
Aisyah menutup telpon .
" Cieh , Love you Hubby !" Kata Ayu menggoda Aisyah .
" Mas Azzam ngabarin kalo dia udah sampai dikantor ." Kata Aisyah .
Keempat sahabat itu kembali melanjutkan obrolan mereka . Tentunya dengan obrolan yang cukup mengocok perut . Aisyah sampai menekan perutnya saat tertawa .
***
Sementara itu di kantor . Azzam senyum -senyum sendiri setelah menelpon Aisyah. Baru beberapa menit dia meninggalkan rumah , dia merasa sudah kangen pada Aisyah . Kalau saja tidak ada meeting hari itu , dia tidak akan ke kantor .
Tok tok tok
Pintu ruangan Azzam diketuk .
" Masuk !"
Pintu terbuka , tampak Ozi dan Ririn dari balik pintu . Keduanya pun melangkah beriringan mendekati Azzam .
" Silahkan duduk !" Kata Azzam ketika keduanya sudah berdiri di hadapannya .
Ozi dan Ririn pun duduk di kursi tepat berhadapan dengan Azzam . Sikap keduanya agak berbeda hari itu . Membuat Azzam menatap intens keduanya secara bergantian . Ozi dan Ririn juga saling pandang .
" Ada apa ?" Tanya Azzam .
Maksud kedatangan Ozi dan Ririn saat itu adalah membicarakan tentang keinginan Ririn yang mau resign .
Keinginan Ririn untuk resign adalah kemauannya sendiri . Walaupun sebenarnya Ozi ingin sekali istrinya itu dirumah saja dari awal mereka menikah , tapi Ozi pun tidak mau menjadi penghalang Ririn untuk berkarir .
Sampai tadi malam Ririn mengutarakan niatnya untuk resign dari pekerjaannya . Dan ingin fokus merawat suami serta calon anak mereka membuat Ozi terharu.
Sampai di ruangan Pak Bos mereka , Ozi pun hanya diam mendengarkan kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Ririn tentang keinginan resignnya itu .
Azzam menghela napas beratnya . Cukup lama Ririn menjadi sekretarisnya . Berat rasanya kalau harus kehilangan sekretaris yang punya dedikasi yang tinggi seperti Ririn . Tapi dia pun menghargai keputusan Ririn .
Pada hakikatnya tempat terbaik bagi perempuan adalah di rumah. Perempuan yang betah di rumah dipuji oleh Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat yang artinya :
“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).
Alasan wanita lebih baik di rumah, menjadi IRT (Ibu Rumah Tangga) karena wanita itu aurat. Disebutkan dalam hadits :
“Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”. (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1685 dan Tirmidzi no. 1173)
" Jujur saya berat melepas kamu , kalo boleh tau apa keputusan kamu ini karena Ozi ?" Tanya Azzam melirik Ozi yang sejak tadi diam saja .
" Bukan Pak Bos. Saya sendiri kaget saat Dek Ririn ngomong ke saya mau resign !" Kata Ozi .
" Ini keputusan saya sendiri Pak Bos. " tambah Ririn .
Azzam tersenyum .
" Baiklah . Kalo begitu . Tapi saya ada satu permintaan !" Kata Azzam
" Apa itu Pak Bos !" Kata Ririn
" Tolong bantu saya carikan sekretaris baru yang kompeten seperti kamu ." Kata Azzam..
Ozi dan Ririn saling pandang
" Tapi kalo Ozi mampu menghandel semuanya , saya tidak perlu sekretaris baru ." tambah Azzam lagi .
" Kasian Mas Ozi juga Pak Bos . kalau menghandal semuanya . " Kata Ririn .
" Terserah kalian berdua saja. Anggap ini tugas terakhir yang harus kamu kerjakan ." Kata Azzam lagi .
" Baiklah Pak Bos. " Kata Ririn .
" Ingat harus yang kompeten ." Kata Azzam .
" Yang pastinya nggak yang genit kan Pak Bos !" Kata Ririn terkekeh .
" Itu poin pertama , saya nggak mau kalian berantem nantinya ." timpal Azzam tersenyum .
" Saya juga nggak mau Pak Bos sama Mba Aisyah berantem ." Balas Ririn .
" Soal itu tenang , saya tidak akan pernah tertarik pada perempuan mana pun , karena perempuan tercantik hanya istri saya ." Kata Azzam lagi .
"Itu yang saya suka !" Kata Ririn melirik Ke Ozi .
" Saya juga sama Dek . Kayak Pak Bos !" Kata Ozi yang paham akan lirikan istrinya . Membuat Azzam tergelak .
" Dikantor ini saya rasa ada Pak Bos yang cukup kompeten . Dari devisi keuangan . Sudah cukup lama juga bekerja disini ." kata Ririn .
" Siapa ?" Tanya Azzam .
__ADS_1
" Nurul Fauzia ,panggilannya Zia . Dia barengan Ririn masuk sini ." Kata Ririn lagi .
" Kalo dari devisi keuangan. Koordinasi sama Pak Ahmad aja Pak Bos ." kata Ozi
" Kamu yakin dia kompeten ? " Tanya Azzam lagi .
