Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 72 kemarahan Azzam


__ADS_3

" Maaf ya pak saya buru -buru ,.majikan saya di culik " kata Ozi lalu kembali masuk ke mobilnya dan tancap gas pergi meninggalkan pedagang itu .


Ozi benar -benar sudah kehilangan jejak . Dia lalu kembali ke tempat mobil Aisyah tadi .


" Ya Allah apa yang harus saya lakukan sekarang ? Pak Bos pasti marah besar ! Ozi ,kenapa kamu bisa kecolongan , gimana nasih Bu Aisyah sekarang , Ya Allh Bu Aisyah orang baik, lindungilah dia " Kata Ozi sambil mondar mandir di depan mobilnya .


Dia mengamati sekeliling tempat itu, dia berharap ada cctv , namun sayang hal itu tidak mungkin .


Akhirnya Ozi menelpon Azzam , namun tidak di jawab , Ozi lalu menelpon Ririn, mengabarkan peristiwa yang menimpa Aisyah .


" Kok bisa kamu kecolongan Ozi Markozim ! " Ririn histeris


" Ini semua diluar dugaan saya ,Rin , tadi itu sata kejebak lampu merah , makanya saya agak terlambat menyusul Bu Aisyah "


" Pak Bos sudah tau ?"


" Belum , saya telpon tidak diangkat ."


" Sekarang kamu telpon terus ,Pak Bos sampai dia angkat. Kabari dia segera , o ya share location kamu , saya otw !"


" Baik "


Setelah mengucapkan salam , Sambungan telpon terputus .


Sementara itu Azzam baru keluar dari toilet , lalu mengambil ponselnya . Dia kaget ketika melihat banyak sekali miss call dari istrinya dan Ozi . Azzam pun menelpon Aisyah , namun tidak di jawab , berulang kali di coba hasilnya pun sama tidak di jawab juga .


Aldi yang juga baru bangun tidur kaget melihat banyaknya miss call dari Mala di ponselnya .


" Ini ada apa ya , Kok banyak sekali Dek Mala miss call " Kata Aldi


" Saya juga , Dek Aisyah Miss call banyak kali , di telpon balik gak diangkat juga ." Sahut Azzam


" Astagfirullahalazim " Kata Aldi ketika melihat pesan whatsapp Mala yang mengirim sebuah foto padanya .


" Ini dia ni masalahnya , pasti salah pahamlah sudah ni , Dalam masalah kita Bro !" Kata Aldi lalu memperlihatkan foto itu pada Azzam .


"Kurang ajar ! apa coba maksudnya kirim foto ini . Tidak salah lagi , ini pasti kerjaan Siska ! " Azzam geram wajahnya tampak memerah


" Kita pulang sekarang , di " kata Azzam lalu mulai mengemasi barangnya


" Kalo ini ulah Siska , berarti dia ada di sini , dong ? "


"Pokoknya sekarang saya harus pulang "


Aldi meminta Azzam untuk tenang dulu . Aldi lalu menelpon Mala .


" Assalamualaikum " Sapa Aldi ketika wajah Mala muncul di ponselnya


Aldi meminta Mala untuk tidak salah paham dulu . Dia lalu menjelaskan secara detail yang mereka lakukan setelah meeting tadi .Aldi pun minta Mala menceritakan bagaimana foto sampai ke tangannya . Mala pun menceritakan semuanya ke Aldi .


" Sudah saya duga, ini pasti ulah Siska lagi , benar -benar keterlaluan tu perempuan " Kata Azzam kesal


" Ais sedih sekali Mas , dia sampai menagis , di tambah lagi kalian tidak bisa di telpon " kata Mala lagi .


" Intinya semua yang dikatakan Siska itu tidak benar , " Kata Azzam


" Iya Dek , semuanya tidak benar , saya sama Azzam akan siap -siap pulang hari ini juga " Kata Aldi


" Kok pulang, bukan kah kalian masih ada meeting lagi besok " sahut Mala


" Perasaan orang -orang yang kita sayang lebih penting sekarang " Sahut Azzam .


" Kalo Siska tidak disini dari mana dia dapat foto itu , Jangan -jangan Siska berkerja sama dengan Pak Hari . Yang ajak kita ke cafe itukan Pak hari " Kata Aldi


" Bisa jadi , saya mau pulang sekarang " kata Azzam


Saat itu ponsel Azzam kembali berdering, tampak nama Ozi muncul dilayar ponsel .Sebelum menyampaikan kabar tentang Aisyah , Ozi lebih dulu meminta maaf kepada Azzam tentang keteledorannya dalam menjaga Aisyah .


