Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 28 Event Organizer


__ADS_3

"Oke , Yuk masuk keruangan saya " Ajak Mbak Luna


Ririn dan Luna tampak sudah akrab , Semua acara yang akan diadakah oleh keluarga Azzam maupun acara kantor selalu memakai jasa EO Luna . Yah , bisa di bilang EOnya bisa sebesar sekarang berkat campur tangan Azzam .yang selalu di sapanya Si Ganteng .


Didalam ruangan itu mereka ngobrol , sesekaki terdengar mereka tertawa bersama. Luna menyodorkan beberapa majalah untuk dilihat -lihat sambil menunggu kedatangan Azzam .


"Di majalah itu ada contoh desain -desain untuk pesta nanti " Kata Luna .


"Hmmm , ini Mbak Luna yang langsung turun tangan nich " Kata Ririn melirik Luna .


" Iya lah , Weeding Big Bos , tapi nanti 2 asisten saya akan membantu juga " balas Luna .


Tidak lama kemudian masuklah 2 orang asisten Luna , Fazar dan Mia . Mereka lalu saling berkenalan .


"Nona Aisyah mau konsep yang gimana ?" Tanya Fazar .


Baru saja Aisyah mau menjawab pertanyaan Fazar dari luar terdengar suara ketukan pintu . Mia lalu membuka pintu .


"Assalamualaikum " Sapa Azzam .


"Waalaikumsalam " Jawab mereka serentak


"Akhirnya datang juga yang ditunggu -tunggu " kata Luna sambil tersenyum pada Azzam .


" Sorry , saya agak terlambat " Kata Azzam dan duduk mengambil posisi di samping Aisyah .


"Okey , jadi lengkap . Hmmm...mau konsep yang gimana ? "Tanya Fazar lagi


Aisyah menatap Azzam , meminta pendapat .


" Mas , ikut apa maunya kamu " Kata Azzam lembut , membuat yang lain senyum -senyum pada mereka .


"Iiih,, kalian berdua ini bikin gemes aja " Kata Luna


"Saya mau yang ini , kata Aisyah sambil menunjuk sebuah gambar pada majalah yang dilihatnya .


Yang lain ikut melihat gambar yang ditunjuk Aisyah. Sebuah gambar yang berkonsep Classic Romance dengan dominan warna hijau .


"Boleh tau alasannya " tanya Azzam . Dia kagum akan selera Aisyah . Dia juga suka dengan konsep yang dipilih Aisyah .


"Mba Aisyah suka warna hijau kah ?" Tanya Ririn


Aisyah mengangguk


"Pas , Pak Bos juga suka warna hijau , iya kan Pak Bos ? Kata Ririn melirik Azzam


Azzam tersenyum .


Fazar dam Mia mencatat semua tentang konsep acara pernikahan sesuai kemauan Klien mereka . Termasuk dekor untuk acara tunangan besok lusa . Sesekali terdengar mereka tertawa bersama , Ririn dan luna selaku saja membuat celotehan -celitehan menggoda Azzam dan Aisyah .


"Kalo untuk akadnya langsung di gedung , atau di rumah " Tanya Mia


Kembali Azzam dan Aisyah saling menatap.


Azzam lalu mengatakan dia mau acara akadnya dilaksanakan di masjid . Dan Aisyah menyebutkan nama Masjid tempat pertama kali dia bertemu Azzam .


" Kenapa Masjid itu ? Tanya Luna


" Di masjid itu , pertama kalinya saya bertemu Mas Azzam " jawab Aisyah.

__ADS_1


"Wow , Amaging , Saya salut sama kalian berdua " kata Luna


Semua nya kelar hari itu juga , mulai dari fiiting baju , catring , bahkan poto preweeding juga dilakukan hari itu . Sehingga menjalang magrib baru Azzam bisa mengantar Aisyah pulang . Ririn sudah pulang duluan , karena masih ada beberapa hal yang harus diselesaikannya .


Karena suasana jalan raya yang cukup padat , akhirnya keduanya memutuskan untuk singgah disalah satu masjid untuk melaksanakan sholat magrib .


"Gimana kalo kita makan malam dulu ?" Kata Azzam ketika mereka keluar dari masjid sesudah sholat magrib


"Tapi ,,, kucel gini , mana badan udah lengket-lengket semua lagi " kata Aisyah sedikit malu karena belum mandi.


"Masih cantik kok , " Kata Azzam menatap Aisyah mulai merayu .


"Kita makan di angkringan depan itu " kata Azzam sambil menunjuk sebuah angkringan di seberang jalan .


Aisyah mengerutkan keningnya melihat tempat yang ditunjuk Azzam


"Kenapa ? gak suka makan di pinggir jalan ?" tanya Azzam melihat Aisyah hanya diam


"Yakin , Mas mau makan disana ?"


"Iya , kenapa ? Kamu gak mau ?"


"Bukan begitu , Saya sering makan di tempat seperti itu tapi mas ....."


Belum selesai Aisyah ngomong , Azzam sudah menarik tangannya , menggandengnya menyeberangi jalan yang ramai menuju angkringan yang dimaksud . Jantung Aisyah dag dig dug , saat Azzam menggenggam tangannya .


