Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
138. Bertemu Awak Media


__ADS_3

Azzam terus saja mencumbu Aisyah . Aisyah yang merasa geli tertawa -tertawa kecil membuat Azzam semakin bergairah.


" Hubby , udah donk, Ais mau pipis ." Kata Aisyah .


Begitu Azzam melepaskannya , Aisyah pun bergegas ke toilet .


***


Setelah sholat subuh , Aisyah langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan . Dengan di bantu kedua pegawainya pukul 06.30 hidangan sudah tersedia di atas meja makan.


Aisyah kembali ke kamar untuk memanggil Azzam . Saat itu Azzam sedang menggenakan kemejanya . Aisyah lalu menghampiri suaminya . Membantu Azzam merapikan kemejanya .


" Hmmm , udah ganteng , yuk kita sarapan ! " Kata Aisyah .


" Kamu nggak ganti baju sekalian , nanti selesai sarapan kita langsung ke lokasi . " Kata Azzam .


" Ya udah , Ais ganti baju dulu ." Kata Aisyah lalu melangkah mendekati lemari mengambil baju gamisnya dan masuk ke toilet .


Tidak lama kemudian Aisyah keluar dengan memakai gamis berwarna abu tua yang senada dengan hijab syari , tampak anggun sekali. Azzam yang sedang duduk di tepi tempat tidur memandang Aisyah sampai tidak berkedip .


" Subhanallah. Indah sekali ciptaanMu Ya Allah." Batin Azzam .


" Yuk kita sarapan !" Kata Aisyah mendekati Azzam sambil tersenyum .


" Hubby ? " kata Aisyah sambil melambaikan tangannya di depan wajah Azzam


" Hah ! Sahut Azzam yang tersadar dari lamunannya


" Kok bengong ? " Tanya Aisyah yang berdiri di hadapan Azzam .


" Kamu cantik sekali sayang ! " Kata Azzam


Aisyah tersenyum .Keduanya pun melangkah keluar kamar menuju ruang makan untuk sarapan .


Setelah selesai sarapan keduanya pun bersiap pergi ke lokasi tempat peletakan batu pertama untuk pembangunan masjid impian Aisyah.


Keduanya berangkat menggunakan mobil baru Aisyah . Mobil mewah itu melaju dan berbaur dengan kendaraan lainnya dijalan raya . Dan menjadi pusat perhatian orang -orang yang mereka lewati .


Diantara orang -orang itu ada awak media yang kagum dan ingin tahu siapa pemilik mobil mewah itu . Mereka pun membuntuti mobil mewah yang dikendarai Azzam dan Aisyah.


Dijalan yang mulai sepi. Azzam sadar ada dua buah sepeda motor yang membuntutinya . Dia sengaja membiarkan mereka membuntutinya , toh nantinya mereka akan di cegat oleh anak buahnya yang berjaga di sekitar lokasi pembangunan masjid.


" By. Itu wartawan kah ? " Tanya Aisyah.


" Seperti iya , biarlah . Nanti anak buah saya akan menghentikan mereka . " Sahut Azzam masih fokus pada jalan di depan .


" Tapi By. Mereka seperti itukan karena propesi mereka . Mereka bekerja untuk anak dan istri mereka di rumah. " kata Aisyah .


" Maksud kamu, kamu mau biarin mereka meliput semua aktifitas kita ? " Tanya Azzam melirik Aisyah .


" Bukan , maksud Ais , mending kita berenti kita kasih uang ke mereka , mereka pasti senang. Dari pada mereka jauh -jauh ngikuti kita , ujung -ujungnya tidak dapat apa . Kan kasian juga. Motor perlu bensin By ! Lagian sepanjang perjalanan kita tadi pasti banyak sekali wartawan , tapi Allah mengirim mereka berdua saja yang mengikuti kita . Apa salahnya kita membagi sedikit rejeki kita untuk mereka ." Kata Aisyah .


Azzam tersenyum sambil mengeleng -gelengkan kepala . Dia semakin kagum akan ketulusan hati istrinya .


" Okey sayang . Kamu bener. Kita berhenti . " kata Azzam lalu menghentikan mobilnya .


Melihat mobil mewah yang mereka ikuti berhenti , kedua wartawan itu kaget. Mereka pun berhenti tepat di belakang mobil Azzam. Mereka penasaran , siapa pemilik mobil mewah itu .


Kedua wartawan itu semakin kaget ketika melihat Azzam dan Aisyah yang keluar dari mobil.


" Oh My Good, sudah saya duga , pemilik mobil mewah ini ,bukan orang sembarangan ." Kata Wartawan yang bernama Toni


" Sebuah keberuntungan ini Bro kalo kita bisa meliput tentang mereka." Kata Salah satu lagi yang bernama Irwan .


" Sini kalian !" Kata Azzam memanggil mereka .


Kedua wartawan itu pun turun dari motor mereka lalu mendekati Azzam dan Aisyah yang berdiri disamping mobil Ferrari California T berwarna putih itu .


