " kata Azzam lagi .
" Iya sich , tadi itu biar mas gak ngasih kode gitu , Aisyah gak akan ngomong juga , cuma cengcengin Abang aja , Abis kesel aja gitu , kenapa juga harus dirahasiakan segala . padahal udah jelas kok !" Gerutu Aisyah
" Udah jelas gimana sich ? Sayang udah pernah liat atau...? "
" Mas kepo juga ya...?
" Enggak , cuma mau tau aja " Jawab Azzam tersenyum
" Sama aja kali " Sahut Aisyah sambil tertawa
" Manis banget sich kalo lagi ketawa gitu , sejuk rasa di hati " Kata Azzam
" Mulai deh gombal !"
" Enggak gombal beneran lho ,, oke sekarang lupakan dulu tentang Abang Ahmad , sekarang saya mau nanya ,.." Azzam menghentikan kata -katanya dan menatap Aisyah
" Apa ? "
" Kapan sich , istri saya yang caisntik ini lepas jilbabnya ?"
" Oalaaah Mas , Sempat deg -degan , Ais kira mau nanyain apa tadi ? Ais , itu lepas jilbab pas mau mandi , atau lagi sendirian di kamar "
" Oke, tapi kita kan udah halal "
Azzam menatap Aisyah , menunggu jawaban .Namun Kumandang azan sholat isya pun terdengar
__ADS_1
"Hmmm, Kita sholat dulu , Mas !" kata Aisyah sambil tersenyum
" Oke lah ,sayang , Saya ke masjid dulu ." kata Azzam agak sedikit lemes .
"Semangat donk , Mas ! " kata Aisyah sambil mengusap lembut pipi Azzam .
" Akan lebih semangat kalo di cium " kata Azzam mendekatkan wajahnya
" Gak boleh lho , mengulur -ngulur waktu sholat !"
" Iya , iya saya ke masjid sekarang "
" Gak boleh , terpaksa juga lho "
" Iya sayang " Azzam Lalu bergegas keluar kamar .
" Ya Allah , terima kasih Engkau telah menghadirkan dia dalam kehidupan saya . Lindungilah dia dimanapun dia berada , saya sangat mencintainya " kata Aisyah setelah Azzam keluar kamar .
Aisyah pun bergegas berwudhu untuk melaksanakan sholat Isya . Selesai sholat Aisyah merebahkan kan tubuhnya ketempat tidur , sambil menunggu Azzam pulang , dia merasa ngantuk sekali . Menjadi ratu sehari cukup membuatnya merasa kelelahan . Sehingga akhirnya dia pun terlelap .
Azzam bersama Ayah mertua dan kedua Abang iparnya pun pulang . Di ruang keluarga tampak Bu Yani dan Anisa sedang ngobrol sambil menikmati kue dan teh hangat
"kok lama di masjid ?" Tanya Anisa pada suaminya Farhan
" Tadi ngobrol dulu sama Pak RT dan Pak Ustadz di masjid " Kata Farhan lalu duduk di samping istrinya di ikuti Pak Sulaiman dan Azzam
" Iya , Pak RT tanya nanya soal Azzam sama Aisyah kalo tinggal di sini dia minta data -datanya ?" Jelas Pak Sulaiman
" Di minum nak tehnya mumpung masih hangat " Kata Bu Yani pada Azzam .
" Iya bu "
" Jadi gimana , ? Tanya Anisa lagi
" Aisyah mana ?" tanya Farhan
" Dikamarnya , mungkin masih sholat " jawab Anisa
" Saya sudah beli rumah untuk kami tinggali setelah menikah , tapi soal mau tinggal dimananya terserah dek Aisyah aja , kalo nyamannya tinggal disini saya ikut aja. Karena soal rumah baru itu dek Aisyah belum tau " Kata Azzam
" Alhamdulillah , Ayah senang mendengarnya , Ayah sich terserah kalian. " kata Pak Sulaiman
" Iya. Ibu juga gak masalah kalo kalian mau mandiri " Bu Yani menambahkan
" Kalo boleh tau kamu beli rumahnya di mana ?" tanya Anisa
" Gak jauh dari sini , paling 30 menit sampai , " Jawab Axzam
" Orang tua mu gimana nak , gak papa mereka kamu tinggal ?" tanya Bu Yani
" Selama ini saya sudah tinggal sendiri bu , hampir 1 tahun saya tinggal di aparteman . Tapi tetap setiap hari saya sempatkan pulang kerumah jenguk ummy sama Abby " tutur Azzam
" Ohh gitu " Sahut Bu yani
" Tapi nanti terserah dek Aisyah aja mau di sini , di rumah baru atau di aparteman " Kata Azzam
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA
TERIMA KASIH
__ADS_1