Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 159 . Sosok Nazriel Ilham


__ADS_3

Saat semakin mendekat ke makan Azzam, Aisyah merasa kakinya terasa berat untuk melangkah. Aisyah menahan gejolak hati yang luar biasa saat itu.


" Kamu kenapa. Dek? " Tanya Ahmad melihat gelagak Aisyah berubah.


" Nggak papa, Bang! " Sahut Aisyah


Ahmad menghela napas beratnya, dia tau Aisyah berbohong. Ahmad bisa merasakan tangan Aisyah yang terasa dingin dan gemetar . Ahmad lalu merangkul pundak adiknya seolah memberikan kekuatan . Dia tau situasi sekarang tentunya tidak mudah bagi sang Adik. Sebagai seorang kakak dia harus bisa mensuport adiknya yang sedang rapuh.


Aisyah duduk bersimpuh di samping makam yang batu nisanya bertuliskan nama suaminya. Aisyah menaburkan bunga -bunga di atas makan itu. Dan dengan tangannya mengusap batu nisan dan berdoa.


Terlintas di benak Aisyah, kenangan dia bersama Azzam. Pelukan hangat Azzam yang membuatnya merasa nyaman tidak akan pernah dia rasakan lagi . Aisyah menangis sesegukan memeluk batu nisan suaminya.


" Hubby, maafkan Ais, sampai saat ini Ais masih belum bisa ikhlas, Ais masih berharap semua ini hanya mimpi." Lirih Aisyah dalam isak tangisnya.


Ahmad yang mendampingi Aisyah saat itu juga berjuang mengontrol emosinya, dia miris melihat adiknya seperti itu. Dia berusaha untuk tetap tegar, agar adiknya tidak semakin rapuh.


"Dek, kita pulang yuk! " Ajak Ahmad dengan suara gemetar menahan kesedihan.


" Bentar lagi, Bang! " Sahut Aisyah yang masih tidak mau pulang.


" Dek, Abang tau, ini semua berat, tapi kita harus ikhlas. Abang nggak tega liat kamu begini. Azzam pun pastinya sekarang sedih, kamu kan tau sendiri, dia paling tidak suka melihat istrinya ini bersedih,, menagis seperti ini !" tutur Ahmad sambil mengusap pundak Aisyah.


Aisyah mengusap air matanya. Ucapan abangnya memang benar . Azzam paling tidak suka melihat dia bersedih apa lagi sampai menangis.


" Abang benar, Mas Azzam paling nggak suka liat Ais menangis!." Sahut Aisyah.


"Semuakita beesedih atas kepergian Azzam. Tapi tidak boleh berlarut -larut, kamu harus ingat, ada Azzam kecil yang membutuhkan kamu .Kamu harus jaga kondisi kamu, Allah memberikan ujian tidak mungkin diluar batas kemampuan umatnya . " Kata Ahmad lagi.


" Iya, Bang ! " Kata Aisyah.


Aisyah dan Ahmad pun pulang. Sesampainya di rumah Aisyah bersih -bersih dulu, baru dia menghampiri anaknya yang di jaga oleh dua kakek dan dua neneknya


" Anak Ummy, nggak rewel, pinter! " kata Aisyah saat menggendong Nazriel.


Aisyah menyusui bayinya, setelah kenyang menyusu, bayi Nazriel pun kembali tertidur. Aisyah lalu meletakkan kembali bayinya dikasusnya .


***


Satu bulan kemudian.


Meskipun terasa berat. Aisyah membiasakan diri melewati hari -harinya tanpa kehadiran sosok suami tercinta. Walaupun hampir setiap malam dia menangis, saat terjaga dari tidurnya setelah bermimpi bertemu Azzam.


Dalam mimpi Azzam selalu memberikan semangat pada Aisyah . Seperti malam itu, Aisyah kembali bertemu Azzam dalam mimpinya.


" By, Jangan tinggalin Ais lagi ! " Kata Aisyah sambil menangis.


