
" Hai.. Semuanya , boleh saya gabung sama kalian ? " Sapa Siska yang berdiri tepat di samping Azzam . Tanpa menunggu jawaban mereka Siska langsung duduk di samping Azzam. Lalu dengan santai memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman .
" Dasar perempuan gak punya malu " Batin Ririn geram melihat tingkah Siska .
" Hey,, kok diam aja " Kata Siska lagi
" Ngapain kamu kesini ? " tanya Azzam ketus tanpa menatap Siska
" Kenapa ? Emangnya gak boleh ?" sahut Siska .
Azzam tersenyum sinis .
" Apa kabar mba Luna , lama gak temu ?" Kata Siska
" Alhamdulillah. Kabar baik , kamu apa kabar ? " Sahut Luna
" Kalo boleh jujur saya lagi sedih nie mba Luna , Kalau saja saya tidak melakukan kesalahan dulu , mungkin saya akan jadi orang yang paliiing bahagiaaa sekarang " Jawab Siska sambil melirik genit pada Azzam
" Semua sudah terjadi , tidak perlu di sesali , karna Allah sudah menentukam jalan hidup kita masing -masing . Sekarang Pak Bos sudah menemukan jodoh nya tidak menutup kemungkinan kamu juga akan menemukan jodohmu kan ? " tutur Luna
"Iya ,,tapi aku belum bisa move on , gimana dong ? "kata Siska
Pelayan cafe datang menyuguhkan pesanan Siska .
" Mas, kamu ingat gak , dulu kamu sering suapi aku , Boleh gak ..."
"Kalo mau gabung , silahkan tapi jangan ngomong yang aneh -aneh " Potong Azzam sambil meletakkan sendok dan garfu dengan agak keras di piring .
" Mampus " gumam Ririn
" Ngomong apa kamu ? " ucap Siska menatap kesal pada Ririn
" Eh..mba jadi orang tu punya rasa malu dikit lah , ?" sahut Ririn
"Kamu ...! Siska semakin emosi
" Sudah -sudah jangan ribut di sini " Kata Luna
"Kalian sudah selesaikan makan , kita pergi !" kata Azzam lalu bangun dari duduknya berjalan menuju kasir .
" Kebanyakkan ini , tuan ?"
"Kembaliannya buat kamu saja " kata Azzam
"Terima kasih tuan "
" Dihabiskan ya makanannya , biar otaknya bisa berfungsi normal " kata Ririn sambil berlalu pergi menyusul Azzam diikuti Luna.
" Uuuggght...nyebelin..awas kalian " geram Siska .
Azzam berjalan menuju mobilnya , di susul Ririn dan Luna
__ADS_1
" Kalo bisa kalian hindari saja dia, saya pulang duluan " kata Azzam lalu masuk ke dalam mobil.
"Iya , Pak Bos . Tenang saja . "
Ririn dan Luna menatap kepergian mobil Azzam sampai menghilang di belokan jalan . Saat mereka melihat Siska keluar dari cafe , buru -buru kedua masuk ke areal masjid.
" Kita masuk ke dalam masjid aja mba,dia gak akan mungkin masuk, penampilannya aja begitu " kata Ririn menarik tangan Luna .
***
Waktu terus berlalu , Besok akan menjadi hari yang sakral untuk Azzam dan Aisyah .
Saat itu Aisyah sedang duduk melamun menatap gaun kebaya berwarna putih yang akan di pakainya besok. Gaun kebaya itu merupakan warisan dari ibunya . Bu Yani saat menikah dengan Pak Sulaiman memakai gaun kebaya itu , kemudian di pakai kakaknya Anisa , sekarang kembali akan di pakai oleh Aisyah . Saat di coba baju kebaya itu begitu pas di badan Aisyah hanya saja sedikit agak panjang , karena Aisyah badannya agak pendek , tapi akan terbantu dengan sepatu atau sandal yang berhak tinggi .
"Hmmm, mikirin apa sich ? " tegur Anisa melihat adiknya melamun lalu duduk di samping Aisyah
" Gak mikir apa -apa kok , kak "
Ahmad yang melihat Anisa masuk ke kamar Aisyah , mengikuti dari belakang , tapi dia tidak langsung masuk juga saat Anisa masuk , dia masih berdiri di depan pintu.
" Kakak ngerti , kakak dulu waktu mau nikah sama Mas Farhan juga gitu , bawaannya gelisah aja , " Kata Anisa
" Gitu ya kak, kirain Aisyah aja yang merasa gitu "
" Banyak -banyak istigfar , berdoa semoga besok berjalan lancar , amin "
" Amin " sahut Ahmad yang akhirnya masuk ke kamar Aisyah membuat keduanya menoleh kearahnya
" Sejak kapan disitu ?" tanya Aisyah
" Abang tu kebiasaan nguping omongan orang " kata Aisyah lagi saat Ahmad duduk di sampingnya .
