Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 111. Pindah ke ruang rawat


__ADS_3

Saat keluar dari ruang ICU, Azzam kehilangan keseimbangan tubuhnya . Untung saja Ahmad dan Putri sigap sehingga Azzam tidak jatuh .


" Dek Aisyah ,Bang ! " Kata Azzam .


" Iya , kita berdoa saja. Aisyah pasti kuat ." Kata Ahmad sambil menyandar badan Azzam.


Tidak lama kemudian datang Anisa , Farhan , bersama Pak Sulaiman dan Bu Yani .


" Ada apa ini ? Ini kenapa kacanya di tutup tirai , apa yang sudah terjadi " Tanya Pak Sulaiman tampak panik.


" Abang, apa yang terjadi ? " tanya Anisa pada Ahmad. Tapi Ahmad tidak menjawab.


" Tadi Dek Aisyah sadar , tapi kemudian detak jantungnya berhenti , sekarang sedang di tangani Dokter . "Jawab Azzam terbata -bata .


Mendengar penjelasan Azzam , Bu Yani langsung lunglai . Bu Yani pingsan lagi . Farhan yang berada di samping ibu mertuanya itu langsung membopong tubuh Bu Yani dan di bawa ke sebuah ruangan di susul Anisa dan Pak Sulaiman . Putri yang mau ikut menyusul di latang oleh Anisa . Anisa meminta Putri untuk tetap menemani Azzam dan Ahmad .


Sementara itu di dalam ruangan Dokter Arini sudah siap dengan alat pacu jantung atau defibrilator.


" Bismilahirrohmanirrohin ." Ucap Dokter Arini ketika menempelkan alat itu ke dada Aisyah . Seketika badan Aisyah pun berguncang. Karena belum ada respon Dokter Arini pun mengulang nya lagi . Dan alhamdulillah jantung Aisyah pun kembali berdenyut lagi . Membuat Dokter Arini dan dua suster yang mendampinginya pun merasa lega .


Mereka lalu mengecek kondisi Aisyah secara keseluruhan . Setelah mendapatkan hasil yang cukuo memuaskan Dokter Airini pun keluar dari ruangan itu untuk menyampaikan kondisi Aisyah yang sudah normal dan akan di pindah ke ruang rawat.


Lima belas menit kemudian pintu ruang ICU terbuka , Ahmad , Azzam dan Putri langsung mendekati Dokter Arini .


" Gimana Dok, kondisi istri saya ? " Tanya Azzam saat berhadapan dengan Dokter Arini .


" Alhamdulillah . Kondisi Mba Aisyah sudah normal . Dan Dia pun sudah sadar dari komanya . Kita tunggu 2 jam untuk benar -benar memastikan kondisinya normal . Nanti setelah 2 jam dia sadar . Akan kami pindahkan ke ruang rawat . " Kata Dokter Arini sambil tersenyum .


" Alhamdulillah ." Ucap Azzam ,Ahmad dan Putri bersamaan .


Secara spontan Azzam dan Ahmad pun melakukan sujud syukur . Mereka sangat bersyukur Aisyah sudah sadar.


" Alhamdulillah . Terima kasih Ya Allah." Ucap Azzam dalam sujudnya .


Begitu pula Ahmad . Kini tampak raut kebahagian di wajah mereka . Dokter Arini pun merasa terharu . Dia merasa Aisyah perempuan yang beruntung di kelilingi orang -orang yang begitu menyayanginya . Dokter Airini pun merasa kagum dengan semua usaha yang di lakukan Azzam selama istrinya itu koma .


" Terima kasih , Dok . Oh ya apa saya bisa jenguk istri saya ? " Kata Azzam


" Bisa , silahkan . Tapi Mas saja dulu , yang lainnya nanti saja ya , kalo sudah di ruang rawat ." Kata Dokter Arini .


" Nggak papa kan Bang saya saja yang masuk ? " Kata Azzam sambil menatap Ahmad


" Nggak papa , kamu itu suaminya , karena kamu juga Ais sudah sadar sekarang . " kata Ahmad sambil tersenyum .


" Berkat doa kita semua , Bang ! " Jawab Azzam .


" Kalo begitu saya kembali ke ruangan saya dulu , Nanti ke bagian admint saja untuk siapkan pemindahan ke ruang rawat ." Kata Dokter Arini


" Baik Dok." Sahut Azzam .


" Ya sudah masuk sana .Nanti saya yang urus ke bagian admin." Kata Ahmad .


Azzam pun masuk ke ruangan itu lagi tetap dengan menggumakan APD .Sedangkan Ahmad dan Putri menuju bagian administrasi .


Setelah dari bagian admint, Ahmad dan Putri pun pergi keruangan tempat Bu Yani istirahat . Bu Yani sudah sadar tapi dia masih mengis dalam pelukan Anisa .


" Gimama kondisi Aisyah ." Tanya Pak Sulaiman ketika melihat Ahmad dan Putri masuk ruangan itu .


" Alhamdulillah . Kondisi Ais sudah normal lagi . Dan akan di oindah ke ruang rawat ." Jawab Ahmad.


