
" Bagus...buatlah istrimu selalu bahagia ,nak , " kata Bu Ainun
" Insya Allah , Ummy "
***
Saat menuju ke kamar , Aisyah berpapasan dengan Tante Mia yang sepertinya akan keluar . Aisyah berusaha tetap tersenyum pada Tante Mia
" Gak usah sok baik deh , sama saya . Saya gak akan pernah suka sama kamu " kata Tante Mia lalu pergi
Aisyah sedih mendengar kata -kata yang keluar dari mulut tante Mia . Kenapa tante Mia tidak menyukainya ? Apa salah dirinya ?
" Astagfirullahalazzim " gumam Aisyah sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya .
Aisyah mempercepat langkahnya ketika mendengar ponselnya kembali berdering .
Tampak nama sahabatnya Mala di layar ponsel.
" Assalamualaikum " Sapa Aisyah ketika sambungan telpon terhubung
" Waalaikumsalam , Ais....huhuhu " Mala terisak
" Hey..kenapa ? Apa yang sudah terjadi ? " tanya Aisyah
Mala masih menangis ,tidak menjawab pertanyaan Aisyah .
" La..., menangislah kalo itu membuat kamu lebih tenang " kata Aisyah yang juga ikut sedih mendengar sahabatnya menangis
" Ais....maaf ya , saya sudah ganggu kamu , saya binggung , mau ngomong sama siapa ,? " kata Mala sambil sesegukan
" Istigfar ...Astagfirullahhalazim "
Terdengar suara Mala mengikuti ucapan Aisyah
" Okey , sekarang cerita , apa yang sudah terjadi , sampai kamu nangis gitu " tanya Aisyah .
Mala lalu mulai bercerita masalah yang menimpa dirinya . Lelaki yang berjanji akan menikahinya setelah menyelesaikan study di Kairo Mesir , kini sudah pulang ke Indonesia tapi sudah berstatus sebagai suami orang . Dengan santainya dia menghubungi Mala pagi itu lewat sambungan video call memperkenalkan istri dan anaknya yang masih bayi .
" 3 tahun , saya setia menunggu dia , tapi ini kenyataan yang harus saya terima " Kata Mala sesegukan
Aisyah yang memang sudah sedih di tambah cerita Mala , membuatnya ikut menangis .
Azzam yang baru masuk kamar kaget melihat ,Aisyah yang sedang menelpon sambil menangis. Buru -buru dia mendekati istrinya . Kini posisinya sudah duduk di samping Aisyah "
" Kenapa ?" Kata Azzam sambil mengusap air mata di pipi istrinya .
Aisyah tidak menjawab dia hanya mengisyaratkan Azzam untuk tidak bicara dulu. Azzam duduk terpaku di samping istrinya dengan mata terfokus pada wajah istrinya .
" La...lelaki kayak gitu gak pantes kamu tangisin , " kata Aisyah membuat Azzam mengerutkan kening menatap dirinya .
Cukup lama Aisyah dan Mala ngobrol ,sampai Aisyah bersandar di pundak suaminya . Dan sesekali Azzam mengusap air mata istrinya .
" Ya ,udah ,Ais..nanti kita lanjut ngobrol lagi ya , saya mau antar ibu ke dokter " Kata Mala
__ADS_1
" Ibu sakit ? Sakit apa ?"
" Katanya dia pusing , "
" Ibu tau gak ?"
" Gak tau , Saya belum cerita ke ibu , Saya gak mau ibu tambah sakit " kata Mala terisak .
"Ya , sudah , salam buat ibu ya..., kamu harus kuat , kalo ada apa -apa , cepat hubungi saya . Jangan ngelakuin hal yang aneh -aneh , masih banyak kok laki -laki yang jauh lebih baik dari dia di dunia ini"
" Iya , Ais...terima kasih atas semuanya "
" Sama -sama "
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam " Aisyah menutup telpon .
***
"Mala kenapa ?" Tanya Azzam
Aisyah tidak menjawab , dia memeluk Azzam lebih erat . Kesedihan Mala di tambah lagi sikap Tante Mia membuat Aisyah kembali menangis .
" Sayang , Jangan nangis dong ! Saya gak tega liat kamu begini"
" Kasian Mala by ,pasti hatinya hancur sekali , 3 tahun dia mempertahankan cintanya tapi berakhir dengan penghianatan "
" Sebagai sahabat kamu harus hibur dia , gimana kalo kita ajak sahabat -sahabat kamu diner ? Atau ngumpul makan -makan di rumah baru kita ?"
