Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 157 . Aisyah Melahirkan


__ADS_3

Dalam perjalanan dari Bali tadi , Aldi masih tidak percaya kalau sahabatnya itu telah pergi untuk selama -lamanya . Apa lagi Azzam sempat menelpon dirinya lewat sambungan video call . Dia masih berharap semua informasi yang dia dengar salah .


Tapi ketika sampai di rumah Azzam . Jantung Aldi berdetak dua kali lebih cepat saat melihat rangkaian bunga yang berjejer di halaman rumah sahabatnya itu. Tangis Aldi pecah saat melihat Azzam yang terbujur kaku terbungkus kain kapan . Aldi lalu memeluk ljenazah Azzam sambil menangis sesegukan. Pak Khairul mendekati Aldi yang bersandar duduk di sampIng jenazah Azzam .


" Ikhlas , Nak ! Azzam juga akan bersedih melihat kamu seperti ini . Yang harus kita lakukan sekarag banyak berdoa , agar Azzam tenang disana !" Kata Pak Khairul .


" Iya By !" Sahut Aldi sambil mengusap air matanya .


Aldi bangun dari duduknya , hatinya terasa sakit ketika melihat Aisyah yang sedang menangiis di pelukan Anisa kakaknya .


Mala menghampiri ,Aisyah dan memeluk sahabatnya itu .


" Yang sabar ya Ais . Kamu harus kuat , ada amanah Mas Azzam di perut kamu yang harus kamu jaga . Kamu nggak sendiri , ada saya dan yang lainnya yang akan sellalu menemani kamu ." Kata Mala ikut menagis sesegukan.


Mala tidak menyangka musibah ini akan dialami oleh Azzam . Azzam dan Aisyah pasangan yang memiliki ikatan cinta yang begitu kuat kini terpisahkan oleh maut. Lebih memilukan lagi, karena Aisyah sedang hamil tua.


***


Setelah disholatkan Jenazah Azzam pun siap di berangkatkan menuju tempat pemakanan .


" Kalo kamu nggak kuat ikut kepemakanan , kita di rumah aja ! " Kata Anisa pada Aisyah .


" Insya Allah Ais kuat , Kak ! " sahut Aisyah sambil. mengusap air matanya .


Iringn-iringan mobil yang mengantar jenazah Azzam pun mulai bergerak meninggalkan rumah duka . Jenazah Azzam akan di makamkan bersebelahan dengan makan kakek dan neneknya .


Proses pemakanan berlangsung . Kembali para wartawan dicegah untuk masuk ke areal pemakanan itu . Karena baik Aisyah maupun keluarga lainnya tidak ingin peristiwa itu menjadi konsumsi media .


Para wartawan merasa kecewa dengan tindakan Aisyah sekeluarga yang tidak mau tersorot media . Tapi mereka pun tidak bisa berbuat apa -apa .


Seleaai proses pemakanan , satu persatu pelayat yang datang meninggalkan areal pemakaman . Tinggal keluarga dan para sahabat Aisyah yang masih berada di pemakaman .


" Dek , kita pulang ,Yuk ! Bentar lagi azan magrib lho ! " kata Anisa pada Aisyah yang masih memeluk nisan Azzam .


" Iya ,Nak , yuk kita pulang , selepas magrib kita akan mengadakan tahlilah ." Kata Bu Ainun .


" By , Ais pulang dulu ya , nanti Ais balik lagi . " Kata Aisyah lalu mencium nisan Azzam .


Dengan di bantu Anisa dan Mala , Aisyah bangun dari duduknya .


" Aduh..!" Pekik Aisyah sambil memegangi perutnya . Membuat semuanya mendekati Aisyah .


" Kenapa ,Dek ? " Tanya Anisa .


" Kenapa Ais ,? " Mala ikut panik .


" Sakit kak. Perut Ais sakit !" lirih Aisyah .


" Masya Allah , Mungkin Ais mau lahiran !" Kata Bu Ainun


" Ya udah , kita ke rumah sakit !" Kata Anisa .


Ahmad langsung menggendong Aisyah ke mobil bergegas menuju rumah sakit .


Sesampainya di rumah sakit , Aisyah langsung di tanggani Dokter Arini. Setelah di periksa , Aisyah memang akan melahirkan .


Di dalam ruang bersalin Aisyah di temani Anisa.


Di depan ruamg bersalin , tampak keluarga yang lain menunggu


" Ummy , Saya sama Dek Mala pulang dulu ya , untuk mempersiapkan acara tahlilan ." Kata Aldi .


" Iya , Nak . Tolong ya ! Ummy nggak bisa ninggalin Ais sekarang ." Kata Bu Ainun .


" Dek , kamu juga pulang ya, Bantu di rumah ! " Kata Ahmad pada Putri . Putri menuruti perintah suaminya .

