
"Maaf suster , gak salah kah ruangannya ?" tanya Bu Yani bingung
"tidak bu ," jawab suster lembut .
Tidak lama kemudian Pak Sulaiman dan Ahmad masuk keruangan itu .ekor mata Ahmad menelusuri seluruh ruang itu .ruangan yang mewah , pasti biayanya tidaklah sediikit pikirnya .Siapa lelaki bernama Azzam ?, kenapa dia memfasilitasi perawatan Aisyah dengan ruang semewah ini , apa dia yang menabrak Aisyah ? Tapi bukankan sudah dijelaskan oleh bapak tadi kalau bukan Azzam yang menabrak Aisyah , lalu kenapa ? Apa hubungan Aisyah dengan lelaki itu ? Banyak pertanyaan muncul di pikiran Ahmad .
"Abang...koq bengong " tegur Bu Yani ketika melihat Ahmad mematung
Mendengar perkataan ibunya Ahmad tersadar . Lalu mendekati Ibunya yang sedang duduk di samping kasur Aisyah .
Sementara Pak Sulaiman tampak sedang sibuk dengan ponselnya . Pak Sulaiman sedang menelpin anak sulungnya Anisa mengabarkan kondisi Aisyah . Setelah selesai menelpon Pak Sulaiman lalu duduk disamping kasur tempat Aisyah terbaring bersebrangan dengan Bu Yani dan Ahmad.
"Besok Anisa kesini " kata Pak Sulaiman
Bu Yani yang sudah dari tadi tidak sabar menayakan tentang ruangan itu kepada suaminya . Pak Sulaiman pun menjelaskannya .
"Tu anak baik sekali ya , Yah , ..."
" Tapi bu , Ahmad rasa pasti ada sesuatu " potong Ahmad
" Sesuatu ! Maksudnya gimana , Abang ?" tanya Bu Yani sambil menatap Ahmad .
"Aneh aja ,.."
"Jangan suudzon dulu , baiknya kita tunggu nak Azzam datang lagi nanti baru kita tanyakan " kata Pak Sulaiman memotong ucapan Ahmad
Apa yang ada dalam pikiran Ahmad tentunya tidak jauh berbeda dengan Pak Sulaiman .
Kabar kecelakaan Aisyah sampai ke kantor tempat kerjanya . Saat jam makan siang beberapa rekan kerja dan sahabatnya datang menjenguk . Mereka bersyukur kondisi Aisyah tidak terlalu parah .
Aisyah masih dalam pengaruh obat membuatnya masih tertidur pulas. Tidak ingin mengganggu Aisyah yang sedang istirahat teman -temannya pun balik ke kantor. Tinggal tiga orang sahabatnya yang masih ngobrol.
Saat itu Ahmad sudah tidak ada lagi di ruangan itu , dia kini berada di lokasi tempat Aisyah kecelakaan . Dia kesana untuk mengecek motor Aisyah , tapi dia tidak menemukan motor Aisyah . Dari warga sekitar Ahmad mengetahui bahwa motor Aisyah sudah di bawa oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan .
Mengetahui hal itu Ahmad menelpon ayahnya , agar bisa menyusulnya ke kantor kepolisian . Setelah berpamitan dengan istrinya Pak Sulaiman pun menyusul Ahmad.
Setelah dicek kondisi kerusakan motor Aisyah pun tidak terlalu parah . Hanya lecet dibagian body depannya saja . Selesai urusan dikantor kepolisian Pak Sulaiman dan Ahmad l berniat kembali ke rumah sakit tempat Aisyah di rawat.
Dengan menggunakan motor Aisyah Ahmad membonceng Ayahnya kembali ke rumah sakit.
Ketika hendak memasuki rumah sakit keduanya bertemu dengan Azzam yang juga baru tiba disana.
"Assalamualaikum " sapa Azzam lalu menyalami keduanya
"Waalaikumsalam " jawab Pak Sulaiman dan Ahmad bersamaan .
__ADS_1
"Dari mana pak ? kondisi Aisyah gimana ? "tanya Azzam ramah.
"Kami dari kantor polisi , kondisi Aisyah mulai membaik , tadi masih tertidur. "jawab Pak Sulaiman.
Ahmad yang sudah tidak sabar memberi isyarat kepada ayahnya segera membicarakan tentang maksud Azzam pada adiknya .
"Maaf Nak Azzam , bisa kita bicara sebentar " kata Pak Sulaiman .
"Iya pak , boleh ..tapi sebaiknya kita bicara di cafe depan saja " kata Azzam sambil menunjuk sebuah cafe di seberang jalan .
Ketiganya lalu berjalan menuju cafe yang di maksud Azzam. Dari sorot mata Pak Sulaiman khususnya Ahmad tampaknya ada sesuatu yang cukup serius . Azzam sedikit gugup namun tetap berusaha tenang. Azzam memesan minuman untuk mereka bertiga .
"Silahkan diminum " kata Azzam sambil meneguk secangkir kopi yang baru di suguhkan pramusaji cafe , diikuti Pak Sulaiman dan Ahmad.
