Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 22 Bertemu Sahabat Lama


__ADS_3

Ibu Ainun meneteskan air mata terharu membaca pesan whatsapp Azzam . Dari awal dia melihat Aisyah dia sudah kagum . Dia tidak menyangka gadis itulah yang sering diceritakan Azzam selama ini.


"Alhamdulillah " Batin Bu Ainun lalu dia membalas pesan Azzam


***


Acara pengajian ditutup dengan acara Sholat dzuhur berjamaah dan makan bersama .Setelah selesai para jemaah pun mulai berhamburan keluar masjid . Saat akan keluar Pak Sulaiman mendengar seseorang memanggilnya . Pak Sulaiman dan Istrinya menoleh bersamaan kearah asal suara . Orang itu mendekati mereka


"Khairul , khairul kan ? " kata Pak Sulaiman masih menerka-nerka .


"Iya . Alhamdulillah , Sulaiman masih mengenali saya " balas Pak Khairul


Kemudian keduanya saling berpelukan dan saling memperkenalkan istri mereka masing - masing .Ibu Yani dan Ibu Ainun saling bersalaman walaupun masih terlihat binggung .


"Ummy , Sukaiman ini teman sekolah Aby waktu masih di SMP " jelas Pak Khairul pada Istrinya .


Azzam dan Ahmad sempat kaget ketika melihat orang tua mereka sedang bercakap -capak .tampak akrab sekali. lalu mendekati mereka .


"Ini anak saya Ahmad . yang no 2 " kata Pak Sulaiman ketika Ahmad dan Azzam mendekat mereka .


"Kaliam berdua saling kenal ?" tanya Pak Khairul pada Azzam dan Ahmad


Azzam dan Ahmad saling pandang


"Aby sama Pak Sulaiman juga saling kenal " tanya Azzam .


" Azzam anak kamu ?" tanya Pak Sulaiman di jawab dengan anggukan kepala oleh Pak Khairul .


"Azzam , anak saya satu -satunya."


"Masya Allah , Azzam , Aby mu teman masa kecil saya kita satu sekolah waktu masih SMP " jelas Pak Sulaiman


"Lho , kalian udah saling kenal ?" Sela Pak Khairul bingung


" Panjang ceritanya " Jawab Pak Sulaiman


"Waduh , saya ketinggalan cerita ni , kalo begitu kita ngobrol -ngobrol dulu gimana , ?" kata Pak Khairul


"Boleh , tapi sebentar , Ais...Aisyah ! " Seru Pak Sulaiman ketika melihat Aisyah celingukan seperti sedang mencari -cari sesuatu .


Mendengar suara Ayahnya , Aisyah lalu menoleh ke arah suara , jantung Aisyah berdesir saat mengetahui Azzam juga ada di antara mereka , dan tersenyum menatapnya . Dengan langkah ragu -ragu Aisyah mendekati mereka . Entar kenapa tubuhnya terasa gemetar saat itu .

__ADS_1


"Aisyah , anaknya Pak Sulaiman kah ?" tanya Bu Ainun ketika Aisyah menyalami mereka , tapi tidak pada Azzam dan Ahmad.


"Iya , Anak Bungsu saya " Jawab Pak Sulaiman


"Kalo gitu , gimana kalo kita ngobrolnya di rumah Pak Sulaiman saja , gimana bu Yani ,? Tanya Bu Ainun sambil melirik Azzam .


"Dengan senang hati bu , " jawab Bu Yani


Akhirnya mereka sepakat untuk ngobrol di rumah Pak Sulaiman. Pak Sulaiman dan Bu Yani satu mobil bersama Pak Khairul dan istrinya sedangkan Aisyah dan Ahmad satu mobil dengan Azzam .


Aisyah duduk sendiri di kursi belakang, Dia melamun , kenapa Azzam ada bersama orang tuanya di masjid itu ? kenapa Ayahnya akrab sekali dengan mereka ? Trus , nanti ngobrolin apa ya ? Aisyah sibuk sendiri dengan pemikirannya .


"Hemmm, kok bengong ?"tegur Azzam


"Hah,, gak kok !" jawab Aisyah agak gugup


Ahmad hanya tersenyum .melihat adiknya salah tingkah .


Sementara itu di mobil lain , Pak Khairul masih bingung kenapa isteinya tampak semangat sekali meminta mereka ngobrol di rumah Pak Sulaiman .


"Ngomong-ngomong , sepertinya ada seauatu ni ?" ucap Pak Khairul memulai pembicaraan sambil.melirik istrinya .


