Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 155. Tragedi Memilukan


__ADS_3

Pukul 08.00 Azzam bersiap untuk berangkat ke kantor . Aisyah membantu suaminya merapikan kemeja dan jas yang dikenakan Azzam .


Dengan detail sekali Aisyah merapikan pakaian suaminya . Sementara mata Azzam terfokus pada wajah cantik istrinya .


" Pagi ini kamu terlihat berbeda sayang , cantik sekali . Kok saya jadi males ya ke kantor ! " Kata Azzam sambil membelai pipi Aisyah yang merona .


" Ohh , jadi pagi -pagi sebelumnya , Nggak .." Aisyah tidak bisa melanjutkan ucapannya karena bibir Azzam sudah menguasai bibirnya . Aisyah tidak bisa menolak sentuhan lembut itu .


Setelah ******* bibir Aisyah , Azzam memeluk Aisyah . Cukup lama mereka berpelukan tanpa bicara sepatah kata pun .


" By , udah ya ! Takutnya macet di jalan , Hubby jadi terlambat sampai kantor ." Kata Aisyah memecah kesunyian .


" Lima menit lagi sayang ! "Sahut Azzam yang enggan melepas pelukannya .


Aisyah menuruti kemauan Azzam.. Setelah itu Azzam jongkok . Menempelkan wajahnya ke perut Aisyah dan kedua tangannya mengusap perut Aisyah .


" Jangan rewel ya ,Nak . Kasian Ummy . Kamu jagain Ummy ya ,! " Kata Azzam lalu memeluk perut Aisyah .


"Iya Abby ! " Sahut Aisyah menirukan suara anak -anak . Membuat Azzam tersenyum lalu bangun dari jongkoknya .


Aisyah dan Azzam bergandengan tangan melangkah keluar dari kamar mereka . Menuju halaman tempat Riko yang sudah menunggunya di samping mobil yang sudah siap mengantar mereka pergi ke kantor..


Melihat sang majikan keluar dari rumah , Riko pun membukakan pintu mobil . Sebelum masuk ke dalam mobil Azzam kembali memeluk Aisyah . Mengecup kening dan punggung tangan Aisyah.


" Jaga diri ya , saya pergi dulu ! " Kata Azzam


" Iya , hati -hati By , dan cepat pulang ! Sahut Aisyah .


Azzam menganggu lalu masuk ke dalam mobil . Di dalam mobil Azzam membuka kaca menatap Aisyah yang berdiri di samping mobil itu .


Perlahan mobil bergerak keluar dari gerbang . Azzam melambaikan tangan pada Aisyah . Aisyah membalas lambaian tangan suaminya , hingga mobil sang suami menghilang di belokan jalan .


Dengan langkah gontai Aisyah kembali masuk ke dalam rumah , sambil sesekali dia menoleh ke belakang . Dia merasa ada sesuatu yang berbeda pada sikap Azzam hari itu . Tidak biasanya Azzam sampai melambaikan tangan padanya . Tatapan mata Azzam yang beebeda dari biasanya membuat hati Aisyah gelisah .


" Ya Allah , lindungi suami hamba . !" Batin Aisyah .


Di dalam rumah Aisyah semakin tidak tenang . Sambil menunggu kabar dari Azzam dia mengambil wudhu bersiap untuk sholat agar hatinya tenang .


Selesai sholat ponsel Aisyah berdering . Aisyah tersenyum melihat nama Azzam muncul di layar ponselnya .


" Assalamualaikum , Sayang ! " Sapa Azzam saat sambungan telpon tersambung .


" Walalikumsalam ,By ! Sudah sampai kantor ? " Tanya Aisyah .


" Sudah sayang . Ini saya sudah di ruangan ." sahut Azzam .


" Alhamdulillah ! " Jawab Aisyah merasa lega .


" Iya Alhamdulillah . Kamu baik -baik di rumah ya , jaga diri !" Pesan Azzam


" Iya , Hubby juga hati -hati ya !" Balas Aisyah .


Sambungan telpon terputus , Aisyah menyandarkan tubuhnya di sofa . Dia lalu menelpon kedua orang tuanya , menanyakan kabar mereka . Sementara itu Azzam sudah bersiap menuju ruang meeting . Karena semua sudah menunggu dirinya .


Saat keluar dari ruangannya tiba -toba Riko menghampirinya dengan napas terengan -engah , sepertinya dia tadi habis berlari untuk bisa sampai di ruangan Azzam


" Kamu kenapa Riko ? " Tanya Azzam


" Maaf Pak ! Saya harus pulang kampung ,kakak sayang meninggal karena kecelakaan !" kata Riko dengan ekspresi kesedihan yang begitu mendalam .

