Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 87. Azzam Sakit


__ADS_3

Masih di rumah orang tua Aisyah.


Malam itu turun hujan dengan derasnya . Suara petir berkali -kali menggelegar . Menambah suasana malam semakin mencekam


Saat itu Azzam dan Aisyah sedang istirahat berbaring di atas tempat tidur . Tadinya Aisyah sudah tertidur kembali terjaga mendengar dentuman petir yang menggelegar . Azzam yang masih belum tidur langsung memeluk badan Aisyah yang gemetar karena ketakutan .


Aisyah yang sedikit parno dengan suara petir membenamkan wajahnya di dalam pelukan Azzam sambil menutuo telinganya .


" Tenang sayang , ada hubby yang jaga kamu " kata Azzam sambil membelai rambut mesra rambut Aisyah .


" Ais takut Hubby " kata Aisyah lirih


" Baca Surah Alfatihah , Al ikhlas. Alfalaq , An naas, Insya Allah rasa takut sayang akan hilang " Kata Azzam sambil mengecup kening Aisyah .


"Ikuti Hubby ya , " Kata Azzam lalu mulai melantunkan ayat tersebut . Aisyah pun mengikuti Azzam . Setelah membaca surah An Naan, Aisyah pun kembali terlelap dalam pelukan Azzam .Azzam tersenyum melihat Aisyah yang kini sudah kembali terlelap .Kemudian dia lanjut melafazkan surah - surah lainnya hingga akhirnya dia pun ikut terlelap .


Lewat tengah malam tepatnya pukul 02.30 Aisyah terbangun . Dia merasa aneh dengan posisi tidurnya .


" Ya ampun Hubby , kasian " Kata Aisyah ketika menyadari kalau dia tidur dalam pelukan Azzam yang masih dalam posisi duduk.


Pelan -pelan Aisyah merebahkan tubuh suaminya , meletakkan kepala suaminya di atas bantal kemudian menyelimutinya. Azzam tampak nyenyak sekali tidur. Sehingga saat Aisyah memperbaiki posisi tidurnya dia tidak terbangun.


Lama Aisyah menatap wajah suaminya itu .


" Kamu tu benar -benar ganteng sekali hubby " Kata hatI Aisyah. Perlahan Aisyah membelai wajah suaminya . Aisyah tidak sadar , dengan belaiannya malah membuat Azzam terbangun . Tapi Azzam masih diam dia berpura -pura saja tidur.


" Mimpi indah ya ,by " kata Aisyah sambil mengecup kening Azzam . Setelah itu dia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi .


" Sayang. Hubby ngarepnya gak cuma di kening saja " Azzam lalu duduk .


Ketika pintu kamar mandi terbuka , Azzam kembali berbaring pura -pura tidur lagi . Dia berharap Aisyah akan kembali mendekatinya . Namun hal itu tidak terjadi .Pelan -pelan dia membuka mata , dan di lihatnya Aisyah sedang sholat di samping tempat tidur .


" Kok saya gak di bangunin sholat ya ?" bisik hati Azzam .


Azzam terdiam . Dia mengamati Aisyah yang sedang sholat tahajjud . Selesai sholat Aisyah tampak sedang berdoa . Rasanya ingin sekali Azzam mendengar doa -doa istrinya itu .namun dia tidak mendengar apa -apa yang dia dengar hanyalah isak tangis Aisyah yang semakin lama semakin menyayat . Dia pun bergegas bangun dan mendekati Aisyah .


" Sayang ? kamu kenapa ? " tanya Azzam yang kini sudah duduk di samping Aisyah.


" Gak papa hubby, maafkan Ais ya, udah buat hubby terbangun " kata Aisyah sambil buru - buru mengusap air matanya .


" Kamu kenapa sich sayang ?"


" Gak pa-pa by , "


" Bohong !"


" Sayang pasti nyembunyiin sesuatu dari hubby " selidik Azzam


" Nggak , gak papa kok , Gak ada yang Ais sembunyikan dari Hubby !"


" Bohong !"


" Beneran hubby !"


