
"Astagfirullah , hampir lupa !" kata Azzam mengagetkan Aisyah . Tadinya dia ingin membukakan pintu mobil untuk Aiyah yang parkir di depan masjid .kini dia berdiri bersandar kesamping mobilnya
"Kenapa ?" kata Aisyah yang berdiri didepannya .
"Semua persiapan nikah kita sudah beres , tapi hal yang paling penting saya lupa , Mahar ...kamu minta mahar apa dari saya ?"
" Ohh itu kirain apa tadi "
" Itu kan bagian dari hal penting dalam pernikahan, kamu minta mahar apa ?" tanya Azzam lagi
Aisyah menarik napas dalam . Azzam terus menatapnya menunggu jawaban .
" Mas , kamu mau menikahi saya pasti punya alasankan ? "
"Iya , karena saya sayang kamu , saya cinta sama kamu , "
"Kalo gitu , antar saya pulang dulu , kita ngobrol dirumah , gak enak diliat orang ngobrol disini " Kata Aisyah
"Okey ". kata Azzam laku membukakan pintu mobil untuk Aisyah "Silahkan masuk tuan putri "
" Terima kasih , Pak Bos ! "Kata Aisyah sambil tersenyum
"Sama -sama Bu Bos ! " Balas Azzam lalu bergegas masuk juga kedalam mobil
"Okey , Pak Bos dan Bu Bos on the way at home " kata Azzam bersiap melajukan dijalan raya
Sepanjang jalan pulang keduanya asik bercanda . Tanpa mereka sadari sebuah mobil mengikuti mereka . Di dalam mobil itu tampak seorang perempuan dengan mata penuh kebencian . Perempuan itu adalah Siska . Siska mengikuti mereka sejak dari tempat EO nya Mbak Luna .
"Seharusnya aku yang ada di samping Azzam bukan perempuan sialan itu " Kata Siska geram sambil memukul setir mobilnya .
Siska menyesal telah meninggalkan Azzam , malah memilih Johan lelaki yang hanya mempermainkannya . Padahal dulu Azzam begitu mencintainya .Walaupun hubungan mereka tidak mendapatkan restu dari Ibu Azzam . Tapi Azzam selalu berusaha agar Ibunya bisa menerima Siska .
"Walau bagaimanapun caranya , Mas Azzam harus kembali padaku , mencintai ku seperti dulu lagi " Kata Siska .
***
Azzam menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Aisyah . Tampak Pak Sulaiman dan Ahmad sedang berbincang . Dengan sigap Azzam turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Aisyah .Ahmad tersenyum melihat tingkah keduanya .
Azzam mengucapkan salam dan menyalami Pak Sulaiman dan Ahmad .
"Silahkan duduk " Kata Ahmad memberikan kursi yang dia duduki pada Azzam. Sedangkan dia duduk di kursi lain .
"Iya , Bang , terima kasih " Kata Azzam
" Saya bikinkan minum dulu " Kata Aisyah lalu masuk kedalam rumah .
"Maaf , Pak , pulangnya malam " kata Azzam pada Pak Sulaiman
" Iya gak papa . Kalian sudah sholat magrib ?" Tanya Pak Sulaiman
"Sudah , tadi mampir di masjid dulu , trus kita makan baru lanjut pulang " Jelas Azzam
__ADS_1
"Baguslah , Apapun kesibukan kalian jangan sampai sholat terlupakan " Kata Pak Sulaiman
"Iya Pak . " Sahut Azzam
"Gimana persiapan sudah beres " Tanya Ahmad
"Alhamdulillah , sudah Bang, Tapi... "
"Tapi apa ?" tanya Ahmad
"Untuk maharnya .. " Kata Azzam agak terbata -bata .
"Untuk maharnya Nak Azzam langsung tanya sama Aisyah saja " Kata Pak Sulaiman.
"Iya , tanya aja langsung sama orangnya " Kata Ahmad ketika Aisyah sudah kembali dengan membawa secangkir kopi untuk Azzam
"Silahkan diminum " kata Aisyah meletakkan secangkir kopi di depan Azzam .
"Terima kasih , Dek " kata Azzam lembut
Aisyah lalu duduk di sebuah kursi disamping Ahmad. Aisyah heran saat dia kembali semua pada diam .
"Kok , pada diam ?" Tanya Aisyah sambil menatap ketiganya satu persatu .
"hmmm , gini dek , tentang yang saya tanyakan tadi . " kata Azzam kembali terbata -bata .
