Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 107 . Kabar Menyedihkan


__ADS_3

Ahmad terus berusaha menelpon Azzam , Ozi dan Ririn . Namun masih belum ada jawaban dari mereka .


" Ya ampun. kenapa kalian susah sekali di hubungi ." Gumam Ahmad yang mulai kesal .


Pintu ruang UGD pun terbuka , tampak seorang dokter keluar .


" Bagaimana kondisi anak saya ,Dok ? " Tanya Pak Sulaiman


" Suami pasien mana ? " Tanya Bu Dokter sambil menatap satu persatu yang ada di depan ruangan itu


" Maaf ,Dok . Suami anak saya masih di luar negeri mungkin sekarang dalam perjalanan pulang .Saya Ayahnya dan ini istri saya , dan mereka ini kedua orang tua suami anak saya ." kata Pak Sulaiman terbata -bata .


" Begini benturan keras pada perut pasien membuat denyut jantung janin berhenti Dengan berat hati kami harus melakukan tindakan untuk mengeluarkan janin yang sudah tidak bernyawa lagi dari rahim ibunya . Kondisi pasien juga sangat lemah . kami juga sudah melakukan tranfusi darah pada pasien .Dan tolong perwakilan pihak keluarga untuk ke bagian admin , ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani ." kata Bu Dokter itu


" Biar saya yang ke bagian admin " Kata Ahmad lalu mengikuti seorang suster ke bagian admin .


" Lakukan yang terbaik ,untuk anak kami , Dok." kata Pak Khairul


" Baik Pak . Kami akan berusaha menolong pasien ." Sahut Bu Dokter .


Bu Dokter kembali masuk dan pintu UGD kembali tertutup rapat . Isak tangis pun mulai terdengar . Semuanya sedih atas musibah yang menimpa Aisyah yang mengakibatkan Aisyah harus kehilangan bayinya . Mereka semua tau betapa Aisyah sangat menginginkan bayinya itu lahir , tapi takdir berkata lain .


" Sabar bu , Kita berdoa saja . Yang terpenting sekarang keselamatan Aisyah ." Kata Pak Sulaiman menenangkan istrinya .


" Iya , Pak Sulaiman benar . Sekarang kita berdoa , semoga Aisyah kondisinya baik -baik saja ." Kata Pak Khairul .


Setelah menyelesaikan semuanya di bagian admin ,Ahmad kembali mencoba menghubungi Azzam . Tapi belum jua tersambung . Kemudian Ahmad mencoba kembali menghubungi Ririn dan Ozi .Namun masih sama tidak dijawab oleh mereka membuat Ahmad semakin kesal .


Kemudian Ahmad menempon kakaknya Anisa . Mengabarkan musibah yangenimpa Aisyah . Anisa kaget diapun menagis . Dan akan segera pulang .


***


Ahmad tidak bisa menelpon Azzam karena ponsel Azzam yang sedang rusak . Sementara tas Ririn yang ada ponsel di dalamnya ketinggalan di dalam kamar hotel . Karena Ozi buru -buru mengajaknya keluar lagi untuk membelikan Azzam ponsel . Sedangkan Ozi ponselnya tertinggal di atas tempat tidur saat mereka meletakkan semua belanjaan mereka di kamar .


Setelah mendapatkan ponsel seperti yang di minta Azzam . Ozi pun meminta petugas di toko ponsel itu untuk mentransfer semua data yang ada di ponsel Azzam yang rusak ke ponsel yang baru .


Saat itu Ozi dan Ririn baru sadar kalau ponsel mereka tertinggal di kamar hotel . Selesai mentransfer data ,Ozi dan Ririn pun kembali ke hotel .


Ozi yang sudah kebelet ke toilet pun tidak langsung memberikan ponsel yang baru di belinya ke Azzam , dia masuk kekamarnya dulu .


Ririn langsung mengambil tas dan mengeluarkan ponselnya yang berdering .Namun keburu ponselnya mati karena lowbet . Ozi yang baru keluar dari toilet langsung menganbil ponselnya .


" Kok banyak sekali miss call dari Pak Ahmad ya .? " Kata Ozi menatap Ririn


" Coba telpon balik Mas. ." kata Ririn .


Baru saja Ozi mau menelpon , tapi keburu ponsel Ozi berdering . Tampak nama Ahmad muncul di layar ponsel Ozi .


" Assalamualaikum ." Sapa Ozi


" Waalaikumsalam. Kalian di mana sekarang ? Kenapa susah sekali di telpon ." Kata Ahmad .


