
"Oke , Yuk masuk keruangan saya " Ajak Mbak Luna
Ririn dan Luna tampak sudah akrab , Semua acara yang akan diadakah oleh keluarga Azzam maupun acara kantor selalu memakai jasa EO Luna . Yah , bisa di bilang EOnya bisa sebesar sekarang berkat campur tangan Azzam .yang selalu di sapanya Si Ganteng .
Didalam ruangan itu mereka ngobrol , sesekaki terdengar mereka tertawa bersama. Luna menyodorkan beberapa majalah untuk dilihat -lihat sambil menunggu kedatangan Azzam .
"Di majalah itu ada contoh desain -desain untuk pesta nanti " Kata Luna .
"Hmmm , ini Mbak Luna yang langsung turun tangan nich " Kata Ririn melirik Luna .
" Iya lah , Weeding Big Bos , tapi nanti 2 asisten saya akan membantu juga " balas Luna .
Tidak lama kemudian masuklah 2 orang asisten Luna , Fazar dan Mia . Mereka lalu saling berkenalan .
"Nona Aisyah mau konsep yang gimana ?" Tanya Fazar .
Baru saja Aisyah mau menjawab pertanyaan Fazar dari luar terdengar suara ketukan pintu . Mia lalu membuka pintu .
"Assalamualaikum " Sapa Azzam .
"Waalaikumsalam " Jawab mereka serentak
"Akhirnya datang juga yang ditunggu -tunggu " kata Luna sambil tersenyum pada Azzam .
" Sorry , saya agak terlambat " Kata Azzam dan duduk mengambil posisi di samping Aisyah .
"Okey , jadi lengkap . Hmmm...mau konsep yang gimana ? "Tanya Fazar lagi
Aisyah menatap Azzam , meminta pendapat .
" Mas , ikut apa maunya kamu " Kata Azzam lembut , membuat yang lain senyum -senyum pada mereka .
"Iiih,, kalian berdua ini bikin gemes aja " Kata Luna
"Saya mau yang ini , kata Aisyah sambil menunjuk sebuah gambar pada majalah yang dilihatnya .
Yang lain ikut melihat gambar yang ditunjuk Aisyah. Sebuah gambar yang berkonsep Classic Romance dengan dominan warna hijau .
"Boleh tau alasannya " tanya Azzam . Dia kagum akan selera Aisyah . Dia juga suka dengan konsep yang dipilih Aisyah .
"Mba Aisyah suka warna hijau kah ?" Tanya Ririn
Aisyah mengangguk
"Pas , Pak Bos juga suka warna hijau , iya kan Pak Bos ? Kata Ririn melirik Azzam
Azzam tersenyum .
Fazar dam Mia mencatat semua tentang konsep acara pernikahan sesuai kemauan Klien mereka . Termasuk dekor untuk acara tunangan besok lusa . Sesekali terdengar mereka tertawa bersama , Ririn dan luna selaku saja membuat celotehan -celitehan menggoda Azzam dan Aisyah .
"Kalo untuk akadnya langsung di gedung , atau di rumah " Tanya Mia
Kembali Azzam dan Aisyah saling menatap.
Azzam lalu mengatakan dia mau acara akadnya dilaksanakan di masjid . Dan Aisyah menyebutkan nama Masjid tempat pertama kali dia bertemu Azzam .
" Kenapa Masjid itu ? Tanya Luna
" Di masjid itu , pertama kalinya saya bertemu Mas Azzam " jawab Aisyah.
__ADS_1
"Wow , Amaging , Saya salut sama kalian berdua " kata Luna
Semua nya kelar hari itu juga , mulai dari fiiting baju , catring , bahkan poto preweeding juga dilakukan hari itu . Sehingga menjalang magrib baru Azzam bisa mengantar Aisyah pulang . Ririn sudah pulang duluan , karena masih ada beberapa hal yang harus diselesaikannya .
Karena suasana jalan raya yang cukup padat , akhirnya keduanya memutuskan untuk singgah disalah satu masjid untuk melaksanakan sholat magrib .
"Gimana kalo kita makan malam dulu ?" Kata Azzam ketika mereka keluar dari masjid sesudah sholat magrib
"Tapi ,,, kucel gini , mana badan udah lengket-lengket semua lagi " kata Aisyah sedikit malu karena belum mandi.
"Masih cantik kok , " Kata Azzam menatap Aisyah mulai merayu .
"Kita makan di angkringan depan itu " kata Azzam sambil menunjuk sebuah angkringan di seberang jalan .
Aisyah mengerutkan keningnya melihat tempat yang ditunjuk Azzam
"Kenapa ? gak suka makan di pinggir jalan ?" tanya Azzam melihat Aisyah hanya diam
"Yakin , Mas mau makan disana ?"
"Iya , kenapa ? Kamu gak mau ?"
"Bukan begitu , Saya sering makan di tempat seperti itu tapi mas ....."
Belum selesai Aisyah ngomong , Azzam sudah menarik tangannya , menggandengnya menyeberangi jalan yang ramai menuju angkringan yang dimaksud . Jantung Aisyah dag dig dug , saat Azzam menggenggam tangannya .