"Aby, kita sama Pak Sulaiman bentar lagi mau besanan " jawan Bu Ainun


Bu Ainun sejak pertama.ketemu Aisyah sudah suka ,. Aisyah gadis yang cantik , suaranya merdu dalam menyanyikan lagu sholawat dan melantunkan ayat -ayat suci Al-Quran .Sempat terpikir oleh Bu Ainun , kalau saja Azzam belum memberi tahu mereka kalau dia sudah ta'aruf dia mau menjodohkan Azzam dan Aisyah . Hatinya bahagai sekali ketika Azzam memberitahunya kalau Aisyah lah gadis yang dia ajak taaruf . Ditambah lagi Aisyah anak teman kecil Pak Khairul suaminya . Membuat Bu Ainun tak sabar ingin segera menggelar pesta pernikahan .


"Masya Allah ,Alhamdulillah , gak nyangka ya kita mau besanan , saya senang sekali mendengarnya " kata Pak Khairul .


"Alhamdulillah , " balas Pak Sulaiman


"Iya bu , kami sangat berterima kasih sama Nak Azzam yang sudah sangat peduli sama anak kami " tambah Bu Yani .


"Sama -sama bu , gimana kita tanya anak -anak kapan mereka siap menikah" tanya Bu Ainun bersemangat .


"Ide bagus., gimana Man ?" tanya Pak Khairul pada Pak Sulaiman.


"Boleh , tapi ,...."


"Tapi , kenapa ,Man ?"


"Begini , kemaren sudah saya bahas sama Azzam , hhhmmm, gimana ya , ?" Pak Sulaiman agak ragu untuk berbicara .

__ADS_1


"Gimana , apanya pak ?" Tanya Bu Ainun penasaran


Pak Sulaiman menatap Istrinya . Bu Yani mengisyaratkan agar Pak Sulaiman bicara saja .


"Bagini , status ekonomi kita berbeda ..." kata Pak Sulaiman agak terbata -bata. namun belum selesai dia bicara sudah dipotong Pak Khairul


"Man , dimata Allah semua kita sama hanya amal perbuatan yang membedakan kita . Jadi tolong jangan dipermasalahkan " kata Pak Khairul


"Benar Pak , jangan dipikirkan. Sekarang kita fokus pada Aisyah dan Azzam . Jujur saya pengen mereka segera menikah " tutur Bu Ainun


***


Mobil mereka berhenti tepat di depan rumah Pak Sulaiman . Satu persatu mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah .


"Beginilah rumah kami " kata Pak Sulaiman . Ketika mereka semua duduk di ruang tamu .


"Bagus , saya suka suasananya " sahut Bu Ainun


"Alhamdulillah , kalo begitu saya kedapur dulu " Kata Bu Yani lalu beranjak kedapur diikuti Aisyah .


Aisyah dan ibunya kedapur menyiapkan teh dan cemilan kue kering untuk tamu mereka . Tidak lama kemudian keduanya kembali dan menyuguhkan ke tamu mereka .


"Silahkan diminum , kuenya juga silahkan dicicipi " kata Bu Yani


"Tehnya yang buat Ibu atau Aisyah ?" tanya Bu Ainun setelah meneguk beberapa teguk teh .membuat semua mata tertuju pada Bu Ainun .


"Kenapa bu ? , kurang enak ya ?" kata Aisyah gugup


"Aisyah kah yang buat ?" tanya Bu Ainun lagi


Aisyah menggangguk , mukanya mulai memerah. Kesan pertama kurang mengenakan pikir Aisyah


"Bukan gak enak , ibu suka , pas sama selera ibu " jawab Bu Ainun


"Syukurlah " Jawab Aisyah merasa lega .


"Gitu aja udah gugup " kata Ahmad melihat ekspresi adiknya . Membuat wajah Aisyah. Semakin memerah , dia merasa malu . Terlebih tatapan mata Azzam tertuju padanya .


"Makin cantik kalo lagi malu -malu " kata Bu Ainun menggoda Aisyah .


"Anaknya siapa dulu " tambah Bu Yani ikut -ikutan . Mereka tertawa bersama .

__ADS_1


Setelah bercanda akhirnya pembicaraan mereka mulai kearah yang serius . Pak Sulaiman pun menjelaskan ke Aisyah Kalau Pak Khairul adalah teman ketika masih duduk di bangku sekolah. Dan tentang proses ta'aruf mereka .


"Azzam , kapan rencana melamar Aisyah ?" tanya Pak Khairul pada Azzam


__ADS_2