Salah satu dari kedua wartawan itu sudah siap dengan kameranya untuk meliput moment itu . Keduanya pun memperkenalkan diri pada Azzam dan Aisyah .


" Kenapa kalian mengikuti kami ? " Tanya Azzam tegas .


" Maaf ,Pak . Kami hanya ingin meliput aktifitas anda ." Kata Toni memberanikan diri .

__ADS_1


" Okey , kalian dapat uang berapa kalau kalian meliput tentang kami ? " Tanya Azzam lagi .


" Maaf Pak . Anda seorang pengusaha yang terkenal sangat dermawan . Namun selalu luput dari pemberitaan . Jadi kalau anda mengizinkan kami untuk meliput aktifitas anda , Emm..."


"Itu kameranya nyala kan . Tolong dimatikan." Potong Azzam membuat kedua wartawan itu saling pandang .


" Please pak , izinkan kami meliput aktifitas anda . Hari ini saja." Kata Irwan memohon .


Azzam kembali masuk ke dalam mobil mengambil sesuatu . Sementara Aisyah hanya tersenyum di balik cadarnya melihat tingkah kedua wartawan yang tampak bingung.


" Saya kira ini cukup untuk kalian berdua ." kata Azzam memberikan cek kepada kedua wartawan itu .


Kedua wartawan itu kaget ketika melihat nominal yang tertera di cek itu . Kembali kedua wartawan itu saling pandang .


" Ini maksudnya apa ,Pak ? " Tanya Toni dengan tangan gemetar memegang cek bernilai 20 juta rupiah yang diberikan Azzam.


" Itu untuk kalian , apa masih kurang .?" Tanya Azzam sambil tersenyum.


" Masya Allah Pak . Ini . .."


" Sudah ambil saja , itu rejeki kalian . Tapi kami minta tolong jangan pernah liput berita apapun tentang kami . " potong Aisyah lembut .


Kedua wartawan itu dengan tangan gemetar sama -sama menatap cek dengan nominal Rp.20.000.000,- yang ada di tangan mereka masing -masing . Mereka seakan tidak percaya dengan nominal yang ada di cek itu .


" Masih kurang ? " Tanya Azzam lagi .


" Ini banyak sekali ,Pak ! " Kata Toni .


" Iya Pak ." Tambah Irwan


" Kalian dengar kata istri saya tadi . Itu rejeki kalian . Hari ini juga bisa kalian cairkan . Tapi tolong jangan pernah liput apa pun tentang kami . Dan tolong gunakan sebaik -baiknya uang itu . " Kata Azzam lagi .


" Maaf Pak boleh kami tau alasan kenapa anda tidak mau media mengetahui semua aktifitas anda ?" Tanya Irwan


" Alasanya simpel . Kalian pernah dengar peribahasa Tangan Kanan memberi tangan kiri tidak boleh tau . Kalian pasti paham maksud peribahasa itu . " Kata Azzam


Kedua wartawan itu menganggukan kepala . Keduanya semakin kagum dengan sikap kedua orang di hadapan mereka .


" Dan tentang rejeki yang kalian dapatkan hari ini , tolong jangan di publikasikan juga . Cukup gunakan sebaik -baiknya . " tambah Azzam .


" Terima kasih ,Pak . Saya juga akan pergunakan sebaik -baiknya ." Tambah Irwan .


Setelah saling bersalaman , Azzam dan Aisyah pun kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan mereka .


Kedua wartawan itu masih mematung menatap mobil mewah itu pergi .


" Ternyata benar ,Pak Azzam itu menang pengusaha yang sangat dermawan ." Kata Toni .


" Iya . Kamu benar . Alhamdulillah Ya Allah . Mimpi apa kita semalam , pagi -pagi ketiban rejeki nomplok kayak gini . " Kata Irwan .


" Alhamdulillah . Kita cairkan cek ini . " Kata Toni .


" Pasti dong .Tapi jangan lupa sebagian dari rejeki kita juga milik orang lain." Sahut Irwan .


Kedua wartawan itu pun menaiki motor mereka dan kembali melaju di jalan raya menuju sebuah bank . Untuk mencairkan cek dari Azzam tadi .


***


Azzam dan Aisyah pun sampai dilokasi tempat peletakan batu pertama untuk membangun masjit yang nanti akan diberi nama " AR -RAHMAN ". Karena Surah Ar -Rahman menjadi awal sejarah cinta mereka .


Proses peletakan batu pertama itu hanya di hadiri seorang Ustadz , ketua RT dan RW setempat serta beberapa orang pekerja proyek pembangunan masjid . Dan mulai hari itu juga proses pembangunan masjid dimulai .


Walaupun wajah Aisyah tertutup cadarnya , namun dari pancaran mata Aisyah . Azzam bisa melihat Aisyah tampak bahagis sekali . Azzam pun merasa senang . Bisa membantu mewujudkan impian istrinya .