" Oke , tapi kenapa hubby gak dibangunin sholat. Masa sayang sholat sendiri ?"


" Hubby , Ais liat hubby nyenyak sekali tidurnya . Makanya Ais gak bangunin " Kata Aisyah mulai terisak .


Azzam lalu memeluk Aisyah.


" Pleace ... Ngomong sama hubby , apa yang membuat kamu nangis seperti tadi . Sayang kamu tau kan Hubby paling gak mau liat kamu nangis ."


Aisyah semakin sesegukan .


" Sayang , hey liat hubby , dengan kamu menangis seperti ini , hati hubby akan semakin sakit " Kata Azzam sambil memegang dagu Aisyah . Matanya pun tampak berkaca -kaca . Butiran bening itu pun mulai mengalir di pipi Azzam. Yah Azzam.pun ikut menangis . Azzam paling tidak bisa melihat istrinya menangis . Hatinya bagai disayat -sayat kalau melihat Aisyah menangis, baginya hal terburuk dalam hidupnya adalah melihat istrinya menangis .


" Hubby gak boleh nangis " kata Aisyah sambil mengusap air mata Azzam .


" Hubby , hubby sudah jadi sosok suami yang sempurna buat Ais, tapi Ais belum bisa jadi sosok yang sempurna buat Hubby ." kata Aisyah sambil terisak .


" Astagfirullahhalazim , sayang kesempurnaan itu hanya milik Allah . Tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini ."


" Ais takut !"


" Takut ? Takut kenapa ? Takut hubby ninggalin kamu , kalau kamu gak bisa ngasih anak ke hubby , pleace sayang stop berpikiran seperti itu , kalo kamu terus -terusan seperti ini , kamu akan stres sayang, ingat apa kata dokter kemaren , kamu gak boleh stres , gak boleh banyak pikiran . Kita nikmati saja masa -masa kita berdua . Anggap aja sekarang kita lagi pacaran , lagian di luaran sana banyak juga pasangan yang hampir puluhan tahun menikah belum punya anak . Kita kan baru 1 tahun lebih saja . "


" Maafkan Ais hubby , "


" Please ..jangan berpikiran seperti itu lagi ya , " Kata Azzam memeluk Aisyah


" Iya , Ais sayang Hubby !"


" Iya Hubby juga sayang banget sama kamu . ya sudah jangan nangis lagi .Hubby mau wudhu dulu " kata Azzam sambil mengusap pipi Aisyah yang basah oleh air mata . Lalu mengecup mesra kening Aisyah .


Azzam bangun dari duduknya melangkah ke kamar mandi untuk berwudhu . Sedangkan Aisyah mengambil tasbih lalu berzikir .


"Sayang , " seru Azzam ketika sudah selesai sholat tahajjut .


" Kalo ngantuk , tidur aja " kata Azzam saat melihat Aisyah duduk dengan mata terpejam .


" Ais lagi zikir ,Hubby " Jawab Aisyah sambil menunjukkan tasbih ditangannya yang tettutup mukena.


"ohh kirain tidur duduk tadi . Masih 1 jam 45 menit lagi baru sholat subuh, masih sempat kalo sayang mau tidur . " Kata Azzam sambil menguap .


" Hubby , kalo hubby yang ngantuk ,Hubby aja yang tidur ,atau mau tidur di pangkuan Ais ? Sini ! Kata Aisyah


" Hmmm boleh deh " kata Azzam lalu mendekati Aisyah


" Bentar by , tidurnya di atas kasur aja , lantainya dingin, ntar hubby masuk angin " Kata Aisyah kemudian pindah duduk di atas tempat tidur .


Di atas tempat tidur Azzam berbaring di pangkuan Aisyah .Aisyah mengelus lemnut rambut Azzam . Azzam yang tadi mengantuk menjadi hilang nganruknya saat berbaring di pangkuan Aisyah.


"Sayang , hubby lupa cerita sesuatu sama kamu ."


" Hubby ,kalo ngantuk bobok aja dulu , ceritanya bisa besok ."

__ADS_1


"Udah nggak ngantuk lagi sayang !"


