
Masih di rumah orang tua Aisyah.
Malam itu turun hujan dengan derasnya . Suara petir berkali -kali menggelegar . Menambah suasana malam semakin mencekam
Saat itu Azzam dan Aisyah sedang istirahat berbaring di atas tempat tidur . Tadinya Aisyah sudah tertidur kembali terjaga mendengar dentuman petir yang menggelegar . Azzam yang masih belum tidur langsung memeluk badan Aisyah yang gemetar karena ketakutan .
Aisyah yang sedikit parno dengan suara petir membenamkan wajahnya di dalam pelukan Azzam sambil menutuo telinganya .
" Tenang sayang , ada hubby yang jaga kamu " kata Azzam sambil membelai rambut mesra rambut Aisyah .
" Ais takut Hubby " kata Aisyah lirih
" Baca Surah Alfatihah , Al ikhlas. Alfalaq , An naas, Insya Allah rasa takut sayang akan hilang " Kata Azzam sambil mengecup kening Aisyah .
"Ikuti Hubby ya , " Kata Azzam lalu mulai melantunkan ayat tersebut . Aisyah pun mengikuti Azzam . Setelah membaca surah An Naan, Aisyah pun kembali terlelap dalam pelukan Azzam .Azzam tersenyum melihat Aisyah yang kini sudah kembali terlelap .Kemudian dia lanjut melafazkan surah - surah lainnya hingga akhirnya dia pun ikut terlelap .
Lewat tengah malam tepatnya pukul 02.30 Aisyah terbangun . Dia merasa aneh dengan posisi tidurnya .
" Ya ampun Hubby , kasian " Kata Aisyah ketika menyadari kalau dia tidur dalam pelukan Azzam yang masih dalam posisi duduk.
Pelan -pelan Aisyah merebahkan tubuh suaminya , meletakkan kepala suaminya di atas bantal kemudian menyelimutinya. Azzam tampak nyenyak sekali tidur. Sehingga saat Aisyah memperbaiki posisi tidurnya dia tidak terbangun.
Lama Aisyah menatap wajah suaminya itu .
" Kamu tu benar -benar ganteng sekali hubby " Kata hatI Aisyah. Perlahan Aisyah membelai wajah suaminya . Aisyah tidak sadar , dengan belaiannya malah membuat Azzam terbangun . Tapi Azzam masih diam dia berpura -pura saja tidur.
" Mimpi indah ya ,by " kata Aisyah sambil mengecup kening Azzam . Setelah itu dia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi .
" Sayang. Hubby ngarepnya gak cuma di kening saja " Azzam lalu duduk .
Ketika pintu kamar mandi terbuka , Azzam kembali berbaring pura -pura tidur lagi . Dia berharap Aisyah akan kembali mendekatinya . Namun hal itu tidak terjadi .Pelan -pelan dia membuka mata , dan di lihatnya Aisyah sedang sholat di samping tempat tidur .
" Kok saya gak di bangunin sholat ya ?" bisik hati Azzam .
Azzam terdiam . Dia mengamati Aisyah yang sedang sholat tahajjud . Selesai sholat Aisyah tampak sedang berdoa . Rasanya ingin sekali Azzam mendengar doa -doa istrinya itu .namun dia tidak mendengar apa -apa yang dia dengar hanyalah isak tangis Aisyah yang semakin lama semakin menyayat . Dia pun bergegas bangun dan mendekati Aisyah .
" Sayang ? kamu kenapa ? " tanya Azzam yang kini sudah duduk di samping Aisyah.
" Gak papa hubby, maafkan Ais ya, udah buat hubby terbangun " kata Aisyah sambil buru - buru mengusap air matanya .
" Kamu kenapa sich sayang ?"
" Gak pa-pa by , "
" Bohong !"
" Sayang pasti nyembunyiin sesuatu dari hubby " selidik Azzam
" Nggak , gak papa kok , Gak ada yang Ais sembunyikan dari Hubby !"
" Bohong !"
" Beneran hubby !"
" Oke , tapi kenapa hubby gak dibangunin sholat. Masa sayang sholat sendiri ?"
