Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Chapter 2


__ADS_3

KIM HYUN JI POV


Pagi yang sangat indah telah muncul di depan mataku, ketika aku membuka mataku matahari yang cerah telah menyambar mataku dan suara burung berkicauan di pagi hari membuat ku bersemangat untuk melanjutkan aktifitas ku nanti. Tanpa menunggu lama aku langsung bangun dari kasur empuk ku itu dan bersiap-siap untuk berangkat kesekolah.


Saat semua sudah rapi, bersih, dan sudah beres aku tinggal merias diriku dengan tenang dan damai tapi tiba-tiba...


" HYUN JI!! CEPAT... INI SUDAH MAU SIANG!! "


Eomma ku teriak dengan lantang bahkan mengalahkan toa di sekolah ku, dengan terpaksa aku merias wajahku seadanya tapi menurutku... tetap cantik sih wkwk dan setelah itu aku pun pergi ke ruang makan, kalau aku tidak segera ke ruang makan... Entah lah aku tidak bisa berkata-kata lagi. Saat sampai diruang makan pandangan yang aku langsung lihat adalah appa, oppa, dan eomma dan aku pun langsung menghampiri mereka.


" Selamat pagi eomma ku tercinta " aku langsung memeluk eomma ku dari belakang dan mencium pipinya.


" Eohh.. Selamat pagi juga anakku tercinta " eomma membalas ciumanku dengan lembut dan melanjutkan menyiapkan sarapan untuk kami.


Aku langsung menghampiri appa ku yang sedang duduk di meja makan sambil membaca koran dengan serius sekali.


" Selamat pagi appa ku tersayang " aku langsung memeluk appa ku dari belakang dan mencium pipinya.


" Selamat pagi juga anakku " appa membalas mencium pipi ku.


Lalu aku langsung duduk di kursi meja makan dan mengambil sebuah roti dan mengolesinya dengan selai kesukaan ku, yaitu selain coklat kacang dan stoberi. Tak lama kemudian oppa ku keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke meja makan dan duduk di sampingku.


" Selamat pagi eomma.. Appa dan juga.. Adikku yang sangat jelek " menyapa eomma dan appa dengan senyuman dan juga menyapaku dengan mengacak-ngacak rambutku dan jangan lupa mengejek.


" Isshh.. Oppa jangan di acak-acak " aku langsung geram dan merapikan riasan rambutku.


" Selamat pagi juga oppa ku terjelek " aku pun membalasnya dengan mencubit kedua pipinya karna aku suka sekali kalau mencubit pipinya.


" Ahh.. Yaa.. Yaa.. Yaaa.. Appo.. Appo.. " meringis kesakitan saat aku mencubit kedua pipinya dan aku pun mencoba untuk tidak mencubitnya lagi tapi masih ku pegang pipinya.


Aku langsung menahan cubitanku dan entah kenapa aku merasa senang sekali bisa memiliki keluarga seperti ini, aku mungkin termasuk gadis beruntung mempunyai keluaran seperti ini. Karna aku bisa berkumpul bersama mereka seperti ini.. Aku harap kita bisa selalu bersama..


Aku pun melepas cubitan oppaku dan bisa ku lihat oppa terus mengelus pipinya agar menghilangkan rasa sakitnya.


' Aku beruntung mempunyai keluarga seperti mereka.. Setiap pagi harus merasakan kebahagiaan yang belum pernah aku rasakan.. Aku harap kita selalu seperti ini terus ya.. Eomma.. Appa.. Oppa.. Sarange ' batin ku sambil menyantap sarapanku dengan gembira.


SKIIPPP...


Saat dikelas aku duduk di tempat ku.. Tempat yang paling aku sukai, aku duduk di dekat jendela. Saat aku duduk aku memandangi pemandangan di sekitar sekolah dan memikirkan namja yang aku sukai.. Siapa lagi kalo bukan Jungkook.. Cowo cool dan populer disekolah ini dan juga adalah sahabat oppaku. Jujur waktu pertama kali ketemu dia dan mengenalnya malah aku tidak tau kalau dia sahabat kakakku, tapi semenjak Jungkook dan teman-temannya datang kerumah hampir setiap hari aku langsung merasakan pandangan pertama. Pertama kali ketemu Jungkook saat dia main kerumah dan waktu itu aku masih anak SD dan aku langsung jatuh cinta sama dia. Dan juga...