Ahmad dan Pak Sulaiman saling pandang dan tersenyum , Ahmad merasa lucu melihat ekspresi Azzam . Dan berusaha menahan tawanya . Aisyah yang melihat tingkah Ahmad replek langsung mencubit perut Abangnya. Membuat Ahmad sedikit memekik kesakitan .
"Iiihh...Abang..." kata Aisyah sambil mengusap hidungnya yang memerah .
Wajah Azzam yang sempat tegang menjadi rilek dan tampak tersenyum melihat aksi Keduanya .
"Ais...Nak Azzam tanya mahar untuk pernikahan kalian " Kata Pak Sulaiman
"Ohh.. Untuk mahar ,...Mas ingat gak pertama kita ketemu dimasjid kemaren ?"
Tanya Aisyah menatap Azzam .
" ehmmm ingat . Waktu itu saya sedang mengaji dan tiba -tiba kamu ada di dekat saya " kata Azzam mengingat -ingat peristiwa itu .
Aisyah tersenyum . Ketiganya menatap Aisyah penuh tanda tanya
" Waktu itu Mas baca Surah apa ?" tanya Aisyah lagi
"Surah Ar -Rahman " Jawab Azzam singkat .
"Surah itu maharnya "Kata Aisyah sambil tersenyum
"Maksudnya maharnya Surah Ar -Rahman ? " tanya Azzam menyakinkan pendengarannya
"Iya , karena saat dengar Mas baca Surah itu saya langsung suka sama mas . Itu alasan kenapa saya tiba -tiba ada di dekat Mas saat itu " Jelas Aosyah
__ADS_1
"Wooow ...so sweeet " Kata Ahmad .
" O ya , saya ingat , kamu kan yang antar Aisyah pulang malam itu ? Tanya Ahmad pada Azzam
Azzam mengangguk
"Pantesan , malam itu ni anak senyum -senyum sendiri di kamar biasanya merengut aja tu muka " kata Ahmad kembali nemcubit hidung Aisyah
"O ya ? " Tanya Azzam membuat Aisyah semakin malu .
" Abang ,, sakit tau " sahut Aisyah mengusap hidungnya .
Sementara Pak Sulaiman hanya tersenyum , dia merasa sedikit lega mendengar perkataan Aisyah . Dia kagum pada Aisyah .
"Tu liat ,Ayah juga senyum -senyum " Kata Ahmad lagi
"Sebentar , Surahnya di baca pake buku atau di hafal " tanya Pak Sulaiman
"Dihafal " jawab Aisyah menatap Azzam
"Gimana , Nak Azzam ?" Tanya Pak Sulaiman
" Insya Allah , Bisa pak " sahut Azzam sambil menatap Aisyah dengan penuh ketulusan .
"Alhamdulilah " Jawab Pak Sulaiman
"Ada 1 lagi ... " kata Aisyah membuat ketiganya menatap Aisyah lagi.
"Apa lagi dek , Surah Ar -Rahman itu sudah cukup berat , panjang itu surahnya " protes Ahmad
"Abang , dengarkan dulu adekmu bicara . " tegur Pak Sulaiman.
"Begini , semua persiapan pernikahan kan sudah beres .lusa kan acara tunangan kita . Jadi mulai habis acara tunangan kita gak usah ketemu dulu , sampai hari H nanti " Kata Aisyah
"Maksudnya , kita gak boleh ketemu dulu sampai hari H nanti ?" tanya Azzam
Aisyah mengangguk
"Kalo telpon , WA ..?"
"Tidak boleh sama sekali sampai hari H nanti " tegas Aisyah
Pak Sulaiman dan Ahmad hanya melongo mendengar semua perkataan Aisyah . Mereka bingung dengan syarat yang diajukan Aisyah.
"hmmm...14 hari tanpa bertemu , tanpa memberi kabar apapun. Berat dek , 1 aja susah apa lagi sampai 2 minggu " Kata Azzam memelas
"Boleh Ayah tau , alasannya apa kamu mengajukan syarat seperti itu ?" Tanya Pak Sulaiman pada Aisyah
" Bukan apa -apa hanya ingin menguji hati masing -masing saja . Lagian kan hanya 14 hari , gak lama . Jujur , beberapa kali kita pergi keluar berduaan , saya sedikit gak enak hati , pertama gak enak hati nolak , kedua , gak enak hati karena kita belum muhrin . Saya harap Mas mengerti akan hal itu " Tutur Aisyah
Azzam akui ucapan Aisyah memang ada benarnya . Azzam pun menyanggupi syarat yang Aisyah ajukan. Walaupun hatinya terasa berat sekali . Namun hal itu merupakan ujian cinta yang harus bisa dia lalui .
__ADS_1