" Sayang, Kamu mau saya antar pulang , atau ikut saya ke kantor ? " Tanya Azzam setelah selesai acara peletakan baru pertama itu.


" Ikut ke kantor Hubby aja." Sahut Aisyah.


" Okey ." Kata Azzam sambil tersenyum .


Azzam membukakan pintu mobil untuk Aisyah . Mobil mewah itu pun kembali melaju di jalan menuju kantor Azzam .


***

__ADS_1


Satu bulan kemudian .


Saat itu Aisyah sedang memasak untuk makan malam mereka . Sebenarnya Azzam mengajak Aisyah makan di luar , tapi Aisyah menolak . Dia ingin masak dan makan malam di rumah . Azzam pun tidak bisa membantah keinginan istrinya .


Setelah semua hidangan sudah tersaji , mereka pun menikmati makan malam bersama semua pegawainya . Semua terlihat tampak menikmati hidangan dengan lahap .


Selesai makan Aisyah beres -beres di bantu pegawainya Bi Nur dan Bi Imah . Sedangkan Azzam dan pegawai yang laki -laki bersiap kembali ke masjid untuk melaksanakan sholat isya .


Setelah berberes , Aisyah pun ke kamarnya untuk melaksanakan sholat isya . Mereka kini sudah menempati kembali kamar semula mereka yang ada di lantai atas .


Aisyah mencurahkan semua isi hatinya dalam doanya . Tidak terasa air matanya pun mulai menetes membasahi pipi . Bukan tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan padanya , tapi Aisyah sangat ingin sekali memiliki anak yang akan menjadi pelengkap kebahagian mereka .


Tok tok tok


Terdengar suara pintu kamar di ketuk . Aisyah yang sedang merapikan kembali mukena dan sajadahnya pun menoleh ke arah pintu . Dia tersenyum ketika melihat suaminya muncul dari balik pintu .


Azzam melangkah mendekati istrinya Aisyah lalu mencium punggung tangan suaminya dan di balas Azzam dengan mengecup kening Aisyah . Keduanya pun duduk di tepi tempat tidur .


Azzam menatap wajah Aisyah yang terlihat sembab . Azzam tau pasti Aisyah habis menangis .


" Hubby mau Ais buatin teh hangat ? " Tanya Aisyah ingin mengalihkan tatapan Azzam .


Azzam tidak menjawab , dia masih menatap dalam wajah Aisyah . Aisyah lalu bangun dari duduknya . Namun Azzam menarik tangannya, sehingga Aisyah jatuh di pangkuan Azzam .


" Hubby ? "


" Mau kemana ? " tanya Azzam sambil mengalungkan tangan di pinggang istrinya .


" Mau buatin hubby teh hangat !" Jawab Aisyah sambil mencubit hidung Azzam .


" Nggak usah , di sini aja . Saya sudah suruh Bi Nur buatkan untuk kita berdua ." Kata Azzam lagi .


" Okey , tapi lepasin Ais donk !" Kata Aisyah


Meminta Azzam melepaskan pelukannya .


" Kalo saya nggak mau , gimana ? "


"By ? "


Azzam menatap bola mata indah istrinya . Ingin tau apa yang membuat wajah cantik itu terlihat sembab .


" Jelasin ke saya apa yang mengganggu hati dan pikiran kamu , sayang ? " Kata Azzam setengah berbisik.


" Nggak ada ,By ?"


" Jangan bohong , muka kamu terlihat jelas habis menangis sayang , apa yang sedang kamu pikirkan , cerita ke saya ? " Bujuk Azzam


" Kamu tau kan saya paling nggak bisa liat kamu sedih ." Kata Azzam sambil membelai lembut wajah Aisyah .


Aisyah tersenyum mendengar perkataan Azzam.


" By , Ais tadi habis sholat ." Kata Aisyah


" Iya saya tau , tapi bukan itu jawaban yang saya inginkan . " sahut Azzam .


" Hubby, air mata itu tidak selalu melambangkan kesedihan . Bahagia juga bisa membuat kita ..."


Ucapan Aisyah terputus saat mendengar pintu di ketuk dari luar.


" Masuk ! " Kata Azzam menoleh ke arah pintu .


" By , lepas , nggak malu apa di liat Bi Nur kita begini !" Kata Aisyah setengah berbisik .


" Nggak , lanjut mau ngomong apa tadi ? " Kata Azzam seolah tidak menghiraukan Bi Nur yang masuk kamar mereka .


Bi Nur sedikit malu -malu melihat adengan mesra majikannya . Setelah meletakan nampan yang berisi duai gelas teh hangat di atas meja , dia buru -buru keluar .


" Huuubbyyyyy ! " kata Aisyah sambil mencubit bagian perut Azzam


" Kenapa malu ? Ini kamar kita sayang , lagian mereka juga udah biasa liat kita peluk -pelukan kan ? " kata Azzam dengan senyum menggoda.


" Terserah hubby deh ! Sekarang kita minun teh itu ntar keburu dingin. " kata Aisyah .

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2