" Oke , trus istri saya kenapa ? " Tanya Azzam mulai panik

__ADS_1


Ozi lalu menceritakan kronologi penculikan Aisyah. Membuat Azzam yang tadinya berdiri menjadi sedikit lemas. Lalu duduk di atas tempat tidur .


" Kenapa Zam ?" Tanya Aldi


" Aisyah di culik " Jawab Azzam mengagetkan Aldi dan juga Mala yang masih tersambung lewat video call


" Apa ? diculik ? Kapan ? " Tanya Mala ikut panik


" Pas sepulang dari cafe " jawab Azzam lemes .


Mendengar kabar penculikan istrinya , Azzam pun pulang ,Dia meminta Aldi dan beberapa orang stafnya untuk menghandel semua urusannya . Dalam perjalanan menuju bandara , Azzam menelpon Ahmad dan kedua orang tuanya mengabarkan tentang penculikkan Aisyah .


Sementara itu di tempat lain , Hendri masih terus berusaha mengejar mobil yang menculik Aisyah . Hendri pun berhasil menghadang mobil itu . Dia segera turun dari mobil nya , kedua penculik itu pun turun dari mobil mereka , aksi pertarungan pun terjadi . Hendri cukup kewalahan menghadapi kedua penculik itu , beruntung dia sempat menghubungi teman -temannya, dan mereka datang tepat waktu , sehinhga kedua penculik itu berhasil di kalahkan .


Mereka lalu mengintrogasi kedua penculik itu , Untuk mengetahui siapa dalang di balik ini semua . Hendri mengancam mereka , kalau tidak memberitahu , mereka akan di bawa ke kantor polisi. Dan kalau mereka menyebutkan dalangnya mereka akan di bebaskan . Kedua penculik itupun mengatakan kalau mereka di suruh oleh Siska . Untuk membawa Aisyah ke sebuah hotel .Saat penculik itu mengaku Hendri merekamnya dengan menggunakan ponselnya .setelah itu Hendri melepaskan kedua penculik itu ,dengan syarat tidak memberikan informasi apapun pada Siska .Kedua teman Hendri menatap Hendri kebingungan


" Kenapa di lepaskan ? " Tanya salah satu dari mereka .


" Yang penting saya sudah tau dalang dari semua ini " Kata Hendri lalu melangkah mendekati Aisyah yang masih pimgsan di dalam mobil .


Dengan hati -hati sekali Hendri mengeluarkan Aisyah dari dalam mobil itu dan membawa Aisyah ke dalam mobilnya . Setelah berterima kasih kepada kedua temannya Hendri pun pergi meninggalkan kedua temannya yang masih mematung bingung dengan sikapnya .


" Saya akan membawa kamu ke tempat yang lebih aman , agar tidak ada yang bisa menyakitimu lagi " Kata Hendri saat dalam mobil sambil melirik Aisyah yang masih belum sadar .


Hari mulai gelap, sayup -sayup terdengar suara azan , menadakan waktu sholat magrib telah tiba .Tante Mia dan Siska nampak gelisah , orang suruhan mereka belum juga muncul membawa Aisyah .


" Gimana ni tante , apa mereka gagal ?" Kata Siska


" Gak mungkin. Kita tunggu saja dulu " kata Tante Mia. Dia juga sebenarnya kwatir rencana mereka gagal.


"Sampai kapan kita menunggu tante ?"


" Tenanglah dulu , kalau pun mereka gagal , mereka pasti menelpon kita "


" Bagus kalo mereka yang menelpon , kalo polisi gimana , aduuh tente saya gak mau masuk penjara , ini semuakan ide tante "


" Lho , ini jugakan semua tante rencanakan buat kamu juga , kalau pun tante masuk penjara , tante juga gak mau sendirian " kata Tante Mia lagi .


Pukul 19.00


Dari bandara Azzam langsung menuju kediaman orang tua Aisyah. Karena semua sedang ngumpul di sana . Azzam sudah mengerahkan semua anak buahnya dan sudah lapor juga ke pihak berwajib ,namun sampai saat itu belum ada titik terang keberadaan Aisyah.