" Sayang, saya tidak kemana-mana. Saya selalu di dekat kamu. " Kata Azzam dengan senyum manisnya mengusap air mata yang membasahi pipi Aisyah.


" By... "


" Percayalah, saya selalu ada di dekat kamu! " Kata Azzam lagi sambil memeluk Aisyah.


Aisyah terjaga dari tidurnya mendengar bayinya menangis . Tampaknya anaknya haus. Aisyah lalu menyusui Nazriel , bayi itu pun tidak menangis lagi.

__ADS_1


Air mata Aisyah kembali mengalir saat membelai wajah bayi Nazriel yang sudah kembali tertidur.


" Hubby, Ais kangen kamu. " Kata Aisyah terisak. Sambil membayangkan sosok suami tercinta yang selalu memeluk dirinya saat tidur. Hingga akhirnya Aisyah kembali terlelap.


***


Keesokan harinya, Pak Tohir yang merupakan pengacara Azzam ditemani Ahmad , Ozi dan Anggie, datang ke rumah menemui Aisyah sekeluarga.


Pak Tohir menyampaikan surat wasiat yang pernah Azzam buat. Di dalam surat itu tertera ahli waris dari semua aset yang Azzam miliki akan menjadi hak Aisyah dan putra tercinta . Dan untuk kepemilikan perusahan pun sudah di alihkan Azzam menjadi hak milik Aisyah. Bahkan nama PT. Graha Abadi pun akan di ganti dengan nama PT. Aisyah Grup .


Aisyah meneteskan air mata saat membaca surat wasiat itu. Nominal jumlah aset yang di miliki Azzam pun tidak akan habis sampai tujuh turunan sekalipun.


" Hubby, Ais nggak butuh harta dan kekayaan, tapi Ais butuh kamu, Ais ingin selalu bersamamu. " Jerit hati Aisyah.


Air mata Aisyah mengalir membasahi pipinya. Membuat semua yang ada di ruangan itu ikut bersedih.


Ahmad mengusap pundak adiknya seolah memberikan kekuatan , hatinya iba melihat kesedihan Aisyah.


Setelah Pak Tohir pulang, Ozi lalu memberikan sebuah amplok besar pada Aisyah.


" Apa ini, Zi ?" Tanya Aisyah


" Itu saya dapat di laci meja kerja almarhum Pak Bos , Bu. Seperti tulisannya di amplok itu, itu untuk ibu. " Kata Ozi.


Aisyah membuka amplok itu. Di dalamnya terdapat beberapa kaset DVD yang masing -masing telah ada nomor urutnya.


" Kaset . Kaset apa ini? " Tanya Aisyah menatap Ozi.


" Saya juga tidak tau bu, tapi itu sepertinya rekaman Pak Bos. Soalnya saya pernah melihat dia membuat rekaman. Pas saya tanya, dia bilang untuk kenangan. " Kata Ozi.


Aisyah meminta Ozi untuk memutar kaset dvd itu. Dan benar saja rekaman di kaset itu ada rekaman Azzam. Di rekaman itu Azzam menyapa semuanya. Dan dia mengatakan rekaman -rekamannya selanjutnya dia buat untuk anaknya Nazriel. Agar Nazriel kecil mengenal sosok ayahnya hingga dia beranjak dewasa nanti.


Di rekaman itu juga dia meminta memberikan pilihan pada Aisyah untuk memimpin langsung perusahaan atau di alihkan ke siapa yang dipercayakan oleh Aisyah. Kalau suatu saat nanti dia tidak ada. Karena perusahaan kini menjadi milik Aisyah sepenuhnya.


Rekaman video itu menegaskan kalau Azzam sudah punya firasat akan pergi untuk selama -lamanya . Dan Aisyah teringat kalimat-kalimat yang pernah Azzam ucapkan beberapa hari sebelum peristiwa naas itu terjadi . Membuat Aisyah dan yang lainnya tidak kuasa membendung air mata mereka.