" Jangan modus deh ,by "


" Enggak sayang , hubby gak modus "


" Okey , Hubby mau cerita apa ?" kata Aisyah sambil mengelus -ngelus pipi Azzam .


" Ini yang lagi modus siapa sich " Kata Azzam dengan senyum mengoda .


" Hubby...! " Aisyah mencubit pipi Azzam


"Aduh..sakit sayang , " Kata Azzam sambil mengusap pipinya


" Hubby sich ! " sahut Aisyah


" Oke, okey , beneran hubby cuma mau cerita sesuatu . Ririn bentar lagi mau nikah ."


" Oh ya , yang bener ? Sama siapa ? Nikahnya kapan ? Trus nanti kalo sudah nikah apa dia masih kerja sama hubby ? Kalo gak hubby gak da sekretaris sebaik Ririn lagi dong ? trus gimana ?"


Azzam mengaruk -garuk kepalanya yang tidak gatal .pertanyaan Aisyah yang bertubi -tubi membuatnya bingung sendiri .


" Hubby kok diam aja ?"


" Sayang ,kalo nanya itu satu -satu kalo bertubi -tubi gitu bonyok dong ,hubby ? " sahut Azzam .


" Bonyok kalo di tonjok hubby , kan Ais cuma nanya " kata Aisyah tidak mau kalah .


" Gini ni kalo sifat aslinya keluar " Kata Azzam sambil tersenyum . Lalu bangun dan duduk di samping Aisyah .


" Hubby , Ririn mau nikah sama siapa ?"


" Ozi sayang , Ozi ngajak Ririn ta'aruf "


" Trus Ririn mau ? "


" Hey tadikan Hubby bilang Ririn mau nikah , berarti mau lah dianya " kata Azzam lagi .


" Alhamdulillah ,Ais ikut bahagia mendengarnya. Mereka bedua tu memang cocok . tapi kapan Ozi ngajak Riein ta'aruf ? "


Azam pun menceritakan pada Aisyah tentang Ozi yang mengajak Ririn ta'aruf kemaren . Dan rencana pernikahan mereka yang akan dilaksanakan bulan depan .


"Masya allah gerak cepat juga mereka ya " sahut Aisyah.


" Iya lah sayang , kitta aja hitungan minggu aja kenalnya udah nikah , apalagi mereka . Mereka kan udah bertahun -tahun kenal , walaupun sering berantem pas ketemu , tapi itulah cinta sayang .Benci jadi cinta ." Kata Azzam.


" Iya by , gak nyangka ya mereka berjodoh " Kata Aisyah lagi .


" Iya, Padahal dulu hubby sempat kepikiran mau menjodohkan mereka , kalo Ozi sich memang suka sama Ririn . Sempat juga Hubby bilang kke mereka , sulaya merek jadian, kamu tau gimana reakdinya Ririn , ? Dia lanhsung keluar dari ruangan Hubby ."


" Oh ya , Dia malu kali by , "


" Bisa jadi . " kata Azzam kembali berbaring di pangkuan Aisyah .


Azzam juga memberitahu Aisyah kalo rencana umroh mereka akan di urus oleh Ririrn .Setelah ngobrol cukup lama , keduanya pun memutuskan untuk mandi dan bersiap melaksanakan sholat subuh.


***


Dikantor karena kurang tidur ,Azzam berkali -kali menguap , dia merasa sangat ngantuk sekali dan sedikit pusing . Badannya pun terasa sakit semua . Akhirnya dia menutuskan untuk tidur di dalam kamar khusus di ruangan itu.


Ririn yang mengetuk -ngetuk pintu ruangan Pak Bosnya tidak mendapat jawaban , mwnvoba lanhsung masuk .Namun ruangan itu kosong .


" Pak bos kemana ya ?" Humam Ririn lalu menutup kembali pintu ruangan Azzam .dan memutuskan untuk pergi ke ruangan Ozi .


Tok tok tok


" Masuk " jawab Ozi


Ozi tersenyum ketika melihat Ririn yang muncul di balik pintu .Riein pun tersenyum.


