Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 44.Pengacau


__ADS_3

" Hai.. Semuanya , boleh saya gabung sama kalian ? " Sapa Siska yang berdiri tepat di samping Azzam . Tanpa menunggu jawaban mereka Siska langsung duduk di samping Azzam. Lalu dengan santai memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman .


" Dasar perempuan gak punya malu " Batin Ririn geram melihat tingkah Siska .


" Hey,, kok diam aja " Kata Siska lagi


" Ngapain kamu kesini ? " tanya Azzam ketus tanpa menatap Siska


" Kenapa ? Emangnya gak boleh ?" sahut Siska .


Azzam tersenyum sinis .


" Apa kabar mba Luna , lama gak temu ?" Kata Siska


" Alhamdulillah. Kabar baik , kamu apa kabar ? " Sahut Luna


" Kalo boleh jujur saya lagi sedih nie mba Luna , Kalau saja saya tidak melakukan kesalahan dulu , mungkin saya akan jadi orang yang paliiing bahagiaaa sekarang " Jawab Siska sambil melirik genit pada Azzam


" Semua sudah terjadi , tidak perlu di sesali , karna Allah sudah menentukam jalan hidup kita masing -masing . Sekarang Pak Bos sudah menemukan jodoh nya tidak menutup kemungkinan kamu juga akan menemukan jodohmu kan ? " tutur Luna


"Iya ,,tapi aku belum bisa move on , gimana dong ? "kata Siska


Pelayan cafe datang menyuguhkan pesanan Siska .


" Mas, kamu ingat gak , dulu kamu sering suapi aku , Boleh gak ..."


"Kalo mau gabung , silahkan tapi jangan ngomong yang aneh -aneh " Potong Azzam sambil meletakkan sendok dan garfu dengan agak keras di piring .


" Mampus " gumam Ririn


" Ngomong apa kamu ? " ucap Siska menatap kesal pada Ririn


" Eh..mba jadi orang tu punya rasa malu dikit lah , ?" sahut Ririn


"Kamu ...! Siska semakin emosi


" Sudah -sudah jangan ribut di sini " Kata Luna


"Kalian sudah selesaikan makan , kita pergi !" kata Azzam lalu bangun dari duduknya berjalan menuju kasir .


" Kebanyakkan ini , tuan ?"


"Kembaliannya buat kamu saja " kata Azzam


"Terima kasih tuan "


" Dihabiskan ya makanannya , biar otaknya bisa berfungsi normal " kata Ririn sambil berlalu pergi menyusul Azzam diikuti Luna.


" Uuuggght...nyebelin..awas kalian " geram Siska .


Azzam berjalan menuju mobilnya , di susul Ririn dan Luna

__ADS_1


" Kalo bisa kalian hindari saja dia, saya pulang duluan " kata Azzam lalu masuk ke dalam mobil.


"Iya , Pak Bos . Tenang saja . "


Ririn dan Luna menatap kepergian mobil Azzam sampai menghilang di belokan jalan . Saat mereka melihat Siska keluar dari cafe , buru -buru kedua masuk ke areal masjid.


" Kita masuk ke dalam masjid aja mba,dia gak akan mungkin masuk, penampilannya aja begitu " kata Ririn menarik tangan Luna .


***


Waktu terus berlalu , Besok akan menjadi hari yang sakral untuk Azzam dan Aisyah .


Saat itu Aisyah sedang duduk melamun menatap gaun kebaya berwarna putih yang akan di pakainya besok. Gaun kebaya itu merupakan warisan dari ibunya . Bu Yani saat menikah dengan Pak Sulaiman memakai gaun kebaya itu , kemudian di pakai kakaknya Anisa , sekarang kembali akan di pakai oleh Aisyah . Saat di coba baju kebaya itu begitu pas di badan Aisyah hanya saja sedikit agak panjang , karena Aisyah badannya agak pendek , tapi akan terbantu dengan sepatu atau sandal yang berhak tinggi .


"Hmmm, mikirin apa sich ? " tegur Anisa melihat adiknya melamun lalu duduk di samping Aisyah


" Gak mikir apa -apa kok , kak "


Ahmad yang melihat Anisa masuk ke kamar Aisyah , mengikuti dari belakang , tapi dia tidak langsung masuk juga saat Anisa masuk , dia masih berdiri di depan pintu.


" Kakak ngerti , kakak dulu waktu mau nikah sama Mas Farhan juga gitu , bawaannya gelisah aja , " Kata Anisa


" Gitu ya kak, kirain Aisyah aja yang merasa gitu "


" Banyak -banyak istigfar , berdoa semoga besok berjalan lancar , amin "


" Amin " sahut Ahmad yang akhirnya masuk ke kamar Aisyah membuat keduanya menoleh kearahnya


" Sejak kapan disitu ?" tanya Aisyah


" Abang tu kebiasaan nguping omongan orang " kata Aisyah lagi saat Ahmad duduk di sampingnya .


