Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 109 . Air Mata Tak Terbendung


__ADS_3

Tidak lama kemudian azan magrib pun berkumandang. Ahmad , Farhan dan Putri pun bergegas berwudhu untuk melaksanakan sholat. Sedangkan Anisa masih stay di depan ruang ICU karena lagi berhalangan .


Saat itu yang ada di pikiran Anisa, dia ingin bertemu langsung dengan dokter yang menangani Aisyah. Untuk mengetahui kondisi Aisyah.


"Saya harus tau kondisi Aisyah , dan kemungkian -kemungkinan buruk lainnya ." Batin Anisa .


Ketika melihat seorang suster jaga akan masuk ke ruangan Aisyah. Anisa pun langsung menanyakan siapa dokter yang menangani Aisyah. Dia ingin bertemu.


" 10 menit lagi ya Bu . Karena Bu Dokter sedang sholat, nanti setelah beliau sholat ibu saya antar ke ruangannya." Kata Suster itu .


" Baiklah." Sahut Anisa.


Sepuluh menit kemudian Anisa pun menemui dokter yang menangangi Aisyah.


Tok tok tok


" Masuk ! " sahut suara dari dalam .


" Maaf bu , keluarga pasien mau bertemu Bu Dokter ." Kata Suster itu saat duluan masuk sedangkan Anisa masih menunggu di depan pintu .


" Suruh masuk saja ." kata Bu Dokter tanpa menatap suster itu . Dia fokus pada layar laptop di depannya .


" Baik ,Bu ." kata Suster itu lalu kembali keluar .


" Silahkan masuk bu ." Kata suster pada Anisa .


" Terima kasih Suster! " Kata Anisa sambil tersenyum .


" Sama -sama Bu."


"Assalamualaikum. " Sapa Anisa saat masuk ke ruangan dokter .


" Waalaikumsalam. Dokter Anisa kan ? " sahut Bu Dokter yang bernama Arini saat melihat siapa yang masuk .


" Dokter Arini . Apa kabar ? " Kata Anisa yang juga mengenali Dokter itu .


" Kabar baik. Silahkan duduk. Kamu apa kabar, lama kita nggak ketemu ? " Kata Dokter Arini sambil tersenyum .Keduanya pun saling bersalaman, cipika cipiki.


" Iya, Kalo nggak salah terakhir kita ketemu 4 tahun lalu ya ? Waktu itu pas seminar di Kuala lumpur. Iya kan ? " Kata Anisa lalu duduk di kursi depan Dokter Arini


" Iya . Saya senang sekali kita bisa bertemu lagi . O ya ada apa ? Ada yang bisa saya bantu ? " Tanya Dokter Arini


Mendengar perkataan Dokter Arini , membuat ekspresi wajah Anisa berubah. Kesedihan tampak jelas di wajahnya .


" Hey , kenapa ? "


" Pasien yang sekarang kamu tangini itu adik saya . " kata Anisa


" Maksudnya pasien yang bernama Aisyah itu ? " tanya Dokter Arini


Anisa menganggukkan kepala .


" Masya Allah . Saya tidak tau kalau dia adik kamu .Saya turut prihati ,ya ! " Kata Dokter Arini


" Please , apa yang terjadi sama adek saya , dan kemungkinan buruk apa saja yang mungkjn terjadi ." Kata Anisa .


Dokter Arini pun mengeluarkan hasil st scan Aisyah . Dan menjelaskan tentang kondisi Aisyah saat itu .


Dari penjelasan Dokter Arini kesimpulanya . Aisyah mengalami cedera di dua bagian tubuhnya pertama di bagian perut bawah yang mengakibatkan dia harus kehilangan janinnya .Dan dari kondisi rahim Aisyah di prediksi akan sulit untuk hamil lagi.


Kemudian yang kedua memar di belakang kepalanya kemungkinan besar memicu kerusakan pada otaknya . Kemungkinan terburuknya adalah trauma atau cedera otak yang bisa menyebabkan kelumpuhan.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Dokter Arini , Anisa kembali menangis. Tanpa penjelas dokter Arini pun dengan melihat hasil st scan itu dia tau kemungkinan -kemungkinan terburuknya .


" Tapi wallahualam semuanya masih prediksi, semoga semuanya meleset dan saat mba Aisyah sadar nanti semuanya baik -baik saja ." Kata Dokter Arini


" Amin Ya Robbalalamin." " Sahut Anisa.


" Saya dengar suaminya masih di luar negeri ya ? " Kata Dokter Arini


" Iya , Sekarang sedang dalam perjalanan pulang ,mungkin sebentar lagi sampai ." jawab Anisa.