" Sabar ,Nak . Kamu minum dulu " Kata Bu Yani menyuguhkan Teh hangan kepada Azzam .


" Maafkan Azzam Bu ,...


" Sudah jangan minta maaf sama ibu , ini semua musibah ,"kata Bu Yani berusaha menghibur menantunya. Pikirannya sendiri pun kacau , ibu mana yang tidak kuatir ketika anaknya mengalami musibah.


" Saat ini kita tidak bisa apa -apa , kita tunggu saja , penculik itu pasti akan menghubungi kita ." kata Pak Khairul .


Tidak lama kemudian Ozi datang bersama 2 orang polisi. Kedua polisi itu menjelaskan kalo mereka sudah menemukan mobil yang membawa Aisyah , dari olah TKP terjadi perkelahian . Besar kemungkinan Aisyah sudah tidak bersama penculik itu lagi . Salah seorang polisi menyerahkan sebuah bros kepada Azzam yang ditemukan mereka di dalam mobil penculik itu


" Terima kasih ,Pak . Ini milik Istri saya " kata Azzam sambil mengamati bros cantik itu .


Kedua polisi itu pamit untuk melanjutkan penyelidikan mereka . Pikiran Azzam benar -benar kacau saat itu. Dia lalu permisi ke kamar Aisyah untuk sholat , karena dia belum sholat magrib .


Setelah sholat Azzam berdoa , dia mencurahkan semua kekhawatirannya pada sang pencipta , dan berharap istrinya bisa segera di temukan dalam keadaan baik -baik saja .Tiba -tiba Azzam teringat sosok Hendri , dia lalu menelpon Ririn untuk menyelidiki dimana keberadaan Hendri sekarang .


" Ya Allah berilah petunjuk-Mu dimana keberadaan istri saya , lindungilah dia dimanapun dia berada . " Gumam Azzam .


Tok tok tok


Pintu kamar di ketuk , muncul Ahmad dari balik pintu


" Masuk , Bang ! " Kata Azzam


Ahmad memberitahu Azzam, kalau Ozi mendapat informasi Tante Mia dan Siska ada di sebuah hotel . Sepertinya ada yang mencurigakan dari mereka berdua . Setelah berpamitan mereka pun pergi ke hotel yang dimaksud .


Sesampainya di lobi hotel , sudah ada Glen anak buah Ozi yang menunggu mereka . Ozi memperkenalkan Glen kepada Azzam dan Ahmad . Setelah itu mereka lalu mengikuti Glen menuju kamar tempat Tante Mia dan Siska berada .

__ADS_1


Mereka tidak langsung masuk ke kamar itu , mereka menyuruh salah satu pelayan hotel untuk pura -pura mengantarkan sesuatu .


Tok tok tok


Pelayan hotel lalu mengetuk pintu . Mendengar pintu di ketuk , Siska bangun dari duduknya lalu mengintip di lubang pintu ,nampak sorang pelayan berdiri di depan pintu .


" Siapa ? tanya Tante Mia


" Pelayan hotel " jawab Siska


" Buka aja " Kata Tante Mia tanpa menatap Siska. Matanya masih fokus pada layar ponsel di tangannya .


Begitu pintu terbuka , Siska kaget melihat 3 orang lelaki menerobos masuk , mereka adalah Azzam , Ahmad dan Ozi. Sementara Glen dan pelayan hitel masih berdiri di depan pintu Tante Mia dan Siska panik melihat mereka tiba +tiba masuk di kamar itu .Tanpa memperdulikan keduanya , mereka langsung mengeledah semua ruangan di dalam kamar itu, berharap menemukan Aisyah , namun yang mereka cari tidak ada . Dengan wajah penuh emosi , Azzam mendekati Siska .


"Kau sembunyikan dimana istri saya ? ! " Bentak Azzam . Kedua tangannya mencengkram leher Siska dengan tatapan seolah ingin menelan hidup -hidup Siska .


Cengkraman tangan Azzam membuat Siska kesulitan bernapas . Ekspresi Azzam membuat Siska ketakutan . Baru pertama kali dia melihat Azzam seperti itu .


" Apa -apaan kamu ,Zam ! " Kata Tante Mia berusaha melepaskan Siska dari cengkraman Azzam .


Azzam yang benar -benar sudah emosi , dia mendorong tante Mia sehingga tante Mia jatuh tersungkur di lantai. Melihat Azzam yang seperti sudah hilang kendali ,Ahmad menegurnya .