" Hubby , Ais liat hubby nyenyak sekali tidurnya . Makanya Ais gak bangunin " Kata Aisyah mulai terisak .
Azzam lalu memeluk Aisyah.
" Pleace ... Ngomong sama hubby , apa yang membuat kamu nangis seperti tadi . Sayang kamu tau kan Hubby paling gak mau liat kamu nangis ."
Aisyah semakin sesegukan .
" Sayang , hey liat hubby , dengan kamu menangis seperti ini , hati hubby akan semakin sakit " Kata Azzam sambil memegang dagu Aisyah . Matanya pun tampak berkaca -kaca . Butiran bening itu pun mulai mengalir di pipi Azzam. Yah Azzam.pun ikut menangis . Azzam paling tidak bisa melihat istrinya menangis . Hatinya bagai disayat -sayat kalau melihat Aisyah menangis, baginya hal terburuk dalam hidupnya adalah melihat istrinya menangis .
" Hubby gak boleh nangis " kata Aisyah sambil mengusap air mata Azzam .
" Hubby , hubby sudah jadi sosok suami yang sempurna buat Ais, tapi Ais belum bisa jadi sosok yang sempurna buat Hubby ." kata Aisyah sambil terisak .
" Astagfirullahhalazim , sayang kesempurnaan itu hanya milik Allah . Tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini ."
" Ais takut !"
" Takut ? Takut kenapa ? Takut hubby ninggalin kamu , kalau kamu gak bisa ngasih anak ke hubby , pleace sayang stop berpikiran seperti itu , kalo kamu terus -terusan seperti ini , kamu akan stres sayang, ingat apa kata dokter kemaren , kamu gak boleh stres , gak boleh banyak pikiran . Kita nikmati saja masa -masa kita berdua . Anggap aja sekarang kita lagi pacaran , lagian di luaran sana banyak juga pasangan yang hampir puluhan tahun menikah belum punya anak . Kita kan baru 1 tahun lebih saja . "
" Maafkan Ais hubby , "
" Please ..jangan berpikiran seperti itu lagi ya , " Kata Azzam memeluk Aisyah
" Iya , Ais sayang Hubby !"
" Iya Hubby juga sayang banget sama kamu . ya sudah jangan nangis lagi .Hubby mau wudhu dulu " kata Azzam sambil mengusap pipi Aisyah yang basah oleh air mata . Lalu mengecup mesra kening Aisyah .
Azzam bangun dari duduknya melangkah ke kamar mandi untuk berwudhu . Sedangkan Aisyah mengambil tasbih lalu berzikir .
"Sayang , " seru Azzam ketika sudah selesai sholat tahajjut .
" Kalo ngantuk , tidur aja " kata Azzam saat melihat Aisyah duduk dengan mata terpejam .
" Ais lagi zikir ,Hubby " Jawab Aisyah sambil menunjukkan tasbih ditangannya yang tettutup mukena.
"ohh kirain tidur duduk tadi . Masih 1 jam 45 menit lagi baru sholat subuh, masih sempat kalo sayang mau tidur . " Kata Azzam sambil menguap .
" Hubby , kalo hubby yang ngantuk ,Hubby aja yang tidur ,atau mau tidur di pangkuan Ais ? Sini ! Kata Aisyah
" Hmmm boleh deh " kata Azzam lalu mendekati Aisyah
" Bentar by , tidurnya di atas kasur aja , lantainya dingin, ntar hubby masuk angin " Kata Aisyah kemudian pindah duduk di atas tempat tidur .
Di atas tempat tidur Azzam berbaring di pangkuan Aisyah .Aisyah mengelus lemnut rambut Azzam . Azzam yang tadi mengantuk menjadi hilang nganruknya saat berbaring di pangkuan Aisyah.
"Sayang , hubby lupa cerita sesuatu sama kamu ."
" Hubby ,kalo ngantuk bobok aja dulu , ceritanya bisa besok ."
__ADS_1
"Udah nggak ngantuk lagi sayang !"