" Huaaa.. "


" Aishh.. " aku kaget tiba-tiba. Karena tiba-tiba Soo In mengagetkanku secara tiba-tiba dan aku pun mengelus dada dengan pelan sambil menetralkan nafasku.


" Hehe.. " merasa tak bersalah dengan perbuatan nya itu ia pun dengan santai menaruh tasnya di samping meja dan duduk di samping ku dengan senyuman " Kau sedang apa? " tanyanya dengan nada meledek.


" Soo In.. Kau tadi hampir saja.. Membuat jantung ku copot " aku merasa kesal atas perbuatan Soo In tapi.. Aku tetap sabar dengan perlakuannya itu. kalau bukan begitu bukan Soo In namanya.


" Hehehe.. Maaf... Tapi... kau sedang apa? Dari jauh aku perhatikan kau seperti sedang memikirkan sesuatu. " Soo In membalikkan badannya dan bertanya kepadaku dengan serius.


" Eohh.. A.. Anni.. Anniya " entah kenapa aku merasa gugup dan bingung harus jawab apa, aku pun langsung mengalihkan pandanganku dan langsung membaca buku yang ada di meja.


" Heoksi.. Kau sedang memikirkan Jungkook sunbae? " tebak Soo In dengan muka meledek.


" Ya.. Yaaa.. Siapa juga yang sedang mikirin dia.. A.. Anniya.. " aku merasa malu dan bingung dan langsung membalikkan badan dan berhadapan dengannya dengan... Muka ku pasti sudah merah.


" Mmm.. Sinca? Jeongmal? " tanyanya dengan tegas.


" Bener kok.. " aku menjawabnya dengan ketus dan berbalik lagi dan membaca buku ku supaya aku bisa menutup mukaku.


" Kalau kau sedang tidak memikirkannya kau kenapa membaca buku seperti itu? "


" Mm.. Mwo? " aku bingung dengan pertanyaan Soo In dan menatapnya bingung.


" Igo.. " menunjuk buku yang aku baca dengan kepalanya.


Saat aku lihat.. Aku kaget dan membulatkan mataku dengan tidak percaya. Ternyata aku membaca buku dengan terbalik.. Dengan cepat aku langsung membaliknya dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


" Ahh.. Lihatlah itu.. Kau sedang memikirkannya.. Eisshhh.. " Soo In langsung geram dan kesal tapi dengan nada meledek.


" Heyy.. Aku bilang tidak.. Ya tidak.. " aku mencetusnya dengan geram dan meletakkan bukuku dengan membantingnya pelan dan berhadapan dengannya.


" Heh?! " menghentakkan tangannya dengan pelan " Kalau kau tidak memikirkannya.. Kenapa kau gugup dan gagap saat aku bertanya heoh? Dan juga.. " Soo In mengambil buku yang aku baca " Igo.. Ini buktinya.. " langsung menaruhnya lagi dan terus berbicara tanpa henti.


" Huffttt.. " aku langsung pasrah. Memang karna aku tidak pandai berbohong.. dan juga entah kenapa kalau ada sangkut pautnya dengan Jungkook pasti aku merasa malu dan gugup.


" Ne.. Ne.. Aku ngaku.. Aku memang sedang memikirkannya. Puas kau? " aku langsung membaca buku lagi dan membalikkan badan ku.


Soo In langsung membalikkan badannya dan mengambil buku pelajaran di tasnya.


" Kau tidak bisa berbohong sama aku Hyun Ji.. Aku tau sikapmu itu seperti apa. Kita juga sudah menjadi sahabat sudah lama.. " meletakkan bukunya di meja dan tetap sambil men ceramah kan ku. Dan aku hanya bisa mendengarnya mengoceh dan mencerna perkataannya.


" Jadi.. Jangan ada yang kau sembunyikan dari ku ya.. " Soo In langsung merangkulku dan menatapku " Hmm? Arraseo? "


Aku langsung menatapnya dengan senyum dan mengangguk apa yang dia katakan. Lalu ia langsung mengerjakan tugas yang belum iya selesaikan.


