Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 105 . Ngidam Es kelapa Muda .


__ADS_3

Aisyah minta izin untuk ikut Bi Nur dan Pak Jai ke supermarket lewat video call . Awalnya Azzam tidak mengizinkan , tapi karena Aisyah terus merengek untuk ikut . Akhirnya Azzam pun mengizinkan .


" Terima kasih ya ,By ." Kata Aisyah sambil tersenyum


" Iya , tapi hati -hati ya ," Kata Azzam


"Iya ."


Azzam mengabarkan kalau urusan di sana sudah selesai . Untuk pulang hari itu pun bisa , tapi Azzam sengaja memberi kelongggaran waktu untuk Ririn dan Ozi untuk sekedar jalan -jalan dan membeli oleh -oleh untuk keluarga di tanah air .itupun dengan persetujuan Aisyah .


" Sayang mau oleh -oleh apa ? " Tanya Azzam


" Hmmm, apa ya ? Ais nggak pengen apa -apa , Ais cuma pengen Hubby cepat pulang ." Kata Aisyah


"Kangen ya ,sama Hubby ? " Kata Azzam sambil tersenyum .


" Kangen banget !" Sahut Aisyah


" Hubby juga kangen banget sama kamu sayang . "


" Ya udah , Ais mau siap -siap ke supermarket dulu ya , Nanti kalo udah pulang , Ais telpon lagi ya ? " Kata Aisyah


" Iya sayang . Ingat ya hati -hati ." Kata Azzam .


" Hubby kalo mau jalan -jalan di sana , Jalan -jalan aja tapi jangan lupa selfie ya ! "


" Kok selfi ? "


" Iya , Ais mau liat ,Hubby jalannya ke mana aja ?"


" Hari ini saya mau istirahat di kamar aja sayang .Kalo ada kamu baru Hubby mau jalan -jalan ."


" Hubby , mumpung di sana jalan -jalan aja , di negeri orang kok malah malas -malasan dikamar ."


" Jalan sendiri nggak enak sayang . " Sahut Azzam


" Bareng sama Ozi dan Ririn kan bisa !"


" Nggak enak lah sayang , jelas mereka perlu waktu untuk berduaan , Kan Saya nggak jadi pulang hari ini karena mau ngasih waktu untuk mereka menikmati suasana disini , masa saya bareng mereka juga."


" Iya , ya . Hmmm...Ajak kolega Hubby kan bisa. "


" Kok maksa sich ! "


" Nggak , maksa . Sayang aja sama momentnya By . " Sahut Aisyah


" Jadi kamu mau saya jalan -jalan , Di sini banyak cewek -cewek cantiknya lho." Kata Azzam lagi .


" Oh ya , bagus dong ! "


" Kamu nggak marah ? "


" Kenapa harus marah , kan bagus liat pemandangan yang seger -seger , masa mau liat tembok aja ." Kata Aisyah lagi .


" Beneran nie ? " Kata Azzam sambil tersenyum menggoda Aisyah


"Iya beneran " Sahut Aisyah membuat Azzam tergelak .


" Kok malah ketawa ." Kata Aisyah .


" Nggak lah sayang , buat saya kamu satu -satunya perempuan paling cantik setelah Ummy ." Kata Azzam


" Gombal ! "

__ADS_1


" Beneran . Ya udah , jadi kapan mau ke supermatketnya ?"


" Oh iya ya hampir lupa. Hubby sich , ngajak ngobrol terus ."


" Saya lagi yang di salahin . " kata Azzam membuat Aisyah tersenyum


" I love you , hubby ."


" I Love You sayang ." Balas Azzam


Setelah saling mengucapkan salam sambungan video call pun terputus . Azzam sudah tidak sabar ingin segera pulang dan bertemu dengan Aisyah . Tapi dia harus bersabar karena besok baru pulang .


Saat itu sebenarnya Azzam sudah membelikan oleh -oleh untuk istri tercinta yaitu kain sutra Shanghai .Shanghai bukan hanya menjadi kota modern pusat kegiatan ekonomi, yang sekarang menjadi sasaran empuk untuk Azzam mengepakkan sayap bisnisnya . namun juga gerbang kepada budaya China baik yang modern maupun yang tradisional salah satunya kain sutra. Shanghai adalah surganya kain sutra dengan ketersediaan sutra dari beragam jenis, gaya, dan warna.


