
🌹🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹🌹
Yang Maha Kuasa tidak pernah keliru memberikan anugerah cinta kepada hambanya, karena sebuah cinta yang datang itu pasti ada makna dan alasannya.
Setelah meninggalkan kamar Sheila, ia kembali ke kamarnya dengan perasaan bahagia dan pastinya saat ini satu bebannya terangkat dan terasa ringan sejenak. Sebelumnya terasa beban itu sangat menyiksanya sehingga dia terlarut dalam rasa kesalahan yang mendalam.
Setelah semalaman dia merenungkan dan merencanakan semua ini dengan matang hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk menemui Sheila, beruntung gadis itu berhati mulia dan sabar serta tidak menyalakan mereka atas insiden kecelakaan yang mengakibatkan dia harus kehilangan kedua orang tuanya. (Semua sudah menjadi kehendak Allah) itulah kata yang terucap dari gadis kecil itu.
Disisi lain, ruangan lain. Tampak Ken begitu frustasi ketika terbangun dari tidurnya tidak mendapati sang ibu di ranjang.
Hampir seisi rumah sakit itu heboh karena sikap posesifnya Ken, begitu juga dengan Rey yang habis habisan disemprot oleh Ken dengan mulut pedesnya. Hingga pada akhirnya kedatangan sang ibu yang mampu mencairkan suasana dan bisa membuat Ken lebih tenang.
Bagaimana tidak dia tidak khawatir, karena terakhir kali Ibunya terlihat begitu terpukul dan shock atas insiden yang mereka alami. Satu sisi Dengan kondisi Ayahnya yang masih berjuang melawan maut sedangkan Sang Ibu pun terlihat tidak baik-baik saja.
Perlahan Ibu menghampiri dan memeluk putra tunggal kesayangannya, mencoba menenangkan dan memberikan rasa aman seakan akan ingin memberikan kekuatan agak putranya lebih kuat lagi.
__ADS_1
"Sudah, Mama sudah sehat dan baik-baik saja" suara lemah lembut itu bahkan sanggup menenangkan hati dan jiwa Ken Dengan sekejap.
"Ma, Mama dari mana saja?" melepaskan pelukannya dari dekapan Sang Ibu lalu bertanya dengan menyelidik.
"Menemui seseorang yang sudah menyelamatkan Mama dan papa" jawab Sang Ibu dengan ekspresi wajah yang seakan-akan sangat bahagia.
"Oh ya, Bisakah aku juga bertemu dengannya dan mengucapkan terimakasih juga?" Ken merasa penasaran dengan kata seseorang yang telah menyelamatkan orang tuanya dan merasa perlu untuk bertemu serta mengucapkan terimakasih.
Tentu saja hal itu disambut dengan sukacita yang tidak terkira dari Sang Ibu yang berniat merencanakan sesuatu untuk anaknya dan gadis kecil itu.
"Ken, bisakah Mama memohon satu hal padamu?" pinta Ny. Indri penuh dengan pengharapan.
"Ma, apapun yang Mama mau akan menjadi kenyataan!"
Penuh keyakinan Ken merasa mampu dan siap mengabulkan permohonan dari Sang Ibu tanpa mengetahui apapun yang akan menjadi keinginan dari Ibunya, tapi berbeda dengan Sang Ibu yang mendapatkan apa yang dia inginkan tanpa mengetahui perasaan putranya itu, apakah akan bisa menerima rencana dan siap menjalani kehidupan baru yang Sang Ibu ciptakan.
__ADS_1
"Ken, menikah lah dengan sheila,,!" Kalimat itu lolos dari bibir perempuan paruh baya itu, ketika merasa mendapatkan persetujuan dari anaknya yang akan mengabulkan semua keinginannya saat ini. Raut wajahnya yang tampak masih muda dan cantik itu memancarkan wajah yang berseri-seri dengan tatapan mata yang berbinar.
Seketika mata Ken membulat sempurna dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan, masih mencerna apa yang dikatakan oleh Ibunya. Sungguh bagai mimpi buruk dan hamparan ombak besar yang menghantam tubuh dan jiwanya.
Bersambung...........
Hai teman-teman yang masih membaca novel ku......
Maaf yang sebesar-besarnya, aku masih berusaha merevisi novel ini sehingga menjadi yang terbaik untuk dinikmati..ya
Salam kenal untuk pembaca semua ,,,
Terimakasih sudah mampir di novel ku..
Jangan lupa kasih like gaes....😘😘
__ADS_1