
Aisyah yang masih bingung dengan sikap suaminya tidak bisa berkata apa -apa lagi. Aisyah juga merasa malu sendiri.
" Udah ketawanya ? " Kata Aisyah yang masih menyembungikan wajahnya dipelukan Azzam.
Azzam tersadar dari lamunannya dan kembali terkekeh mendengar perkataan Aisyah . Alhasil cubitan Aisyah mendarat di perutnya .
" Aduh , sakit sayang !" Kata Azzam melepas pelukannya dan mengusap bagian perut yang dicubit Aisyah.
" Hubby nyebellin ! " Kata Aisyah lagi .
" Biar nyebelin tapi kamu sayang kan ? " Kata Azzam kembali mengalungkan tangannya di pinggang Aisyah .
Aisyah tidak menjawab .Azzam mengangkat dagu Aisyah dan kini keduanya saling bertatapan .
" Saya kangen kamu sayang , kangen banget , saya kangen semuanya, tapi sekarang kondisi kamu masih lemah , kamu masih dalam tahap pemulihan , saya lebih mengutamakan kesehatan kamu sayang." Kata Azzam .
" I love you ,Hubby ." ucap Aisyah pelan matanya tampak berkaca -kaca .
" I love you more ." Sahut Azzam lalu kembali memeluk Aisyah.
" Jadi liburan kemana kita ?" Tanya Azzam
Kruk, kruk ,kruk .
Azzam melepas pelukannya dan menatap wajah istrinya . Wajah Aisyah tampak memerah karena malu mendengar perutnya bersuara. Membuat Azzam semakin gemes saja .
"Laper ya , tentang liburan kita bahas nanti saja . Yuk kita ke ruang makan ! " Ajak Azzam .
Aisyah mengangguk . Baru saja keduanya mau keluar. Terdengar suara pintu kamar mereka di ketuk .
" Aden , makan siang sudah siap ! " Terdengar suara Bi Nur dari luar .
"Iya ,Bi." Kata Azzam lalu membuka pintu.
Azzam dan Aisyah mengikuti Bi Nur menuju ruang makan . Di ruang makan semua sudah berkumpul , termasuk para pegawai di rumah itu . Di atas meja makan pun telah tersaji menu makanan yang merupakan makanan favorit Azzam dan Aisyah. Mereka lalu menikmati hidangan makan siang itu bersama -sama .
Selesai makan siang , Bu Ainun dan Bu Yani kembali membicarakan rencana mereka yang ingin mengadakan syukuran atas kesembuhan Aisyah .
" Saya setuju , trus rencananya kapan ?" Tanya Azzam .
" Gimana kalau malam besok , kan malam jum'at , kita undang tetangga sekitar komplek ini untuk kita sama -sama baca surah yasin ." Kata Bu Yani .
" Untuk chatringnya ,nanti Ummy yang urus. " Kata Bu Ainun bersemangat .
" Saya ikut saja ,Bu , Ummy !" Sahut Azzam .
" Nak Aisyah , gimana ? Ada tambahan lagi untuk syukuran kita ? " Tanya Pak Khairul yang melihat Aisyah diam saja . Membuat semua mata tertuju pada Aisyah.
" Gimana sayang ? " Tanya Azzam sambil merangkul pundak Aisyah .
" Ais ikut saja . Tapi jum'at sore Ais mau bagi -bagi makanan. Boleh kan ? " Kata Aisyah .
" Boleh sayang, Nanti kita berdua yang bagi -bagi makanan." Kata Azzam sambil tersenyum .
" Oke , nanti Ummy sekalian pesankan makanannya , 200 porsi cukup nggak ? " tanya Bu Ainun .
" Tambah 100 porsi lagi My , untuk anak -anak panti dan yang di panti jompo ." jawab Aisyah.
" Okey. Jadi 300 porsi ya ! " Sahut Bu Ainun .
" Saran ayah , untuk anak panti dan yang di panti jompo itu sebaiknya dari pihak chatring saja yang langsung antar ke sana , kamu baru sembuh lho ,Nak. Takutnya kamu kecapean , drop lagi ." Kata Pak Sulaiman .
" Iya yah , gak Ais sendiri kok nanti yang bagikan makanannya , ada anak buahnya Mas Azzam juga kayak yang sebelum -sebelumnya, iyakan Mas ? " Kata Aisyah .
" Iya ." Sahut Azzam sambil tersenyum .
