
" Iya, dan uang hubby uang sayang juga , udah baruan siap -siap , atau Hubby cium lagi ni ?"
" Iya..Iya, Ais siap -siap " kata Aisyah bergegas bangun menuju lemari memilih - milih baju yang akan di pakainya .
Setelah selesai bersiap , keduanya pun keluar dari kamar . Mereka berpamitan pada Bi Imah yang saat itu sedang membersihkan kaca jendela di depan rumah.
Aisyah meminta Azzam untuk memakai mobilnya saja . Azzam pun menyetujuinya . Seperti biasa Azzam selalu membukakan pintu mobil untuk sang istri tercinta .
Tujuan utama mereka saat itu adalah sebuah mall terbesar di kota itu .keduanya melangkah masuk ke dalam mall sambil bergandengan tangan .
Aisyah dan Azzam berkeliling mall , akhir nya mereka memutuskan untuk masuk ke sebuah butik . Saat itu Aisyah masih sedikit canggung , karena memang baru pertama kali dia berbelanja bersama suaminya .
Keduanya mulai memilih -milih barang di butik itu , mulai dari baju , celana , sepatu , tas . Setelah di rasa cukup Azzam pun mendekati kasir dan membayar semua belanjaan mereka .
Kemudian Aisyah mengajak Azzam masuk ke toko yang khusus menjual hijab . Aisyah yang suka dengan hijab berbentuk pasmina langsung mengambil beberapa lembar pasmina . Azzam pun ikut memilihkan beberapa lembar pasmina untuk Aisyah .Aisyah tersenyum ketika warna pasmina yang di pilihkan Azzam juga merupakan warna kesukaannya . Aisyah juga membelikan 2 jilbab untuk Bi Nur dan Bi Imah, serta 2 kopiah untuk Pak Jai dan Pak Slamet .
Ekor mata Aisyah terus menelusuri model - model hijab yang terpasang di patung . Pandangan matanya tertuju pada patung model hijab yang menggunakan cadar . Dia membayangkan dirinya memakai cadar .
" Istri Hubby pake hijab begini aja Hubby udah senang " Kata Azzam menyadarkan Aisyah dari lamunannya .
Aisyah tersenyum menatap Azzam . Azzam mengedipkan matanya membalas senyumam Aisyah . Setelah melunasi pembayarannya mereka pun keluar dari toko itu.
Kebetulan Siska dan Tante Mia juga ada di Mall itu . Siska yang tanpa sengaja melihat kebersamaan mereka menatap geram . Dia kesal melihat kedua pasangan itu tampak semakin romamtis .
" Seharusnya Siska Tante, bukan perempuan itu " kata Siska
" Kamu sabar saja , Tante pastikan Azzam akan menceraikan dia , dan menikahi kamu " kata Tante Mia
" Tapi kapan tante ? "
" Sabarlah , Tante sudah punya rencana " Kata Tante Mia .
Tante Mia membisikkan sesuatu ke telinga Siska .Siska tersenyum mendengar ide tante Mia .
"Eh ,, tu Azzam pergi ke toilet , kita samperin perempuan itu ! " Kata Tante Mia mengajak Siska mendekati Aisyah yang sedang duduk dikursi tunggu di depan sebuah toko sendirian .
" Hemm, heemmm, senangnya menghambur - hamburkan duit suami , nikmati saja lah dulu ,sebelum Azzam menceraikan kamu " Kata Tante Mia sinis
" Tante , maksud tante apa bicara seperti itu ?"
" Seharusnya Siska yang menjadi istri Azzam bukan kamu , dasar kampungan " Kata Tante Mia membuat Aisyah mematung .
" Mas Azzam akan kembali menjadi milik saya " Kata Siska setengah berbisik pada Aisyah
Keduanya lalu pergi meninggalkan Aisyah yang masih mematung. Dada Aisyah terasa sesak mengingat perkataan Tante Mia .
" Apa yang akan mereka lakukan ? Ya Allah lindungilah rumah tangga saya " Guman Aisyah
Azzam mempercepat langkahnya ketika melihat Tante Mia dan Siska ngobrol bersama Aisyah , namun keburu keduanya pergi meninggalkan Aisyah saat dia tiba .
