
Happy Reading...
Terima banyak bagi yang sudah mampir dan memberikan dukungan like, komen terlebih vote ya.
Terima kasih banyak ya teman teman
Sayang kalian semua 🥰🥰🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😘
_________
🌹
Setelah memanjakan mata serta menjernihkan pikiran dengan berkeliling di setiap sudut rumah, Sheila kini bergelut di dapur memulai meracik beberapa bumbu masakan yang dia pelajari dari ibu mertuanya selama tinggal di luar negeri bersama dengan sang mertua, tak susah untuk di pelajari setiap apa yang mertuanya ajarkan hanya dengan melihat serta membantu sang mertua pun dia sudah bisa hafal dan mempelajari setiap resepnya yang diturunkan dari sang mertua.
Hidup di negara orang lain selalu menuntut mereka mandiri serta bisa memasak makanan kesukaan diri sendiri, bukannya tidak memanfaatkan jasa para pembantu rumah tangga tapi sang ibu mertuanya selalu berpesan agar dia harus bisa menyenangkan suaminya dengan tangan dan usaha diri sendiri, bukan tanpa alasan sang mertuanya selalu memberikan nasihat nasihat seperti itu.
Mereka hanya orang asing yang dipertemukan dalam keadaan yang salah dan tidak seharusnya menikah tapi karena keadaan dan rasa bersalah membawa mereka harus menjalani kehidupan yang tidak seharusnya mereka jalani, tapi dengan berjalannya waktu seiring dengan keadaan yang ada serta kebersamaan mereka melewati keseharian membuat mereka saling mengenal lebih jauh, saling memahami saling berinteraksi serta saling menerima kenyataan yang ada membuat mereka sampai pada titik dimana adanya hari ini.
Kini beberapa menu masakan kesukaan dari Ken telah tertata rapi di atas meja jamuan untuk menu makan malam mereka, ya kali ini Sheila yang memasak semua menu itu dengan bantuan dua orang asisten rumah tangga, waktu menunjukkan jam makan malam dan akhirnya Ken keluar dari ruang kerjanya juga.
Memang untuk jadwal jam makannya dia selalu tepat waktu karena dia selalu menjaga kesehatan serta selalu rutin tepat waktu.
Melangkah menuju ke ruangan makan mendapati Sheila yang sudah rapi serta terlihat sangat cantik malam ini dan ketika arah matanya melihat menu makan malamnya membuat Ken yakin itu adalah masakan dari sang istrinya, tak di pungkiri lagi oleh Ken dan dia sangat mengenal menu menu yang tertata rapi ini adalah makanan kesukaan dirinya dan hanya sang Momy lah yang mengetahuinya dan sudah pasti itu akan diturunkan oleh Sheila.
"Wahhh.. apa ini? sepertinya aku akan sering pulang hanya untuk sekedar makan saja!" goda Ken. Sheila hanya membalasnya dengan senyuman saja.
Senyuman terpancar dari lautan wajah Ken begitu berbinar dan bahagia akhirnya dia bisa merasakan lagi makanan kesukaannya dan Sheila pun melayani dia sepertinya layaknya sang istri soleha, melayani dengan baik suaminya dengan mengambilkan nasi serta sayur dan lauk-pauknya serta menyediakan minuman untuk sang suami.
__ADS_1
Kini tak ada rasa canggung untuk melayani seperti sekarang ini karena sebelumnya beberapa kali sudah pernah dilakukan sebelum mereka kembali ke rumah ini.
Ken menikmati makan malamnya dengan penuh kebahagiaan serta rasa rindu akan masakan dari sang Momy nya pun terobati, sudah sangat lama sang Momy kembali keluar negeri untuk menetap serta melanjutkan bisnis keluarga mereka di sana.
Kini dengan kehadiran Sheila dia bisa merasakan masakan kesukaannya seperti dahulu masih bersama dengan sang Momy, memang dia bisa membeli makanan kesukaannya di berbagai restoran terkenal pun tapi untuk rasa yang pas dan sesuai dengan indra perasa nya dia hanya menginginkan masakan dari tangan sang Momy nya.
Ruangan itupun dihiasi dengan dentuman suara sendok dan garpu dan mereka menikmati makan malam dengan tenang serta rasa bahagia meliputi kedua insan itu, sesekali saling melirik satu sama lain dan melemparkan senyuman saling membalas senyuman itu, mereka menikmati dengan lahap.