" Jangan modus deh ,by "
" Enggak sayang , hubby gak modus "
" Okey , Hubby mau cerita apa ?" kata Aisyah sambil mengelus -ngelus pipi Azzam .
" Ini yang lagi modus siapa sich " Kata Azzam dengan senyum mengoda .
" Hubby...! " Aisyah mencubit pipi Azzam
"Aduh..sakit sayang , " Kata Azzam sambil mengusap pipinya
" Hubby sich ! " sahut Aisyah
" Oke, okey , beneran hubby cuma mau cerita sesuatu . Ririn bentar lagi mau nikah ."
" Oh ya , yang bener ? Sama siapa ? Nikahnya kapan ? Trus nanti kalo sudah nikah apa dia masih kerja sama hubby ? Kalo gak hubby gak da sekretaris sebaik Ririn lagi dong ? trus gimana ?"
Azzam mengaruk -garuk kepalanya yang tidak gatal .pertanyaan Aisyah yang bertubi -tubi membuatnya bingung sendiri .
" Hubby kok diam aja ?"
" Sayang ,kalo nanya itu satu -satu kalo bertubi -tubi gitu bonyok dong ,hubby ? " sahut Azzam .
" Bonyok kalo di tonjok hubby , kan Ais cuma nanya " kata Aisyah tidak mau kalah .
" Gini ni kalo sifat aslinya keluar " Kata Azzam sambil tersenyum . Lalu bangun dan duduk di samping Aisyah .
" Hubby , Ririn mau nikah sama siapa ?"
" Ozi sayang , Ozi ngajak Ririn ta'aruf "
" Trus Ririn mau ? "
" Hey tadikan Hubby bilang Ririn mau nikah , berarti mau lah dianya " kata Azzam lagi .
" Alhamdulillah ,Ais ikut bahagia mendengarnya. Mereka bedua tu memang cocok . tapi kapan Ozi ngajak Riein ta'aruf ? "
Azam pun menceritakan pada Aisyah tentang Ozi yang mengajak Ririn ta'aruf kemaren . Dan rencana pernikahan mereka yang akan dilaksanakan bulan depan .
"Masya allah gerak cepat juga mereka ya " sahut Aisyah.
" Iya lah sayang , kitta aja hitungan minggu aja kenalnya udah nikah , apalagi mereka . Mereka kan udah bertahun -tahun kenal , walaupun sering berantem pas ketemu , tapi itulah cinta sayang .Benci jadi cinta ." Kata Azzam.
" Iya by , gak nyangka ya mereka berjodoh " Kata Aisyah lagi .
" Iya, Padahal dulu hubby sempat kepikiran mau menjodohkan mereka , kalo Ozi sich memang suka sama Ririn . Sempat juga Hubby bilang kke mereka , sulaya merek jadian, kamu tau gimana reakdinya Ririn , ? Dia lanhsung keluar dari ruangan Hubby ."
" Oh ya , Dia malu kali by , "
" Bisa jadi . " kata Azzam kembali berbaring di pangkuan Aisyah .
Azzam juga memberitahu Aisyah kalo rencana umroh mereka akan di urus oleh Ririrn .Setelah ngobrol cukup lama , keduanya pun memutuskan untuk mandi dan bersiap melaksanakan sholat subuh.
***
Dikantor karena kurang tidur ,Azzam berkali -kali menguap , dia merasa sangat ngantuk sekali dan sedikit pusing . Badannya pun terasa sakit semua . Akhirnya dia menutuskan untuk tidur di dalam kamar khusus di ruangan itu.
Ririn yang mengetuk -ngetuk pintu ruangan Pak Bosnya tidak mendapat jawaban , mwnvoba lanhsung masuk .Namun ruangan itu kosong .
" Pak bos kemana ya ?" Humam Ririn lalu menutup kembali pintu ruangan Azzam .dan memutuskan untuk pergi ke ruangan Ozi .
Tok tok tok
" Masuk " jawab Ozi
Ozi tersenyum ketika melihat Ririn yang muncul di balik pintu .Riein pun tersenyum.