" Itulah tupoksi dari telinga adekku sayang " kata Ahmad sambil mencubit hidung Aisyah


Reflek Aisyah pun membalas dengan mencubit perut Ahmad . Anisa tertawa melihat tingkah adeknya .


" Kalian berdua tu gak berubah , ya , badannya aja gede " kata Anisa sambil tertawa.


" Gede apa nya kak ? Badan Ais tu gitu -gitu aja jadi dulu " kata Ahmad mengejek Aisyah . Memang dari fostur tubuh mereka bertiga , Aisyah memang sedikit pendek .


" Abang ,.." Kembali Aisyah mencubit perut Ahmad .


" Ampun..ampun " kata Ahmad lalu pindah duduk ke samping Anisa .


" Ya..ampun ngumpul di sini rupanya " kata Bu Yani lalu masuk


" Duduk sini bu , Ayah mana ?" kata Ahmad


" Kenapa cari Ayah ? " kata Pak Sulaiman yang muncul dari belakang Bu Yani


" Hehe.. Gak papa , Yah " Jawab Ahmad cengegesan

__ADS_1


Malam itu mereka duduk melantai membentuk lingkaran . Pak Sulaiman memberikan nasehat -nasehat kepada anak -anaknya khususnya pada Aisyah .Semua orang tua pasti ingin melihat anak -anak mereka hidup bahagia .


" Ayah bangga sama anak -anak ayah, " kata Pak Sulaiman mengakhiri nasehatnya sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya.


" Ayah ..." Anisa dan Aisyah lalu memeluk Pak Sulaiman dan Ahmad memeluk Bu Yani .suasana haru pun menyelimuti mereka.


" Sudah. Sudah , jangan nangis lagi " Kata Bu Yani sambil mengusap Air mata ketiga anaknya bergantian


" Ayah sama ibu sudah tua , kalau nanti ayah sama ibu sudah tidak ada , ibu harap kalian selalu saling menyayangi , saling menjaga satu sama lain " kata Bu Yani sambil terisak .


" Ibu jangan ngomong gitu , Abang gak bisa hidup tanpa ibu " Kata Ahmad sambil memeluk erat ibunya .


" Jodoh , rejeki , maut , semua rahasia Allah . Kita pasrahkan semuanya pada Allah " kata Pak Sulaiman


" Sekarang , Abang kapan ngenalin gadis itu sama Ibu ?"


" Kan Abang sudah bilang , fokus sama nikahannya adek dulu " kata Ahmad masih memeluk ibunya .


Bu Yani tersenyum sambil mengusap air matanya .


" Ya sudah sekarang kalian istirahat , ayah juga sudah ngantuk " kata Pak Sulaiman .


" Iya , Ais juga ,jangan mikir macem - macem " kata Bu Yani


Pak Sulaiman , Bu Yani dan Anisa meninggalkan kamar Aisyah untuk istirahat .Tapi Ahmad masih tetap duduk di tempatnya .


" Abang..." tegur Aisyah


" Kamar ini nantinya akan kosong " Kata Ahmad sambil memandangi sekeliling kamar Aisyah .


Setelah menikah Aisyah akan tinggal bersama suaminya . Entah kenapa Ahmad seakan tidak rela Aisyah tinggal bersama suaminya . Dia pasti akan sangat kesepian kalo Aisyah tidak ada .


" Abang ,, kalau pun nanti Ais tinggal bersama Mas Azzam , Aisyah janji akan sering -sering ke sini , atau nanti Aisyah ajak Mas Azzam tinggal di sini " kata Aisyah menghibur Ahmad , dia mengerti perasaan Abangnya .


" Jangan , bukan berarti Abang gak mau Azzam tinggal disni , tapi istri itu harus ikut suaminya " kata Ahmad


" Iya ..tapi ..."


" Tidak ada kata tapi , "


" Okey , Jadi kapan rencana Abang melamar Putri ? "


Ahmad kaget mendengar kata -kata Aisyah . Dia menatap dalam wajah Aisyah . Ahmad akui , dia tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari Aisyah .


" Abang,...?"


Ahmad tersenyum menatap wajah Aisyah ,


" Kok Putri ? "


" Jangan berdalih , Abang , . Aisyah tau kok , tenang Aisyah gak ember " kata Aisyah lagi

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA .!


TERIMA.KASIH


__ADS_2