HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Bab 21


__ADS_3

Happy Reading...


Sore harinya dikediaman utama, Sheila yang baru saja tiba lebih memilih langsung ke kamar dan membersihkan dirinya.


Hari yang melelahkan dari kampus pilihannya dia sempat berkeliling sejenak untuk lebih mengenal beberapa ruangan serta beberapa tempat tempat yang menjadi kegiatan para mahasiswa dan dengan sabar salah satu dosen menemani serta memperkenalkan setiap sudut yang mereka lewati.


Bukan tanpa alasan dia mendapatkan penyambutan hangat dan baik dari pihak kampus karena semua tak lepas dari pengaruh kuasa yang keluarga suaminya miliki, dan tentunya semua sudah diatur oleh asisten Rey yang selalu siap siaga mengatur segala sesuatu agar berjalan dengan baik dan semestinya, ia tak ingin gadis yang dianggapnya sebagai adik perempuannya itu mengalami kesulitan.


Bahkan tanpa sepengetahuan Ken pun Rey sudah mengatur segala sesuatu untuk Sheila.


Setelah selesai mandi Sheila terlihat lebih fresh dan cerah dengan memakai pakaian rumahanya yang sederhana dengan kaos kebesaran dan celana jeans pendek. Tidak mau membuang buang waktu Sheila segera menuruni anak tangga dan menuju dapur untuk tujuan memasak makan malam.


Para asisten rumah tangga tentunya terkejut serta merasa tidak enak karena Nyonya muda mereka menghampiri mereka.


"Maaf Nyonya, ada yang bisa kami bantu? " tanya salah satu asisten rumah tangga itu yang bernama Siti.


"Untuk makan malam biar saya yang masak, kalian bisa kerjakan yang lain saja!" perintah Sheila yang langsung ditanggapi terkejut oleh kedua asisten rumah tangga itu.


"Jangan Nyonya nanti Tuan Muda marah," ujar Siti cemas.


"i..iya, Nyonya muda. Nanti kami bisa bisa adik pecat." lanjut asisten kedua yang bernama Ida.


"Kalian tenang aja, oh ya siapa nama kalian sepertinya umur kita tidak beda jauh?" tanya Sheila dengan senyuman ramahnya.


"Saya Siti Nyonya."


"Saya Ida nya. "

__ADS_1


Jawab mereka berdua senang karena Nyonya muda mereka bersikap ramah dan bersahabat.


"Oke, Siti dan Ida. Saya panggil nama aja ya, tidak perlu tidak enak dan sungkan, selama di luar negeri juga saya dan mama yang selalu masak jadi kalian tenang aja dan dijamin enak," ujar Sheila dengan nada bersahabat yang membuat kedua asisten rumah tangga itu terkagum akan sikap ramah dan kebaikan Nyonya muda mereka.


Tadinya mereka pikir Nyonya muda mereka itu akan seperti Nyonya orang kaya yang seperti di TV film film sinetron ternyata mereka salah besar. Kebiasaan buruk sering menonton sinetron terkonsentrasi dalam otak mereka.


Sheila sibuk menyiapkan segala sayur serta untuk bumbu bumbu lainnya Siti dan Ida juga turut bantu turun tangan sehingga tak membutuhkan waktu lama beberapa hidangan enak dan lezat pun tersaji di meja makan dan tentunya itu adalah makanan kesukaan suaminya.


Siti dan Ida pun sangat kagum akan Sheila yang hebat dalam hal memasak dan rasanya bener bener membuat mereka berdua tak percaya bahwa Nyonya muda mereka sangat pandai dalam rasa masakan.


"Nyonya hebat!" kata Siti dan Ida juga menimpali "iya, nih. Enak banget seperti masakan resto berbintang" Ida berbinar ketika ia ikut mencicipi salah satu menu itu.


