Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 152 . Makan Siang Di Kamar .


__ADS_3

Sambil menunggu Bi Imah mengantarkan makan siang Azzam dan Aisyah lanjut ngobrol . Kini keduanya tidak di balkon lagi tapi di dalam kamar duduk di sofa .


Tidak lama kemudian terdengar pintu kamar mereka di ketuk .Azzam mempersilahkan masuk . Muncullah dari balik pintu Bi Imah yang membawa nampan berisi dua mangkuk sup ayam disusul Bi Nur yang membawa dua gelas jus jeruk dan dua gelas air putih .


" Wooow... Diliat aja udah keliatan enaknya !" Kata Azzam saat Bi Imah meletakkan sup ayam di atas meja membuat Aisyah tersenyum .


" Pasti enak dong ,Den . Kan Non Aisyah yang masakin spesial buat Aden ." Sahut Bi Imah sambil tersenyum .


Bi Imah dan Bi Nur ikut senang melihat kedua majikan mereka baik -baik saja . Walalupun mata Aisyah masih terlihat sembab .


" Silahkan Den , Non . Dicicipi , yang ini saya bawa balik ke dapur ya ? " kata Bi Nur sambil meletakkan sup ayam yang sudah dingin tadi ke dalam nampan .


" Iya , makasih ya Bi Imah , Bi Nur ! " Kata Aisyah .


" Sama -sama ,Non ! " Sahut Bi Imah dan Bi Nur hampir bersamaan .


Bi Imah dan Bi Nur pun keluar dari kamar majikannnya kembali ke dapur . Sementara Azzam dan Aisyah menikmati makan siang mereka .


" Masakan kamu memang enak sekali sayang ." Puji Azzam


" Makanya izinin Ais masak tiap hari buat Hubby ." Sahut Aisyah .


" Boleh tapi nggak tiap hari juga sayang , kan ada Bi Nur dan Bi Imah ." Kata Azzam .


" By , masak buat Hubby aja , nggak buat orang satu komplek juga. kalo capek Ais kan bisa istirahat , lagian masak aja nggak bikin capek kok ! " Kata Aisyah .


" Kamu istri saya kan , seorang istri harus patuh sama perintah suami . Jadi kalo saya bilang nggak , ya nggak boleh !" Kata Azzam tidak mau kalah .


" Trus Ais di rumah ngapain , ini nggak boleh , itu nggak boleh , bosan ! trisemester pertama juga udah lewat . Insya allah aman aja By ! " kata Aisyah lagi .


" Udah nggak usah banyak protes , makanannya di habiskan dulu . Trus kita sholat dzuhur ! " Kata Azzam sambil melirik jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 02.00 siang .


Aisyah pun segera menghabiskan makanannya. Kemudian keduanya pun bersiap untuk melaksanakan sholat dzuhur bersama -sama.


***


Malam harinya Aisyah yang sudah sangat mengantuk akhirnya tertidur setelah Azzam memijat kakinya yang katanya pegel .


Azzam tersenyum menatap wajah Aisyah . Bagi Azzam wajah Aisyah semakin terlihat cantik kalau lagi tidur .


" Ya Allah , lindungilah istri hamba dan calon baby kami . Dan hamba berharap mimpi -mimpi buruk saya akhir -akhir ini hanya bunga tidur . " Kata Azzam sambil mengelus kepala Aisyah .


Tidak lama kemudian ponsel Azzam berdering . Azzam bangun dari duduknya mengambil ponsel yang dia letakkan di atas meja disamoing tempat tidur .


Saat melihat layar ponselnya , ternyata Bu Ainun yang menelpon .


" Assalmualaikum My !" sapa Azzam


" Waalaikumsalam ! Zam kamu udah tidur kah ? Ummy ganggu kamu nggak ? " kata Bu Ainun .


" Nggak My Azzam belum tidur , Ada apa My ? " Tanya Azzam


" Aisyah mana ? udah tidur kah ?" Tanya Bu Ainun lagi


" Iya sudah tidur . Habis Azzam pijitin katanya kakinya pegel ." Jawab Azzam .


" Ohh kasian , kamu harus jaga istrimu ya , jaga calon cucu Ummy . Harus jadi suami siaga !" Kata Bu Ainun .


"Siap , My ." Jawab Azzam .


" Oh ya , tadi selepas magrib ada Fanya kesini , dia minta maaf sama Abby , sama Ummy . Trus dia bilang sudah ketemu kamu di kantor tadi siang ."Turur Bu Ainun


" Iya tadi siang dia ke kantor ." kata Azzam yang melangkah menuju balkon .


" Trus reaksi Aisyah gimana ? " Tanya Bu Ainun .