' Kau adalah sahabat terbaikku Soo In.. Saat suka dan duka kau selalu ada di sisiku.. Malah aku sudah menganggapmu seperti keluarga. Aku menyayangimu Soo In ' batinku dan aku langsung mengerjakan tugas ku.


KIM HYUN JI POV END


JUNGKOOK POV


KRINGGGGGGG!!!!!


Bel masuk ke kelas berbunyi, dan juga di hari ini dan di pagi yang cerah ini aku mendapat kan sebuah sepercik semangat di pagi hari dan itu membuat ku terus menerus memikirkannya... Karna aku hari ini melihat sebuah senyuman dari bidadariku.


Flashback On...


Aku berjalan di koridor sekolah bersama sahabat-sahabat ku.. Saat yang lain berjalan mendahului ku entah kenapa aku berjalan lambat karna saat aku menuju ke ruangan kelasku pasti aku akan melewati kelas gadis yang aku sukai. Saat sampai di depan pintu kelasnya pandangan ku langsung teralihkan kepadanya, aku pun berhenti di depan pintu kelas gadis itu dan melihatnya dengan gembira.


" Heii.. Soo In.. Ini salah. Harusnya urutan pertama di bagi dengan urutan yang ketiga.. " dan bisa ku lihat Hyun Ji sedang mengajari Soo In dengan geram dan juga dengan kesabaran.


" Ishh.. Tapi kata Lee songsaengnin bukan begitu caranya.. " Soo In membalas jelasan Hyun Ji dengan geram dan tak mau kalah. Memang mereka selalu saja begitu.


" Issh.. Seperti ini.. Makannya saat pelajaran sedang berlangsung kau jangan mengobrol " Hyun Ji memang begitu dengan berani mengomeli Soo In. Dan akhirnya Soo In mengalah saja.

__ADS_1


' Kau terlihat lucu saat sedang marah.. Apalagi saat sedang mengajari Soo In. ' batinku sambil senyum-senyum sendiri melihat nya mengajari Soo In.


" Hei Jungkook.. " tiba-tiba Taehyung langsung merangkulku dari belakang.


" Kau sedang apa disini? " tanyanya sambil melihat ke arah pandangan yang aku lihat.


Aku menggelengkan kepalaku dan sambil tersenyum. Tapi aku tau tiba-tiba Taehyung terdiam sejenak dan bisa ku tebak dia pasti melihat kearah Soo In dan akhirnya tersenyum-senyum sendiri.


" Kyeopta.. Jeongmal kyeopta.. " gerutu dia dengan suara kecil tapi masih bisa aku mendengar nya.


Aku mengerutkan dahi berpura-pura tidak tahu sambil meledek nya.


" Mwo? Nugu? " tanya ku dengan meledek sambil melepas rangkulan Taehyung.


" Soo In.. Kim.. Soo.. In.. " dia langsung melihatku sambil tersenyum " Cantikkan dia? " puji nya dengan percaya diri.


" Ahh.. " aku hanya menganggukkan kepala ku sambil tersenyum meledek .


" Tae... Kenapa kau tidak menyatakannya saja? Kalau tidak cepat-cepat.. " aku lalu berbisik ke Taehyung sambil meledek.


" Nanti ada yang rebut lho " dan menjauh lagi sambil tersenyum meledek.


" Aissshhhh.. Neo? " geramnya dan menurunkan tasnya " Hey.. Kau sendiri juga? Kenapa kau tidak melakukan yang kau suruh kepadaku? "


" Ahh.. Ke.. Kege.. " aku bingung harus menjawab apa. Apa yang dikatan Taehyung benar dan aku langsung melamun dan memikirkan perkataan Taehyung. Tapi entah kenapa aku belum siap saja untuk menyatakan perasaanku kepadanya.


" Ishh.. " Taehyung menjitak kepalaku dan aku tersadar dari lamunan ku dan ia pergi meninggalkanku dan aku langsung menyusulnya.


Flashback Off....