" Mereka ngomong apa sayang ? " Tanya Azzam .
Aisyah tidak menjawab pertanyaan Azzam . Buru -buru dia mengusap air matanya .
__ADS_1
" Sayang , Kamu nangis, mereka ngomong apa sayang , cerita ke Hubby ? Kata Azzam sambil menatap Aisyah
" Gak papa by. "
" Gak papa apanya ? Sayang sampai nangis gitu ? "
" Beneran Hubby. Please Ais gak mau bahas itu. Ais laper. Kita makan dulu ya " Aisyah berusaha mengalihkan pembicaraan mereka .
" Okey , "
Keduanya berjalan menuju sebuah restoran dan memesan makanan . Aisyah berusaha melupakan semua perkataan Tante Mia , dan bersikap serileks mungkin agar Azzam tidak bertanya lagi .
Azzam terus memperhatikan raut Wajah Aisyah. Walaupun Aisyah tampak tersenyum tapi Azzam tau pasti Tante Mia sudah mengatakan sesuatu yang menyakiti hati istrinya .
Azzam pun tidak ingin menanyakan hal itu lagi. Dia tidak ingin membuat Aisyah semakin bersedih . Dia mencoba menghibur istrinya dengan cerita -cerita lucu dan dia pun berhasil membuat Aisyah tertawa lepas .
Tidak lama kemudian pelayan datang mengantar makanan pesanan mereka .
Keduanya pun menikmati makan siang bersama. Setelah selesai makan Azzam pergi ke sebuah ruangan di pojok restoran itu , ruangan itu biasa di gunakan para karyawan dan pengunjung yang ingin sholat . Azzam lalu sholat dzuhur di ruangan itu. Sedangkan Aisyah masih duduk di meja makan menunggu suaminya sambil membuka sosial media yang dia punya di ponselnya .
Aktifitas Aisyah pun sebenarnya sedang di amati oleh seseorang . Seseorang yang masih sangat mencintai Aisyah . Seseorang yang sudah sangat menyesal telah melukai hati perempuan sebaik Aisyah .
Dia adalah Hendri . Hendri semenjak bebas dari penjara mencari Aisyah . Walaupun dia sudah menikahi seorang gadis yang sudah di hamilinya . Dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia masih sangat mencintai Aisyah .
Hendri mencari Aisyah bukan untuk merebut hati Aisyah lagi tapi lebih cenderung memastikan apakah Aisyah benar -benar bahagia dengan lelaki yang kini bersamanya . Dia tidak ingin melihat perempuan yang masih sangat di cintainya itu merasa tidak bahagia .Melihat sikap dua orang yang menghapiri Aisyah tadi membuat Hendri ikut geram .
Selesai sholat Azzam kembali duduk di samping istrinya
" Gimana ? habis ini kita mau ke mana lagi ? tanya Azzam
Sesampainya di panti ,Aisyah langsung menbagikan makanan dan es ceam yang dibawanya . Anak -anak gembira sekali melihat kedatangan Aisyah . Beberapa di antara anak -anak itu ada yang menangis sambil memeluk Aisyah .Mereka kangen sama Aisyah yang mereka sapa Kak Ais. Karena cukup lama Aisyah tidak mengunjungi mereka .
Mereka lalu mengajak Aisyah dan Azzam bermain di halaman panti kebetulan cuaca saat itu lagi mendung jadi mereka bisa bebas bermain . Bermain dengan anak -anak panti membuat Aisyah lupa akan masalah yang membebani pikirannya .
Cukup lama Aisyah dan Azzam bermain dengan anak -anak panti .bahkan mereka melaksanakan sholat ashar berjamaah di panti itu .
Pukul 17.00 Aisyah dan Azzam pamit pulang . Sebelum mereka pulang Azzam menyerahkan amplok berwarna coklat pada pengurus panti . Untuk dapat di pergunakan sebaik -baiknya .
Anak -anak melampaikan tangan melepas Aisyah dan Azzam pulang . Mereka masih berdiri di depan gerbang sampai mobil merah yang membawa keduanya menghilang di belokan jalan .
***
Pagi itu suasana rumah Pak Sulaiman tampak ramai . Semua anak dan menantunya berkumoul di rumah , Aisyah dan Azzam kemudian Anisa dan Farhan tidak ketinggalan juga kedua cucunya Dira dan Dika ..
