Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 126 . Aisyah Pingsan


__ADS_3

Saat keluar dari cafe Aisyah dan Bu Ainun berjalan bergandengan layaknya seperti ibu dan anaknya . Mereka melangkah menuju mobil yang parkir di parkiran depan cafe . Kebetulan mobil Azzam melintas di depan cafe . Dan Azam melihat Bu Ainun dan Aisyah . Azzam lalu masuk ke areal parkir cafe .


" Itu Azzam." Kata Bu Ainun yang sangat mengenali mobil anaknya .


Azzam bergegas turun lalu menyalami ibunya .


" Alhamdulillah , Akhirnya saya menemukan kamu di sini ." Kata Azzam sambil memegang tangan Aisyah .


" Kamu kenapa sayang ? kamu habis nangis ? Kamu diapain tante Mia sich ? trus tante Mianya mana ? " kata Azzam ketika melihat wajah Aisyah sembab .


" Nanyanya satu -satu dong ? " Kata Bu Ainun sambil tersenyum .


" Ummy juga , kok bisa disini ? " Tanya Azzam lagi .


" Kamu juga kenapa bisa disini ? " Tanya Bu Ainun .


" Tadi saya ditelpon Bi Imah ,katanya Dek Aisyah di ajak tante Mia keluar , saya kuatir dia buat ulah , makanya saya cariin , alhamdulillah ketemu disini ." Kata Azzam masih memegang tangan Aisyah .


" Udah berulah dia ." Sahut Bu Ainun


" Ummy ! " Tegur Aisyah lalu melepaskan tangannya dari tangan Azzam..


" Dia buat ulah apa ,My ? Tanya Azzam penasaran


Tiba -tiba Aisyah merasa pusing , pandangannya pun mulai berkunang - kunang dan


Bruuuk


Aisyah pingsan .Azzam tidak sempat menyangga tubuh Aisyah sehingga Aisyah terjatuh dan kepalanya membentur pembatas jalan .


" Astagfirullah , Angkat Zam. Kita bawa ke rumah sakit ." Kata Bu Ainun panik .


Azzam lalu menggendong Aisyah menuju mobilnya .dan bergegas menuju rumah sakit . Bu Ainun dan sopirnya pribadinya Tomi ikut menyusul Azzam ke rumah sakit .


Sesampainya di rumah sakit , Azzam langsung memanggil suster dan Aisyah dibawa ke UGD untuk dilakukan pemeriksaan .


" Ya Allah , Saya nggak mau istri saya kenapa -napa , lindungilah dia ." batin Azzam .


Azzam tampak gelisah menunggu hasil pemeriksaan di depan ruang UGD.


" Zam, duduk dulu ,Nak! Insya Allah Aisyah nggak papa, mungkin dia kecapeen aja ." Kata Bu Ainun yang melihat Azzam mondar mandir tampak gelisah


" Semoga My , tapi kepala Dek Aisyah terbentur tadi , saya kuatir ." sahut Azzam.


" Kita berdoa saja , semoga Aisyah nggak kenapa -napa ." kata Bu Ainun lagi


Tidak lama kemudian pintu UGD terbuka , dan keluar seorang dokter.


" Gimana istri saya ,Dok ? " Tanya Azzam .


" Nggak papa ,Pak! Istri anda hanya kecapean. Sekarang sedang tidur . Saya sarankan untuk di rawat saja dulu , karena kondisi fisiknya lemah ." tutur Dokter itu.


" Alhamdulillah . Terima kasih ,Dok ." kata Azzam .


" Alhamdulillah." Kata Bu Ainun .


" Anda bisa langsung ke admint untuk mengurus ruang rawat untuk istri Anda . " Kata Dokter yang bernama Yusuf lalu pergi.


Azzam dan Bu Ainun lalu ke bagian admint untuk mengurus ruang rawat Aisyah. Tentunya Azzam memilih fasilitas ruang rawat terbaik di rumah sakit itu . Aisyah pun langsung di pindahkan ke ruangan itu .


Saat itu Aisyah masih dalam kondisi tertidur. Melihat perban di kepala tepatnya di jidat Aisyah membuat Azzam merasa sedih.


" Zam , kamu sudah memberitahu kondisi Aisyah pada kedua orang tuanya ? " Tanya Bu Ainun saat mereka sudah berada di ruang rawat Aisyah .


" Astagfirullah , Belum My. " Sahut Azzam .


" Kamu telpon dulu. Nak ! " Kata Bu Ainun .

__ADS_1


Azzam lalu mengambil ponselnya dan menelpon Pak Sulaiman memgabarkan kalau Aisyah yang berada di rumah sakit .


" Hasil pemeriksaan dokter nggak papa,Yah, Dek Aisyah cuma kecapean saja ." kata Azzam


" Syukurlah ,Nak. Ayah dan Ibu sebentar lagi kesana ." kata Pak Sulaiman .