" Gitu dong , senyum kan manis diliatnya menenangkan hati Hubby "
" Ngomong -ngomong kapan kita ke rumah baru kita , Saya sudah gak sabar "
"Sekarang pun boleh , Tapi tentang sikap tante Mia tadi jangan di ambil hati ya , dia memang kadang nyebelin "
" Gak papa Hubby , Ais bisa maklum kok. Lagian kita gak bisa maksa seseorang untuk suka sama kita " kata Aisyah berusaha seolah tidak apa -apa padahal di batinnya muncul banyak pertanyaan. Walau bagaimanapun Tante Mia adalah tante dari suaminya , yang juga sudah menjadi tantenya .
" Alhamdulillah , saya senang mendengarnya " kembali Azzam mengecup mesra kening istrinya .
Mereka berdua pun bersiap , setelah berpamitan dengan Bu Ainun dan Pak Khairul mereka pun pergi . Seperti biasa Azzam selalu membukakan pintu mobil untuk istrinya .
kurang lebih 20 menit mobil mereka memasuk komplek perumahan yang cukup mewah , Azzam membuka kaca mobil menyapa kedua security yang sedang ngobrol di pos dengan melambaikan tangan kepada mereka . Dibalas dengan lambaian tangan juga oleh kedua security itu.
" Oke , Kita sudah sampai "
Azzam lalu bergegas turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya .
" Hubby , ini rumah kita ?"
" Iya sayang "
Aisyah menatap sebuah rumah dihadapannya . Rumah berlantai 2 berwarna putih , warna favorit Aisyah , dengan desain minimalis namun tampak elegan . Halaman depannya cukup luas .
__ADS_1
" Kamu suka ?"
Aisyah mengangguk
" Kita liat di dalamnya , kamu pasti lebih suka " kata Azzam lalu membuka pagar dan mengajak Aisyah masuk .
"Sayang kan suka bunga , halaman ini bisa sayang jadikan taman bunga " Kata Azzam sambil tersenyum
" Terima kasih Hubby "
Kemudian , Azzam membuka pintu , mereka menyelusuri seluruh ruangan, mulai dari lantai pertama sampai ke lantai kedua . Ekor mata Aisyah menyelusuri setiap sudut ruangan yang sudah lengkap semua pernak -perniknya , dia kagum melihat seluruh desain semua ruangan .
" Kamulah ratu di rumah ini ,sayang " Kata Azzam
" Terima kasih , Hubby "
Azzam merentangkan tangannya , agar Aisyah masuk kedalam pelukannya . Aisyah pun menuruti kemauan Azzam . Kecupan mesra kembali.mendarat di kening Aisyah .
" Di rumah sebesar ini kita cuma tinggal berdua ? "
" Nanti akan ada 2 orang asisten rumah tangga yang akan membantu kamu memasak dan membersihkam rumah ini, trus , saya juga sudah carikan sopir pribadi buat kamu , kalo kamu butuh tukang kebun , nanti akan Hubby carikan juga , gimana ?"
" Asisten rumah tangganya kok 2 by , 1 aja cukup , terus sopir pribadi kayaknya gak usah deh , Ais kan bisa juga nyetir sendiri , terus , tukang kebun boleh lah "
" Sayang , saya gak mau istri saya capek , ini rumah cukup besar, terus soal sopir , saya tau kamu bisa nyetir mobil sendiri , tapi lebih aman , kalo ada sopir , tenang orang -orang yang akan bekerja disini sudah lolos seleksi semua " kata Azzam sambil tersenyum
" Iya deh , Ais percaya sama Hubby "
" Peluk lagi dong "
Aisyah lalu kembali memeluk suaminya .
" O ya ..ini lagi " Azzam melepas pelukannya dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya .
" Ini ATM dan Kredit card kamu pegang , di ATM itu ada 100 juta , kredit card ini bajetnya maksimal 500 juta ,bisa sayang pake untuk keperluan sayang selama 1 bulan , kalo kurang ngomong aja , nanti saya tambah lagi . trus soal gaji pekerja di rumah ini nanti kantor yang caver " kata Azzam memberikan dua kartu itu pada Aisyah
Aisyah bengong mendengar penjelasan suaminya
" Kenapa ? Kurang ? Atau..."
" Hubby , bukan kurang , ini kebanyakan buat Aisyah , ATM ini ja saya rasa sudah lebih dari cukup ,100 juta bukan uang yang sedikit Hubby . Gak usahlah pakai kredit card lagi " kata Aisyah sambil mengembalikan kredit card pada Azzam .
" Kamu pegang aja semua , siapa tau nanti kamu perlu ,intinya semua sudah tercaver , jadi jangan di tolak , dan satu permintaan saya ?"
" Apa ? "
" Cinta dan sayang , kamu cuma untuk saya seorang " kata Azzam sambil memegang dagu istrinya
" Hubby ,terlepas dari ini semuanya , Ais sangat cinta dan sayang sama Hubby , Ais juga berharap , Hubby akan selalu mencintai dan menyayangi Aisyah "
" Pasti sayang " jawab Azzam lalu memeluk kembali Aisyah .
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like dan komen ya ...
Terima kasih