Hari itu akan dilaksanakan acara lamaran Ahmad dan Putri . Mereka semua sudah siap berangkat ke kediaman Putri dengan seragam batik cauple mereka .
Sesampainya di rumah Putri , lantunan sholawat nabi menyambut kedatangan Ahmad sekeluarga . Acara pun berjalan cukup hikmat dan lancar . Proser ijab kabul pun langsung di tentukan , dengan rentan waktu kurang lebih 1 bulan lagi .
Setelah acara lamaran , Kembali Aisyah di sibukkan lagi dengan pesta pernikahan sahabatnya Ayu .
Ayu menikah dengan seorang
pengusaha muda yang bernama Radit yang tinggal di luar kota. Dan setelah menikah Ayu akan ikut suaminya .
__ADS_1
" Kalian tenang aja , saya cuma tinggal di luar kota bukan luar negeri , kita masih bisa ngumpul kok. Walaupun gak sesering waktu saya tinggal di sini " Kata Ayu
" Janji ya " sahut Mala sambil terisak .
" Kamu juga harus janji , setelah Putri dan Abang Ahmad menikah , kamu juga harus nikah sama Mas Aldi " Kata Ayu sambil cengengesan
" Pasti " Sahut Aldi yang berada tidak jauh dari mereka .membuat Mala tersipu malu .
Aldi lalu mengungkapkan perasaannya kepada Mala dan meminta Mala untuk menjadi istrinya di hadapan semua yang hadir di pesta itu.
Semua mata tertuju pada Aldi yang kini sedang betekuk lutut di hadapan Mala dengan kotak cincin berwarna merah yang di sodorkan ke Mala .
" Trima , trima , trima " Sorak yang lain sambil bertepuk tangan .
Mala pun mengangukan kepala sebagai tanda persetujuannya . Aldi pun menyematkan cincin ke jari manis Mala di iringi riuh tepuk tangan semua yang hadir di pesta pernikahan Ayu .
Keempat sahabat itu saling berpelukan ,rasa haru dan bahagia menyelimuti mereka . Aldi , Azzam , Ahmad dan Radit pun saling pandang . Mereka ikut terharu juga . Setelah acara selesai mereka pun pulang ke rumah masing -masing .
Sesampainya di rumah , tepatnya di kamar . Aisyah langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur . Azzam tersenyum melihat tingkah istrinya lalu duduk di samping Aisyah .
" Gak nyangka ya by , kemaren Abang sama Putri , ehh sekarang Aldi sama Mala " kata Aisyah
" Semuanya sudah takdir dari Allah sayang , seperti kita berdua kan ? Siapa sangka kita akan bersama seperti sekarang ."
" Hubby , Ais mau minta izin , Ais mau ngundang semua BFF makan malam di sini sebelum Ayu ikut suaminya "
" Boleh , Hubby izinkan ."
" Thank' s you , Hubby " Kata Aisyah lalu bangun dan mencium pipi suaminya.
" Pipi doang ni ? " Kata Azzam membuat Aisyah tersipu malu .
" Kamu tu , masih malu -malu aja , jadi gemes deh " kata Azzam lalu memcubit mesra pipi Aisyah yang merona.
" Hubby mandi dulu ya ? " Kata Aisyah mengalihkan pembicaraan mereka melangkah menuju lemari mengambil baju untuk suaminya.
Alih -alih mengalihkan pembicaraan , omongan Aisyah barusan telah membangkitkan hasrat lain dalam diri Azzam ,
" Kita mandi bareng ! " Kata Azzam sambil menarik tangan Aisyah ,dia seperti anak kecil yang di suruh mandi oleh ibunya .
" Hubby ,, , ? "
" Mandi doang , sayang gak macem -macem " sahut Azzam dengan senyum penuh nafsu .
" Bener ya ? " kata Aisyah lagi
" Iya , bawel banget sich "
Azzam menutup rapat pintu kamar mandi . Yang pastinya mereka berdua sedang mandi bersama, untuk selebihnya hanya mereka berdualah yang tau .
Bersambung ...
Jangan lupa like dan komennya ya
__ADS_1
Terima kasih