Azzam memilih kain sutra dengan kualitas terbaik , yang nilainya cukup pantastis . Selain untuk Aisyah dia juga membeli kain sutra untuk Bu Ainun ,Bu Yani serta beberapa lembar lagi untuk di bagikan ke kerabat di indonesia .


Azzam juga sudah meminta Ririn dan Ozi untuk membeli barang lainnya yang juga merupakan barang khas Shanghai , yaitu batu giok yang berbentuk kalung.


Batu giok mewakili kecantikan, keanggunan, dan kemurnian dalam budaya China. Ia juga dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan dan mengandung keseimbangan yin dan yang. Batu giok juga merupakan salah satu souvenir otentik karena dipercaya masyarakat China dalam menjauhkan roh jahat dan membawa keberuntungan.


Selain oleh-oleh berupa suvenir dan barang, Azzam juga sudah membeli buah tangan berupa minuman. Azzam yang memang suka sekali minum teh memburu berbagai jenis teh yang merupakan ciri khas di Shanghai yaitu teh China yang terkenal manfaatnya untuk kesehatan. Bisa melancarkan BAB, menurunkan berat badan, hingga menurunkan lemak darah.


Dan beberapa jenis teh yang sudah di beli Azzam adalah teh hitam Qi Men Hong dan Pu-erh, teh wangi, teh bata, teh oolong Tie Guan Yin, serta teh hijau dari berbagai kota di Cina. Semua teh memiliki rasa yang khas dan unik.


***


Aisyah sudah siap pergi ke supermarket bersama Bi Nur dan Pak Jai .Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya , Aisyah pun berangkat .


Sesampainya di supermarket langganan mereka , Bi Nur langsung memburu barang -barang yang sudah di catatnya dari rumah . Sedangkan Aisyah hanya mengikuti Bi Nur .


Setelah selesai berbelanja , Aisyah dan Bi Nur kembali ke mobil . Pak Jai membantu Bi Nur memasukan barang belanjaan mereka ke dalam bagasi mobil.


" Langsung pulang kah , Non ? " Tanya Pak Jai saat mereka sudah berada di dalam mobil


" Baiklah Non . " Kata Pak Jai


Dalam perjalanan pulang , Aisyah melihat penjual es kelapa muda di pinggir jalan . Naluri ngidamnya pun meronta . Dia meminta Pak Jai untuk berhenti .


"Stop di depan Pak . Saya pengen es kelapa muda itu." Kata Aisyah menunjuk penjual kelapa muda di seberang jalan .


" Non. Kita belinya di tempat lain aja. Cari yang lebih higenis ." Kata Bi Nur ketika melihat lokasi tempat penjual es kelapa muda yang di tunjuk Aisyah


" Nggak papa ,Bi , Kalo cari lama lagi. : Sahut Aisyah .


" Kita muter aja dulu , Non , biar bisa parkit di seberang sana ." Kata Pak Jai


" Nggak usah pak , kelamaan . Lagian kan macet tu . " Sahut Aisyah sambil menunjuk jalur di seberang yang macet


" Biar saya yang belikan , Non ." Kata Bi Nur.


" Saya mau beli sendiri ,Bi ! " Kata Aisyah lalu keluar dari mobil .


" Bahaya ,Non , Nanti saya aja yang belikan " Kata Bi Nur ikut keluar dari mobil


" Insya Allah nggak papa Bi . " Kata Aisyah lagi lalu mulai melangkah menyeberangi jalan .


Bi Nur dan Pak Jai pun ikut menyusul Aisyah dengan berjalan mengawal majikannya .


Untuk sampai di tempat penjual kelapa muda itu mereka harus menyeberangi dua jalur . Pesan Azzam sebelum berangkat ke Shanghai kemaren terngiang di telinga Pak Jai dan Bi Nur , membuat mereka harus ekstta menjaga keselamatan Aisyah .


" Tu kan nggak papa kan Bi , Saya bukan anak kecil yang nggak bisa nyebrang jalan " Kata Aisyah ketika mereka sudah sampai di tempat penjual kelapa muda itu .


" Iya ,Non " kata Bi Nur .

