
Bu Yani dan Pak Sulaiman pun memuji masakan Azzam . Mereka ikut bahagia melihat ke harmonisan Azzam dan Aisyah yang saat itu makan saling suap -suapan .
Setelah sarapan mereka lanjut ngobrol di ruanga tengah . Ponsel Pak Sulaiman berdering , tampak nama Ahmad muncul di layar ponsel . Ahmad mengabarkan kalau dia ada meeting di luar kota besok ,sore ini sudah harus berangkat .
Pak Sulaiman dan Bu Yani pun mau tidak mau harus pulang , karena tidak mungkin rumah di biarkan kosong. Aisyah sedih , tadinya dia berharap kedua orang tuanya menginap 2-3 malam di rumahnya . Dia meminta Azzam mengantar Pak Sulaiman dan Bu Yani pulang .
" Ais,, Ayah sama ibu pulang dulu ya ? Jangan sedih rumah kita masih dalam satu kota juga kok , nanti Ayah dan ibu akan sering -sering kesini " Kata Pak Sulaiman
Aisyah mematung di depan pintu sampai mobil Azzam yang membawa kedua orang tuanya menghilang dari pandamgan . Dia lalu kembali masuk ke dalam rumah . Dan masuk ke kamarnya .
Saat mau merebahkan badannya di atas tempat tidur , dia teringat pakaian - pakaian kotor yang masih ada di dalam kamar mandi . Dia lalu bergegas masuk ke kamar mandi .dan mengambil pakaian kotor itu untuk di cuci .
Melihat Bi Nur yang sedang menjemur pakaian , Aisyah pun berinisiatif sendiri memasukan pakaian itu ke dalam mesin cuci . Satu persatu dia masukan pakaian ke dalam mesin cuci . Ketika mengangkat kemeja dan jas Azzam , Aisyah mencium aroma yang berbeda dari kemeja itu .
Aisyah mendekatkan kemeja itu ke wajahnya , dan aroma itu semakin tercium di hidungnya . Aroma parfume yang berbeda dari yang biasa di pakai suaminya .
" Astagfirullah, ini aroma parfume perempuan " guman Aisyah sambil membolak -balik kemeja itu .
Deg ..
" Ini bekas lipstik ? Bekas lipstik siapa ini ? Ais gak punya warna lipstik secerah ini " gumannya lagi
Seketika badannya lemas . Beruntung dia bisa mengendalikan tubuhnya hingga tidak terjatuh .
" Kenapa Non ?"
Bi Nur yang melihat Aisyah lemes mendekati Aisyah . Buru -buru Aisyah menggumpal baju Azzam di genggamannya
" Gak papa , Bi . Saya pusing aja " sahut Aisyah
" Saya bantu ke kamar ya , Non ?"
" Gak usah Bi , saya bisa kok " kata Aisyah sambil melangkah meninggalkan Bi Nur yang bingung menatapnya .
Sesampainya di kamar Aisyah kembali mencium kemeja suaminya , Bekas lipstik di kemeja itu begitu jelas . Membuatnya semakin terisak .
" Ya Allah bekas lipstik siapa yang menempel di baju suami saya . Apa suami saya punya perempuan lain di luar sana ? "
" Astagfirullahalazzim "
Berkali - kali Aisyah mengulang kalimat itu untuk menenangkan hatinya . Tapi hatinya tetap tidak tenang
" Gak mungkin Ais, gak mungkin Mas Azzam selingkuh , dia laki -laki yang baik , pernikahan kalian belum satu bulan, tidak mungkin dia selingkuh secepat itu , tapi.....bekas lipstik ini ...pasti menempel karena perempuan itu memeluk Hubby ,.. Kalo sampai pelukan berarti ...huhuhu...." kembali tangis Aisyah pecah .
__ADS_1
" Jangan -jangan yang di bilang Hubby tikus got kemaren selingkuhanya , kalo bukan ngapain dia maksa masuk ke ruangan Hubby . Huhuhu ...Ya Allah...kuatkan Aisyah..."
" Sebaiknya Ais tunggu Hubby pulang , untuk menjelaskan ini semua , tapi Ais gak kuat harus menghadapi kenyataan kalo hubby selingkuh "
" Astagfirullahhaazim , Ais..pikirkan hal positif -positif lainya , bisa jadi mungkin Mas Azzam tabrakan sama perempuan hingga lipstik nya nempel , kan di kantor bamyak perempuan . ... Huhuhu...Ya Allah..Ais gak bisa bayangin kalo Mas Azzam beneran selingkuh ,"
Pikiran Aisyah benar -benar kacau saat itu . Tidak lama kemudian ponselnya berdering , dilihatnya nama " My Husbant " di layar ponselnya .
" Assalamualaikum , sayang . Oma pingsan sekarang dibawa ke rumah sakit, saya on the way ke sana , sayang minta antar Pak Jai aja ya , nanti Hubby share location . Maaf Hubby gak bisa jemput " Kata Azzam
" Iya ...hati -hati by "
" Sayang juga ya...I Love You.. Assalamualaikum "
" "Waalaikumsalam " sahut Aisyah
Linangan air matanya kembali mengalir membasahi pipinya .