Setelah saling mengucapkan salam , sambungan telpon pun terputus . Kemudian Azzam menelpon Ahmad mengabarkan hal yang sama . Mendengar kabar adiknya masuk rumah sakit Ahmad pun bergegas ke rumah sakit .


" Ummy belum cerita ke saya gimana kejadian di cafe tadi ? " Kata Azzam


" Kita ngobrol di luar saja , biar nggak ganggu Aisyah istirahat ." Kata Bu Ainun lalu mengajak Azzam keluar .


Azzam pun mengikuti Bu Ainun keluar ruangan itu . Bu Ainun pun menceritakan apa yang sudah di lakukan Tante Mia pada Aisyah di cafe tadi . Hal itu membuat Azzam geram.


" Keterlaluan . Saya kira dia sudah berubah. Trus tante Mianya kemana tadi ? " Tanya Azzam


" Pergi nggak tau kemana , paling dia pulang kerumah , atau mungkin langsung balik ke Amsterdam ." Sahut Bu Ainun.


" Saya mau bicara sama Tante Mia." Kata Azzam lagi .


" Kita tunggu Pak Sulaiman dan Bu Yani datang , baru kita pulang temui Tante Mia . Ummy mau telpon Abby dulu ." Kata Bu Ainun.


Bu Ainun lalu menelpon suaminya Pak Khairul untuk menceritakan apa yang sudah dilakukan Tante Mia . Kebetulan saat itu Pak Khairul juga sedang berdebat dengan Tante Mia yang tiba -tiba ingin balik ke Amsterdam .


" Abby tahan saja dulu dia , Ummy sama Azzam sebentar lagi akan pulang ." Kata Bu Ainun.


" Iya My , Abby tidak akan biarkan dia pergi . Dia sudah keterlaluan.." Kata Pak Khairul .


Sambungan telpon pun terputus .


Pak Khairul merasa kecewa akan sikap adiknya yang tidak berubah , masih saja ingin menghancurkan rumah tangga Azzam, keponakannya sendiri .


Tidak lama kemudian Pak Sulaiman dan Bu Yani datang di susul Ahmad. Setelah ngobrol sebentar tentang kejadian yang cukup membuat tidak enak hati tadi . Bu Ainun pun meminta maaf atas sikap adik iparnya . Lalu Azzam dan Bu Ainun pamit untuk menemui Tante Mia .


" Kalau ada apa -apa segera hubungi saya ." Kata Azzam..


" Iya ,Nak . Tapi saran Ayah selesaikan masalah dengan kepala dingin . Jangan dengan emosi ." Kata Pak Sulaiman .


Azzam dan Bu Ainun pun meninggalkan rumah sakit . Mereka naik mobil masing -masing dan beriringan menuju rumah Bu Ainun .


***


Sementara itu di dalam ruang rawat Aisyah. Tampak Pak Sulaiman , Bu Yani dan Ahmad sedang ngobrol duduk di sofa yang agak jauh dengan tempat Aisyah berbaring .


" Saya nggak habis pikir , Abby , Ummy , Azzam orang baik , tapi kenapa Tante Mia sifatnya jelek sekali . " Kata Ahmad yang keaal dengan sikap tante Mia yang selalu menyakiti adik lesayangannya itu.


" Abang , nggak boleh ngomong begitu . " Sahut Bu Yani .


" Itu kenyataan Bu , Ais yang jadi korbannya , Ais pasti tertekan sekali sampai dia pingsan , entah kata -kata apa yang keluar dari mulut dia tadi." Kata Ahmad semakin geram .


"Sudahlah , kita nggak usah ikut campur , biarlah menjadi urusan keluarga mereka. Bu Ainun juga sudah minta maaf . Azzam pun bilang tadi hasil pemeriksaan dokter Ais cuma kecapeean ." Kata Pak Sulaiman menenangkan Ahmad yang tampak emosi .


" Tapi , Yah ..."


" Udah nggak baik ngomongin orang ." Kata Bu Yani .


" Iya deh , saya mau ke kantin dulu , Ayah sama ibu mau saya beliin apa ? " Kata Ahmad yang merasa perutnya keroncongan .


" Kamu aja yang makan biar pikiran lebih tenang , Ayah sama ibu tadi udah makan di rumah ." Kata Pak Sulaiman.


" Iya Bang. Abang aja yang makan . Biar hilang tu emosinya ." Kata Bu Yani sambil tersenyum .


Ahmad menghela napas beratnya mendengar ucapan kedua orang tuanya itu . Dia pun melangkah menuju pintu untuk pergi ke kantin .


" Ya Allah . Hamba bersyukur punya orang tua seperti mereka, sehatkan terus mereka Ya Allah , supaya selalu bisa membimbing kami anak -anaknya ." Batin Ahmad .