" Insya Allah , Pak Bos . Dia teman Ririn juga , anaknya baik , ramah , ehnn.. sudah menikah juga . Lagian kalo orang baru gimana ya, akan susah deh kayaknya untuk cari yang kompeten .Kalo ada yang di dalam , kenapa harus cari lagi diluar , iya kan Pak Bos ? " Kata Ririn .
" Oke masuk akal. Tapi bukan karena dia sudah menikah kan ?" Goda Azzam .
" Pak Bos , saya serius !" Sahut Ririn .
" Jangan kuatir , suamimu tipe lelaki setia ." kata Azzam sambil tertawa . Sementara Ririn melirik suaminya .
" Itu pasti istriku ." Kata Ozi merayu .
Kemudian Ozi dan Azzam tertawa membuat Ririn tersipu malu .
" Saya telpon Abang Ahmad dulu ." Kata Azzam lalu mengambil ponsel disaku jasnya .
" Assalamualaikum ,Bang !" Sapa Azzam.
" Waaliakumsalam " Jawab Ahmad
" Gini Bang , kalo Abang nggak sibuk. Keruangan saya sebentar !" Kata Azzam .
" Nggak sibuk , oke saya ke sana ." Kata Ahmad .
Sambungan telpon terputus . Sambil menunggu Ahmad mereka bertiga kembali melanjutkan obrolan .
Tok tok tok
" Masuk !" Kata Azzam
Ririn dan Ozi menoleh kearah pintu . Saat pintu terbuka , Ahmad muncul dari balik pintu. Ahmad tersenyum menatap ketiganya dan melangkah mendekati mereka .
Ozi bangun dari duduknya mengambil sebuah kursi untuk Ahmad duduk .
" Silahkan duduk Pak !" Kata Ozi
" Terima kasih !" Sahut Ahmad tersenyum
Dibalas yang lain dengan senyum juga .
" Bisa dibilang begitu , Bang !" Sahut Azzam .
" Ririn mau resign ! " Tambah Azzam lagi .
" Resign ? Kenapa ? " Ahmad kaget .
Azzam lalu menjelaskan alasan Ririn seperti yang di sampaikan Ririn tadi . Ririn dan Ozi menganguk -ngangukan kepala .
" Subhanallah , mulia sekali . Kamu beruntung Pak Ozi punya istri seperti Ririn . Yang mengesampingkan kariernya dan lebih mengutamakan suami dan calon anak kalian" kata Ahmad menatap Ririn dan menepuk pundak Ozi .
" Alhamdulillah . Terima kasih Pak ." Sahut Ozi .
" Jangan berlebihan Pak , nanti saya kepelset !" Tambah Ririn dengan senyuman membuat yang lain tertawa .
" Abang kan tau sendiri gimana kinerja Ririn selama ini . Jujur saya berat melepas Dia . Tapi ini sudah keputusan dia , Saya pun tidak bisa menolaknya . Tadinya saya pikir kalau Ozi bisa menghandel semuanya , saya tidak akan mencari sekretaris baru .Istrinya takut Ozi keteteran , makanya saya kasih tugas terakhir untuk Ririn mencarikan saya sekretaris baru yang bisa dibilang 11-12 lah kayak dia ." Tutur Azzam..
" Ide bagus , saya juga setuju ." kata Ahmad
" Ririn merekomemdasikan salah satu stap dari devisi Abang ." Kata Azzam .
" Siapa ? " tanya Ahmad .
" Nurul Fauzia ,Pak ! Bapak tau sendiri kan kinerja dia selama ini ." kata Ririn .
" Si Zia itu ya .? " tanya Ahmad lagi .
Ririn mengangguk .
" Kinerjanya memang bagus sebenarnya ada dua orang yang saya nilai kinerja yang bisa di acungi jempul . Si Zia itu sama temannya Adel . Tapi bukan berarti yang lain tidak bagus , ya bisa di bilang yang lebih kompetenlah ! " Tutur Ahmad.
" Saya lebih condong ke Zia Pak Ahmad. Tapi terserah Pak Bos deh. " kata Ririn lagi .
" Gini aja ! Saya mau liat CV mereka dulu. Supaya saya bisa mempertimbangkan ." Kata Azzam .
" Iya , nanti saya hubungi bagian HRD Pak Bos ." Kata Ririn .
" Tapi Abang nggak papa kah stafnya saya ambil ." Kata Azzam .
Ahmad tertawa .
" Kamu tu aneh ,Zam . Yang punya kantor ini kan kamu . Masa nanyanya begitu . " kata Ahmad terkekeh .
__ADS_1
" Nggak maksudmya , kalo stap Abang saya ambil, nggak papa kah ? Apa lagi Abang sendiri yang bilang kinerjanya bisa diacungi jempol . Takutnya menghambat Tim Abang ." Kata Azzam lagi .
" Kamu ambil salah satu dari mereka kan ? Bukan kedua -duanya ? Jadi masih aman lah ." Kata Ahmad .
" Iya kali saya ambil keduanya , masa sekretaris saya dua. " Kata Azzam tersenyum .