Azzam dan Aisyah memang sering bagi -bagi makanan tapi mereka tidak turun tangan.langsung , ada orang -orang khusus yang membagikannya . Mereka hanya mengawasi dari kejauhan. Itu mereka lakukan untuk menutupi dari awak media yang nantinya akan menyorot semuanya .
Bu Ainun lalu menelpon langganan chatringnya , memesan makanan untuk acara syukuran besok .
__ADS_1
" Okey , beres !" Kata Bu Ainun .
" Ya udah , Ais kamu istirahat ya , Nak. Ibu sama Ayah mau pulang dulu ." Kata Bu Yani .
" Iya Bu ." Sahut Aisyah .
Pak Khairul dan Bu Ainun pun ikut pamit pulang . Aisyah dan Azzam mengantar kedua orang tua mereka sampai ke depan pintu . Setelah mobil yang membawa mereka menghilang di belokan jalan , keduanya kembali masuk kedalam rumah .
Azzam dan Aisyah masuk ke dalam kamar , sebelum istirahat keduanya sholat dzuhur dulu .
***
Tengah malam Aisyah terbangun , dia melirik jam dinding menunjukkan pukul 02.00 . Dia tersenyum ketika melihat suaminya yang masih tertidur di sampingnya . Saat itu Aisyah tidur masih menggunakan mukenanya . Karena tadi malam sesudah sholat isya dia langsung tertidur .
" Ya Allah , terima kasih Engkau telah mengirimkan seorang malaikat yang kini menjadi imam hamba ." Batin Aisyah .
Aisyah membelai mesra wajah Azzam . Belaian itu membuat Azzam terbangun .
" Sayang kamu udah bangun , jam berapa sekarang ? " Tanya Azzam lalu meraih tubuh Aisyah kedalam pelukannya .
" Jam 02.00 , Maaf ya Ais bangunkan Hubby !" Kata Aisyah .
" Nggak papa ,sayang ." Sahut Azzam lalu mengecup puncak kepala Aisyah .
" Gimana tidurnya nyenyak ? " Tanya Azzam
" Iya , Hubby gimana ? "
" Nyenyak juga dong , sayang . " Sahut Azzam .
" By ? "
" Iya kenapa sayang ? "
" Waktu kita pisah kamar , hubby nyenyak nggak tidurnya ? "
" Kenapa nanya begitu ? Kamu sendiri nyenyak nggak ? "
Azzam tersenyum . Dan kembali mengecup puncak kepala Aisyah .
"Tiap malam saya sulit untuk memejamkan mata , biasanya kan kamu selalu di pelukan saya seperti sekarang , ya udah saya peluk guling aja , sambil bayangin meluk kamu ."
Kata Azzam lalu memeluk Aisyah lebih erat .
" Hubby , Ais jadi sudah napas !" Kata Aisyah yang tenggelam dalam pelukan Azzam .
" Sorry sayang , abisnya kamu tu gemesin banget ." kata Azzam kemudian melonggarkan pelukannya .
Azzam menatap dalam wajah Aisyah . Mereka saling bertatapan menyelami isi hati masing -masing .
Cup
Azzam mengecup mesra bibir Aisyah .
"Ais nggak bisa jauh dari kamu , By ! " Kata Aisyah .
" Kita akan selalu bersama sayang . Kita sholat tahajjut yuk ! "
Aisyah mengangguk .Keduanya pun bangun dan pergi berwudhu bersiap melaksanakan sholat tahajjut .
" Kalo masih mau tidur , tidur aja sayang , nanti saya bangunkan pas mau sholat subuh ." Kata Azzam ketika selesai sholat .
" Hubby sendiri ? "
" Saya nggak ngantuk , saya mau baca Qur'an sambil menunggu waktu sholat subuh . " Kata Azzam yang kini duduk menghadap ke Aisyah .
" Ais juga nggak ngantuk By . Ais mau zikir, tinggal satu setengah jam lagi aja kan sudah masuk masuk subuh."
Azzam mengangguk dan tersenyum menatap Aisyah .
__ADS_1
" By , Ais mau dengar Hubby baca surah Ar -Rahman ."
" Boleh ." sahut Azzam membuat Aisyah tersenyum .
Azzam lalu mulai melantunkan surah Ar -Rahman seperti permintaan Aisyah . Ada rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata -kata saat Aisyah mendengar Azzam melantunkan surah itu .
Selesai melantunkan surah Ar-Rahman , Azzam melanjutkan dengan surah -surah lainnya . Begitu pula Aisyah , setelah berzikir dia melanjutkan dengan membaca sholawat. Hingga tidak terasa waktu sholat subuh pun tiba .