__ADS_1


" Inna ilaihi wainailaihi rojiun. Saya turut berduka , semoga amal ibadahnya di terima oleh ALLAH SWT dan Husnul khotimah." kata Azzam.


" Amin Pak Bos terima kasih !" Kata Riko .


" Jadi kamu langsung berangkat sekarang ? " tanya Azzam .


Riko mengangguk .


" Tunggu sebentar ! " Kata Azzam lalu masuk kembali keruangannya .


Di dalam ruangannya dia membuka brangkas ,mengambil sejumlah uang dan memasukannya ke dalam amplok .


" Ini untuk kamu , pergunakan sebaik -baiknya untuk keperluan kamu di jalan dan keluarga di kampung ya , sampaikan salam saya untuk mereka ." Kata Azzam sambil menyerahkan ampok berisi uang itu kepada Riko .


Tangan Riko gemetar menerima amplok itu . Dari besarnya amplok dan tebalnya isi didalamnya , Riko bisa memastikan jumlah uang itu pastilah tidak sedikit .


" Tapi Pak Bos , ini ...!"


" Sudah ambil saja , saya ikhlas ! " Sahut Azzam .


" Terima kasih Pak Bos ! " Kata Riko dengan mata yang terlihat berkaca -kaca . Dia kagun akan sifat demawan Pak Bosnya ini .


Riko lalu memberikan kunci mobil pada Azzam ,


" Kamu kerumah lagi kan ? " kata Azzam


" Iya , untuk mengambil baju dan lainnya . Nanti saya naik taksi ." Jawab Riko .


"Kamu pakai aja mobil saya , supaya lebih cepat !" Kata Azzam sambil mengembalikan kunci mobil ke Riko .


"Nggak usah Pak Bos . ! Saya sudah minta sopir kantor mengantat Mas Riko ." Kata Anggie yang menghampiri keduanya.


" Kamu antar calon suamimu ke mobil !" Kata Azzam menatap Anggie.


Anggie mengangguk . Anggie dan Riko berjalan beriringan meninggalkan Azzam . Sedangkan Azzam bergegas menuju ruang meeting .


***


Pukul 11.00 meeting selesai. Azzam pun berencana untuk langsung pulang . Karena sudah tidak ada lagi yang harus di kerjakannya .


Azzam melangkah keluar dari ruangannya , menuju lift ke lantai dasar dan langsumg keparkiran.


" Bismillahirohmannirrohim ! " Ucap Azzam saat menghidupkan mesin mobil . Perlahan mobil itu bergerak meninggalkan areal parkir kantor dan berbaur dengan kendaraan lainnya di jalan raya .


Lima belas menit kemudian , ketika di persimpangan jalan , tepatnya di lampu merah , sebuah truk yang harusnya berhenti , namun tetap melaju tak terkendali menabrak mobil -mobil yang melintas di depannya . Mengakibatkan kecelakaan beruntun pun terjadi . Setelah menabrak mobil di depannya sang sopir membanting stir ke kiri menhidari pemukimar pendudik namun menabrak lagi mobil lain yang melintas di jalur itu .Dan salah satunya mobil yang di tabrak adalah mobil yang di kendarai oleh Azzam.


Orang -orang yang selamat disekitar tempat kejadian pun berhamburan menolong para korban kecelakaan .Suasana semakin memilukan karena bebeapa diantaranya meninggal di tempat.


Dari sekian banyak mobil yang di tabrak truk itu , kondisi mobil Azzam lah yang paling parah , karena terseret oleh truk itu dan membentur tembok beton . Melihat kondisi mobil yang hancur bisa di pastikan pengemudinya pasti tidak tertolong .


Dan benar saja , ketika tim evakuasi datang , kondisi Azzam sudah tidak terselamatkan . Luka parah di kepala mengantarkan Azzam menghembuskan napas terakhirnya .


***


Setelah cukup lama telponan dengan kedua orang tuanya , Aisyah mengantuk .Dia lalu menyandarkan tubuhnya disofa dan tertidur .


Dalam tidurnya Aisyah bermimpi , Azzam menghampirinya sambil tersenyum mengecup kening dan punggung tangannya.


" Sayang , apapun yang terjadi , yakinlah saya akan selalu di samping kamu . Kamu jaga diri baik -baik ya , jaga anak kita ! Maafkan saya , saya tidak bisa bersama kamu lagi ." Kata Azzam dengan mata berkaca -kaca .

__ADS_1


" Nggak , Hubby mau kemana ? Hubby nggak boleh pergi ! " Sahut Aisyah dengan isak tangisnya .


Azzam tersenyum menatap Aisyah . Perlahan.menjauh dan menghilang .