__ADS_1


Keempat sahabat Aisyah itu pulang ke rumah Aisyah. Untuk mempersiapkan acara tahlilan almarhum Azzam..


Dalam perjalanan pulang , mereka tidak banyak bicara. Banyak hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata . Mereka prihatin dengan kondisi Aisyah .Mereka berdoa semoga proses lahiran Aisyah lancar. Aisyah dan calon bayinya selamat dan sehat. Serta berharap sahabat mereka itu bisa melewati semua ujian berat itu .


***


Di rumah sakit tampak Pak khairul , Bu Ainun , Pak Sulaiman , Ahmad dan Farhan yang menunggu di depan ruangan bersalin Aisyah . Mereka tampak cemas .


Sementara itu di dalam ruangan Aisyah merasakan rasa sakit yang luar biasa . Sang kakak Anisa mendampingi Aisyah . Terus memberinya semangat .


Air mata Aisyah menetes membasahi pipinya . Tubuh Aisyah nampak lemas . Di tambah lagi dari tadi siang tidak ada sesuatu apapun yang masuk keperutnya . Aisyah teringat akan suaminya . Andai saja Azzam ada di samping saat itu . Pasti suasannya akan berbeda .


Aisyah memejamkan matanya . Bayangan wajah Azzam tersenyum memenuhi pikirannya . Tiba - tiba Aisyah merasa seseorang membelai kepalanya , Aisyah membuka mata menatap sekelilingnya , Dia melihat kakaknya Anisa berdiri disampingnya bersama Dokter Arini yang memegangi kakinya .


Belaian tangan itu kini membelai wajahnya , Ketika Aisyah melihat keatas , dia melihat Azzam berdiri tepat di atas kepalanya . Kemudian Azzam mengecup keningnya . Kalimat -kalimat yang di bisikkan Azzam memberikan semangat dan kekuatan untuk Aisyah mengejan .


" Ayo Dek , Dorong lagi , Udah keliatan kepalanya !" Kata Anisa penuh semangat .


" Iya Mba , Atur napasnya , dan dorong !" tambah Dokter Arini .


"Oeeee.... Oeeee" tangis bayi pun terdengar .


" Kamu wanita hebat sayang. Saya sangat mencintai kamu ,!" bisik Azzam lagi ditelinga Aisyah .


" Selamat ya , Dek . Bayi kamu laki -laki ! " Kata Anisa sambil mengelap keringat di wajah Aisyah .


" Hubby , jangan pergi !" Kata Aisyah ketika Azzam menjauhinya .


" Dek ? " Kata Anisa menatap Aisyah bingung sambil menoleh ke arah tatapan Aisyah . Anisa tidak melihat siapa -siapa disana .


" Dek , istigfar , sayang ! " Kata Anisa dengan suara seraknya .


" Kak, Mas Azzam tadi di sini , dia semangatin Aisyah . Kenapa dia malah pergi lagi ." kata Aisyah terisak .


Anisa memeluk adiknya . Dia pun tidak bisa berkata -kata .


Di luar ruang bersalin , mereka yang mendengar suara tangisan bayi pun merasa lega . Mereka semua gembira sekali . Setidaknya kehadiran bayi mungil itu bisa menghibur hati mereka yang sedang berduka .


Seteah bayi itu di bersihkan , dan Aisyah sudah di pindah ke ruang rawat , mereka semua pun masuk ruangan menemui Aisyah .


Seorang suster pun memberikan bayi mungil itu pada Aisyah .


" Selamat datang kesayangannya Ummy ! " Kata Aisyah dengan mata berkaca -kaca mencium dan memeluk bayinya .


" Babynya di azankan dulu ya ,Dek ! " Kata Ahmad .


Aisyah mengangguk . Aisyah pun meminta Pak Khairul untuk mengazankan cucu pertamanya itu .


Dengan suara gemetar Pak Khairul mengaazankan sang cucu . Suasana haru kembali menyelimuti mereka semua .


" Hubby , Andai saja kamu tidak meninggalkan kami , moment ini adalah moment yang paling kita tunggu -tunggu !" Batin Aisyah .


"Udah ada namanya kah ,cucunya Opa ? " Kata Pak Khairul sambil menggendong cucunya itu .


" Ais ? Kok bengong, Nak ? " Tegus Bu Yani


" Hah, Kenapa bu ? " Tanya Aisyah yang tersadar dari lamunannya .


" Cucunya Opa ini udah ada namanya belum ? " Tanya Pak Khairul lagi .


" Ohh, namanya Nazriel Ilham . Nama yang sudah disiapkan Mas Azzam ." Sahut Aisyah .


" Nazriel Ilham . " Bagus sahut Bu Ainun .


" Dipanggil Nazriel ? "Tanya Ahmad

__ADS_1


Aisyah mengangguk .


Pak Khairul , Bu Ainun , Pak Sulaiman dan Bu Yani saling bergantian mengendong cucu mereka .