" Zi ,maksudnya Mas Ozi , saya ketuk -ketuk ruangannya Pak Bos kok nggak di jawab , pas saya cek di dalam kok gak ada ? apa dia keluar ? Tapi kalo keluar pasti dia bilang ke saya ? "
" Kamu sudah cek di ruangan khusus nya ? "
" Belum sich? Temani saya yuk! Kita cek ada gak dia di situ , soalnya ada beberapa file yang harus di tanda tangani "
" Kenapa gak cek sendiri ? "
" Biar saya udah lama jadi sekretaris Pak Bos , nggak pernah saya masuk ruangan itu. Lagian nggak enak juga , itukan ruangan pribadinya ." sahut Ririn
" Okey , yuk kita cek sama -sama " kata Ozi sambil menarik tangan Ririn .
Ozi dan Ririn berjalan beriringan menuju ruangan Pak Bos mereka.
" Cieh ,cieh tumben ni akur ? Pakai acara gandengan tangan segala . Hmmm apa kalian sudah jadian ? kalo iya , ini yang mananya benci jadi cinta dong ! " Kata Mila salah satu stap marketing .
" Apaan sich ? Kalo iya kenapa ? " Kata Ririn lalu melepaskan tangannya dari genggaman Ozi .
Ozi tersenyun mendengar perkataan Ririn .
" Jadi beneran kalian udah jadian ?" Tanya Mila lagi. Seolah tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dan meyakinkan pendengarannya .
" Kami akan segera menikah , tunggu sja undangannya " Kata Ozi lalu menarik tangan Ririn lagi lanjut menuju ruangan Azzam .
Mila masih mematung melihat keduanya bergandengan tangan .
" Kalian memang cocok sich , alhamdulillah akhirnya mba Ririn ketemu jodohnya juga " gumam Mila lalu kembali ke meja kerjanya .
Ozi kembali mengetuk pintu ,namun tetap tidak ada jawaban . Ozi dan Ririn memutuskan untuk masuk . Ozi pun langsung mengecek di ruang khusus di ruangan itu .
" Rin , !"
" Iya Mas "
" Pak Bos di sini , Dia lagi tidur " Kata Ozi yang melihat Azzam sedang berbaring di tempat tidur.
__ADS_1
Ririn yang sedang mengecek toilet pun segera mendekati Ozi .
" Coba cek , kok tidurnya meringkuk gitu ,kayak kedinginan ? " kata Ririn
Mereka berdua pun masuk ,
" Astaga ! Pak Bos demam ni !" Kata Ozi ketika meraba jidat Azzam yang terasa panas
" Kamu cari bantuan ,saya gak bisa ngangkat dia sendirian . kita bawa Pak Bos ke rumah sakit ."
Ririn lalu setengah berlari memanggil beberapa staf yang laki -laki untuk membantu mengangkat Azzam . Tidak lupa dia menelpon Riko untuk menyiapkan mobil
" Pak bos , kita ke rumah sakit ya ?" kata Ozi berusaha membangunkan Azzam
Perlahan Azzam membuka mata . Dilihatnya Ozi di depannya .kemudian Azzam kembali terpejam kembali ,
" Kamu Zi ? " kata Azzam
" Iya Pak Bos ,"
" Kepala saya pusing ,Zi " Kata Azzam setengah berbisik
" kita ke rumah sakit ya ?" Kata Ozi
" Iya , tapi jangan kasih tau istri saya ya ? " Kata Azzam lalu berusaha untuk bangun. Karena kondisi Azzam yang lemah dia malah pingsan, beruntung ada Ozi yang menyangga tubuhnya , sehingga tidak jatuh tersungkur ke lamtai .
"Kenapa ,Mas ?" tanya Ririn yang baru kembali masuk bersama 4 orang staf lainnya
" Pak Bos pingsan , Ayo kita bawa dia ke rumah sakit " Kata Ozi .
Mereka lalu memapah Azzam ke keluar ruangan itu menuju lift .Ahmad yang melihat Ozi dan beberapa staf memapah Azzam segera menghampiri mereka . Dan beberapa karyawan lain pun ikut menghampiri . Mereka juga kwatir melihat kondisi Azzam .