Azzam bergegas pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah . Sedangkan Aisyah sholat di kamar saja .
***
Selesai sholat Aisyah langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya . Di dapur tampak Bi Nur dan Bi Imah yang mulai sibuk berberes.
" Selamat pagi ! " Sapa Aisyah pada keduanya .
" Pagi ,Non.! " sahut Bi Nur dan Bi Imah hampir bersamaan .
"Maaf , Non , Non Aisyah kan baru sembuh. Baiknya Non duduk aja , biar saya dan Bi Nur yang masak , nanti kami kena marah Aden ! " Kata Bi Imah ketika melihat Aisyah mengambil pisau .
" Nggak papa Bi , Mas Azzam nggak akan marah ." Sahut Aisyah .
"Tapi Non , ..."
" Udah nggak papa ! saya cuma mau buat nasi goreng , simple aja kok " Kata Aisyah sambil lanjut memotong sayur .
Bi Nur dan Bi Imah saling pandang , mereka juga tidak bisa melarang Aisyah . Keduanya pun membantu Aisyah .
Sepulang dari masjid Azzam langsung masuk ke kamar , kamar kosong . Azzam lalu pergi ke dapur mencari Aisyah . Di dapur dilihatnya Aisyah sedang mengaduk sesuatu di wajan.
" Aromanya udah buat perut saya lapar ,Non !" Kata Bi Nur yang saat itu berdiri di samping Aisyah.
" Saya buat cuma untuk Mas Azzam aja kok , maaf ya Bi. " Kata Aisyah .
" Yah , Non ! " Sahut Bi Nur sedikit kecewa.
Aisyah tertawa melihat ekspresi Bi Nur .
" Bercanda kok ,Bi. Lagian liat porsinya , nggak mungkin Mas Azzam habiskan semua . Ntar dia gendut ! " Kata Aisyah sambil tertawa .
" Iya ya . Nasi gorengnya pasti enak sekali. Saya goreng telornya ya ,Non ! " Kata Bi Nur .
" Iya , " Sahut Aisyah .
" Kalo Non yang goreng , takutnya kena cipratan minyaknya , Nanti tambah marah Aden sama saya dan Bi Imah."Kata Bi Nur lagi .
" Bener tu. Ini aja saya udah was -was takut Aden marah liat Non Aisyah masak ." kata Bi Imah yang saat itu sedang mencuci piring .
" Tenang , Mas Azzam nggak akan marah kok. Tapi bagus sich kalo dia marah, soalnya saya udah lupa ekspresi marahnya dia " Kata Aisyah sambil tersenyum .
" Jadi Non mau Aden marahin kita ? " Kata Bi Nur lagi .
Mereka bertiga masih tidak sadar kalau Azzam yang dari tadi berdiri di depan pintu mendengar semua obrolan mereka .
" Bukan begitu , saya juga nggak mau dia marah . Saya tu mau Mas Azzam selalu bahagia , happy terus . Makanya pagi ini saya masak untuk dia ." Kata Aisyah .
" Iya Non. Waktu Non masih anmesia kemaren , Aden itu banyak bengong. Saya jadi kasian liat dia ." Kata Bi Imah .
" Iya Bi , Waktu saya masih amnesia kemaren , walaupun dia senyum tapi saya bisa liat kesedihan dimatanya . " Kata Aisyah .
" Iya ,Non." Kata Bi Nur lalu membawa telur yang di gorengnya tadi ke.meja makan . Bi Nur kaget melihat Azzam yang berdiri di depan pintu .
Azzam memberi isyarat untuk Bi Nur diam saja . Kemudian Bi Imah jua sadar Azzam ada di ruangan itu ketika mau meletakkan piring dan gelas di atas meja makan . Azzam kembali meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya .
" Bi , tolong ambilkan tempat untuk nasi gorengnya ! " Kata Aisyah .
" Iya ,Non." Kata Bi Imah lalu mengambil mangkok besar.
Azzam memberi isyarat ke Bi Imah untuk memberikan mangkok itu padanya . Bi Imah lalu memberikan mangkok itu kepada Azzam . Perlahan Azzam melangkah mendekati Aisyah . Dan kembali memberi isyarat agar Bi Nur dan Bi Imah diam ,supaya Aisyah tidak tau akan kehadirannya .
__ADS_1
Kini posisi Azzam sudah tepat di belakang Aisyah . Melihat hal itu Bi Nur dan Bi Imah saling pandang . Ada rasa kuatir Azzam akan memarahi mereka karena membiarkan Aisyah memasak membuat keduanya mematung .
...Bersambung ...