HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Bab 23


__ADS_3

Selamat membaca semoga terhibur.


Jangan lupa yang baru mampir kasih rate bintang⭐⭐⭐⭐⭐ ya kak, like dan komen ya juga saya ucapkan terima kasih banyak.


____________


Ken turun dari mobilnya setelah memikirkan mobilnya di bagasi, perlahan langkah kaki itu berjalan menuju pintu utama.


Suasana sudah sepi terlihat beberapa lampu pun sudah tak menyala lagi, diluar memang kedua satpam yang berjaga masih tampak ngopi dan bercanda berbeda dengan hal di dalam rumah terasa hening tanpa berpenghuni.


Ken melihat pada jam tangan mahalnya sudah menunjukkan jam 11.30.


Ia menyesal pulang terlambat hari ini dan melewatkan makan malam bersama Sheila dan pastinya Sheila mungkin kecewa padanya, ini hari pertama Sheila berada di rumah utama tapi dia tak bisa punya banyak waktu untuk menemani.


Dengan lemas dia berjalan menuju tangga naik ke lantai dua, sesampainya di depan pintu kamar yang menjadi kamarnya dan Sheila iapun ragu untuk membuka pintu, tapi hatinya begitu ingin masuk kedalam.


Ia menjadi bimbingan untuk sesaat, apa yang harus dia katakan dan apa yang harus ia lakukan?.

__ADS_1


"Kenapa rasanya canggung begini?" tanyanya dalam hati.


"Persetan dengan rasa canggung dan malu, pastinya dia sudah terlelap ini sudah malam sekali. Dia kan kebo dan muda sekali tidur." batin Ken kembali meyakinkan dirinya untuk masuk.


Krek....


Pintu terbuka dan seperti dugaannya kamar itu hanya diterangi oleh lampu tidur saja, Ken pun berjalan perlahan seperti seorang pencuri yang seakan takut ketahuan oleh sang pemilik rumah.


Tepat sesampainya di depan ranjang yang ukuran king size itu, matanya tertuju pada gadis yang menjadi istrinya itu sudah terlelap seperti yang ia duga. Sheila sudah tidur begitu nyenyak bahkan mulutnya pun terbuka dengan suara ngoroknya yang khas tapi Ken bukannya ilfil malahan hal itu pun membuatnya merasa makin gemes dengan Sheila.


Ken pun terkekeh kecil sambil menggeleng kan kepalanya berkali-kali ia kembali melakukan hal itu.


Tak lama dengan ritualnya dikamar mandi kini ia pun keluar dengan wajah dan tubuh yang lebih fresh, mengenang kan handuk di pinggang membuat tubuh seksinya terlibat lebih menggoda tapi mau menggoda siapa? penghuni kamar itu pun sudah terlelap entah sejak kapan.


Tak ingin berlama-lama Ken pun menuju walk in closet dan sesampainya di sana ternyata Sheila sudah menyiapkan baju tidur untuknya yang di letaknya di atas narkas.


Melihat itu pun Ken tersenyum bahagia, dengan hal kecil ini pun ia senang dan sangat dipastikan jika orangnya belum tidur saat ini juga pasti Ken akan menghadiahkannya beberapa kecupan.

__ADS_1


Membayangkan hal itu terlintas di pikirannya membuat sesuatu dalam dirinya bergejolak dan bangun dengan tidak tau malunya.


Sudah sejak kemarin dirinya menahan diri dari rasa ini dan ia ingin segera merealisasikannya malam ini dengan Sheila, tapi sayangnya Sheila sudah terlelap.


Dan pada akhirnya Ken memilih tidur di samping istrinya itu, menarik istrinya kedalam dekapan nya dan memberikan beberapa kecupan di kening sangat istri lalu ia pun ikut terlelap juga dengan memeluk erat tubuh Sheila.


Mereka tidur dengan nyenyak saling berpelukan, berbeda di sisi lain seorang wanita yang masih belum bisa memejamkan matanya.


Banyak hal yang mengganggu pikirannya sehingga ia tak mampu memejamkan mata, air matanya pun kembali menetes ketika matanya tertuju kepada sang anaknya yang sudah terlelap.


Perlahan ia mengusap pucuk kepala anaknya dengan penuh kasih sayangnya, hatinya terasa sesak dan ini sangat menyakitkan.


"Maafkan Momy, semua akan baik-baik saja, Momy janji pasti kita akan berkumpul seperti keluarga normal lainnya!"


"Ya, semua akan seperti dulu lagi dan Momy janji kita pasti akan bersama untuk selamanya."


Ucapnya dengan keyakinan yang sangat ia yakini, walaupun ia sendiri tidak tau apa yang akan terjadi di kemudian hari.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2