
Putri berhasil mengalihkan pembicaraan mereka , sehingga kini kembali fokus pada tugas mereka membuat kue . Ahmad juga pergi meninggalkan mereka karena masih ada beberapa hal yang mau diurus .
Dari kejauhan Ahmad tersenyum penuh arti menatap Putri lalu pergi . Apakah Ahmad juga menyukai Putri ? tapi kalau dia menyukai Putri , bagaimana dengan seorang gadis yang pernah di janjikan ingin di perkenalkan pada Ibunya setelah pernikahan Aisyah ?
***
Di Tempat lain Azzam sedang dalam perjalanan menuju kantornya . Tadinya dia tidak mau ke kantor , tapi ada sesuatu yang harus di selesaikan hari itu juga memaksanya untuk tetap pergi ke kantor .
Sesampainya di kantor, seperti biasa Azzam selalu menyapa siapa pun yang ditemuinya dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya . Dengan santai dia berjalan menuju ruangannya
" Pak Bos , Tunggu ..." kata Ririn
" Bawa semua berkasnya ke ruangan " Kata Azzam menoleh ke arah Ririn dan melanjutkan langkahnya .
" Tapi Pak Bos , ..." Kata Ririn seperti berusaha menghalangi Azzam masuk ke ruangannya. Namun Azzam sudah keburu memegang gagang pintu dan masuk.
Azzam kaget ketika melihat Siska duduk di kursi meja kerjanya .
"Kamu . Ngapain kamu disini ? " kata Azzam
" Sayang , jangan marah donk . Aku kesini karna aku kangen sama kamu " Jawab Siska santai
" Tolong keluar dari ruangan saya , atau saya panggil security " Kata Azzam mulai emosi
" Rin...Ririn ! " Azzam memanggil Ririn
" Iya , Pak Bos " kata Ririn muncul di belakang Azzam .
" Kenapa kamu biarkan dia masuk ?" Kata Azzam penuh emosi
" Maaf , Pak Bos , Mbaknya maksa , " Kata Ririn gugup .
" Sudahlah sayang , kan udah lama aku gak kesini " Kata Siska lalu mendekati Azzam lalu mengalungkan tangannya di leher Azzam . Dengan tatapan penuh nafsu mendekatkan wajahnya ke wajah Azzam .
Walaupun dulu mereka pernah bersama , namun sedikitpun Azzam tidak pernah menyentuh Siska , Akhirnya Siska selingkuh dengan pria lain yang bisa memberikan apa yang dia inginkan . . Sepertinya bibir Azzam akan menjadi sasaran utamanya . Namun sayang , Azzam malah mendorongnya dan menarik tangannya dengan kasar.
"Jangan pernah muncul didepan saya lagi " tegas Azzam lalu mengeluarkan Siska dari ruangannya. Lalu menutup rapat pintu itu.
Karyawan yang berada disekitar ruangan Azzam kaget melihat kejadian itu . Siska merasa malu sekali . Karena mereka semua menatapnya
" Apa liat -liat " bentak Siska sambil melotot
" Dasar perempuan aneh " ucap salah satu dari mereka
__ADS_1
Melihat mereka bicara berbisik - bisik membuat Siska semakin kesal dan bergegas meninggalkan tempat itu .
"Liat saja nanti , kamu akan membayar mahal atas semua penolakan mu " gerutu Siska .
" Udah , lajutin kerjaan kalian , atau kalian juga kena marah Pak Bos " Kata Ririn menertralisir kembali suasana saat itu.
" Baik , mba !"
***
Didalan ruangan Azzam duduk di kursi yang diduduki Siska tadi , Dia kesal sekali, sekaligus malu Dia menelpon seseorang
" Ozi. tolong keruangan saya sekarang !"
" Baik Bos ".
Ririn dengan beberapa berkas ditangannya , mau masuk ke ruangan Azaam . Saat mendekati pintu ruangan itu tiba - tiba ,
Bruuukk..
" Ozi...kalo jalan liat - liat , untung ni berkas gak jatuh " kata Ririn dengan wajah kesalnya sambil merapikan berkas yang hampir jatuh .
"Lho , Mba Ririn kan yang nabrak saya duluan " sahut Ozi .
" Saya mau masuk " Jawab Ozi sambil menunjuk ke arah pintu ruangan bos mereka .
" Oke, kalo gitu saya masuk duluan " Kata Rirn lalu mengetuk pintu .