" Alhamdulillah. " Jawab mereka hampir bersamaan


" Jadi Ais sudah sadar , Bang ? " Tanya Bu Yani di jawab Ahmad dengan menganggukan kepala .


" Ibu mau ketemu Ais ! " Kata Bu Yani.


" Bu ,Belum boleh . Kita tunggu 2 jam lagi ya . Nanti kalo sudah di ruang rawat . Kita semua bebas jenguk Ais kapan saja ." Kata Ahmad .


" Azzam mana ?" tanya Anisa


" Azzam tadi minta izin ke dokter masuk ruangan . " Kata Putri .


" Ya Sudah . Biarlah Azzam dulu yang menemui Aisyah . Kita sabar dulu, nanti juga kita ketemu ." Kata Anisa lagi .


" Ruang rawatnya sudah di urus ? " Tanya Farhan

__ADS_1


" Sudah Bang , barusan kami dari bagian admint , trus ke sini ." Jawab Ahmad .


" Ibu kangen Ais." Kata Bu Yani setengah berbisik


" Semua kita juga kangen Ais , Bu .Kita harus bersyukur sekarang Ais sudah sadar, semoga segera pulih dan bisa pulang." kata Anisa .


Pak Sulaiman lalu mengambil ponselnya dan menelpon Pak Khairul mengabarkan tentang kondisi Aisyah .


Mendengar kabar itu Pak Khairul dan Bu Ainun senang sekali , mereka pun bergegas pergi ke rumah sakit .


Putri juga menelpon Mala dan Ayu mengabarkan tentang Aisyah yang sudah sadar . Keduanya pun senang sekali . Semenjak Aisyah koma , walaupun Mala dan Ayu punya akan kecil mereka setiap hari datang ke rumah sakit menjenguk Aisyah. Kebetulan saat Putri mengabarkan berita itu keduanya sedang dalam perjalanan ke rumah sakit .


Sementara itu Azzam yang berada di dalam ruangan itu mematung menatap dalam wajah istrinya . Perlahan dia pun membelai wajah yang terlihat pucat itu .


" Sayang , kamu buat saya takut , saya mohon jangan seperti tadi lagi ya ." kata Azzam sambil membelai wajah Aisyah.


" Cepat sehat ya sayang , Saya nggak tega liat kamu lama -lama terbaring seperti ini. " Kata Azzam lagi.


Azzam lalu kembali melantunkan surah Ar -Rahman sebagai bentuk rasa syukurnya karena kondisi Aisyah sudah sadar dari komanya .


Tidak lama kemudian suster jaga masuk mengingatkan Azzam agar tidak terlalu berlama -lama di ruangan itu . Agar Aisyah benar -benar bisa beristirahat .


Saat keluar dari ruangan Azzam melihat kedua orang tuanya , Mala dan Ayu yang sedang melihat Aisyah dari dinding kaca yang baru di buka suster tirainya.


Melihat Azzam keluar , Bu Ainun lalu menghampiri Azzam dan memeluk Azzam.


" Alhamdulillah ,Nak . Doa kita di ijabah Allah." kata Bu Ainun


" Iya Ummy , Alhamdulillah. Sebentar lagi Dek Aisyah akan di pindah ke ruang rawat ." Kata Azzam.


" Alhamdulillah." Kata Ayu dan Mala bersamaan . Keduanya pun saling berpelukan.


" Saya mau liat kondisi ibu , tadi dia pingsan ." Kata Azzam .


" Ayu , Mala , saya jenguk ibu dulu ya !" Kata Azzam lagi .


" Iya ." Sahut Ayu .


" Nanti kami nyusul." tambah Mala .


Azzam dan kedua orang tuanya pun melangkan menuju ruangan tempat Bu Yani . Sedangkan Mala dam Ayu masih memandangi Aisyah dari dinding kaca itu .


" Saya juga. " Kata Mala


" Kasian dia , Dia yang paling tegar di antara kita , dia juga yang mengalami ujian berat seperti ini ." Kata Ayu


" Pasti akan ada hikmah di balik ini semua ." Kata Mala .


" Kita liat ibu , Yuk " Ajak Ayu .


" Yuk ."


Keduanya pun menyusul Azzam .


***


Dua jam kemudian Aisyah pun sadar . Perlahan dia membuka matanya .ekor matanya menelurusi seluruh ruangan itu . Dia mengangkat tangan kirinya yang terasa sedikit nyeri , setelah di lihatnya ternyata terpasang jarum inpus disana .


Melihat Aisyah mulai bergerak , Dokter Arini pun mendekati Aisyah sambil tersenyum .


" Saya ,kenapa ,Dok ?"tanya Aisyah terbata -bata .


" Mba , tidak ingat apa yang sudah terjadi ? " tanya Dokter Arini


Aisyah perlahan menggelengkan kepala


" Oke, mba tau siapa nama mba ? " Tanya Dokter Arini .


" Iya , Tau saya Aisyah. Kenapa Dok ? " jawab Aisyah .


" Mba Aisyah mengalami kecelakaan , sudah 4 hari mba koma di ruangan ini ." jawab Dokter Arini .