Dengan lembut Azzam mengenggam tangan pujaaan hatinya . Apa yang dirasakan Azzam tak jauh berbeda dengan Aisyah . Hal itu baru pertama kali mereka lakukan .


Saat sampai ditempat yang dimaksud . Entah kenapa tangan Aisyah masih saja mengenggam tangan Azzam. Menyadari hal itu Azzam menatap Aisyah .


"Kenapa ?" Tanya Aisyah heran melihat Azzam menatapnya


"Sorry .. " Kata Aisyah malu -malu


"Mau dipegang terus juga gak papa " kata Azzam , lalu menarik sebuah kursi untuk Aisyah duduk , membuat Aisyah salah tingkah .


" Kamu pesan apa ? " tanya Azzam


Aisyah hanya diam , dia melamun , entah apa yang ada dipikirannya . Apakah rasa malu tadi yang membuatnya sulit untuk bicara .


"Hello..., Sayang " kata Azzam sambil melambai -lambaikan tangannya didepan wajah Aisyah .


"Hah. Iya , kenapa ?" Aisyah tersadar dari lamunannya


"Uuyyy...mau di panggil sayang rupanya , kamu mau makan apa , nasi goreng atau apa ? "


"Nasi goreng aja "


"Okey , peedes gak ? "


"Enggak "


"Pakde , Nasi gorengnya 2 ya , gak pedes !" kata Azzam pada pemilik angkringan


"Iya , Mas , minumnya apa ?"


Azzam melirik Aisyah


"Teh hangat aja " kata Aisyah

__ADS_1


"Teh hangat 2 Pakde ! " kata Azzam lagi


"Siap mas " jawab Pakde


Aisyah mengerutkan keningnya Menatap Azzam , lagi -lagi Azzam hanya tersenyum . Senyum yang membuat semua yang melihatnya akan terpesona.


"Selera kita sama ,makanya saya pesan menu yang sama , o ya tadi mau ngomong apa ?"


"Maksudnya ? "


"Tadi kan kamu mau ngomong sesuatu , keburu saya tarik ke sini ."


" Ohh itu , saya merasa aneh aja , Mas mau makan di tempat seperti ini , saya pikir Mas gak suka tempat beginian , biasanya bos -bos kan makannya di rrestoran mewah , di mall " Tutur Aisyah


"Apa tadi , Bos ..hmm udah ketularan Ririn sama Mbak Luna ni !"


"Iya kan memang Bos "


"Jangan salah , pedagang bakso kaki lima pun kalo saya pengen saya mampir beli . Jujur , kadang saya merasa sirih juga kalo dipanggil Bos , kesannya gimana gitu .tapi ya , mau gimana lagi udah kebiasaan mereka , lagian saya bisa seperti sekarang karena mereka juga kan , yang penting mereka senang aja "


"Bukan main , Pak Bos udah mulai curhat nie " kata Aisyah sambil menunjukkan senyum manis di bibirnya


" Amboy....manisnya senyum calon istri Pak Bos nie " balas Azzam sehingga keduanya tertawa bersamaan


"Aduh. , aduh yang mau kawin , Saya do'ain semoga jadi keluarga yang sakinah , mawadah , warohmah , amin" Kata Pakde sambil menyuguhkan pesanan mereka .


"Amin , terima kasih Pakde ."jawab Aisyah dan Azzam .


"Silahkan di nikmati Mas , Mba !" kata Pakde lalu meninggalkan keduanya.


Azzam dan Aisyah pun mulai mencicipi makanan yang mereka pesan .


" Enak ,, tapi masih enak buatan kamu " Kata Azzam


"Gombal "


"Enggak beneran lho , o ya , kapan kita makan bareng BFF kamu tu , siapa nama nya lupa saya "


" Ayu , Putri , Mala "


"Iya , yang manyun kemaren siapa ?"


" Oh. Itu Mala "


"Masih marah kah dia sama saya ?"


" Gak kok , !"


Keduanya asik ngobrol sampai makanan mereka habis . Setelah selesai mereka bermaksud kembali ke mobjl dan pulang , sebelum itu Azzam menghampiri Pakde pemilik angkringan itu ,


"Berapa , Pakde ?"


" Rp.36.000 " jawab Pakde


Azzam mengeluarkan uang pecahan seratus ribu dari dari dompetnya lalu memberikannya ke Pakde .


"Kembaliannya untuk Pakde aja " Kata Azzam tersenyum


"Masya Allah , terima kasih ,Mas " Kata Pakde tapi mungkin sudah tidak didengar Azzam lagi karena Azzam sudah jalan menyebrangi jalan bersama Aisyah dengan tetap menggemggam tangan Aisyah seperti tadi .

__ADS_1


"Astagfirullah , hampir lupa !" kata Azzam mengagetkan Aisyah . Tadinya dia ingin membukakan pintu mobil untuk Aiyah yang parkir di depan masjid .kini dia berdiri bersandar kesamping mobilnya


__ADS_2