__ADS_1


" Dek Aisyah sempat salah paham tadi ,My ! " Kata Azzam lalu menyandarkan punggungnya di kursi yang ada di balkon .


" Kalian berantem ? " tanya Bu Ainun dengan nada panik .


" Nggak , salah paham aja ! Tapi Azzam sudah jelasin semuanya . Aman ! " Kata Azzam..


" Syukurlah. Ummy ngerti perasaan istri kamu , apa lagi sekarang dia lagi hamil , bumil kadang lebih sensitif . Kamu harus lebih peka sama istrimu ." Kata Bu Ainun .


" Iya My !" jawab Azzam .


" Trus Fanya ngomong apa aja ke kamu ? " Tanya Bu Ainun lagi.


"Yah . Intinya dia minta maaf . Gitu aja . " Jawab Azzam .


" Ohh , ya udah kamu istirahat . Udah larut malam. Nanti terlambat bangun sholat malamnya . Jaga mantu sama calon cucu Ummy dan Abby ,ya ! " Kata Bu Ainun .


"Iya My , Azzam akan jaga mantu dan cucu Ummy dan Abby !" sahut Azzam .


" Assalamualaikum !" Kata Bu Ainun.


" Waalaikumsaam ." Sahut Azzam .


Sambungan telpon terputus .Azzam kembali masuk ke kamar . Lalu berbaring di samping Aisyah . Seperti magnet begitu Azzam berbaring di sebelahnya , Aisyah langsung memeluk Azzam .


***


Beberapa hari kemudian pukul 08.00 pagi Aisyah dan Azzam bersiap akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Putri yang baru saja melahirkan anak ketiganya . Bayi perempuan mungil yang lahir dini hari tadi .


Tepatnya pukul 03.00.


Sesampainya di rumah sakit mereka langsung menuju ruang rawat Putri . Di ruangan itu tampak Ahmad yang sedang mengendong bayinya dan kedua orang tua Aisyah serta ibunya Putri .


" Selamat ya Put , Semoga cepat pulih !" Kata Aisyah sambil mengusap kepala sahabat sekaligus kakak iparnya itu .


" Amin . Terima kasih ,ya Ais . ! " Kata Putri pelan. Putri melahirkan secara normal sehingga masih terlihat lemah .


" Emang sudah bisa ngendong bayi ? " Goda Ahmad .


" Apaan sich Abang ! " Sahut Aisyah membuat Ahmad tertawa .


Ahmad lalu memberikan bayinya untuk di gendong Aisyah . Aisyah senang sekali bisa mengendong bayi mungil itu .


" Ihhh lucunya , ehmm wajahnya kok nggak mirip Ayah sama Ibunya ya ? Kayaknya lebih ke aunty Ais deh ! Iya kan , By ? " Kata Aisyah melirik Azzam sengaja menggoda Abangnya. Membuat Ahmad tersenyum .


" Sabar , tinggal beberapa bulan saja lagi kalian juga akan menggendong bayi ." Kata Ahmad sambil menepuk pundak Azzam .


Azzam tersenyum . Dia senang sekali melihat Aisyah yang begitu bahagia saat mengendong bayi mungil Ahmad dan Putri .


" Udah ada namanya belum ? " Tanya Aisyah menatap Ahmad dan Putri bergantian .


" Belum sich ! " Sahut Ahmad .


" Gimana sich ,Ayah mu ,Nak . Nama kamu aja belum disiapin ! " Kata Aisyah sambil menciumi pipi bayi yang digendongnya .


" Gimana kalo Kakek atau neneknya saja yang kasih nama ? " Kata Ahmad .


" Iya , yang pertama kan nama dari saya , yang sekarang dari Ayah Sulaiman atau Ibu Yani ." Kata Bu Maimunah . Ibunya Putri yang saat itu sedang duduk di sebelah Putri .


" Bener tu ! Ayo Yah , Ibu . Kasih nama cucumya ini ! " Kata Aisyah bersemangat .


" Ayah sich terserah ibu saja !" Kata Pak Sulaiman menatap istrinya Bu Yani .


" Kok Ibu sich ! Gini ya anak -anak Ayah sama Ibu , tugas Ayah sama ibu sudah memberi nama untuk kalian . Sekarang giliran kalian yang ngasih nama untuk anak kalian ." Sahut Bu Yani .


" Iya , tapi kami pengen nama dari kakek dan neneknya !" Sahut Ahmad yang dianggukan oleh Putri dan yang lainnya .

__ADS_1


" Yesifa Ahmad gimana ? " Kata Bu Yani


" Yesifa Ahmad , Bagus cocok kakak-kakaknya kan Yusuf Ahmad dan Yasmin Ahmad . Jadi pas inisial Y semua ! " Kata Aisyah .


" Yesifa artinya juga kebaikan ." Kata Pak Sulaiman .