" Zi ,maksudnya Mas Ozi , saya ketuk -ketuk ruangannya Pak Bos kok nggak di jawab , pas saya cek di dalam kok gak ada ? apa dia keluar ? Tapi kalo keluar pasti dia bilang ke saya ? "


" Kamu sudah cek di ruangan khusus nya ? "


" Belum sich? Temani saya yuk! Kita cek ada gak dia di situ , soalnya ada beberapa file yang harus di tanda tangani "


" Kenapa gak cek sendiri ? "


" Biar saya udah lama jadi sekretaris Pak Bos , nggak pernah saya masuk ruangan itu. Lagian nggak enak juga , itukan ruangan pribadinya ." sahut Ririn


" Okey , yuk kita cek sama -sama " kata Ozi sambil menarik tangan Ririn .


Ozi dan Ririn berjalan beriringan menuju ruangan Pak Bos mereka.


" Cieh ,cieh tumben ni akur ? Pakai acara gandengan tangan segala . Hmmm apa kalian sudah jadian ? kalo iya , ini yang mananya benci jadi cinta dong ! " Kata Mila salah satu stap marketing .


" Apaan sich ? Kalo iya kenapa ? " Kata Ririn lalu melepaskan tangannya dari genggaman Ozi .


Ozi tersenyun mendengar perkataan Ririn .


" Jadi beneran kalian udah jadian ?" Tanya Mila lagi. Seolah tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dan meyakinkan pendengarannya .


" Kami akan segera menikah , tunggu sja undangannya " Kata Ozi lalu menarik tangan Ririn lagi lanjut menuju ruangan Azzam .


Mila masih mematung melihat keduanya bergandengan tangan .


" Kalian memang cocok sich , alhamdulillah akhirnya mba Ririn ketemu jodohnya juga " gumam Mila lalu kembali ke meja kerjanya .


Ozi kembali mengetuk pintu ,namun tetap tidak ada jawaban . Ozi dan Ririn memutuskan untuk masuk . Ozi pun langsung mengecek di ruang khusus di ruangan itu .


" Rin , !"


" Iya Mas "


" Pak Bos di sini , Dia lagi tidur " Kata Ozi yang melihat Azzam sedang berbaring di tempat tidur.

__ADS_1


Ririn yang sedang mengecek toilet pun segera mendekati Ozi .


" Coba cek , kok tidurnya meringkuk gitu ,kayak kedinginan ? " kata Ririn


Mereka berdua pun masuk ,


" Astaga ! Pak Bos demam ni !" Kata Ozi ketika meraba jidat Azzam yang terasa panas


" Kamu cari bantuan ,saya gak bisa ngangkat dia sendirian . kita bawa Pak Bos ke rumah sakit ."


Ririn lalu setengah berlari memanggil beberapa staf yang laki -laki untuk membantu mengangkat Azzam . Tidak lupa dia menelpon Riko untuk menyiapkan mobil


" Pak bos , kita ke rumah sakit ya ?" kata Ozi berusaha membangunkan Azzam


Perlahan Azzam membuka mata . Dilihatnya Ozi di depannya .kemudian Azzam kembali terpejam kembali ,


" Kamu Zi ? " kata Azzam


" Iya Pak Bos ,"


" Kepala saya pusing ,Zi " Kata Azzam setengah berbisik


" kita ke rumah sakit ya ?" Kata Ozi


" Iya , tapi jangan kasih tau istri saya ya ? " Kata Azzam lalu berusaha untuk bangun. Karena kondisi Azzam yang lemah dia malah pingsan, beruntung ada Ozi yang menyangga tubuhnya , sehingga tidak jatuh tersungkur ke lamtai .


"Kenapa ,Mas ?" tanya Ririn yang baru kembali masuk bersama 4 orang staf lainnya


" Pak Bos pingsan , Ayo kita bawa dia ke rumah sakit " Kata Ozi .


Mereka lalu memapah Azzam ke keluar ruangan itu menuju lift .Ahmad yang melihat Ozi dan beberapa staf memapah Azzam segera menghampiri mereka . Dan beberapa karyawan lain pun ikut menghampiri . Mereka juga kwatir melihat kondisi Azzam .