"Maaf ,Pak . Ponsel kami tertinggal di kamar hotel .kami dari toko ponsel belikan Pak Bos ponsel . Ponsel Pak Bos rusak ." Jelas Ozi


"Astaga Jadi kalian masih di Shanghai , saya kira sudah dalam perjalanan pulang ."


" Besok , baru pulang . Ada apa Pak ? " Tanya Ozi yang merasa pasti sudah terjadi sesuatu .


" Azzam mana ? Saya mau bicara penting ! "


" Sebentar Pak , saya ke kamarnya Pak Bos dulu ." Kata Ozi lalu melangkah keluar kamar .


" Kenapa ,Mas ? " Tanya Ririn yang ikut menyusul di belakang Ozi


" Entahlah , sepertinya sudah terjadi sesuatu ." Kata Ozi .

__ADS_1


Tok tok tok


" Pak Bos , ini saya Ozi ." Kata Ozi yang sudah di deoan pintu kamar Azzam .


Pintu kamar pun terbuka .


" Masuk . " Kata Azzam lalu kembali duduk di atas tempat tidur .


" Maaf Pak Bos. Ini Pak Ahmad telpon. Katanya penting ." Kata Ozi lalu memberikan ponselnya pada Azzam .


" Assalamualaikum " Sapa Azzam


" Waalaikumsalam ." Kata Ahmad dengan suara beratnya .


" Ada apa ,Bang." Tanya Azzam yang mendengar suara Ahmad berbeda dari biasanya . Seketika jantungnya berdetak dua kali lebih cepat .


" Dari tadi saya coba telpon kamu , Zam . Ehhmm..sebaiknya kamu segera pulang ." Kata Ahmad terbata -bata . Ahmad sendiri bingung untuk menyampaikan musibah yang menimpa Aisyah .


" Iya Bang . Tapi ini ada apa ? "


" Aisyah , Zam ! "


" Dek Aisyah kenapa ,Bang ? Apa yang sudah terjadi ?" Kata Azzam mulai panik membuat Ozi dan Ririn saling pandang .


" Kamu tenang dulu . " Kata Ahmad .


" Abang , please , apa yang sudah terjadi pada Dek Aisyah ? "


" Aisyah ketabrak mobil pas habis beli es kelapa muda di pinggir jalan." Kata Ahmad terbata -bata


" Astagfirullahalazzim " Kata Azzam sambil menutup mulutnya . Seketika badannya terasa lemas .


" Zam ! "


" Trus kondisi Dek Aisyah sekarang gimana ,Bang ? "


" Iya . " Jawab Azzam lemas .


Ahmad sengaja tidak memberitahukan kondisi Aisyah yang sudah kehilangan janinnya pada Azzam . Karena dia sendiri tidak tega menyampaikan hal itu .


" Apa yang terjadi Pak Bos ." Tanya Ririn yang kuatir melihat ekspresi Azzam


" Istri saya kecelakaan , Rin . Sekarang di ruang UGD " jawab Azzam .


" Innalillahi .semoga Mba Aisyah dan bayinya tidak kenapa -napa ." kata Ririn .


" Amin." Sahut Azzam pelan .


"Ozi kita pulang hari ini." Kata Azzam tanpa menatap Ozi .


" Baik Pak Bos. "


Ozi pun bergegas keluar dari kamar Azzam di susul Ririn. Untuk mengurus kepulangan mereka ke tanah air .


Setelah kembali ke kamar . Ririn yang sejak tadi menahan tangisnya pun akhirnya menagis tersedu -sedu sambil berkemas.


" Sudah , jangan nangis gitu. Saya jadi bingung mau ngapain kalo kamu nangis gitu ,dek." Kata Ozi .


" Mas. Kasian Mba Aisyah , Saya takut kenapa -napa sama kandungannya ." sahut Ririn


"Iya, tapi dengan kamu menangis tidak akan merubah keadaan , sebaiknya kamu berdoa .Minta sama Allah supaya Bu Aisyah dan bayinya selamat ." Kata Ozi


" Iya Mas." Kata Ririn.


***

__ADS_1


Di depan ruang operasi tampak Pak Sulaiman , Bu Yani , Pak Khairul ,Bu Ainun dan Ahmad . Pak Jai dan Bi Nur sudah di suruh pulang sambil mengantar Bu Galuh .


Bi Nur dan Pak Jai pulang dengan perasaan bersalah . Walaupun keluarga majikan mereka tidak menyalahkan mereka , tapi mereka tetap merasa musibah itu terjadi karena kelalaian mereka . Yang ada di pikiran mereka saat itu ,pasti Azzam merasa kecewa pada mereka karena telah gagal menjalankan amanah Azzam . Sebelum berangkat ke Shanghai Azzam sudah mewanti -wanti mereka untuk menjaga kesehatan dan keselamatan Istrinya . Tapi kini apa yang sudah terjadi . Aisyah mengalami kejadian yang mengakibatkan dia harus kehilangan janinnya . Sepanjang jalan pulang Bi Nur terus menangis .


