HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Bab 17


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนHappy Reading๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Terima banyak bagi yang sudah mampir dan memberikan dukungan like, komen terlebih vote ya.


Terima kasih banyak ya teman teman


Sayang kalian semua ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน


Masih betah menatap lelaki yang berstatus suaminya dan merasakan debaran yang aneh dalam hati nya hingga akhirnya kesadaran kembali dan dia menjadi malu sendiri dan canggung. Lalu bergegas dia keluar dari kamar itu dan melajukan langkah kakinya menuju dapur untuk menyiapkan sarapan, langit masih tampak bersemu bersama dengan embun pagi yang sangat menyegarkan setia helaian nafas kehidupan serta matahari pun sepertinya masih sangat malu untuk memberikan kehangatan.


Setelah sampai di dapur Sheila sedikit terkejut dengan beberapa kantong belanjaan yang terletak di atas meja, seingatnya semalam setelah dia membereskan dapur dan meja makan posisi saat itu masih belum ada kantong belanjaan itu.


Aneh tapi nyata Sheila kebingungan sendiri dan bingung juga siapa yang meletakkan barang belanjaan semua ini.


Beberapa kali dia mengucek matanya takut dengan salah lihat mungkin masih pengaruh rasa kantuknya.


"Aneh tapi nyata ada barang nya" gumam Sheila sambil membongkar isi kantong tersebut dan beberapa kali dahinya mengerut merasa aneh karena semua barang belanjaan yang di plastik itu hampir semua nya itu ada bahan bahan untuk mengolah semua sayur mayur serta berisikan susu dan banyak lagi makanan lainnya.


"Siapa yang meletakkan semua ini?" batinnya.


Di sela-sela kebingungan tak lama pintu diketuk kembali terdengar oleh Sheila, dia menghentikan aktivitas membongkar isi kantong itu dan beralih berjalan menuju pintu dan mengintip dari jendela kaca sebelum membuka kan pintu untuk tamu yang datang di pagi buta begini.


Dilihat nya dari balik jendela kaca itu nampak seorang lelaki paru baya dengan pakaian setelah rapi sepertinya dia seorang supir yang semalam.


"Apa mungkin dia? " gumam Sheila yang penasaran.


"Assalamu'alaikum... "

__ADS_1


Tok tok tok...


Ulang pintu diketuk kembali.


Dan salam diucapkan kembali lagi oleh pria tua itu yang terlihat terburu buru serta sepertinya dia sangat gelisah sekali.


Lalu karena penasaran dan tak terlihat mencurigakan dari orang itu akhirnya Sheila membukakan pintu dan menjawab salam dari pria itu.


"Waalaikumsalam, iya ada apa, Pak?" tanya Sheila.


"Maaf Nyonya, saya ganggu waktu istirahat nya, saya mohon maaf sekali karena ini keadaan sangat darurat" jawab pria itu dengan penyesalan yang teramat sangat serta takut dan kebingungan juga semua rasa bercampur satu.


"Ada apa ya, Pak?" kembali Sheila bertanya, jujur dia juga bingung menata lelaki paru baya ini, seperti nya pernah bertemu karena wajahnya tidak begitu asing baginya.


"Anu... Nyonya saya mau izin karena anak saya masuk rumah sakit, barusan saya dapat telpon dari orang rumah. Saya harus kembali ke kota sekarang Nyonya, apa tuan Ken sudah bangun saya ingin meminta izin kepada beliau!" jawabnya penuh dengan pengharapan semoga tuan nya sudah bangun sehingga di bisa segera pulang untuk memastikan keadaan anaknya yang sudah di rawat di rumah sakit.


"Pantesan tidak asing ternyata dia supir pribadi keluarga Ken" gumam Sheila dalam hati nya.


Ada perasaan iba dan kasihan menatap pria paru baya didepan ya ini Sheila juga bingung apa yang harus dia lakukan, Memberikan izin tapi suaminya juga harus mengetahui hal ini, jika membangunkan Ken dia juga tidak tega melihat Ken tertidur sangat nyenyak membuat dia tidak ingin membangun kan suaminya itu.


Sambil berpikir dan menghela nafas beratnya akhirnya dia memberanikan diri untuk mengambil keputusan sepihak dan jika Ken marah biar itu menjadi urusannya nanti.


"Hmm... ya sudah Pak, Bapak silakan bawa mobil saja ke kota nya karena di jam segini tidak mungkin akan ada kendaraan yang lewat terlebih di sini menuju jalan raya bukannya jaraknya lumayan jauh" ucap Sheila dengan tatapan iba serta kasihan melihat sang supir itu yang sangat kebingungan.


"Tapi Nyonya, kalau tuan Ken tau saya bisa kena masalah," lanjut nya takut akan kemarahan Ken karena di sini dia mempertaruhkan pekerjaan nya bisa saja dia di pecat oleh Ken.


"Tenang saja Pak, semua akan baik naik saja. Nanti saya yang akan memberitahukan kepada suamiku!" terang Sheila dengan menekankan kata suamiku agar supir nya bisa pergi dengan tenang.


