HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
bab 1


__ADS_3

Happy Reading


Tampak langka kaki berlarian melewati lorong rumah sakit yang panjang, seakan akan lorong itu sangat panjang sehingga sangat sulit untuk mencapai tujuan.


Setelah mendapatkan telpon dari pihak rumah sakit yang mengabarkan orang tuanya mengalami kecelakaan, dan sekarang sedang mengalami pendarahan otak sehingga harus dilakukan operasi beda otak. Seketika Itu dunia Ken serasa Runtuh dan lenyap dibawa oleh badai.


Kabar mengejutkan datang dengan tiba-tiba bahkan beberapa saat sebelumnya mereka masih berkomunikasi dan saking tegur sapa seperti biasanya yang mereka lakukan melalui smart phone jika saat mereka berjauhan.


"Bagaimana bisa ada kejadian seperti ini, bukankah mereka sedang liburan keluar negeri?" teriak Ken memenuhi ruangan itu sehingga asistennya pun bergegas menghampirinya dengan penuh ketegangan setelah mendengar ada keributan di ruangan sang bos.


"Informasi yang saya dapat, bapak dan ibu sudah dua hari yang lalu ada di Indonesia bos. Tapi mereka melanjutkan liburannya ke perkebunan diarea Bogor," lapor sang asisten yang juga sahabatnya.


"Kenapa sebelumnya lu gak bilang, hah...?" tanya Ken sudah mulai frustasi dan menjambak rambutnya dengan kesel.

__ADS_1


"Maaf Ken, om dan tante yang minta untuk tidak mengganggumu," sesal sang asistennya, kalau tau akan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti ini tentu saja dia tidak akan menuruti kata-kata dari orang tua Ken.


Ada rasa bersalah dan sesal yang timbul dalam akan membuat sang asistennya sedikit


Setelah itu mereka berdua bergegas pergi meninggalkan ruangan kerjanya untuk menuju rumah sakit yang menghubungi Ken tadi.


Sang asistennya pun berkendara bagai kesetanan dengan kecepatan tinggi melewati tol dan beruntung jalanan tidak macet sehingga perjalanan mereka lancar hingga tiba disalah satu rumah sakit di daerah Bogor.


Sesampainya didepan ruang operasi yang masih menyalakan lampu bertanda operasi masih berjalan, tampak sesosok wanita paru baya terduduk lesu dengan sekujur tubuhnya bergetar begitupun dengan air mata yang tanpa henti terus menerus menerobos keluar dari pelupuk mata sayupnya.


Tidak ada kata-kata terucap dari mulut sang ibu, beliau begitu shock dan masih terutama dengan pada yang baru saja dialaminya dengan sang suami.


Akibat dari kecelakaan itu sang sopir langsung meninggal dunia di lokasi kejadian serta ada sebuah keluarga lagi yang menjadi korban tabrakan dari sang sopir, tapi untuk sekarang sang ibu belum mengetahui keadaan korban yang supir mereka tabrak.

__ADS_1


Kondisi sang ibu tidak begitu mengkhawatirkan karena posisinya dilindungi oleh ayahnya, sehingga hanya beberapa lecet di keningnya dan tangan serta shock.


Berbeda dengan sang ayahnya yang mengalami beberapa tusukan kaca mobil yang pecah mengenai badan serta kepalanya, sehingga terjadi pendarahan hebat di otaknya serta beberapa luka yang sangat dalam.


Detik berganti menit hingga ke beberapa jam pun belum ada tanda-tanda operasinya selesai serta suasana yang tidak bersahabat, belum lagi beberapa kali para perawat bolak-balik keluar masuk ruang operasi itu dengan tergesa gesa sehingga menambah ketegangan mereka yang masih menunggu.


Hingga hampir 10 jam barulah pintu ruangan Kramat biru terbuka dan keluar lah seorang dokter yang masih memakai jubah operasi itu menghampiri mereka,


Wajah lelaki paru baya itu terlihat serius dan penuh dengan kecemasan juga tak jauh beda dengan keluarga yang menunggu.


"Operasi berjalan lancar dan berhasil, tapi kondisi Tuan Abra masih kritis dan beliau mengalami koma. Harapan untuk hidup sudah seperti yang saya jelaskan tadi kepada Nyonya Abra, hanya 10% kesempatan itu ada. Kita hanya bisa berharap ada mukjizat dari Sang Maha Kuasa. Untuk sementara Tuan Abra masih akan kami lakukan tinjauan 24 jam jadi beliau harus dipantau dalam ruangan ICU." Penjelasan dokter itu cukup membuat Ken frustasi atas kondisi ayahnya saat ini belum lagi melihat kondisi sang ibu saat ini yang masih terguncang atas kejadian yang di alami,


Dunianya bagaikan terasa berhenti dan hancur, sungguh ini cobaan yang berat untuk ia lalui.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2