Pertama kali aku tau dia saat main kerumah Nam Joon dan saat itu aku bertemu dengannya saat dia masih kecil lalu sering berjalannya waktu aku tidak menyangka kalau dia akan bersekolah di SMU yang sama denganku dan itu membuatku sangat gembira bukan main.


' apa mungkin kita di takdirkan bersama? apakah ini yang di namakan kalau kita berjodoh? Dan aku berharap jawabannya.... iya '


Aku tidak tahu kenapa.. Mengapa aku bisa menyukainya. Apa mungkin karna kita sering bertemu dan juga aku menyukai nya bukan karna luarnya tapi dalam hatinya. Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja.. Akan aku buktikan bahwa aku akan selalu berada di sisinya dan juga membuktikan diri bahwa aku adalah namja sejati.


JUNGKOOK POV END


AUTHOR POV


TET... TET... TET...


Bel istirahat berbunyi semua murid yang berada di kelas langsung keluar.


" Hyun Ji.. Kajja kita ke kantin aku sudah lapar nih.. Kajja.. Kajja.. " Soo In menarik tangan Hyun Ji karna ia buru-buru sekali ingin ke kantin karna takut kehabisan makanan.


" Soo In.. Aku tidak selera makan " Hyun Ji perlahan melepas pegangan Soo In, dan melanjutkan membaca buku.


" Wae? " ia pun duduk dan merasa khawatir dengan Hyun Ji.


" Apa kau sakit? " ia memegang dahi Hyun Ji takutnya Hyun Ji sakit.


" Anni.. Aku tidak apa-apa. .. Aku memang lagi ga selera makan aja, dan juga aku masih kenyang. " ucap Hyun Ji agar Soo In percaya kepadanya dan tidak ingin membuat dia khawatir.


" Benarkah? " perlahan Soo In melepas menurunkan tangannya dan memastikan bahwa semua baik-baik saja.


Saat Hyun Ji memutuskan untuk ke perpus, Di kelas 3-1 geng BTS sedang bersiap-siap untuk ke kantin, tetapi ada satu namja yang masih duduk di tempat nya dan tidak beranjak sama sekali.


" Heyy.. Jungkook.. Ayo kita ke kantin. Aku tahu kau pasti lapar " J-hope mengajak Jungkook untuk ke kantin dengan gaya rappernya itu.


Jungkook tersenyum melihat tingkahnya yang bergaya rapper itu dan ia hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


" Heoohh? " Taehyung pun duduk di hadapan Jungkook memastikan wajah Jungkook.


" Kenapa? Apa kau sakit? " tanya Taehyung khawatir terhadap sahabat nya itu.


" Tidak. .. Aku hanya tidak selera makan saja "


" Hmm... benarkah? " Tanya Taehyung memastikan sahabat nya itu. Jungkook hanya membalasnya dengan senyuman.


" Aku kira kau sakit... Kalau kau tidak enak badan kau ke UKS saja ya? Arraso? " Jimin menepuk bahu Jungkook dan memberi nasihat kepadanya karna dia juga khawatir dengn sahabat nya itu.


Jungkook hanya mengangguk dan tersenyum. Dan ketika itu juga Jimin, Taehyung, dan J-hope pergi ke kantin. Mereka bertujuh sudah bersahabat sejak kecil, tapi saat berada di kelas SMU mereka berbeda kelas. Jungkook, Jimin, Taehyung, dan J-hope berada di kelas 3-1 sedangkan Suga, Nam Joon, dan Jin berada di jelas 3-2.


Jungkook di kelas hanya duduk dan sambil memandang ke arah luar jendela sekolah, dan seketika ia pun merasa bosan.


' Apa.. Aku ke perpus saja ya? Dari pada di kelas aku tidak ngapa-ngapain? Yasudahlah.. Keperpus saja ' gumam Jungkook dan beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke perpus. Dari pada dia di kelas merasa bosan, suntuk, dan ga ngapa-ngapain mending dia di perpus bisa baca buku.


Saat berada di kantin terasa sangat ramai dan semua tempat duduk di isi semua, tapi untung saja Soo In dapat tempat duduk dan itu pun dekat jendela tapi tidak apa-apa ada hiburan lah menurut Soo In. Ia pun memakan makan siangnya sambil memandang ke luar jendela.