" Hubby....Hubbby ...! Jerit Aisyah dalam tidurnya .


" Non , Non ,Aisyah ! Bangun Non !"


Sayup -sayup Aisyah mendengar namanya di panggil . Aisyah bergegas bangun. Tubuhnya gemetar , keringat dingin membasahi sekujur tubuh .


" Non , minum dulu ! " Kata Bi Nur memberikan segelas air putih pada Aisyah .


Aisyah mengambil gelas itu , namun karena dia masih gemetar, Bi Imah yang duduk di sampingnya membantu Aisyah memegangi gelas .


Aisyah menatap wajah Bi Nur dan Bi Imah bergantian . Dia melihat mata keduanya sembab , Ya . Bi Imah dan Bi Nur habis menagis , mereka sudah mendengar kabar tentang peristiwa yang di alami oleh Azzam tapi mereka hanya tau kalau Azzam mengalami kecelakaan selebihnya mereka tidak tau .


Ahmad menelpon keduanya untuk menjaga Aisyah dan tidak mengatakan sesuatu apa pun sampai dia dapat kabar akurat tentang kondisi Azzam .


"Bi Nur sama Bi Imah kenapa ? " Tanya Aisyah .


" Nggak papa Non !" Kata Bi Imah berusaha menyembunyikan kesedihan mereka .


Aisyah mengulang -ngulang kalimat istigfar , mimpinya yang dialaminya terasa begitu nyata . Dia merasa takut dan cemas . Dan mencoba menelpon Azzam . Namun tidak ada jawaban .


***


Di tempat lain , Ahmad , Ozi dan Anggie duluan ke tempat kejadian serta yang sudah mengetahui kondisi Azzam pun merasa terpukul atas musibah yang menimpa Azzam .Mereka bertiga tidak kuasa menahan kesedihan mereka melihat tubuh Azzam yang terbujur kaku tak bernyawa .


Saat itu jenazah Azzam sudah berada di rumah sakit yang tidak begitu jauh dari tempat kejadian .


" Pak , sabar Pak , ini semua memang berat , tapi kita harus ikhlas ." Kata Ozi menguatkan Ahmad .


" Ingat Pak , Ada Bu Aisyah yang butuh suport dari kita semua , kasian dia . Dia sedang hamil ." Kata Ozi dengan suara lirih .


Ahmad mengulang -ngulang kalimat istigfar . Apa yang di katakan Ozi benar . Mengetahui kondisi sang suam yang sudah tidak bernyawa lagi ,Aisyah pasti akan sangat terpuruk .


" Kamu benar ja , tolong kamu handel di sini ya , saya mau ke rumah adik saya ." Kata Ahmad .


" Iya Pak . Bapak pulang saja . Di sini biar saya yang urus ." Kata Ozi .


" Anggie , kamu ikut saya ya , bantu saya mengabarkan hal ini ke yang lain ." kata Ahmad .


Ahmad dan Anggie pulang diantar oleh sopir kantor yang di bawa oleh Anggie tadi . Dalam perjalanan pulang Ahmad dan Anggie menelpon orang terdekat mereka . Ahmad menelpon Pak Khairul orang tua Azzam , kemudian kedua orang tuanya sendiri sekaligus Putri istrinya . Sementara Anggie menelpon sahabat -sahabatnya . Dan orang -orang yang lupa Ahmad telpon .


" Bu , kita segera ke rumah Ais , kasian anak kita bu , dia butuh suport dari kita ." kata Pak Sulaiman sambil memeluk bu Yani yang menangis seseguka di pelukannya.


" Iya , yah !" Kata Bu Yani ,


Mereka pun bergegas ke rumah Aisyah . Dalam perjalanan ke rumah Aisyah , Bu Yani , Pak Sulaiman dan Putri melewati lokasi tempat kejadian , melihat situasi di sana Bu Yani dan Putri tidak bisa membendung air mata mereka .


Begitu juga kedua orang tua Azzam , Bu Ainun menangis sesegukan . Dia tidak menyangka anak satu -satunya akan meninggalkannya dengan cara yang sangat menyedihkan .Apa lagi Azzam meninggalkan Aisyah yang tinggal menunggu hari untuk melahirkan buah hati mereka .


" My , semua sudah takdir dari Allah . Ingat anak kita meninggakan istrinya yang sedang hamil tua , kita harus kuat untuk Aisyah dan calon cucu kita ." Kata Pak Khairul dengan mata berkaca -kaca .


***


Aisyah yang masih tidak enak hati berusaha menelpon nomor ponsel suaminya namun tidak ada jawaban .


Aisyah mulai gelisah . Tidak lama kemudian pintu kamarnya diketuk. Dari balik pintu mumcullah Ahmad .

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2