
"Beri aku waktu, Will. Aku akan memikirkannya kembali" jawabku lirih, ada raut kekecewaan di wajahnya William, aku tahu ini bukan jawaban yang ia inginkan tapi mau bagaimana lagi, aku tidak ingin mengambil keputusan yang ini secara instan
"Aku akan menunggunya, entah sampai kapan aku masih tetap menunggunya. Meski nanti jawaban yang kamu berikan bukanlah jawaban yang aku inginkan, aku akan tetap menerimanya dengan ikhlas. Namun satu hal yang harus kamu ingat, aku dan keluargaku tidak akan akan pernah menganggapmu sebagai orang lain dan kita masih bisa berteman"
Kudengar semuanya baik-baik dan mencoba mengartikannya dengan benar. Semua ucapannya tidak mengarah pada keikhlasan dan ketulusan, yang ada malah sebuah keyakinan jika aku akan menerimanya lagi.
Teman, antara laki-laki dan perempuan itu tidak akan pernah ada yang namanya murni sebuah pertemanan. Di antara mereka pasti ada sebuah rasa yang mungkin sulit diungkapkan, jika aku tidak terjebak menyukaimu maka kamu lah yang akan terjebak untuk menyukaiku
"Apakah kamu tidak merasakan sakit hati, Will. Aku sudah menyakitimu dan kini kamu masih berlapang dada menerimaku" kuungkapkan apa yang selama ini aku rasakan
" Sakit itu ada, Nes. Tapi perasaan cintaku melebihi sakit yang aku alami. Bukankah kamu tahu jika kita mencintai seseorang maka kita harus siap untuk terluka, kita harus bisa merelakannya saat dia tidak bisa bersama kita, kita harus menjaganya meski itu dari kejauhan dan kita juga harus merangkulnya saat dia jatuh dan terpuruk meski itu bukan karena kita"
Lagi-lagi penjelasan William mengejutkan, kurasakan hatiku semakin sakit, ingin rasanya aku berteriak sekencang mungkin agar sesak ini menghilang
"Tapi, bagaimana jika nanti aku melukaimu lagi?" William hanya tersenyum
"Aku tahu manusia itu tempat salah dan dosa tapi bukankah kita bisa belajar dari kesalahan yang sudah kita lakukan"
"Aku hanya takut, Will"
"Aku tahu apa yang kamu rasakan, aku pun juga akan memperbaiki diriku sendiri agar aku tidak lagi mengecewakanmu dan membuatmu kembali mengulang kesalahan. Aku juga akan lebih memerhatikanmu dan tidak lagi terpusat pada pekerjaan yang akhirnya membuatku harus kehilanganmu lagi"
Ada sedikit keyakinan saat aku mendengar kata-kata yang terakhir ia ucapkan. Memang di kisah ini bukan hanya aku yang salah, aku melakukan itu semua karena aku tidak pernah punya waktu bersamanyaeski hanya untuk makan siang dan itu lah kenapa saat ada orang yang punya waktu lebih dan meluangkannya untukku maka aku mudah berpaling
"Terima kasih sudah mau memberi kesempatan, tapi biarkan aku berpikir. Beri aku waktu"
William menganggum dan kembali mengembangkan semyumnya, "Iya" lanjutnya singkat
"Ini sudah malam, aku akan pulang. Oh ya, kamu mau kembali ke tempat kosmu atau menginap di sini?"