__ADS_1


Aisyah lalu memesan es kelapa muda kepada penjual itu . Sambil menunggu Aisyah duduk di kursi yang sudah di sediakan penjual sambil ngobrol dengan penjual kelapa muda itu . Penjual itu bernama Bu Galuh dan Pak Daud .


" Berapa bulan kehamilannya Neng ? " Tanya Ibu Galuh penjual es kelapa muda itu


" 5 Bulan ,Bu ." sahut Aisyah


" Anak pertama kah Neng ? " tanya Pak Daud


" Iya anak pertama ." jawab Aisyah sambil tersenyum .


Tidak jauh dari tempat Aisyah duduk ada seorang anak perempuan yang sedang bermain bola umurnya sekitar 3 tahun .


" Ini anaknya kah Bu ? " Tanya Aisyah


" Cucu saya ,Neng . "


" Oh.. Orang tuanya kemana bu ? "


" Sudah meninggal 1 tahun yang lalu kecelakaan meninggal di tempat ." Kata Galuhi .Dari raut wajahnya tampak jelas kesedihannya .


" Astagfirullah ,maaf ya Bu , Pak saya buat kalian jadi sedih . "


" Nggak papa, Neng. Kami juga sudah ikhlas ." sahut Pak Daud


" Di bungkus atau di minum di sini , Neng ? Tanya Bu Galuh


" Di minum di sini aja Bu ." Kata Aisyah membuat Bi Nur dan Pak Jai saling pandang .


" Baiklah ,Neng " kata Bu Galuh sambil tersenyum .


Bu Galuh dan Pak Daud merasa senang mendapat pelanggan yang ramah seperti Aisyah . Apa lagi di lihat dari penampilan walaupun terlihat sederhana , mereka tau Aisyah bukan orang biasa seperti mereka . Mereka pun melayani Aisyah dengan baik .


" Bi Nur , Pak Jai kita nikmati esnya di sini aja ya , saya masih mau ngonrol sama penjualnya ." Kata Aisyah pada keduanya .


Bi Nur dan Pak Jai tidak bisa membantah . Mereka pun menuruti kemauan majikan mereka .Dan mereka pun menikmati es kelapa muda itu sambil ngobrol .


Melihat anak itu Aisyah teringat kedua keponakannya . Tiba -tiba dia kangen mereka . Lalu dia mengatakan kepada Pak Jai sebelum pulang mampir dulu ke rumah tempat kedua keponakannya itu .


" Baik Non." kata Pak Jai sambil menikmati es kelapa muda yang di suguhkan Bu Galuh .


Obrolan mereka pun berlanjut , Entah kenapa Aisyah merasa nyaman ngobrol dengan penjual es kelapa muda itu. Sesekali Aisyah juga mengajak bocah itu ngobrol .


Setelah cukup lama , Aisyah pun memutuskan untuk pamit pulang . Aisyah memberikan uang untuk bayaran es mereka. Dan Aisyah juga memberikan sebuah amplok kepada Bu Galuh .


" Apa ini Neng ? " tanya Bu Galuh


" Ambil aja bu , untuk bantu ibu beli keperluan cucu ibu." Kata Aisyah lembut


" Masya Allah , Terima kasih banyak ,Neng ."


" Sama -sama ,Bu ." Jawab Aisyah .


Aisyah ,Bi Nur dan Pak Jai melangkah meninggalkan penjual itu , sementara Pak Daud dan Bu Galuh masing mematung menatap kepergian mereka .


Saat sudah berada di tengah jalan , tiba - tiba anak kecil tadi melemparkan bolanya ke arah Aisyah yang berjalan di belakang Pak Jai dan Bi Nur .. Menyadari hal itu , Aisyah pun menangkap bola itu dan bermaksud untuk memberikannya kembali ke anak itu ,


Namun bersamaan dengan itu sebuah mini bus melaju kencang . Aisyah kaget dan


Bruuuk.....


Mobil mini bus itu menabrak Aisyah. Aisyah pun terpental pinggir jalan dengan posisi perutnya terhempas ke pembatas jalan. dan Mini Bus yang sudah hilang kendali kembali menabrak pedagang kaki lima yang berada di pinggir jalan .Pak Jai dan Bi Nur kaget melihat kejadian itu dan berlari mendekati Aisyah yang sudah tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan . Orang -orang yang berada di sekitar tempat kejadian pun mendekati untuk memberikan pertolongan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2