"Keluarga sama mana ,Dok ?" Tanya Aisyah


sambil meringis menahan rasa sakit di kepalanya.

__ADS_1


" Keluarga mba di luar , sebentar lagi mba akan kami pindahkan ke ruang rawat . Di sana mba akan ketemu keluarga mba. kepalanya terasa sakit kah ?" kata Dokter Arini


Aisyah menganguk


" Nanti akan saya buatkan resep untuk menghilangkan rasa sakitnya " Kata Dokter Arini lagi .


" Suster , siapkan semuanya , pasien akan kita pindahkan ke ruang rawat ." kata Dokter Arini .


" Baik ,Dokter." sahut kedua suster itu bersamaan.


Aisyah pun di pindahkan ke sebuah ruangan VVIP. Kembali ekor mata Aisyah menelurusi setiap sudut ruangan itu . Dia tampak bingung. Karena pengarih obat yang di berikan oleh suster tadi .Aisyah pun kembali tertelap .


Tidak lama kemudian semua keluarga Aisyah pun masuk ke dalam ruangan itu , tidak ketinggalan kedua sahabatnya Ayu dan Mala . Melihat jumlah mereka yang cukup banyak . Suster yang masih berada di ruangan itu pun mengingatkan agar pasien tidak terganggu .


" Kondisi istri saya gimana ,Sus ? " Tanya Azzam .


" Istri anda sedang tidur ,Pak. Kondisinya normal ." Kata Salah sath suster itu .


" Alhamdulillah ." kata yang lainnya .


Bu Yani lalu mendekati Aisyah , membelai wajah dan mengecup kening Aisyah .


" Ibu sayang kamu , Nak ." Kata Bu Yani sambil terisak.


Suasana haru pun menyelimuti mereka .


" Kok pada mewek semua ni ? Harusnya kita semua bahagia ." Kata Pak Khairul .


" Iya , Kita biarkan Aisyah istirahat dulu. " kata Anisa.


Melihat kondisi Aisyah yang sudah mulai membaik . Mala dam Ayu pun pamit pulang .


" Zam, sebaiknya kamu juga istirahat , kamu udah makan belum ? Idah lewat jam makan siang ni " kata Anisa.


" Belum, Azzam sama Mas Ahmad belum makan ." Sahut Putri .


" Ya Sudah , Azzam , Ahmad ,ikut Abby kita makan dulu .Kondisi Aisyah udah membaik. Jangan samoai kalian yang drop." Kata Pak Khairul.


Azzam dan Ahmad saling pandang .


" Ayo , kita makan siang dulu ." Kata Pak Khairul sambil menarik tangan Azzam dan Ahmad. Membuat mereka tidak bisa menolak .Putri dan Bu Ainun pun ikut menyusul mereka Sementara yang lain hanya tersenyum melihat tingkah Pak Khairul yang menarik tangan Azzam dan Ahmad. Seperti seorang ayah yang memaksa kedua anaknya yang tidak mau makan .


Satu jam kemudian Aisyah terbangun .Melihat kakaknya Anisa dan kedua orang tuanya , Aisyah pun tersenyum .


" Ayah , Ibu ." Kata Aisyah .


" Iya , Nak , Ayah sama ibu disini ." Kata Bu Yani .


" Kak ! " Kata Aisyah sambil menoleh ke arah Anisa dan Farhan


" Iya Dek, kamu jangan banyak gerak dulu ." Kata Anisa .


" Ais ,Baik -baik aja kok ! " Kata Aisyah terbata -bata .


" Iya , kakak tau kamu perempuan yang kuat. kamu adek kakak yang paling hebat . " kata Anisa lalu mengecup kening Aisyah .


Tidak lama kemudian Azzam dan yang lain pun kembali masuk ke ruangan itu. melihat Aisyah yang sudah bangun , Ahmad langsung memeluk adiknya .


" Ais , baik -baik aja kok, nggak usah kuatir ." Kata Aisyah setengah berbisik .


" Iya dek , cepat sembuh ya ." Kata Ahmad lalu melepas pelukannya .


Mata Aisyah tertuju pada Pak Khairul , Bu Ainun dan Azzam. Azzam lalu mendekati Aisyah .


" Kamu siapa ? " Kata Aisyah ketika Azzam mendekat . Membuat semuanya saling pandang .


" Sayang , jangan bercanda deh , " Sahut Azzam.


" Ayah , Ibu ,Dia siapa , mereka siapa ? " Tanya Aisyah lagi sambil menatap Azzam , Pak Khairul dan Bu Ainun.


" Nak ,Dia suamimu ." Kata Pak Sulaiman tampak bingung dengan pertanyaan Aisyah .


" Suami ? Kapan Aisyah menikah ? " Kata Aisyah semakin bingung.


Perkataan Aisyah seperti petir di siang hari di telinga Azzam . Azzam.lalu sedikit mundur matanya tampak berkaca -kaca . Bu Ainun dan Pak Khairul pun nenggenggam tangan Azzam seolah memberi kekuatan pada Azzam .

__ADS_1


...Bersambung ...


.


__ADS_2