***

__ADS_1


Di tempat lain mobil Azzam dan mobil Bu Ainun sudah masuk ke halaman . Saat akan keluar dari mobil Azzam teringat ucapan Pak Sulaiman tadi untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin bukan dengan emosi .


Azzam saat itu memang sedang emosi . Dia tidak menyangka Tantenya kembali ingin mengacaukan rumah tangganya . Terbayang di benak Azzam . Aisyah pasti sangat terluka mendengar kata -kata tante Mia . Membuatnya mengulang -ngulang kalimat istigfar untuk mengontrol emosinya .


Melihat Azzam yang tidak keluar dari mobilnya , membuat Bu Ainun mendekati mobil Azzam .


" Zam , " kata Bu Ainun sambil mengetuk kaca mobil Azzam .


Menyadari hal itu Azzam lalu membuka pintu dan turun dari mobil.


" Kamu nggak papa , Nak ? " tanya Bu Ainun menatap wajah Azzam .


" Nggak papa ,My!" Sahut Azzam .


" Ya udah , yuk kita masuk ." Kata Bu Ainun.


" Tunggu My , Saya mau ngomong sebentar ." Kata Azzam.


" Masuk dulu , kita ngobrol di dalam!"


" Di sini saja ,My. sebentar aja !"


"Okey , mau ngomong apa ? "


" Ummy tadi kan bilang udah tampar tante Mia , jadi saya minta Ummy kontrol emosi ummy nanti ya , solanya walau bagaimana pun , tante Mia adiknya Abby. Posisi Abby pasti sangat sulit saat ini . " tutur Azzam .


" Zam , tante mu itu sudah keterlaluan . Dulu Aisyah sudah berbaik hati memaafkan semua kesalahannya , kalian mencabut tuntutan kalian , tapi apa balasannya , Dia nggak berubah , liat tingkahnya sekarang ,nggak kapok -kapok dia . " Kata Bu Ainun .


" Ummy ,.please. kita serahkan semua ini sama Abby . Saya rasa Abby akan bijak dalam hal ini ." Kata Azzam.


" Iya deh . " Kata Bu Ainun.


" Ummy !"


" Iya , Ummy nggak akan marah -marah lagi ." Kata Bu Ainun.


" Ayo kita masuk ." Kata Azzam .


Azzam dan Bu Ainun pun masuk ke dalam rumah .


" Assalamualaikum " Kata Azzam saat masuk


" Waalaikumsalam." Sahut Pak Khairul yang saat itu sedang duduk di sofa ruang tamu .


Saat itu Pak Khairul sedang menelpon. Setelah menjawab salam dari Azzam , Pak Khairul melanjutkan obrolannya lewat telpon . Pak Khairul sedang menelpon saudaranya yang tinggal di Amsterdam . Pastinya membahas tentang sikap Tante Mia hari itu .


" Kondisi Aisyah gimana ? " Tanya Pak Khairul ketika sudah menutup telpon.


Pak Khairul menapat anak dan istrinya yang juga duduk di sofa itu secara bergantian .


" Alhamdulillah , nggak papa, Dek Aisyah kecapeean aja by ." kata Azzam .


" Syukurlah . Maaf ya Zam , lagi -lagi tante Mia buat masalah .Abby sudah tegur dia dan hari ini juga dia akan balik ke Amsterdam ." Kata Pak Khairul.


" Iya by. Sekarang tante Mia di mana ? " tanya Azzam .


" Dia lagi packing dikamarnya ." sahut Pak Khairul .


" Saya mau bicara sama dia .!" Kata Azzam lalu bangun dari duduknya dan melangkah menuju kamar tante Mia.


Sepeninggalan Azzam , Bu Ainun mendekati suaminya . Apa yang di katakan Azzam benar , tampak jelas kesedihan di wajah Pak Khairul . Pasti masalah ini tidak mudah untuk Pak Khairul. Walau bagaimana pun Tante Mia adalah adik kesayangan Pak Khairul . Dan merupakan amanah dari almarhum kedua orang tua Pak Khairul untuk menjaga serta membimbing Tante Mia .


Pak Khairul sudah mengambil keputusan . untuk kebaikan bersama ,tante Mia di suruh balik ke Amsterdam . kalau dia tidak merubah sikapnya , tingkah lakunya menjadi lebih baik lagi , dia tidak akan pernah bisa kembali ke rumah itu lagi .


" Abby, Ummy minta maaf ya , tadi udah kasar sama Mia ." Kata Bu Ainun sambil memegang tangan suaminya.


Pak Khairul hanya mengangguk pelan. Dari dulu istri dan adinya itu sulit sekali untuk akur , dan selalu saja firasat istrinya itu benar , membuat Pak Khairul merasa malu atas sikap adiknya .

__ADS_1


" Abby , jangan terlalu di pikirin ya , kita makan siang yuk , Abby pasti belum makan siang kan ? " Kata Bu Ainun lagi .


...Bersambung...


__ADS_2