" Ozi , Ririn , Azzam kenapa ? " Tanya Ahmad saat dia melihat Azzam yang tampak lemah tak berdaya.


" Pak Bos demam ,Pak , dia pingsan . Mau kami bawa ke rumah sakit " kata Ozi


"Ya Ampun badannya panas sekali " Kata Ahmad setelah meraba jidat Azzam .


Ahmad pun ikut mengantar Azzam ke rumah sakit .


" Kamui sudah telpon istrinya ,Zi ?"tanya Ahmad saat mereka sudah berada di dalam mobil .


" Belum Pak , tadi sebelum Pak Bos pinhsan , dia bilang jangan kasih tau istrinya." jawab Ozi


" Dia lagi sakit ,Zi . Biar saya yang telpon Aisyah " Kata Ahmad.


Tut tut tut


panghilan pertama tidak ada jawaban .Ahmad pun.menelpon lagi, sampai 3 kali baru Aisyah menjawab.


" Asaaalmulaiakum " sapa Ahmad


" Waalaikumsalam , Ada apa Bang ?" tanya Aisyah.


" Kamu dari mana sich , kok lambat angkat telpon Abang ?"


"Aisi lagi ngobrol sama Ayah Mba putri , kak Anisa . Kenapa ? " tanya Aisyah


" Suamimu sakit, sekarang kami on the way ke rumah sakit " Kata Ahmad


" Apa Mas Azzam sakit ! Trus gimana keadaannya ?" Kata Aisyah hampir menagis.


" Badannya panas , dia pingsan, "


" Ya Allah, hubby. " kata Aisyah terisak


" Nanti Abang share location , Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


"Kenapa ,Ais " Tanya Putri


"Mas Azzam sakit , sekarang di bawa ke rumah sakit ." kata Aisyah sambil terisak


" Ya sudah kalo gitu kita ke rumah sakit " Kata Anisa . Lalu memanggil suaminya Farhan .


Aisyah , Anisa ,Pak Sulaiman dan Farhan pergi menyusul Azzam yang di bawa ke rumah sakit .


" Jangan nangis terus donk , nanti kamu lagi yang sakit , kita berdoa saja semoga Azzam gak kenapa -napa " kata Anisa sambil merangkul pundak Aisyah.


" Ngebut dikit pak !" Kata Farhan pada Pak Agus sopir pribadi nya .


Aisyah lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya . Menelpon Bu Ainun dan Pak Khairul orang tua Azzam, mengabarkan tentang komdisi Azzam . Kedua orang tua Azzam pun segera menyusul ke rumah sakit .


Sesampainya di rumah sakit Azzam langsung masuk ruang UGD . Melihat Ahmad , Ririn dan juga Ozi di ruang UGD , Aisyah setengah belari menghampiri mereka .


" Gimana keadaan mas Azzam ?" Tanya Aisyah pada abangnya Ahmad


" Masih ditangani dokter ,Dek ." kata Ahmad


" Kamu tenang dulu , insya Allah suami kamu gak kenapa -napa ." Kata Ahmad lagi


" Kejadiannya gimana sich ?" tanya Aisyah


Ririn lalu mendekati Aisyah dan menceritakan semuanya pada Aisyah di bantu Ozi .


" Tadi pagi , sebelum ke kantor hubby baik -baik aja, Ya Allah ,sembuhkanlah Hubby " Kata Aisyah sambil terisak .


Semua yang ada di situ pun ikut sedih . Mereka mengerti Aisyah pasti sangat kuatir pada suaminya . Semenjak mereka menikah baru kali ini Azzam sakit .


Tidak lama kemudian kedua orang tua Azzam datang . Bu Ainun langsung menghampiri Aisyah yang sedang duduk di kursi tunggu sambil menangis .


" Mas Azzam , Ummy ! " kata Aisyah


" Iya , kamu tenang , insya Allah Azzam gak kenapa -napa ." kata Bu Ainun sambil memeluk menantu kesayangannya itu . Dia pun kuatir dengan kondisi anaknya .

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2