Dan setelah beberapa lama sang supir itupun akhirnya pergi dengan perasaan yang lebih tenang setelah Sheila berusaha meyakinkan dia tidak akan terjadi apapun bahkan pekerjaan akan aman dan Sheila yang menjamin akan hal itu.

__ADS_1


Beribu kata maaf dan terimakasih terlontar kan dari mulut pria paru baya itu dan dengan perasaan tenang akhirnya dia melanjutkan kendaraan nya melintasi jalanan menuju perkotaan menebus setiap lambu lalulintas berharap segara tiba ditempat tujuan dan bisa menemui anaknya yang terkasih yang sedang berbaring lemah menantikan kehadiran dirinya.


Sheila menatap kepergian supir nya itu hingga hilang dari pandangan nya dan kini dia berbalik jalan memasuki rumah dan mengunci pintu setelah menutup pintu itu, melangkah kan kakinya menuju dapur serta kembali sibuk dengan kegiatan nya yang tadi sempat tertunda hingga beberapa saat kemudian akhirnya sarapan telah selesai dia siapkan dimeja makan itu.


"Beres..." gumam Sheila dengan senyuman nya yang puas melihat hasil masakan buatannya sendiri.


Setelah puas melihat hasil masakan nya kini dia kembali melihat jam yang menempel di dinding itu yang sudah menunjukkan jm 06.30 dan dia juga belum mendapati suaminya keluar dari kamar sehingga membuat dia harus kembali ke kamar itu untuk membangun kan sang suami karena biar bagaimana pun Ken harus bekerja, dia tidak boleh egois memaksa Ken untuk tinggal dengan nya disini.


Entah perasaan apa tapi jujur dia juga tidak menginginkan sang suami nya berangkat kerja dan saat ini seperti ingin menghabiskan waktu bersama, saling mengenal lebih lagi dan mencoba untuk tuk memulai hubungan yang sudah seharusnya dimulai dari dulu. Hubungan yang tertunda tepat ya.


๐ŸŒน๐ŸŒน


Diruang makan.


Kini suara dentingan sendok dan garpu menghiasi ruangan itu kembali setelah hampir empat tahun ruangan itu kosong dan sepi tanpa berpenghuni setelah tragedi kecelakaan hari itu yang mengharuskan Sheila menjalani kehidupan barunya dengan status baru yang juga mengharuskan nya untuk mengikuti sang mertua u tuk tinggal diluar negeri cukup lama, tak dipungkiri dia sangat merindukan makan bersama anggota keluarga seperti saat ini yang dilakukan nya dengan Ken.


Menu pagi ini Sheila memilih memasak kwetiau goreng seafood dengan menu tambahan telur omelette sayurnya + daging giling ayam yang bercampur dengan sedikit daun bawang sesuai dengan resep yang selalu mertua ya ajarkan, ya ini adalah salah satu makanan kesukaan Ken dan Sheila banyak belajar dan tau banyak hal tentang makanan kesukaan Ken dimana mertuanya selalu dengan sabar dan giat menurunkan ilmu ilmu dan resep masakan kesukaan putranya itu kepada Sheila.


Sarapan pagi itu berjalan mulus dan Ken sangat menikmati sarapan nya dengan lahap serta malahan nambah lagi, dia benar-benar merasakan seperti memakan masakan dari ibunya yang sudah lama tidak dia rasakan semenjak kepergian sang Ibu keluar negeri dengan Sheila.


Kini dia benar benar dimanjakan dengan masakan Sheila, senyuman kebahagiaan meliputi Ken hari ini sepertinya dia akan sangat bahagia begitupun dengan Sheila terlebih dia sangat bahagia karena Ken sangat menikmati masakan nya dan itulah hal yang cukup membuat sang gadis remaja itu bahagia dan tersenyum puas.


Bahagia itu mudah dan simpel gaes, tidak perlu harta tahta dan kekuatan, cukup dengan memuji masakan istri aja itu lebih dari cukup bagi hati seorang wanita untuk berbunga bunga dan mood ya akan baik dan InsyaAlloh akan ada kopi ataupun teh manis tersedia di meja lagi tar. ๐Ÿคญ๐Ÿคญ


Tapi kalau masakan istri kurang cocok di lidah kita usaha kan terus terang dan kasih pengertian yang lembut agar sang istri bisa menerima dengan baik tanpa salah pemahaman ya gaes, catat khusus buat lelaki ini, jangan sampai menyakiti hati istri karena mereka sebenarnya sangat rapuh walau terlihat kuat diluar nya dan dukungan yang paling luar biasa ada datang nya dari dukungan pasangan kita. ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


Tapi tidak semua pasangan bisa beruntung seperti itu dan ironisnya masih banyak pasangan yang tidak memiliki keberuntungan itu. Semoga para pembaca ku ini semuanya memiliki pasangan yang beruntung aminnnnn


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2