" Kasian sekali., semoga dengan kehadiran suaminya , Mba Aisyah segera sadar ." Kata Dokter Arini.


" Semoga , Dok ." Sahut Anisa


Tidak lama kemudian ponsel Anisa berdering.


" Maaf ,Suami saya yang telpon." Kata Anisa ketika melihat nama My Husbant muncul dilayar ponselnya .


" Iya silahkan."Kata Dokter Arini.


" Assalamualaikum. Ummy kamu dimana ?"


Tanya Farhan


" Walaikumsalam, saya di ruangan Dokter Arini .Dokter yang menangani Aisyah ." Jawab Anisa.


" Oh , Gitu. Abby sama Ahmad dan Putri sudah di depan ICU." Kata Farhan


" Iya . Sebentar lagi saya keluar."


Setelah menutup telpon Anisa pun pamit keluar ruangan Dokter Arini. Dengan langkah gontail Anisa melangkah kembali ke ruang ICU .


Saat sampai di depan ruang ICU, Anisa pun langsung masuk ke ruangan itu dengan menggunakan APD bersama Farhan .


Farhan mengerutkan keningnya mendengar perkataan istrinya .Farhan tau pasti Anisa sudah tau kondisi Aisyah karena dari ruangan dokter yang menangani Aisyah.


" Ummy , Aisyah pasti kuat kok , kita bantu dia dengan doa. " Kata Farhan sambil mengusap pundak Anisa.


Sementara itu di luar ruang ICU sudah ada Pak Khairul dan Bu Ainun yang mengamati dari luar lewat dinding kaca. Melihat Anisa yang menangis , Bu Ainun pun tidak kuasa menahan air matanya .


***


Di tempat lain pesawat yang membawa Azzam pun sudah mendarat di bandara . Azzam pun bergegas keluar dari bandara dan langsung masuk ke dalam taksi .Meninggalkan Ozi dan Ririn yang masih sibuk mengurus batang -barang mereka .


20 menit perjalanan akhirnya Azzam sampai di halaman rumah sakit . Melihat Azzam turun dari taksi Tomy sopir pribadi Bu Ainun yang berada di halaman rumah sakit itu pun menghampiri Azzam .


" Alhamdulillah ,Pak Bos sudah sampai , mari Pak Bos saya antar ." Kata Tomy lalu mengambil alih koper yang di bawa Azzam .


" Baiklah." kata Azzam lalu melangkah mengikuti Tomy .


Semakin mendekati ruang ICU, entah kenapa kaki Azzam terasa semakin berat untuk melangkah . Tubuhnya terasa gemetar .


" Zam kamu harus kuat , Aisyah butuh kamu." Batin Azzam .


" Pak bos , baik -baik saja ? " Tanya Tomy .


" Iya . Saya baik -baik saja ." Sahut Azzam lalu menguatkan kakinya untuk terus melangkah .


" Mas, Azzam ! " Kata Putri memberitahu Ahmad saat melihat Azzam .


Mendengar perkataan Putri , Pak Khairul Ahmad dan Bu Ainun yang menatap ke dalam ruangan Aisyah menoleh ke arah Azzam .

__ADS_1


Azzam melangkah mendekati dinding kaca . Pandangannya tertuju pada sosok yang berbaring diatar tempat tidur. Melihat peralatan medis yang terpasang di tubuh Aisyah membuat kaki Azzam semakin lemah. Sadar akan tubuh Azzam yang sedikit oleng , Pak Khairul dan Ahmad pun merangkul Azzam agar tidak jatuh .


" Duduk dulu ,Nak. Tenangkan dirimu ! " Kata Pak Khairul mengajak Azzam duduk.


" Minum dulu ,Nak. Kamu pasti capek ." Kata Bu Ainun sambil memberikan segelas teh hangat yang sengaja di bawanya dari rumah . Azzam pun meneguk beberapa teguk teh hangat itu .


" Kenapa begitu banyak alat medis yang terpasang di tubuh Ais,, Kenapa masuk ruangan ini ? Ummy , Abby , Abang , apa yang sudah terjadi ?" Tanya Azzam sambil menatap mereka satu persatu .


" Please , jawab pertanyaan saya ! " kata Azzam lagi ketika melihat mereka hanya diam saja .


Ahmad memberi isyarat pada Anisa dan Farhan yang masih di dalam ruangan itu untuk segera keluar agar Azzam bisa masuk .Melihat isyarat dari Ahmad , Farhan pun mengajak Anisa keluar .


" Kak Nisa , apa yang sudah terjadi pada Istri saya ." Tanya Azzam pada Anisa yang baru keluar .