Sheila terkekeh "kalian bisa aja, nihh yang ajari aku masak Nyonya besar kalian lho," ucapan Sheila berhasil mengundang rasa penasaran mereka.


sebelumnya mereka memang tak mengenal nyonya besar, ibu dari Ken, hanya sekedar lewat cerita dan itupun tak jelas apalagi kisah dari pernikahan Ken dan Sheila. Para pekerja tak memiliki hak untuk bergosip ataupun membicarakan majikannya, bisa bisa mereka di pecat tak hormat serta bisa di tuntut ke meja hijau.


"Oh ya, Nya? walah kami belum pernah ketemu beliau" ujar Siti.


Sheila terkekeh lagi "Dan setelah ini aku akan buat kalian sibuk dan sangat sibuk untuk kedepannya!" ucap Sheila bercanda.


"Kami akan dengan senang hati mengerjakan semua itu Nyonya dan kami sudah tak sabar hari itu" jawab Siti dengan senyuman kebahagiaan.


Mereka lebih suka mempunyai kerjaan dari pada makan gaji buta, selama dua tahun bekerja di rumah besar tapi seakan rumah itu kosong membuat mereka merasa tak nyaman.


Dan mereka bertiga tertawa bersama.


__________

__ADS_1


"Apa kau tak ingin bermalam bersama kami?" Nita bertanya.


"Aku sangat merindukan mu, Ken. Sudah berapa hari kau tidak pulang?" lanjutnya.


"Sayang.. aku ingin sekali, kau tau kan? aku juga sangat merindukan kalian, aku akan selesaikan semua kerjaan dan kita bisa berlibur bersama akhir pekan nanti, bagaimana?" Jawabnya.


"Apa tidak menganggu waktu mu dengan Sheila?" Nita mengigit bibir bawahnya menahan rasa sakit hatinya ketika nama itu terucap dari mulutnya sendiri, ada kesedihan dalam yang ia sembunyikan.


"Sudah lah, ia tidak tau apapun mengenai kita dan semoga saja akan tetap seperti itu" ujar Ken.


Ia menjadi egois, ia sangat mencintai kekasihnya Nita, tapi melepas Sheila sama saja dengan membunuh diri karena yang ia lawan adalah ibunya.


Mungkin beginilah cara yang terbaik untuk semua saat ini. Kini ia pun bahagia dengan kehidupannya, ya walaupun kerepotan ia harus berusaha berdrama memainkan peran nya agar orang lain tak curiga.


Ketika ia ingin melepaskan Nita dulu dan menempati keinginan ibunya tapi sepertinya semesta tak mengizinkan, karena saat itu sang kekasihnya sedang mengandung buah cinta mereka dan menikah sirih lah yang mereka tempuh walaupun ini sebenarnya bukan keinginan Nita.


Menyembunyikan status suaminya sangat lah berat untuk dia hadapi tapi semua dia jalanin demi buah hatinya.


Ia sadar suatu hari akan terbongkar semua rahasia ini dan akan banyak yang tersakiti tapi mau bagaimana lagi dia juga tak ingin buah hatinya lahir dan tumbuh tanpa adanya figur sorang ayah dan apa kata orang jika ia hamil dan melahirkan tanpa seorang suami.


Nama baik sebagai seorang dokter pastinya akan tercemar dan karier nya pasti akan hancur.


Ini bukanlah salah dirinya tapi semua terjadi begitu cepat dan di luar batas kemampuan mereka yang menjalani.


Kini Ken harus bisa membagi waktunya untuk kedua istrinya agar adil dan ia berusaha sebaik mungkin agar rahasianya untuk sementara ini aman.


Sebenarnya ia ingin melepaskan Sheila setelah gadis itu dewasa tapi setelah pertemuan mereka rasanya tak rela ia melepaskan gadis itu dan ia juga ingin memiliki nya. sungguh egoisnya diri Ken.

__ADS_1


Bersambung....


Maaf teman teman untuk beberapa hari ini Author akan jarang up, soalnya Author ada urusan kerjaan di dunia nyata yang cukup sibuk, tapi Author akan berusaha tulis di sela sela waktu ruang yang ada.


__ADS_2