" Sendirian saja makannya? " Tiba-tiba seseorang meletakkan nampan makannya di samping Soo In dan duduk di sebelahnya Soo In.


" Hyun Ji dimana? Tidak ke kantin bareng? " Tanyanya sambil memberikan sekotak susu ke Soo In.


" Eohh.. Oppa? " Hati Soo In bergembira sangat, karna ia tidak merasakan makan sendirian di kantin karna seorang penyelamatnya datang, dan itu oppa dia Jin.


" Dia tidak ke kantin. Katanya tidak selera makan jadinya aku sendirian, tapi untung ada oppa di sini jadi aku tidak makan sendirian. " Soo In memakan makanannya dengan lahap karna gembira sekali.


" Eishhh.. Kalo makan pelan-pelan saja, nanti keselek aja kamu. " saut Jin memberitahu adiknya itu dengan lembut, dan Soo In hanya tersenyum sambil mengunyah makan siangnya.


" Jin... ternyata kau sudah kesini? aku cariin juga sama Nam Joon. " saut Suga dan di ikuti oleh Nam Joon dan mereka duduk di kursi yang sama dengan Soo In dan Jin, mereka duduk berhadapan sambil memakan makan siangnya.


" Eoh? maaf kan aku juga harus cari tempa kosong buat kita, terus aku lihat dia makan sendiri jadi aku samperin dia. " Jelas Jin dengan santai. Nam Joon melihat ke arah Soo In dan menengok kiri dan kanan seperti mencari seseorang.


" Soo In-ah... " panggil Nam Joon dengan lembut.


" Ne oppa? "


" Hyun Ji mana? kau tidak kenangan bersama dia? tumben sekali. " tanya Nam Joon.


" Katanya dia tidak selera makan, jadinya dia tidak mau ke kantin " jawab Soo In.


" Hmm... nanti aku beli roti buat dia lah, nanti aku titip buat Hyun Ji ya " Soo In menjawabnya dengan tersenyum dan mengangguk kepalanya.


" Huwaaaa akhirnya dapat tempat duduk juga. " saut J-hope dengan lantang dan duduk di samping Suga, begitu juga dengan Taehyung duduk di hadapan Soo In sedangkan Jimin di samping Soo In. Taehyung sebenarnya gugup dan deg-degan karna duduk di hadapan gadis yang dia sukai dan juga bisa makan siang bareng dan itu pun juga sama yang di alami Soo In. Mereka pun memakan makan siangnya dengan gugup dan tenang, tapi mereka harus was-was terhadap sahabat mereka dan juga kakak nya.

__ADS_1


" Tapi...? Jungkook sunbae dimana? Kok tidak ke kantin bareng kalian? " tanya Soo In penasaran karna ia tidak melihat Jungkook di antara mereka.


" Dia katanya tidak selera makan, jadinya tidak ikut kita ke kantin. " Jimin menjawabnya sambil melahap makanannya dengan tenang.


Tiba-tiba Taehyung berhenti makan dan berpikir sejenak, entah lah sikapnya memang suka aneh.


" Ini aneh.. " Taehyung memiringkan kepalanya dan berpikir dengan seksama, mendengar Taehyung berbicara aneh dan sikapnya aneh mereka pun berhenti makan dan menatap ke arah Taehyung terkecuali Suga yang hanya fokus ke makanannya.


" Hah? Apa? Apa? " Jimin bertanya dengan penasaran dengan perkataan Taehyung.


" Jangan-jangan... Hyun Ji dan Jungkook janjian untuk istirahat bareng tapi tidak di sini. iyakan? bisa jadikan? " tebak Taehyung asal.


" Ehmm.. Benar juga tuh.. Bisa jadikan.. Kenapa mereka bisa samaan gitu ya? " Jimin pun ikut menanggapinya dan berpikir tentang omongan Taehyung.


Saat mendengar pembicaraan Taehyung dan Jimin. Nam Joon geram dan memukul kepala mereka dengan sendok dan merasa terusik dengan omongan mereka berdua.


" Hey.. Heyy.. " Nam Joon memukul kepala mereka berdua dengan cukup keras.


" Aishh.. " mereka berdua meringis kesakitan dan mengelus-elus kepalanya.