" Dek , kamu harus kuat untuk bayi kamu ! " Kata Ahmad yang saat itu duduk di dekat Aisyah .


Aisyah tidak menjawab. Membuat Anisa yang berada di samping Aisyah menatap Ahmad . Mereka bisa merasakan apa yang Aisyah rasakan saat itu .


Ahmad dan Anisa lalu memeluk adik mereka yang masih rapuh itu . Tidak lama kemudian pintu ruangan di ketuk , dan muncul Farhan suami Anisa dengan membawa kantong plastik besar berisi makanan dan minuman untuk mereka semua .


Bu Yani lalu mengambil sebungkus nasi itu dan.mendekati Aisyah .


" Makan dulu , ya Nak ! Kamu dari tadi siang belum makan , ibu suapin ! " Kata Bu Yani .


" Iya , Dek . Ingat kamu punya Nazriel yang membutuhkan kamu ! " Kata Anisa .


" Iya . " jawab Aisyah pelan . Wlalaupun saat itu selera makannya tidak ada, tapi demi buah hati tercinta, satu -satunya buah cintanya bersama Azzam, memaksa Aisyah untuk tetap mengisi perutnya. Supaya kondisinya segera puluh dan merawat buah cinta mereka.


Nazriel kecil satu -satunya penyemangat hidupnya saat itu . Seleaai makan Aisyah kembali menggendong bayinya .


" Ummy akan kuat untuk kamu ,Nak ! " Kata Aisyah sambil mencium pipi bayinya .Wajah Nazriel kecil sangat mirif sekali dengan wajah almarhum Azzam. Sehingga Aisyah merasa seperti melihat sosok Azzam kecil sekarang.


***


Keesokan harinya , sahabat -sahabat Aisyah pun datang menjenguk Aisyah . Membuat suasana ruang rawat Aisyah semakin ramai .


" Uyyy..cup .cup , cup , kayaknya mau mimik nie dedek Nazrielnya .Haus ya ? " Kata Ayu lalu memberikan Nazriel kecil pada Aisyah .


Aisyah lalu menyusui bayinya . Walaupun Asinya belum begitu banyak . Memberikan Asi ekskluaif sudah menjadi pilihan Aisyah dan Azzam ketika mereka menbicarakan tentang merawat anak mereka saat sudah lahir.


Setelah tiga hari pasca melahirkan, Aisyah pun diperbolehkan pulang. Sesampainya di rumah, Aisyah tersenyum karena semuanya menyambut kedatangannya.


Selain tersenyum pada semua keluarga yang menyambutnya, Aisyah juga tersenyum pada sosok bayangan Azzam yang berdiri di antara yang lainya. Yang menatap dirinya dengan senyum juga.


Hari -hari selanjutnya setelah kepergian Azzam, Aisyah masih merasa Azzam selalu bersamanya. Setiap malam selama Aisyah dirawat di rumah sakit. Azzam selalu hadir dalam mimpinya. Saat terbangun Aisyah selalu meneteskan air mata karena menyadari Azzam sudah tidak ada bersamanya.


Nazriel kecil pun di gendong oleh Anisa. Kemudian satu persatu mereka semua bergiliran menggendong dan menimang -nimang bayi mungil itu.


" Ais , Abby sama Ummy berencana akan mengadakan syukuran kecil -kecilan atas kelahiran Nazriel . Kamu setuju? " Tanya Bu Ainun.


" Iya, Ummy. Ais setuju !Ais ada satu permintaan untuk Ummy, Abby, Ayah dan Ibu " Kata Aisyah.


" Apa itu, Nak ? " Tanya Pak Sulaiman


Mata Aisyah tampak berkaca -kaca.


" Katakan, Nak ! Permintaan kamu apa ? " Tanya Bu Ainun


" Ais, mau Ummy, Abby, Ayah dan Ibu tinggal di sini temani Ais ! " Kata Aisyah dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.


Bu Ainun yang duduk di samping Aisyah, lalu memeluk Aisyah.


" Iya, Nak, Kami semua akan tinggal disini ! " Kata Bu Ainun.


Suasana duka kembali menyelimuti mereka semua. Situasi sekarang tentunya tidak mudah untuk Aisyah. Dia harus selalu dikelilingi orang -orang yang mensuport dia.


***


Satu minggu berlalu, Hari itu Aisyah bersiap -siap akan ziarah ke makan


Suaminya. Aisyah pergi bersama Abangnya Ahmad , sementara Nazriel kecil di jaga kakek dan neneknya di rumah.


" Pelan -pelan! " Kata Ahmad saat Aisyah keluar dari mobil yang sudah dia bukakan pintunya.


" Iya. " sahut Aisyah.

__ADS_1


Dengan mengalungkan tangan di lengan abangnya , Aisyah berjalan menuju tempat suami tercinta di makamkan. Hatinya bergejolak hebat saat itu.


..."Bersambung...


__ADS_2