Suasana yang tenang dan diliputi dengan tumbuhnya benih benih cinta yang mulai bermekaran di hati kedua orang yang berlawanan jenis itu.
Hingga akhirnya rasa kenyang terasa yang mengakhiri aktivitas makan malam mereka.
"Aku sudah selesai" ucap Ken dan segera bangun dari posisi duduknya.
"Aku keatas dulu, mau membersihkan diri, ku tunggu di atas ya!" lanjutnya sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan meja makan.
"Apa maksudnya itu menunggu ku di atas? aaahh... jangan jangan dia akan meminta hak nya, astaga bagaimana ini?" Sheila sangat merasa malu dan panik serta belum siap, ingin dirinya bersembunyi saat ini juga dan rasanya ingin menghilang aja malam ini.
Sheila masih termenung dimeja makan sesekali menelan habis air putih yang berada dalam gelas kaca itu, pikiran terbang melayang kemana mana membayangkan hal hal yang terlintas di benaknya membuat dirinya bergidik dan wajahnya kian merona, debaran jantungnya kini kembali berpacu maraton seiring bayangan bayangan yang tidak tidak melintasi benaknya.
Hingga kedua asisten rumah tangga itu datang menghampiri dirinya karena berniat membereskan peralatan makan mereka, kedua asisten rumah tangga itu menatap heran kepada nyonya muda mereka yang terlihat aneh dibandingkan tadi sore yang semangat dan sikapnya yang hangat dan bersahabat.
Sheila membiarkan kedua asisten rumah tangga itu membersihkan meja makan serta peralatan yang ada di atas meja serta menyimpan beberapa buah kembali ke kulkas.
"Apa kalian sudah makan malam?" tanya Sheila kepada kedua asisten rumah tangga itu.
"Alhamdulillah, sudah Nyonya," jawab kedua asisten rumah tangga itu bersamaan.
__ADS_1
Sheila hanya tersenyum dan mengangguk pelan dan bangun dari duduknya berniat untuk kembali ke kamar.
"Kalau begitu saya kembali ke kamar dulu," pamitnya kemudian melanjutkan langkah kakinya menuju tangga berniat kembali ke kamar, biar bagaimana pun dia harus menyediakan baju suaminya serta harus melayani suaminya dengan baik dan benar.
Ketika langkah kakinya semakin mendekati pintu kamar semakin cepat pula dia rasakan debaran jantung yang bagaikan sehabis maraton ribuan kilometer.
Membuang kasar nafas berat beberapa kali berusaha menormalkan gejolak yang tercipta dari dalam dirinya.
"huh... santai Sheila, santai..." menarik nafas panjang lalu menghempaskan perlahan "huhhhh..." lalu melakukan hal serupa lagi dan setelah debaran itu lebih teratur walaupun belum sepenuhnya tapi kini dia memberanikan diri untuk memutar gagang pintu yang tidak terkunci dan akhirnya pintu itu terbuka.
Krekk...
Akhirnya pintu itu terbuka, kembali Sheila mengambil oksigen sebanyak mungkin lalu menghembuskan perlahan untuk membuat debaran jantungnya agar lebih bisa dikondisikan saat dia ada didalam kamar nanti.
Perlahan tapi pasti langkah kaki itu melangkah satu persatu langkah kaki tersebut menapaki melewati pintu lalu ditutupnya kembali pintu itu serta kini debaran itu kembali datang menghampiri Sheila lagi, kondisi saat ini membuatnya serasa tidak bisa dijelaskan terlalu sulit untuk mengatur nafas dan terasa sesak serta panas seketika berada dalam kamar.
Ruangan besar itu sepi tanpa berpenghuni tapi terdengar suara air yang turun dari shower bertanda sang pria yang berstatus suaminya Sheila sedang melakukan ritual mandinya.
Tak menunggu lebih lama lagi Sheila berlalu dengan cepat kearah lemari pakaian Ken serta mengeluarkan satu set pakaian tidur sang suaminya dan setelah itu Sheila buru buru membaringkan tubuhnya di atas ranjang setelah dia berganti pakaian tidurnya juga.
"Aku harus cepat tidur sebelum dia keluar dari kamar mandi!" kata Sheila berusaha secepatnya memejamkan matanya agar dia tertidur dahulu.Berusa menghindari Ken.
Bersambung....
Maaf ya teman teman kemarin tidak update, saya akan update 3 bab hari ini.
Terima kasih masih setia dengan cerita saya, semoga terhibur..
__ADS_1