" Kalian jangan berpikiran seperti itu.. Mana mungkin? Jungkook saja tidak pernah dekat sama adikku " Nam Joon melanjutkan makannya dengan geram.


" Eishh.. Sudahlah. Habiskan makanan kalian " Jin menyuruh Taehyung dan Jimin makan lagi.


Tak lama kemudian dengan santai nya Suga beranjak dari kursi kantin sambil membawa nampan makannya, melihat itu J-hope menahan lengan Suga.


"Kau mau kemana? Buru-buru sekali?" tanya J-hope dengan penasaran.


"Aku sudah selesai makan, dan juga aku ingin ke ruang musik untuk melanjutkan tugas yang dari Yoo Ssaem. Aku duluan ya " pamit nya kepada mereka.


"Hei! Tunggu aku juga ikut" panggil J-hope dan buru-buru menghabiskan makan siang nya dan langsung menyusul Suga dengan cepat.


Saat Suga dan J-hope duluan, di kantin begitu riuh karna terdengar ketawa dan ketiwi dari teman-teman Soo In dan juga geng BTS dan begitu juga dengan murid-murid lain nya di kantin.


AUTHOR POV END


KIM HYUN JI POV


Akhirnya aku bisa ke perpus, dari pada di kelas tidak melakukan apapun lebih baik aku di perpus mungkin saja aku bisa menemukan sesuatu.


" Haahh.. Disini aku merasa tenang dan damai.. " gumam ku sambil mencari buku yang akan aku baca dan mungkin aku akan betah di perpus ini.


Sudah lima menit aku mencari buku yang akan aku baca, tapi belum ketemu juga. Kenapa aku lama sekali? Karna di perpus belum ada buku yang menarik menurut ku, tak lama kemudian aku melihat sebuah buku dengan bersampul biru muda dan itu membuat aku penasaran.


Saat aku melihat pinggiran bukunya aku langsung senang karna buku yang aku incar ternyata ada di perpus ini, cepat-cepat aku menghampiri rak buku itu tapi... buku itu terletak di paling atas tapi tidak terlalu tinggi sekali dengan terpaksa aku pun berjinjit untuk bisa mengambil buku itu. Tapi saat aku berhasil mengambil buku itu ada tangan lain yang ingin mengambil buku itu juga, jujur saat ini aku emosi karna apa? aku yang sudah melihat duluan dan dengan seenaknya saja di mengambilnya.


"Permisi yaa.. Sepertinya yang melihat buku ini aku duluan dan juga aku duluan yang memegang buku ini" Aku tidak peduli dia mau mengkritik aku seperti apa, karna aku sudah emosi. Tapi kenapa dia tidak mengatakan sesuatu?


"Hei! kalau ada seseorang yang sedang mengomelimu harusnya ka-... Eohh?!!" Demi apapun yang ada di bumi ini, jujur kenapa selalu saja pada waktu yang tidak tepat, hari yang tidak tepat juga, dan... kenapa harus di sini juga?


"Ehmm... Permisi... Apa kau ingin membaca buku ini juga? " tanya lelaki itu kepadaku yang sekarang tepat berada di depanku dan juga memegang buku yang sama sepertiku.


"Eohh.. I-iya.. Ta-tapi kalo Sunbae ingin membacanya juga.. Aku akan memba-" Aku gugup setengah mati, karna aku tidak mau melihat wajahnya terus bisa-bisa aku pingsan mendadak jadi aku pun menaruh kembali buku itu, tapi namja itu langsung menarik tanganku dan memberi buku itu kepadaku sambil tersenyum manis.


"Kau saja yang baca buku ini, lagi pula kan tadi kamu yang mengambil buku ini duluan" Dia pun memberikan buku itu kepada ku.


" Eoh.. Te-terima kasih sunbae " aku gugup sekali berbicara dengannya entah kenapa aku selalu gemetar saat bersamanya.


'Ya ampun.. Melihat wajahnya dari dekat seperti ini saja aku pasti akan pingsan. Harus kuat.. Harus kuat.. Tahan Hyun Ji.. Tahan' batin ku sambil menahan rasa takjub ku kepada dia.