Setelah berdiskusi dengan semua keluarga Aisyah pun mengambil keputusan mengalihkan perusaahannya ke Aldi di bantu Ahmad dan Ozi. Karena dia ingin fokus merawat buah hatinya . Aisyah tidak ingin kehilangan moment -moment kebersamaan dengan buah hatinya.


***


Waktu terus berlalu, Aisyah melewati hari -harinya dengan fokus merawat baby Nazriel. Untuk mengobati kerinduan pada sang suami, Aisyah banyak melakukan kegiatan -kegiatan sosial. Sosok Azzam yang sering hadir di mimpi -mimpinya membuat Aisyah semakin bersemangat dalam melakukan aktifitas kemanusiaan . Dan saat melakukan kegiatan itu Aisyah merasa Azzam selalu di sampingnya.


Seperti biasa, semua kegiatan Aisyah selalu di kawal oleh orang -orang kepercayaannya. Agar terhindar dari sorot kamera . Karena Aisyah tidak mau semua aktifitasnya menjadi konsumsi media. Bersama sang buah hati Aisyah semakin aktif dalam hal berbagi pada yang lebih membutuhkan.


Di bawah pimpinan Aldi sahabat sekaligus saudara angkat almarhum Azzam PT. Aisyah Grup semakin berkembang pesat. Dengan kemasyuran PT. Aisyah Grup, semakin gencar pula Aisyah dan sekeluarga dengan kegiatan sosial mereka .Kini Aisyah sudah mendirikan beberapa pesantren, panti asuhan dan panti jompo.


Nazriel kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas . Kecerdasan dan sifat -sifatnya pun menurun dari sang ayah . Semua keluarga terdekat menganggap Nazriel versi kedua dari sosok Azzam. Dan Bu Ainun mengatakan Nazriel punya tanda lahir yang sama seperti yang di miliki Azzam.


Nazriel yang sudah beranjak remaja pun tumbuh menjadi anak cerdas di kelilingi orang -orang yang sangat menyayanginya . Dengan didikan yang begitu kental dengan ajaran agama menjadikan Nazriel sosok yang cukup religi.


Sejak duduk di bangku sekolah dasar Nazriel selalu menjadi juara di kelas. Dan beberapa kali memenangkan olimpiade matematika dan sains. Selain itu Nazriel yang lahir dari kedua orang tua yang piawai melantunkan ayat -ayat suci al-quraan pun mempunyai keahlian yang sama. Sehingga Nazriel mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.


Pesan -pesan dari almarhum ayahnya membuat Nazriel bangga pada sosok sang Ayah dan bertekad untuk menjadi anak yang bisa membanggakan keluarga , terutama ibunya . Sosok ibu yang sangat dia sayangi.

__ADS_1


Nazriel satu -satunya penerus keturunan keluarga dan akan mewarisi perusahaan mendiang ayahnya. Tapi sebagai seorang ibu, Aisyah tidak mau membebani anak semata wayangnya dengan hal itu. Dia memberikan kebebasan pada Nazriel dalam hal kariernya. Namun karena memang sifat dan karakter sang ayah yang lebih dominan pada Nazriel. Membuat Nazriel melanjutkan pendidikannya di bidang bisnis.


Nazriel melanjutkan pendidikan di sebuah universitas ternama di luar negeri. Hal itu cukup membuat Aisyah bersedih, harus berpisah cukup lama dengan sang buah hati.


Aisyah ingin ikut mememani anaknya tapi kondisi orang tuanya yang sakit -sakitan membuat Aisyah tidak bisa meninggalkan mereka.


Nazriel yang sangat menyayangi keluarga terutama ibunya, setiap hari selalu meluangkan waktu untuk menelpon mereka.


Waktu begitu cepat berlalu, 4 tahun setelah menempuh pendidikan di luar negeri. Akhirnya Nazriel menyelesaikan pendidikan Lulus dengan predikat memuaskan. Nazriel kini siap melanjutkan perusahaan orang tuanya. PT. Aisyah Grup.