Anisa lalu duduk di samping Azzam .


" Aisyah koma ,Zam." Jawab Anisa.


" Ya Allah..." Kata Azzam lirih sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya .


" Istigfar ,Nak .Di dalam sana Aisyah sedang berjuang melawan semua rasa sakit yang dia rasakan. Kamu harus kuat untuk dia , kita semua harus kuat .bantu dia dengan doa .Kita semua sayang sama Aisyah, Kita semua sedih, tapi saat ini Aisyah lebih butuh doa bukan air mata " Kata Pak Khairul sambil mengusap -ngusap pundak Azzam.


" Iya . By. Saya mau masuk ." kata Azzam.


Dengan memakai APD Azzam masuk sendirian .kini Azzam sudah berada di dalam ruang ICU tepat di samping Aisyah yang terbaring koma.


Azzam meraih tangan Aisyah . Mengecup punggung tangan Aisyah lalu mengecup kening Aisyah .Sampai saat itu Azzam masih berharap semua yang sudah terjadi hanyalah mimpi . Berharap segera bangun dari mimpi butuk itu Tapi semua itu bukan mimpi . Sebuah kenyataan yang sangat membuat hatinya merasa hancur berkeping -keping.


" Sayang. Ini Hubby pulang , bangun ya ! Hubby kangen banget sama kamu." Kata Azzam sambil mengenggam tangan Aisyah.


" Sayang , Please bangun. Jangan giniin hubby . Maafkan Hubby yang udah ninggalin kamu,. Hubby janji nggak akan ninggalin kamu lagi .Hubby janji akan selalu di dekat kamu , bangun ya ! " kata Azzam terisak .


" Saya tau kamu pasti nggak suka liat hubby nangis . Hubby nggak nangis kok , hubby sekarang sedang senyum. Kamu nggak kangen kah sama senyum hubby yang kamu bilang buat kamu klepek -klepek .Please buka mata mu sayang." Kata Azzam dengan senyum di bibirnya tapi air matanya terus mengalir , berkali -kali dia mengusap air matanya .


Azzam kemudian mengusap perut Aisyah yang kini sudah datar .


" Sayang , walauoun bayi kita sudah nggak ada lagi diperut kamu , tapi dia tetap ada di hati kita .Dia pasti mau liat Ummynya bangun . Dia pasti mau liat Ummy dan Abbynya sama -sama lagi. " Kata Azzam lagi .


Azzam terus mengajak Aisyah berbicara , Namun sedikitpun tidak ada respon apa -apa dari Aisyah. semua mata yang melihat ikut terenyuh . Bu Ainun , Putri dan Anisa tidak bisa membendung air mata mereka .


Cukup lama Azzam berada di dalam ruangan itu, sampai suster jaga menegurnya karena jam besuk sudah habis . Mau tidak mau Azzam harus keluar .


" Saya mau ketemu dokter yang menangani istri saya ." Kata Azzam saat keluar dari ruang ICU.


" Tadi Kak Nisa sudah menemui dokternya . Kebetulan Dokternya teman kakak . Namanya Dokter Arini ." Kata Anisa


"Dokter bilang apa kak ? " Tanya Azzam .


" Sebaiknya kamu ngomong langsung saja sama dokternya , nanti saya temani ." Kata Anisa.


Dari ekspresi Anisa Azzam merasa pasti ada sesuatu yang membuat Anisa tidak bisa mengatakan langsung . Anisa juga seorang dokter , pastilah dia sudah tau kondisi Aisyah pikir Azzam .Dengan di temani Anisa ,Azzam pun menemui Dokter Arini .


Dokter Arini memberikan penjelasan seperti yang di jelaskannya pada Anisa tadi . Membuat Azzam sedikit shok .Mata Azzam tampak berkaca -kaca mendengar semua penjelasan Dokter Arini .


" Berapa lama Istri saya akan koma ,Dok ? "


" Tidak bisa di pastikan Mas , Dalam kondisi tertentu ada yang hanya. 1-2 hari , ada yang berminggu -minggu , bahkan ada yang berbulan -bulan ." Kata Dokter Arini .


" Kalau pun kemungkinan buruk itu terjadi , apa istri saya masih bisa sembuh , Dok ? " Tanya Azzam lagi.


" Insya Allah bisa ,Mas. Nanti kita akan lakukan terapi untuk pemulihannya . Kita berdoa saja semoga Mba Aisyah sadar nanti semuanya baik -baik saja ." Kata Dokter Arini .

__ADS_1


" Amin ." Sahut Azzam dan Anisa hampir bersamaan.


...Bersambung....


__ADS_2