"Silahkan , mba " Kata Ozi mempersilahkan Ririn masuk duluan.
Tok tok tok
" Masuk " kata Azzam
Muncul dari balik pintu Ririn disusul Ozi . Ririn menyerahkan beberapa berkas yang harus di tanda tangani Azzam .
"Hmmm,,, Pak Bos .maafkan saya sudah membiarkan mbak Siska masuk " kata Ririn terbata - bata karena melihat wajah Azzam yang masih tampak emosi .
Azzam hanya melirik Ririn tanpa berkata apa -apa membuat Ririn tidak berani lagi bersuara .Ririn tau kalau Bosnya sudah memanggil Ozi pasti ada hal yang lebih serius . Setelah Azzam menyerahkan kembali semua berkas kepadanya , Dia langsung permisi keluar ruangan itu .
" Pak Bos kalo marah , serem juga . Lagian perempuan itu kenapa jua harus datang lagi ke kehidupannya Pak Bos . Cantik sich cantik tapi tingkahnya , iiihhh...gak banget deh , wajarlah Pak Bos begitu padanya. " Ririn bicara sendiri saat kembali kemejanya.
"Duduklah " Kata Azzam pada Ozi yang masih berdiri di depannya setelah Ririn keluar .
__ADS_1
" Baik , Pak "
" Saya mau kamu mengawasi Siska . Awasi semua gerak geriknya , saya khawatir dia akan melakukan hal -hal yang dapat mengacaukan semuanya " perintah Azzam
" Baik , pak , "
" Tapi kamu juga harus berhati -hati , Siska juga licik " tambah Azzam .
" Tenang saja pak , serahkan semua sama saya . " Jawab Ozi
" Oke ,, saya percayakan semuanya sama kamu " kata Azzam sambil tersenyum
***
Sementara itu , Siska tampak masing ngomel -ngomel tidak jelas hingga masuk ke mobilnya . Dia lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya dan menelpon seseorang . Tante Mia . , Dia menelpon Tante Mia . Tante Mia adalah adik bunggu Pak Khairul ayahnya Azzam
Siska dan Tante Mia sudah akrab sejak Azzam masih berhubungan dengan Siska . Bisa dibilang satu -satunya keluarga Azzam yang sangat mendukung hubungan Azzam dan Siska waktu itu.
Tante Mia dekat dengan Siska karena Siska pernah menolongnya ketika hampir di tabrak mobil ketika menyebrang jalan , sejak itulah dia merasa berhutang budi sama Siska dan berjanji akan selalu membantu Siska .
Siska yang licik pun menggunakan kesempatan itu .
" Tante kan dulu pernah bilang , akan membantu Siska , sekarang tolong bantu Siska kembali ke Mas Azzam lagi " Renhek Siska
" Iya , sayang ,sekarang kamu dimana ?"
Siska lalu menceritakan dimana keberadaannya dan penolakan Azzam padanya . Mendengar itu Tante Mia tertawa , membuat Siska semakin kesal .
" Gak lucu tante , " jawab Siska kesal
" Kamu tu kayak gak tau Azzam aja , jelaslah dia gak suka digituin , kalo kamu gitu , Azzam akan semakin marah bahkan dia akan membenci kamu , main cantik aja ,jangan lanhsung nyosor gitu " kata Tante Mia terkekeh-kekeh .
"Ahh, tante , aku kan kangen sama Mas Azzam , bantu pikirin dong , gimana caranya Mas Azzam bisa kembali sama Siska dan membatalkan rencana pernikahannya dengan perempuan itu , lagian selera Mas Azzam kok rendahan sekali , gak terima aku , tan ,, please bantu Siska " kembali Siska merengek .
" Gimama kalo kita ketemuan aja ? " Ajak Tante Mia
" Oke , kalo gitu ,aku jemput tante ya ?"
" Gak usah , ntar orang rumah curiga lagi kalo kita pergi berdua " kata Tante Mia
" Oke , kalo gitu kita ketemuan di cafe biasa " kata Siska .
" Oke " jawab Tante Mia .
__ADS_1
Tante Mia berusia 38 tahun , merupakan adik bunggu Pak Khairul . Masih berstatus singel di usianya yang sudah tidak muda lagi . Sejak kecelakaan maut yang menimpa kekasihnya sampai kini Tante Mia tidak membuka hatinya dengan pria manapun .