" Istigfar , Zam , selesaikan dengan kepala dingin , kalo kamu begini , hanya akan menambah masalah " kata Ahmad


Azzam lalu melepaskan Siska .Dan membalikkan badan mengucap kalimat - kalimat istigfar .Siska lega namun badannya masih gemetar ketakutan . Dia mengusap lehernya yang terasa sakit . Ozi membantu tante Mia berdiri . Tante Mia pun sama seperti Siska, keduanya sama -sama ketakutan .


" Sekarang jawab ! Dimana Aisyah istri saya ? " Tanya Azzam lagi pada Siska


" Mas, saya tidak mengerti , maksud kamu apa ? " Kata Siska terbata -bata


" Jangan bohong . Tante ! Dimana tante menyembunyikan istri saya " tanya Azzam beralih menatap Tante Mia


" Kami tidak tau apa -apa ,Zam " Kata Tante Mia


" Trus ngapain kalian di sini , ini tempat tidur pake di hias ,maksudnya apa ? " Kata Ahmad yang merasa aneh dengan tempat tidur yang di hiasi dengan bunga mawar .


Tante Mia dan Siska saling pandang , mereka bingung mau menjawab apa sebenarnya itu semua mereka siapkan untuk menjebak Aisyah .


" Sebaiknya kalian jujur , sebelum polisi datang " Kata Ahmad lagi


" Jujur apa ? Kami tidak tau apa -apa ! , kalian yang sudah masuk kamar orang seenaknya " Sahut Tante Mia .


" Tante , apa salah Aisyah sama tante ? Aisyah istri Azzam tante . Menyakiti dia sama halnya yante menyakiti Azzam. Trus perempuan ini , kenapa tante mau -maunya di peralat dia , Walaupun Azzam belum menikah , Azzam tidak akan pernah lagi membuka hati Azzam untuk dia . " kata Azzam


Tante Mia tidak menjawab . Dia sebenarnya begitu menyayangi Azzam . Hanya dia terlalu terobsesi dengan Siska yang membuatnya seperti itu .Hari ini dia melihat Azzam berbeda dari Azzam yang selama ini di kenalnya .sikap Azzam saat itu membuatnya benar -benar sangat ketakutan .


" Masalahnya sekarang kami juga tidak tau dimana Aisyah , kamu jangan sembarang menuduh ,Mas " Kata Siska . Dia mulai kuatir melihat sikap Tante Mia . Dia takut tante Mia tidak memihaknya lagi . Satu -satunya yang bisa diandalkannya untuk mendekati Azzam hanyalan Tante Mia


" Okelah , tante kalo itu mau kalian , jangan salahkan saya kalo kalian mendekam di penjara " kata Azzam dengan suara meninggi


" Dan ingat kalo sampai Aisyah kenapa -napa ? Kalian harus siap menanggung semua akibatnya ! " kata Azzam lagi .


Karena tidak juga mendapat jawaban apa -apa , Azzam memutuskan untuk pergi dari ruangan itu . Azzam khawatir tidak bisa mengontrol emosinya lagi . Mereka bertiga pun keluar dari ruangan itu . Meninggalkan tante Mia dan Siska yang masih mematung . Tapi sebelum keluar tanpa sepengetahuan mereka semua Ozi sudah menempelkan alat penyadap suara di sofa . Sehingga nantinya semua percakapankeduanya akan bisa mereka dengar .


" Glen, kamu tetap disini , pantau terus pergerakan mereka " Kata Ozi saat mereka sudah kembali ke lobi .


" Baik Pak " Sahut Glen .


Azzam , Ahmad dan Ozi melangkah menuju parkiran lalu masuk ke dalam mobil .Ahmad mengambil alih menyetir mobil , Saat di dalam mobil Ozi mengeluarkan notebook dari dalam tasnya .


" Kamu mau ngapain , Zi ?"


" Saya sudah memasang alat penyadap suara di kamar mereka Pak Bos , jadi semua percakapan mereka bisa kita dengar dari sini " Kata Ozi


" Kerja bagus ,Zi ." kata Azzam sambil mengacungkan jempolnya pada Ozi .


" Semoga Ais, bisa segera ditemukan " Kata Ahmad


Bersambung .....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya


Terima Kasih


__ADS_2