Tanpa banyak basa - basi den Pak Sulaiman langsung membicarakan pokok permasalahan . Tentang siapa Azzam ? Ada hubungan apa dengan anaknya Aisyah ? .
Azzam menarik napas dalam sebelum menjawab semua pertanyaan Pak Sulaiman . Di tatapnya satu persatu kedua ayah dan anak di depannya , yang menanti jawaban .
"inikah saatnya aku harus mengatakan semuanya "batin Azzam.
Sementara Ahmad terus mengamati Azzam , dilihat dari penampilan dan mobil mewah yang digunakannya , tentunya Azzam bukan orang biasa .
Azzam pun memperkenalkan dirinya dan keluarganya ,serta mengatakan kalau dia menyukai Aisyah sejak pertama kali bertemu . Pak Sulaiman tersenyum .
"belum lama , Aisyah mengenal saya baru kemaren malam " jawab Azzam
"Maksudnya gimana , kalian baru kenal kemaren ?" tanya Ahmad penasaran .
Azzam lalu menceritakan awal mula ia bertemu Aisyah , mulai dari pertemuan tanpa sengaja di lampu merah , di cafe dan di masjid kemaren .
"Apa Aisyah juga menyukai kamu ? Tanya Ahmad .
" Saya belum tau " jawab Azzam singkat sedikit cemas .
"okey, kalau kamu belum tau , trus gimana ? "Tanya Ahmad lagi .
Azzam pun menyampaikan maksudnya untuk menta'aruf Aisyah . Cukup membuat kaget Pak Sulaiman dan Ahmad .
"keluargamu tau akan hal ini " tanya Pak Sulaiman
"Tau pak , Keluarga saya sangat mendukung keputusan saya , mereka mau saya segera menikah " kata Azzam
"Azzam,, secara ekomoni kita berbeda ,..."
"Awalnya kami juga bukan dari keluarga berada Bang , dimata Allah semua kita sama ," kata Azzam memotong ucapan Ahmad
__ADS_1
"tapi kalau Aisyah menolak gimana " tanya Ahmad
Spontan pertanyaan itu membuah wajah tampan Azzam memerah . Melihat ekpresi Azzam membuat naluri kejahilan Ahmad merasa terpanggil .
" Saya gak yakin Aisyah akan menerima.kamu " kata Ahmad Sambil melirik ayahnya .
Pak Sulaiman yang sudah paham sifat anaknya hanya tersenyum . Dalam hatinya pun kagum akan niat baik Azzam .
"Jangan-jangan nanti kalau Aisyah nolak , kamu malah minta ganti semua biaya rawat Aisyah " lanjut Ahmad melihat Azzam yang diam saja
"Ahmad..." tegur Pak Sulaiman .
"Masya Allah ,saya tidak seperti itu Bang , Saya hanya ingin orang yang saya sayang mendapatkan pelayanan yang terbaik , kalaupun Aisyah menolak saya , saya ikhlas , " kata Azzam meyakinkan
"Saya hargai niat baik Nak Azzam , tapi segala keputusannya ada di Aisyah " jawab Pak Sulaiman sambil tersenyum .
"Iya , Saya janji sama bapak , akan menjadi yang terbaik untuk Aisyah " kata Azzam meyakinkan lagi
"Janji sama Ayah aja ni " Kata Ahmad mulai meledek .
"Sama Abang juga , terutama pada diri saya sendiri dan Allah " jawab Azzam tegas
"Waaaw , saya suka itu " sahut Ahmad
Obrolan mereka terhenti saat ponsel Azzam berdering., tampak nama Ririn muncul di layar pomsel itu ,
"Dari Sekretaris saya , saya jawab dulu pak " kata Azzam
"Silahkan "
Ririn mengabarkan kalau Azzam harus menghadiri meeting di luar kota , mungkin akan memakan waktu 2-3 hari . Tiket pesawat sudah d boking akan berangkat dalam waktu 2 jam lagi . Mengharuskan Azzam untuk segera pulang .
Dengan berat hati dia menyampaikan hal itu kepada Pak Sulaiman dan Ahmad . Itu artinya selama 2-3 hari dia akan meninggalkan pujaan hatinya. Ekspresi sedih tampak jelas di wajahnya .
"Sebaiknya Nak Azzam selesaikan saja dulu urusan kantor, untuk masa depan kamu juga , Nanti Bapak akan ngomong sama Aisyah " kata Pak Sulaiman menghibur Azzam.
"Baiklah Pak , tolong kabari saya keadaan Aisyah " pinta Azzam lalu memberikan kartu namanya ke Pak Sulaiman
"Iya , kalo jodoh, Allah akan memudahkan "
"Amin "
Setelah menyalami keduanya . Azzam lalu pergi . Hatinya bergejolak , di satu sisi dia ingin sekali bertemu Aisyah , tapi disisi lain juga membutuhkan dia .
"hhhuuuf...kenapa diwaktu yang bersamaan " gerutu Azzam .
__ADS_1