" Pak Bos itu file CV keduanya sudah saya kirim ke email Pak Bos ." Kata Ririn .
" Gerak cepat juga kamu Rin !" Kata Ahmad .
" Kan ada Hp pak , tinggal WA Bagian HRD suruh mereka kirim filenya , saya tinggal teruskan ke Pak Bos . Beres ! ." Sahut Ririn .
"Kerja Bagus ! " kata Ahmad mengacungkan jempol pada Ririn . Dibalas Ririn dengan senyuman .
" Oke , Sudah masuk ." Kata Azzam .
" O ya , File meeting sudah saya serahkan semua ke Mas Ozi . " Kata Ririn lagi .
" Okey !" Sahut Azzam .
"Satu jam lagi kita berangkat ke tempat meeting ." Kata Ozi sambil melirik arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi .
" Kalo begitu saya kembali keruangan saya dulu ." Kata Ahmad .
" Okelah Bang , terima kasih ya !" Kata Azzam .
" Sama -sama ." Kata Ahmad lalu bangun dari duduknya dan melangkah keluar kembali ke ruang kerjanya .
" Kami juga permisi Pak ! " Kata Ozi.
" Tunggu sebentar ! " Kata Azzam .
" Ada apa Pak Bos ? " Tanya Ririn .
" Saya lagi bahagia sekarang . Jadi saya ingin membagi kebahagian saya ini untuk semua staf saya . Kamu umumkan untuk semua staf di perusaahan kita ,hari ini semuanya bisa makan siang gratis sepuasnya di kantin kantor . " Tutur Azzam sambil tersenyum .
" Semuanya kah ? Termasuk yang di luar kota juga ? " Tanya Ririn yang kaget dengan penyataan Pak Bosnya . Begitu Juga Ozi .
" Iya . Semuanya. Semua staf PT Graha Medika . Yang di dalam dan di luar negeri . Makan siang sepuasnya gratis untuk hari ini di kantin kantor ." Kata Azzam lagi
Ririn menelan salivanya membayangkan banyaknnya staf PT Graha Medika .
" Kok bengong ? " Tanya Azzam melihat kedua pasangan suami istri dihadapannya yang mematung .
" Jujur saya speechless ! Jadi kepo ni , kebahagian apakah itu ? " tanya Ririn
Ozi pun mengangguk . Dari raut wajah Azzam mereka bisa merasakan kebahagian yang luar bisa dirasakan Azzam saat itu .
" Alhamdulillah , Allah memberikan amanah . Istri saya hamil . " Kata Azzam .
" Alhamdulillah !" Sahut Ozi dan Ririn bersamaan .
" Selamat ya Pak . Semoga Mba Aisyah dan calon bayi Pak Bos sehat sampai proses lahiran nanti . Amin ." kata Ririn dengan mata tampak berkaca -kaca . Ririn merasa sangat bahagia sekali mendengar kabar itu .
" Terima kasih ya. Rin . Untuk itu saya ingin membagi kebahagian saya dan keluarga ke semua staf saya. Karena tanpa kalian semua saya bukan siapa -siapa !" Kata Azzam lagi .
" Terima kasih Pak Bos . Saya bangga punya atasan seperti Pak Bos . Sangat dermawan dan bisa dijadikan pamutan . " Kata Ozi yang kagum akan sikap pimpinan mereka .
" Terima kasih. Saya juga bangga punya staf seperti kalian ." Balas Azzam .
" Kita bagi tugas aja Mas , kamu informasikan ke staf yang di luar negeri dan saya yang di dalam . " Kata Ririn menatap Ozi
" Oke !" Sahut Ozi .
" Kami permisi Pak Bos . Sekali lagi terima kasih , semoga Pak Bos sekeluarga selalu sehat , berkah semua usahanya dan perusahaan ini semakin maju . Amin!" Kata Ririn .
" Amin . Terima kasih kembali atas semuanya ! " Sahut Azzam dengan senyum penuh kebahagian .
Ozi dan Ririn pun meninggalkan ruangan Azzam kembali ke meja kerja mereka masing -masing menjalankan tugas dari Azzam . Sedangkan Azzam mulai memeriksa berkas -berkas yang tersusun di atas meja .
Suasana riuh pun mulai terdengar ketika Ririin mengumumkan melalui pengeras suara di gedung itu , tentang makan siang gratis sepuasnya di kantin hari itu .
Semua karyawan tampak bahagia sekali . Mereka semua salut akan sikap dermawan pimpinan mereka . Dan mereka pun bersyukur bisa menjadi bagian dari PT Graha Medika .
Ada beberapa karyawan yang mendatangi Ririn untuk menanyakan langsung apa yang membuat Pak Bos mereka memberikan makan siang gratis hari itu .
" Pak Bos lagi bahagia ! Karena Istrinya sedang hamil ." Kata Ririn
" Alhamdulillah . Seneng deh dengarnya . Semoga Ibu Aisyah sehat terus sampai lahiran ." Kata salah satu dari mereka .
" Amin . Udah sana balik kerja Jangan terlalu di publikasikan ya ! " kata Ririn .
" Siap ! " Jawab mereka .
...Bersambung ...
__ADS_1