" Gimana ayah sama ibu bayinya ? " Tanya Aisyah .


" Kan sudah bilang tadi kakek sama neneknya yang kasih nama . Kami ngikut aja . Iya kan Dek ?" Kata Ahmad melirik istrinya Putri .


" Iya . " Sahut Putri .


" Oke , jadi deal ya YESIFA AHMAD . Panggilannya Yesi . Ihhh gemes deeeh , " Kata Aisyah yang tak bosan -bosan mencium pipi ponakan barunya itu .


Yesifa Ahmad resmi menjadi nama bayi mungil itu . Tidak lama kemudian seorang perawat masuk ruangan itu memanggil Ahmad untuk menghadap dokter yang menangani Putri .


Hari itu juga Putri di perbolehkan pulang . Ahmad pergi menebus obat -obatan untuk sang istri sesuai arahan dokter . Sedangkan Aisyah dan yang lainnua membantu mengemasi barang -barang untuk di bawa pulang . Pukul 02.00 siang mereka semua pun pulang .


Suasana rumah Pak Sulaiman dan Bu Yani semakin ramai .Si kembar Yusuf dan Yasmin senang sekali melihat kehadiran adik bayi mereka . Di tambah kehadiran Pak Khairul dan Bu Ainun . Mereka ngobrol hingga tidak terasa hari sudah sore.


Pukul 04 .00 sore Aisyah dan Azzam pamit pulang . Dalam perjalanan pulang keduanya berpapasan dengan Riko yang bersama Anggie . Sore itu Riko mengantar Anggie pulang .


" By , itu Pak Riko sama Anggie ,kan ? " Tanya Aisyah .


" Iya , keliatannya mereka semakin dekat ." jawab Azzam .


" Pak Riko orangnya baik juga . Semoga mereka berjodoh ya ,By !" Sahut Aisyah yang ikut bahagia .


" Kita doain aja yang terbaik buat mereka berdua . Kemaren itu Riko sempat cerita dia minder dengan posisinya yang cuma seorang sopir untuk mendekati Anggie . Saya jadi kepikiran untuk mencarikan dia posisi yang pas di kantor . Tapi kalo di lihat dari kedekatan mereka , sepertinya Anggie menerima dia apa adanya ." tutur Azzam .


" Kalo memang ada posisi yang cocok untuk Riko , kenapa nggak kan ? Lagian kita masih punya Pak Jai juga . " Kata Aisyah .


" Iya nanti saya coba carikan posisi yang pas untuk dia . " Kata Azzam .


Karena asik ngobrol , tidak terasa mereka sudah memasuki wilayah komplek perumahan elit tempat tinggal mereka .


Melihat mobil sang majikan buru -buru Pak Hari membuka gerbang . Azzam memparkirkan mobil di tempat parkir lalu bergegas turun membukakan pintu mobil untuk Aisyah .


" Terima kasih ,Hubby ! " Kata Aisyah .


" Sama -sama .Sayang !" balas Azzam


Keduanya melangkah bersama sambil bergandengan tangan masuk ke dalam rumah .


" Assalamualaikum. " Ucap keduanya bersamaan saat membuka pintu .


Bi Imah yang sedang bersih -bersih di ruang tamu menghampiri majikannya .


" Mau di buatin minum apa Non , Den ? " Tanya Bi Imah .


" Seperti biasa ,Bi Imah , antar ke kamar ya !" jawab Azzam yang dianggukan Aisyah .


"Iya. Baik Den ! " Kata Bi imah yang sudah paham maksud majikannya dan langsung melangkah ke dapur .Sedangkan Azzam dan Aisyah melanhkah menuju lift ke kamar mereka .


Beberapa hari kemudian tibalah waktu kumpul bareng kelima sahabat itu . Kali ini tempat kumpul mereka berpindah ke kediaman Putri .


Ayu ,.Mala , Aisyah dan Anggie . Mereka semua berkumpul di kamar Putri . Ayu dan Mala datang sengaja tidak mengajak anak -anak mereka, karena mereka benar -benar quality time.


Secara bergantian mereka menimang baby mungil yang bernama Yesi itu .Putri hanya senyum -senyum melihat ke empat sahabatnya rebutan bayinya .


" Eh , kalian berdua itu udah pada punya anak , Ais jugakan sebentat lagi brojol , Baby Yesinya sama saya aja ! " Kata Anggie yang mulai kesal dengan tingkah Ayu dan Mala yang tidak mau memberikan bayi Yesi padanya .


" Makanya cepatan cari bapaknya supaya punya anak juga !" Kata Ayu menggoda Anggie .


" Iya nie Anggie , jangan pilih -pilih. " Sahut Mala .

__ADS_1


...Bersambung ...


"


__ADS_2