" Itulah tupoksi dari telinga adekku sayang " kata Ahmad sambil mencubit hidung Aisyah
Reflek Aisyah pun membalas dengan mencubit perut Ahmad . Anisa tertawa melihat tingkah adeknya .
" Kalian berdua tu gak berubah , ya , badannya aja gede " kata Anisa sambil tertawa.
" Gede apa nya kak ? Badan Ais tu gitu -gitu aja jadi dulu " kata Ahmad mengejek Aisyah . Memang dari fostur tubuh mereka bertiga , Aisyah memang sedikit pendek .
" Abang ,.." Kembali Aisyah mencubit perut Ahmad .
" Ampun..ampun " kata Ahmad lalu pindah duduk ke samping Anisa .
" Ya..ampun ngumpul di sini rupanya " kata Bu Yani lalu masuk
" Duduk sini bu , Ayah mana ?" kata Ahmad
" Kenapa cari Ayah ? " kata Pak Sulaiman yang muncul dari belakang Bu Yani
" Hehe.. Gak papa , Yah " Jawab Ahmad cengegesan
__ADS_1
Malam itu mereka duduk melantai membentuk lingkaran . Pak Sulaiman memberikan nasehat -nasehat kepada anak -anaknya khususnya pada Aisyah .Semua orang tua pasti ingin melihat anak -anak mereka hidup bahagia .
" Ayah bangga sama anak -anak ayah, " kata Pak Sulaiman mengakhiri nasehatnya sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
" Ayah ..." Anisa dan Aisyah lalu memeluk Pak Sulaiman dan Ahmad memeluk Bu Yani .suasana haru pun menyelimuti mereka.
" Sudah. Sudah , jangan nangis lagi " Kata Bu Yani sambil mengusap Air mata ketiga anaknya bergantian
" Ayah sama ibu sudah tua , kalau nanti ayah sama ibu sudah tidak ada , ibu harap kalian selalu saling menyayangi , saling menjaga satu sama lain " kata Bu Yani sambil terisak .
" Ibu jangan ngomong gitu , Abang gak bisa hidup tanpa ibu " Kata Ahmad sambil memeluk erat ibunya .
" Jodoh , rejeki , maut , semua rahasia Allah . Kita pasrahkan semuanya pada Allah " kata Pak Sulaiman
" Sekarang , Abang kapan ngenalin gadis itu sama Ibu ?"
" Kan Abang sudah bilang , fokus sama nikahannya adek dulu " kata Ahmad masih memeluk ibunya .
Bu Yani tersenyum sambil mengusap air matanya .
" Ya sudah sekarang kalian istirahat , ayah juga sudah ngantuk " kata Pak Sulaiman .
" Iya , Ais juga ,jangan mikir macem - macem " kata Bu Yani
Pak Sulaiman , Bu Yani dan Anisa meninggalkan kamar Aisyah untuk istirahat .Tapi Ahmad masih tetap duduk di tempatnya .
" Abang..." tegur Aisyah
" Kamar ini nantinya akan kosong " Kata Ahmad sambil memandangi sekeliling kamar Aisyah .
Setelah menikah Aisyah akan tinggal bersama suaminya . Entah kenapa Ahmad seakan tidak rela Aisyah tinggal bersama suaminya . Dia pasti akan sangat kesepian kalo Aisyah tidak ada .
" Abang ,, kalau pun nanti Ais tinggal bersama Mas Azzam , Aisyah janji akan sering -sering ke sini , atau nanti Aisyah ajak Mas Azzam tinggal di sini " kata Aisyah menghibur Ahmad , dia mengerti perasaan Abangnya .
" Jangan , bukan berarti Abang gak mau Azzam tinggal disni , tapi istri itu harus ikut suaminya " kata Ahmad
" Iya ..tapi ..."
" Tidak ada kata tapi , "
" Okey , Jadi kapan rencana Abang melamar Putri ? "
Ahmad kaget mendengar kata -kata Aisyah . Dia menatap dalam wajah Aisyah . Ahmad akui , dia tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari Aisyah .
" Abang,...?"
Ahmad tersenyum menatap wajah Aisyah ,
" Kok Putri ? "
" Jangan berdalih , Abang , . Aisyah tau kok , tenang Aisyah gak ember " kata Aisyah lagi
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA .!
TERIMA.KASIH