" Ais, sekarang Oma lagi sakit , lagian ini cuma bekas lipstik , jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan . Tenang pasti tidak ada apa -apa " Kata Aisyah berusaha menenangkan dirinya .Namun air matanya tetap mengalir membasahi pipinya .
Aisyah mengusap air matanya buru -buru keluar kamar ,
" Bi Imah. Bi Nur Pak Jai " Seru Aisyah saat menuruni anak tangga
" Kenapa Non ? Apa yang terjadi " Tanya Bi Imah ketika melihat mata Aisyah sembab seperti habis menangis
" Oma Bi , pingsan , sekarang di larikan ke rumah sakit , Pak Jai antar saya ya ?" kata Aisyah
" Masya Allah , kasian oma " Kata Bi Nur
" Kalo gitu saya siap -siap dulu " kata Aisyah setengah berlari ke kamarnya .
Kini Aisyah sudah dalam perjalanan di antar Pak Jai menuju alamat rumah sakit tempat Oma Khadijah di rawat .
Saat memasuk lobi rumah sakit , Aisyah bertemu dengan tante Mia bersama seorang perempuan yang juga baru tiba di sana . Melihat lipstik merah perempuan itu . Aisyah kembali teringat bekas lipstik yang menempel di kemeja Azzam .
" Tante " sapa Aisyah
Namun tante Mia tidak menghiraukannya , malah terus berjalan seolah tidak melihat Aisyah .
Aisyah ingat perempuan itu adalah perempuan yang pernah datang di resepsi pernikahannya . Setau Aisyah perempuan itu adalah mantan pacar suamianya . Dan aroma parfume yang di pakai perempuan itu sama persis dengan aroma parfume yang menempel di baju suaminya
" Apa Hubby masih punya hubungan sama mantan pacarnya,? kenapa dia datang bersama Tante Mia ? " Bisik hati Aisyah .
__ADS_1
" Tenang Ais. Sekarang Oma sedang sakit. Jangan pikir yang macem -macem dulu " Bisik hatinya lagi .
Aisyah lalu menyusul Tante Mia dan perempuan itu . Di depan ruang UGD tampak Pak Khairul dan Bu Ainun mereka tampak cemas . Azzam juga ada di sana ,mondar mandir menunggu hasil pemeriksaan dokter .
"Gimana keadaan ibu " Tanya Tante Mia Pak Khairul
" Kita berdoa aja semoga ibu tidak apa -apa " Sahut Pak Khairul
Siska tidak ingin melewatkan kesempatan mendekati Azzam , dia ingin membuat Aisyah semakin cemburu . Perlahan dia mulai mendekati Azzam.
" Sabar ya , Mas...semoga oma baik -baik saja " kata Siska yang kini berdiri di sebelah Azzam .
Melihat Azzam berdiri bersebelahan dengan seorang perempuan membuat Aisyah menghentikan langkahnya .
Menyadari Siska yang kini di dekatnya membuat Azzam menatap Siska sinis .
" Ngapain kamu di sini ? Sudah saya bilang jangan pernah muncul lagi di hadapan saya " Kata Azzam sambil menahan emosinya .
sayup -sayur Aisyah yang juga mendengar perkataan Azzam mengerutkan keningnya .
" Kenapa Hubby sepertinya tidak suka dengan perempuan itu ? " bisik hati Aisyah . Dia lalu melanjutkan langkahnya . Dan langsung menyalami Pak Khairul dan Bu Ainun , ketika akan menyalami tante Mia , tante Mia mengacuhkannya . Aisyah hanya tersenyum . Azzam lalu moendekati Istrinya membuat Siska semakin kesal .
" Gimana Oma ,My, apa yang terjadi ?"
" Entahlah , Aisyah , Ummy juga kaget pas masuk kamar Oma , Oma sudah jatuh di lantai " tutur Bu Ainun dengan air mata yang mengalir di pipinya .
" Semoga Oma gak papa ya my "
" Amin " jawab Bu Ainun dan Pak Khairul hampir bersamaan .
Tante Mia yang tadi berdiri di dekat pak Khairul menjauhkan dirinya saat Aisyah mendekati mereka . Aisyah tetap berusaha tidak memperdulikan sikap Tante Mia padanya .
Saat itu Azzam merasa Aisyah sedikit berbeda . Dari cara Aisyah menatap dan saat Aisyah baru sampai seakan cuek padanya .
" Apa ini karena ada Siska ? " Bisik hati Azzam .
Azzam lalu mengenggam tangan Aisyah. Tangan Aisyah yang dirasanya dingin membuat Azzam mengerutkan keningnya menatap wajah istrinya lebih intens , ingin mengetahui apa yang membuat Aisyah seperti itu
Bersambung.....
ikuti terus kelanjutan ceritanya ya
Jangan Lupa Like dan komen
__ADS_1
Terima Kasih