" Ozi , Ririn , Azzam kenapa ? " Tanya Ahmad saat dia melihat Azzam yang tampak lemah tak berdaya.
" Pak Bos demam ,Pak , dia pingsan . Mau kami bawa ke rumah sakit " kata Ozi
"Ya Ampun badannya panas sekali " Kata Ahmad setelah meraba jidat Azzam .
Ahmad pun ikut mengantar Azzam ke rumah sakit .
" Kamui sudah telpon istrinya ,Zi ?"tanya Ahmad saat mereka sudah berada di dalam mobil .
" Belum Pak , tadi sebelum Pak Bos pinhsan , dia bilang jangan kasih tau istrinya." jawab Ozi
" Dia lagi sakit ,Zi . Biar saya yang telpon Aisyah " Kata Ahmad.
Tut tut tut
panghilan pertama tidak ada jawaban .Ahmad pun.menelpon lagi, sampai 3 kali baru Aisyah menjawab.
" Asaaalmulaiakum " sapa Ahmad
" Waalaikumsalam , Ada apa Bang ?" tanya Aisyah.
" Kamu dari mana sich , kok lambat angkat telpon Abang ?"
"Aisi lagi ngobrol sama Ayah Mba putri , kak Anisa . Kenapa ? " tanya Aisyah
" Suamimu sakit, sekarang kami on the way ke rumah sakit " Kata Ahmad
" Apa Mas Azzam sakit ! Trus gimana keadaannya ?" Kata Aisyah hampir menagis.
" Badannya panas , dia pingsan, "
" Ya Allah, hubby. " kata Aisyah terisak
" Nanti Abang share location , Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
"Kenapa ,Ais " Tanya Putri
"Mas Azzam sakit , sekarang di bawa ke rumah sakit ." kata Aisyah sambil terisak
" Ya sudah kalo gitu kita ke rumah sakit " Kata Anisa . Lalu memanggil suaminya Farhan .
Aisyah , Anisa ,Pak Sulaiman dan Farhan pergi menyusul Azzam yang di bawa ke rumah sakit .
" Jangan nangis terus donk , nanti kamu lagi yang sakit , kita berdoa saja semoga Azzam gak kenapa -napa " kata Anisa sambil merangkul pundak Aisyah.
" Ngebut dikit pak !" Kata Farhan pada Pak Agus sopir pribadi nya .
Aisyah lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya . Menelpon Bu Ainun dan Pak Khairul orang tua Azzam, mengabarkan tentang komdisi Azzam . Kedua orang tua Azzam pun segera menyusul ke rumah sakit .
Sesampainya di rumah sakit Azzam langsung masuk ruang UGD . Melihat Ahmad , Ririn dan juga Ozi di ruang UGD , Aisyah setengah belari menghampiri mereka .
" Gimana keadaan mas Azzam ?" Tanya Aisyah pada abangnya Ahmad
" Masih ditangani dokter ,Dek ." kata Ahmad
" Kamu tenang dulu , insya Allah suami kamu gak kenapa -napa ." Kata Ahmad lagi
" Kejadiannya gimana sich ?" tanya Aisyah
Ririn lalu mendekati Aisyah dan menceritakan semuanya pada Aisyah di bantu Ozi .
" Tadi pagi , sebelum ke kantor hubby baik -baik aja, Ya Allah ,sembuhkanlah Hubby " Kata Aisyah sambil terisak .
Semua yang ada di situ pun ikut sedih . Mereka mengerti Aisyah pasti sangat kuatir pada suaminya . Semenjak mereka menikah baru kali ini Azzam sakit .
Tidak lama kemudian kedua orang tua Azzam datang . Bu Ainun langsung menghampiri Aisyah yang sedang duduk di kursi tunggu sambil menangis .
" Mas Azzam , Ummy ! " kata Aisyah
" Iya , kamu tenang , insya Allah Azzam gak kenapa -napa ." kata Bu Ainun sambil memeluk menantu kesayangannya itu . Dia pun kuatir dengan kondisi anaknya .
__ADS_1
Bersambung....