Bu Galuh pun tidak bisa berkata apa -apa . Dia hanya diam saja . Walau pun baru mengenal Aisyah. Bu Galuh merasa Aisyah orang baik, sopan tutur katanya pun lembut dan dermawan. Dia tidak menyangka musibah itu akan menimpa Aisyah . Bahkan kejadian itu terjadi di depan matanya sendiri .


Tiba -tiba ponsel Pak Khairul berdering memecah kesunyian . Pak Khairul pun mengambil ponsel dari sakunya .Tampak nama Azzam muncul di layar ponsel . Menelpon lewat sambungan video call .


" Assalamualaikum ,Zam ." Kata Pak Khairul ketika muncul wajah Azzam di layar ponselnya


" Abby , di rumah sakit kah ? gimana keadaan istri saya By ? " Tanya Azzam cemas


" Kamu sudah di mana ,Nak.? "


" Zam , istrimu Nak." Kata Bu Ainun sambil sesegukan


" Iya ,Ummy. Azzam sebentar lagi pulang . Ini masih di bandara . " Kata Azzam .


" Kamu jangan panik ,Nak. Kita serahkan semua pada Allah . Kita berdoa , semoga Aisyah baik -baik saja ." Kata Pak Khairul .


" Kejadiannya gimana sich by , kok bisa dek Aisyah ke tabrak .? " Kata Azzam dengan linangan air matanya .


Pak Khairul pun menceritakan apa yang di dengarnya dari Bi Nur dan Bu Galuh tadi .


" Masya Allah . Trus kondisi Dek Aisyah gimana ? "


" Aisyah masih di ruang operasi ? " kata Pak Khairul


" Hah Operasi ? " Azzam kaget


" Iya ,Nak." sahut Pak Khairul .


" Kok sampai di operasi ,By . Dek Aisyah kenapa ?" Tanya Azzam semakin cemas


" Nak Ahmad tidak cerita ke kamu .? " kata Pak Khairul sambil melirik Ahmad.


" Saya nggak tega ,Abby ." Kata Ahmad membuat Azzam semakin sedih .


" Abby , jujur apa yang sudah terjadi , kenapa Dek Aisyah sampai masuk ruang operasi ." kata Azzam


" Kamu yang sabar ya ,Nak . Kami semua juga merasa sedih . "


" Abby , Dek Aisyah kenapa ?" Tanya Azzam lagi .


" Benturan keras yang mengenai perut Aisyah membuat bayi kalian tidak bisa di selamatkan .Dan sekarang dokter sedang melakukan tindakan mengeluarkan janin dari rahim Aisyah " Kata Pak Khairul di iringi isak tangis Bu Ainun dan Bu Yani .


" Astagfirullahhalazzim ." Ucap Azzam air matanya tampak mengalir membasahi pipinya .


Ririn yang sejak tadi duduk di samping Azzam . Mendengar semua obrolan Azzam dan Pak Khairul tidak kuasa menahan tangisnya . Apa yang di takutkan Ririn pun akhirnya terjadi .


" Zam, kamu yang tabah ya ,Nak . Yang terpenting sekarang kondisi Aisyah . " Kata Pak Khairul .


" Iya By . " Jawab Azzam.lemas .


" Yakinlah Nak . Pasti ada hikmah di balik semua ini . Saat ini kita hanya bisa berdoa ." kata Pak Khairul .


Azzam tidak bisa berkata -kata lagi . Dia pun mengakhiri sambungan video callnya .


" Yang sabar ya Pak Bos . " Kata Ozi


" Iya Zi .Jujur saya menyesal meninggalkan dia . Kalau saja..."


" Pak Bos . Jangan berkata seperti itu. Semuanya takdir dari Allah . Kita hanya manusia yang tidak bisa berbuat apa -apa. Kalau Allah sudah berkehendak ." Kata Ozi memotong perkataan Azzam .


" Tapi Zi , sebelum berangkat perasaan saya sudah tidak enak , tapi kenapa saya masih tetap berangkat. Bodoh ! Bodoh ! " kata Azzam sambil memukul -mukul kepalanya sendiri .

__ADS_1


" Pak Bos . Istigfar . Sebut nama Allah . Pak Bos tidak boleh begitu . Yakinlah pasti ada hikmah do balim semua ini ." Kata Ririn sambil terisak .


Bersambung...


__ADS_2