Hari itu hari kepulangannya ke tanah air. Dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan keluarganya.


Aisyah di temani Ozi dan abangnya Ahmad berangkat menuju bandara untuk menjemput putra tercinta. Aisyah sangat rindu pada Nazriel. Rasa rindu yang sama seperti rasa rindu pada sosok yang telah lama meninggalkannya.


Dalam perjalanan, tidak terasa air mata Aisyah menetes. Teringat kenangan bersama almarhum suaminya .


" Dek, jangan sedih dong, sebentar lagi kita akan ketemu Nazriel. " Kata Ahmad yang menyadari perubahan sikap Aisyah.


" Iya, Bang. " Sahut Aisyah dengan suara seraknya.


Ozi yang duduk di depan melirik Aisyah melalui spion. Ozi pun merasakan hal yang sama seperti Aisyah teringat sosok majikannya.


" Andai saja, Pak Bos masih ada. Dia akan bangga sekali dengan prestasi putranya. " Batin Ozi.


Sesampainya di bandara, Aisyah di bantu Abangnya turun dari mobil. Mereka berjalan beriringan memasuki areal bandara.


Dari kejauhan tampak sosok lelaki dengan menenteng kopernya tersenyum ke arah Aisyah dan yang lainnya.


Dengan langkah setengah berlari lelaki itu menghampiri Aisyah. Lelaki itu adalah Nazriel Ilham putra semata wayangnya. Jantung Aisyah berdegup begitu kencang saat melihat Nazril.. Disatu sisi sosok Nazriel sangat mirif sekali dengan alhamarhum Azzam. Apalagi saat itu Nazriel mengenakan stelan casual berwarna abu -abu yang sering Azzam kenakan. Di sisi lain Aisyah melihat sosok Nazriel yang dulunya masih balita dengan sebuah mainan mobil -mobilan di tanganya, berlari mendekatinya.


Begitu juga Ahmad dan Ozi mereka tertegup melihat Nazriel. keduanya pun seakan melihat sosok Azzam melangkah mendekati mereka. Sangat mirif sekali hingga tidak terasa air mata mereka pun menetes.


" Ummy, I love you, miss you! " Kata Nazriel memeluk erat Aisyah ibunya.


Aisyah tidak bisa berkata -kata. Air matanya semakin deras mengalir.


" Ummy, Jangan nangis, Nazriel udah pulang. Kita akan sama -sama terus. " Kata Nazriel sambil mengusap air mata ibunya.


" Iya, Nak . Ummy bangga sama kamu. " Kata Aisyah.


Nazriel kemudian memeluk pamannya Ahmad dan Ozi secara bergantian. Setelah itu mereka pun meninggalkan bandara.


" Kita kemakan Abby, ya Nak! " Kata Aisyah saat mereka sudah berada di dalam mobil.


" Iya My. " Sahut Nazriel.


Dengan mengalungkan tangannya dipundak ibunya, Nazriel melangkah mendekati sebuah makan. Ozi dan Ahmad sengaja agak menjauh memberikan waktu kepada ibu dan anak itu.


" Hubby, anak kita sudah pulang. Ais yakin kamu juga pasti bangga akan prestasi anak kita. " Kata Aisyah sambil mengusap batu nisan suaminya.


" Abby, Nazriel juga bangga punya Ayah seperti Abby. Terima kasih atas nasehat -nasehatnya selama ini. Nazriel janji akan selalu menjaga Ummy dan semua keluarga kita . " Kata Nazriel dengan suara seraknya menahan kesedihan.


" Hubby sampai kapan pun keinginan Ais hanya satu. ingin selalu bersamamu. " Jerit hati Aisyah.

__ADS_1


Aisyah memeluk putranya sambil menangis. Nazriel pun tidak bisa membendung air matanya. Dia tau perasaan ibunya. Dan dia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu membahagiakan ibunya. Seperti yang pernah almarhum ayahnya pesankan padanya.


...Tamat. ...


__ADS_2