HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Bab 10


__ADS_3

Happy Reading ...


Disisi lain, seorang pria masih sibuk berkutat dengan banyak kertas di atas meja kerjanya hingga melupakan jam makan siang. Itulah Ken jika sudah menyangkut pekerjaan dia tidak akan berhenti jika dia belum memastikan semuanya pekerjaan selesai.


Hingga tak lama terdengar beberapa kali suara bunyi dari hpnya terus berdering melantunkan lagu-lagu melodi indah terdengar dan fokusnya teralihkan ketika menatap nama yang tertera di benda pipih itu yang bertuliskan nama "My Mom"


Sejenak Ken menghentikan kegiatannya dan beralih ke benda pipih sebesar 5,5 inci itu.


Ken {"Hallo Ma... gimana kabarnya?" }


Mama {"Alhamdulillah baik, nak. Gimana keadaan mu juga?"}


Ken {"Alhamdulillah juga, Ma, apa yang membuat Mama menghubungi ku?"}


Merasa tidak biasa dengan mamanya yang jarang sekali menelpon dirinya, Ken curiga ada hal hal yang pasti snagatlah penting.


Diseberang belahan dunia wanita paru baya itu duduk dengan santai sambil menghirup jus kesukaannya lalu tersenyum menjawab pertanyaan putra kesayangannya.


Mama {"Ken, mama cuman mau menanyakan apa Sheila menghubungi mu?}


Ken hanya mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepalanya lalu menjawab {"Dia tidak menghubungi ku ma, emang ada apa ma?}

__ADS_1


Mama {"Sheila kemarin malam, dia melakukan penerbangan, mama kira dia sudah menghubungi, anak itu mungkin kembali kerumahnya terlebih dulu. Dia juga belum menghubungi mama, ahh... mama jadi mencemaskan dirinya!"}


Ken {"Apa perlu Ken menjemputnya Ma?"}


Sebenarnya Ken sangat males dengan hal yang menyangkut istrinya itu dan bahkan selama 3 tahun lebih ini dia juga tidak pernah berhubungan serta berkomunikasi dengan Sheila hanya saja mamanya lah yang menjadi penghubung mereka.


Tapi dia tidak ingin mamanya khawatir dan terbeban dengan banyak pikiran dan mengingat dirinya adalah suami sah serta harus bertanggung jawab atas wanita itu,


Mama {"Mungkin lebih baik Ken kamu telpon dahulu istri mu itu, mama takut terjadi sesuatu dengannya!"} pintanya, kini nada suaranya terdengar cemas dan khawatir.


Ken {"Setelah Ken selesaikan beberapa dokumen penting ini akan Ken jemput dia ma, mama gak perlu khawatir akan Ken urus semuanya!"}


Tegas Ken dengan mantap menyakinkan mamanya agar tidak terlalu khawatir.


Meskipun terasa canggung dan entah apa yang harus dia lakukan nantinya karena selama pernikahan baru kali ini dia akan bertemu dan berinteraksi langsung dengan istri kecilnya itu.


"Rey tolong cek keberadaan istri ku sekarang posisinya dimana? karena tadi barusan mama mengabari ku dia sudah berada di Indonesia."


Jelas Ken setelah melihat Ray masuk kedalam ruangan dengan beberapa map ditangan lalu meletakkan di meja kerja Ken.


"Baik, tapi setelah kau periksa dan tanda tangani beberapa arsip ini, semua akan selesai sesuai dengan keinginan mu!" jawab Rey kemudian bergegas kembali keruangan nya dan setelah itu dia sibuk dengan telpon genggam untuk menghubungi beberapa orang kepercayaan untuk mendapatkan informasi secara cepat dan kilat.

__ADS_1


Tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan Karena orang orang yang diperkerjakan sudah ahli dengan berbagai bidang mereka, hanya orang-orang berkuasa dan mempunyai jabatan yang mampu melakukan hal hal sedemikian, semua informasi dan apapun bisa mereka dapatkan dengan cepat dan muda karena dibalik semua berjalan mulus itu adalah uang yang berkuasa.


Setelah menerima beberapa notifikasi pesan dari beberapa orang informan akhirnya Rey kembali ke ruangan Ken dan menyampaikan informasi yang telah ia dapatkan dari orang orang bayaran mereka.


"Siapkan semua kebutuhan ku untuk besok dan siapkan mobil dan supir untukku malam ini, aku akan ke sana."


"Apa aku salah dengar?? sepertinya ada seseorang yang sangat merindukan istrinya." ledek Rey terkekeh dan hal itu membuat Ken sangat lah kesel setengah mati.


"Apa maksud mu? sungguh aku sangat ingin memecat saat ini, menyebarkan!" sela Ken menatap Rey dengan tatapan tajam.


Rey hanya cengengesan melihat sikap Ken, dia tak peduli dengan apa yang bosnya ucapkan selagi dalam ruangan itu hanya terdapat mereka berdua saja.


"Silakan Ken, itu harapan ku juga. Dengan begitu aku bisa bebas dan bisa merencanakan banyak liburan untuk menikmati hidupku!" tatang Rey kepada Ken.


"KAU...!" ucap Ken bertambah kesal, asistennya itu benar-benar kurang ajar. Jika ia bukan teman rasa saudara Ken rasanya sudah lama di depak oleh Ken, belum lagi dibalik kesuksesan seorang Ken itu orang yang paling berjasa serta orang yang berdiri dibelakangnya adalah Rey.


"Dan terus lah dengan mimpi mu, aku menarik ucapan ku, selamanya kau hanya boleh selalu ada di samping ku!!" Ken berkata dengan sombong dan angkuhnya dan Rey hanya menghela nafas kesal sambil bersungut-sungut mengumpat Ken dalam hati.


🌷🌷🌷


Bersambung..........

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak kekurangan dalam penulisan.


Semoga suka dan jangan lupa like ya kaka, terimakasih banyak......


__ADS_2