"Kau tidak ke kantin bersama Soo In?" tanya namja itu kepadaku sambil memilih buku yang akan di baca.


" Eoh.. Ak-aku sedang tidak selera makan. Sunbae sendiri.. Tumben sekali ke perpus? " aku bertanya sambil melihatnya memilih buku.


" Aku juga sama sepertimu, lagi tidak selera makan" namja itu langsung tersenyum kepadaku dan memilih buku lagi.


' Demi apa pun.. Aku ingin waktu bisa berhenti. Karna dengan kejadian yang tidak terduga seperti ini aku bisa dekat dengan dia dan senyumnya.. Akan selalu aku ingat. Akumencintaimu.. Jeon Jungkook sunbae ' batin ku


KIM HYUN JI POV END


AUTHOR POV


Saat pertemuan yang mendadak membuat Hyun Ji kegirangan setengah mati, saat Jungkook mengajaknya duduk bersama dia harus bisa menahan rasa kagumnya. Mereka pun duduk bersama di dekat jendela perpus, dan yang lebih membuat Hyun Ji tidak bisa berhenti memandang Jungkook terus menerus karna mereka duduk berhadapan dan itu membuat Hyun Ji tidak saat fokus terhadap apapun.


'Bagaimana ini?!... Aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan? percakapan apa yang harus aku mulai dengannya? Arghhhh... Hyun Ji bagaimana ini?' batin Hyun Ji sambil senyum-senyum sendiri seperti orang gila dan juga memandang Jungkook.


"Sampai kapan kau ingin memandangiku Hyun Ji? Sampai segitunya kamu memandangku?"


" Eoh? A-aku tidak sedang memandangi Sunbae.. A-aku se-sedang membaca buku kok " Hyun Ji menjawab gagap karena ketahuan kalau dia dari tadi memandang Jungkook dan ia langsung membaca buku lagi.


Jungkook mengalihkan pandangannya ke Hyun Ji " Apa benar begitu? " tanya Jungkook sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya.


Hyun Ji hanya diam saja karena ia merasa malu tapi akhirnya ia memberanikan diri dan menatap Jungkook. "Tidak... Aku tidak memandangi sunbae dari tadi kok" Hyun Ji menjawabnya dengan lantang dan menjulurkan lidahnya ke Jungkook seperti mengejeknya.


Jungkook tersenyum melihat tingkah Hyun Ji, ia pun menutup buku dan menundukkan kepalanya sejenak dan ia pun mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


"Hyun Ji... " panggil Jungkook dengan lembut dan tidak memandang ke Hyun Ji, pandangannya tetap ke luar jendela.


"Kenapa? Ada apa Sunbae?" jawabnya dengan jengkel dan juga penasaran.


"Hyun Ji...."


Mendengar Jungkook memanggilnya lagi membuat Hyun Ji jengkel dan penasaran, kenapa dia hanya memanggil namanya saja? Kenapa coba?


"Apakah kita bisa... Berteman?"


Hyun Ji seketika membulatkan matanya karena terkejut mendengar pertanyaan Jungkook.


"Kenapa Sunbae ber tanya seperti itu?"


Jungkook tersenyum dan mengalihkan pandangannya kepada Hyun Ji gadis yang akan membuat dia bahagia di kemudian hari.


"Yahh.. Karna aku ingin lebih mengenalmu dan juga bisa lebih akrab denganmu juga."


'Aku tidak tau lagi harus menjawab apa? Aku terlalu shock mendengar penjelasan Jungkook. Dan juga apakah ini tanda lampu hijau dari Jungkook Sunbae? Jujur aku juga ingin lebih mengenal dia dan juga mengerti tentang dia. Ohhh Tuhan... Aku harus menjawab apa?' batin Hyun Ji dan masih terus menatap Jungkook dengan bingung.

__ADS_1


'Aku ingin sekali berada di sisimu.. Bermula kita berteman dan menjalaninya dengan nyaman karna dengan seperti ini aku bisa terus denganmu dalam keadaan apapun dan mengerti tentang kamu dan kamu bisa mengerti tentang aku. Aku berharap semua itu kenyataan." batin Jungkook.


TBC...


__ADS_2