"Sepertinya aku akan menginap, ada hal yang harus aku bicarakan dengan Ayah"
__ADS_1
"Baiklah, aku pulang dulu. Jangan tidur larut malam" aku mengangguk dan kami pun beranjak dari sana menuju ke ruang tamu di mana Ayah pun masih berada di sana
William berpamitan dan ianpun segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah kami. Akuntang mengntarnya sampai pintu pun kini kembali masuk menemui Ayah yang sepertinya memang menungguku
"Nes, Ayah mau bicara" ajaknya sembari menepuk sofa ruang tamu, aku langsung duduk di sampingnya
"Bagaimana?" aku tahu ke mana arah pembicaraan Ayah kali ini
"Akan Agnes pikirkan, Yah"
"Pikirkan baik-baik, Nes. Pria seperti William tidak akan pernah kamu temui lagi jika kali ini kamu melepaskannya. Ayah tidak berbicara masalah kekayaan maupun tahta yang ia punya tapi yang Ayah bicarakan adalah tentang hatinya yang kuat dan juga setia. Mungkin bagi pria lain, ini akan menyakitinya dan bisa saja menuntut balas dendam tapi tidak untuknya, Ayah lihat dia sangat tulus mencintaimu"
" Selain itu, keluarga Adiputra yang tersohor itu sudah mau menerima kesalahan yang kamu lakukan dan William lah yang meyakinkan mereka meski awalnya mereka marah dan juga kecewa" lanjut Ayah
"Maksud Ayah apa, bukankah Ayah mengatakan jika batalnya pernikahanku dengan William karena Ayah bercerai dengan Mama?" kataku
"Tidak. Ayah mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga Adiputra, Ayah tidak akan menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi. Ayah takut jika nanti kebenaran itu terungkap dan membuatmu berada dalam masalah lain yang mungkin lebih besar" jelas Ayah
"Terima kasih, Ayah. Maafkan Agnes yang selama ini selalu menyusahkan Ayah, maafkan Agnes yang sampai saat ini belum bisa membahagiakan Ayah" kupeluk laki-laki luar biasa itu, laki-laki yang menjadi cinta pertamaku karena kesabaran dan juga kebaikan hatinya
"Tidak perlu berterima kasih, ini semua sudah menjadi kewajiban Ayah untuk membimbingmu sebelum nanti akhirnya kamu berkeluarga sendiri"
"Iya, Ayah. Agnes janji tidak akan mengulangi hal yang sama, mulai saat ini Agnes akan selalu berusaha untuk membahagiakan Ayah"
"Jangan hanya Ayah yang kamu pikirkan, tapi kebahagiaanmu juga harus kamu pikirkan" Ayah melepaskan pelukannya dan mengusap pucuk kepalaku
"Tidurlah, ini sudah larut malam. Besok kamu harus bangun pagi dan buatkan Ayah sarapan"
"Siap komandan!" Kami berdua pun akhirnya berpisah, Ayah masuk ke dalam kamarnya dan aku pun kemudian juga masuk ke dalam kamarku
Kubuka pintu kamar milikku, kamar dengan motif mawar merah itu pun masih sama. Tata letak barang pun tidak bergeser satu senti pun
__ADS_1
Kurebahkan tubuh lelahku di ranjang itu, kuamati langit-langit yang terang dan membuatku menerawang jauh ke kisah silam yang sudah terlewati. Ponselku berdering, kuambil benda pipih itu di saku jaket yang aku kenakan
"Jangan tidur larut malam, mimpikan aku" begitulah pesan dari William yang akhir-akhir ini berubah menjadi orang yang romantis
"Iya" hanya itu balasan yang aku kirim
"Aku berada di kantor polisi sekarang" balasnya kemudian dan mengirimkan sebuah foto di mana ada beberapa laki-laki yang ia siang tadi aku temui dan juga Alexa dan orang tuanya. Aku tidak mengira jika Alexa benar-benar akan dipolisikan, aku kira kehidupan mereka seperti yang berada di sinetron, mereka keluarga berada dan juga konglomerat akan menutupi aib keluarganya dengan menyuap berbagai pihak tapi ternyata tidak, Om Adiputra ternyata tegas dan tetap menjunjung tinggi hukum yang berada di negaranya
"Iya, hati-hati" dan aku pun bisa menyimpulkan jika dia di sana tengah mengurus kasus Alexa yang akhirnya berakhir dan menemui titik terang
Sesaat setelahnya banyak sekali notifikasi dari media sosial milikku dan juga beberapa situs yang menyebutkan jika putri sulung keluarga Adiputra di tahan karena sebuah kasus kriminal, berita itu pun langsung menjadi trending topik seketika
.
.
.
.
.
.
.
.
.
romantisnya Bang William kali ini apakah bakal bikin agnes balik lagi sama dia ya??
__ADS_1
yuk ditunggu kelanjutannya sambil vote dan juga dukungan novel ini ya. oh iya, otor mohon maap ya kalau kemarin up episode nya ganda, mohon dimaklumi sinyal yang kehujanan dan kedinginan jadi amburadul episodenya