Dengan lembut Azzam mengenggam tangan pujaaan hatinya . Apa yang dirasakan Azzam tak jauh berbeda dengan Aisyah . Hal itu baru pertama kali mereka lakukan .
Saat sampai ditempat yang dimaksud . Entah kenapa tangan Aisyah masih saja mengenggam tangan Azzam. Menyadari hal itu Azzam menatap Aisyah .
"Kenapa ?" Tanya Aisyah heran melihat Azzam menatapnya
"Sorry .. " Kata Aisyah malu -malu
"Mau dipegang terus juga gak papa " kata Azzam , lalu menarik sebuah kursi untuk Aisyah duduk , membuat Aisyah salah tingkah .
" Kamu pesan apa ? " tanya Azzam
Aisyah hanya diam , dia melamun , entah apa yang ada dipikirannya . Apakah rasa malu tadi yang membuatnya sulit untuk bicara .
"Hello..., Sayang " kata Azzam sambil melambai -lambaikan tangannya didepan wajah Aisyah .
"Hah. Iya , kenapa ?" Aisyah tersadar dari lamunannya
"Uuyyy...mau di panggil sayang rupanya , kamu mau makan apa , nasi goreng atau apa ? "
"Nasi goreng aja "
"Okey , peedes gak ? "
"Enggak "
"Pakde , Nasi gorengnya 2 ya , gak pedes !" kata Azzam pada pemilik angkringan
"Iya , Mas , minumnya apa ?"
Azzam melirik Aisyah
"Teh hangat aja " kata Aisyah
__ADS_1
"Teh hangat 2 Pakde ! " kata Azzam lagi
"Siap mas " jawab Pakde
Aisyah mengerutkan keningnya Menatap Azzam , lagi -lagi Azzam hanya tersenyum . Senyum yang membuat semua yang melihatnya akan terpesona.
"Selera kita sama ,makanya saya pesan menu yang sama , o ya tadi mau ngomong apa ?"
"Maksudnya ? "
"Tadi kan kamu mau ngomong sesuatu , keburu saya tarik ke sini ."
" Ohh itu , saya merasa aneh aja , Mas mau makan di tempat seperti ini , saya pikir Mas gak suka tempat beginian , biasanya bos -bos kan makannya di rrestoran mewah , di mall " Tutur Aisyah
"Apa tadi , Bos ..hmm udah ketularan Ririn sama Mbak Luna ni !"
"Iya kan memang Bos "
"Jangan salah , pedagang bakso kaki lima pun kalo saya pengen saya mampir beli . Jujur , kadang saya merasa sirih juga kalo dipanggil Bos , kesannya gimana gitu .tapi ya , mau gimana lagi udah kebiasaan mereka , lagian saya bisa seperti sekarang karena mereka juga kan , yang penting mereka senang aja "
"Bukan main , Pak Bos udah mulai curhat nie " kata Aisyah sambil menunjukkan senyum manis di bibirnya
" Amboy....manisnya senyum calon istri Pak Bos nie " balas Azzam sehingga keduanya tertawa bersamaan
"Aduh. , aduh yang mau kawin , Saya do'ain semoga jadi keluarga yang sakinah , mawadah , warohmah , amin" Kata Pakde sambil menyuguhkan pesanan mereka .
"Amin , terima kasih Pakde ."jawab Aisyah dan Azzam .
"Silahkan di nikmati Mas , Mba !" kata Pakde lalu meninggalkan keduanya.
Azzam dan Aisyah pun mulai mencicipi makanan yang mereka pesan .
" Enak ,, tapi masih enak buatan kamu " Kata Azzam
"Gombal "
"Enggak beneran lho , o ya , kapan kita makan bareng BFF kamu tu , siapa nama nya lupa saya "
" Ayu , Putri , Mala "
"Iya , yang manyun kemaren siapa ?"
" Oh. Itu Mala "
"Masih marah kah dia sama saya ?"
" Gak kok , !"
Keduanya asik ngobrol sampai makanan mereka habis . Setelah selesai mereka bermaksud kembali ke mobjl dan pulang , sebelum itu Azzam menghampiri Pakde pemilik angkringan itu ,
"Berapa , Pakde ?"
" Rp.36.000 " jawab Pakde
Azzam mengeluarkan uang pecahan seratus ribu dari dari dompetnya lalu memberikannya ke Pakde .
"Kembaliannya untuk Pakde aja " Kata Azzam tersenyum
"Masya Allah , terima kasih ,Mas " Kata Pakde tapi mungkin sudah tidak didengar Azzam lagi karena Azzam sudah jalan menyebrangi jalan bersama Aisyah dengan tetap menggemggam tangan Aisyah seperti tadi .
__ADS_1
"Astagfirullah , hampir lupa !" kata Azzam mengagetkan Aisyah . Tadinya dia ingin membukakan pintu mobil untuk Aiyah yang parkir di depan masjid .kini dia berdiri bersandar kesamping mobilnya