HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Episode 86. Aku tidak akan ingkar janji


__ADS_3

"Tengah malam nanti kita akan segera beraksi, jangan sampai ada yang teledor dan menimbulkan masalah lagi. Lakukan semuanya dengan rapi dan juga bersih" Ucap Alexa pada anak buahnya yang berada di depannya


Semuanya mengangguk pelan, tidak terkecuali Roy palsu itu. Ia membenarkan letak sebuah alat yang ia pasang di telinganya, itu adalah kamera kecil yang ia jadikan sebagai anting di telinga sebelah kanannya, alat itu pula yang kini tersambung dengan laptop milik William dan tengah ia saksikan


Ia juga sudah mengaktifkan alat penyadap dan juga GPS yang berada di ponselnya, dengan begitu William dengan leluasa bisa mengetahui di mana mereka berada sekarang


"Dan kamu, siapa namamu?" Tunjuk Alexa pada Roy, ia sendiri memang tidak tahu namanya karena Roy hanyanlah anak buah tambahan yang ia minta dari salah seorang temannya


"Roy" jawabnya singkat


"Ok, Roy. Malam ini kamu berangkat awal, temui seseorang yang sudah berjaga di sana sejak lama. Aku akan mengirim pesan padanya dan kamu langsung bisa menemuinya" Roy pun mengangguk, Alexa melemparkan sebuah kunci mobil padanya dan dia pun menangkapnya


"Dan kamu" Tunjuk Alexa pada salah seorang anak buah lainnya yang terlihat bertubuh atletis dan berkulit putih itu


"Tugasmu datang ke ruangan dokter Hafiz dan katakan padanya jika kamu adalah orangku. Pakai pakaian yang lebih rapi dan jangan menimbulkan kecurigaan" dia pun mengangguk


"Lalu kamu, tugasmu adalah mengalihkan perhatian cleaning service di tempat itu, ambil kesempatan untuk masuk ke ruangan wanita itu. Lalu setelahnya lakukan tindakan" dia pun mengangguk juga


"Dan kamu, berjagalah di dekat ruangan itu bersama dengan Roy dan juga orangku di sana, jika dia dalam bahaya maka bantu dia untuk segera melarikan diri"


Semuanya pun mengangguk setelah mendengar penuturan dari sang bos, begitu juga William yang kini tengah mendengarkan rencana licik dari kakaknya itu, dia pun segera beraksi dengan menghubungi seluruh anak buahnya untuk datang segera ke sebuah tempat

__ADS_1


"Aku tidak ingin menerima kabar kegagalan, pastikan semua berjalan dengan baik, jika tidak maka kalian tidak akan mendapat bayaran satu sen pun" Alexa pun beranjak dari duduknya dan segera keluar dari tempat itu, ia akan segera pulang agar tidak menimbulkan kecurigaan dan membuatnya mudah tertangkap, lalu setelahnya anak buahnya pun ikut bergerak menuju ke tempat yang dimaksud


Roy sendiri kini berjalan dengan santai sambil sesekali mengirimkan pesan pada William sedangkan tannya yang ditugaskan bersamanya kini telah berjalan mendahuluinya dan menunggunya di parkiran hotel tersebut


...*************...


William telah bersama anak buahnya, setelah mengatur strategi dan juga rencana akhirnya semua pun bertindak sesuai dengan tugas masing-masing


"Semua akan di mulai tengah malam nanti, jangan pergi ke mana pun, tetap di sana dan pastikan selalu tanyakan siapa nama dokter yang datang ke ruangan itu dan juga berhati-hatilah pada petugas kebersihan" William menghubungi Prima lewat sambungan telepon


"Kenapa memangnya, apa mereka akan menyamar menjadi seorang Dokter dan petugas kebersihan?" Tanya Prima kebingungan


Prima kini tengah duduk di sofa ruangan itu, ia merasa cemas dan juga khawatir. Ia tengah sendirian dan kekasihnya kini tengah beristirahat sesaat setelah meminum obat


Ia melirik ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, dilihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul 22.00 yang artinya tengah malam akan tiba 2 jam lagi. Ia merasa seolah seperti cinderela yang cantik dan akan berubah menjadi buruk rupa setelah lewat tengah malam


Ia juga kembali melihat ke arah ponselnya, mengamati cctv yang terpasang di luar ruangan itu. Kosong, tidak ada pergerakan dan aktivitas apa pun karena ini sudah larut malam


Ponselnya berdering, di sana tampak William menghubungi dan setelah menggeser tombol hijau ia pun segera tersambung dengan William


"Anak buahku sudah bergerak ke sana, dua diantaranya akan menemaimu di dalam ruangan. Biarkan mereka bersembunyi di sana" Prima mengangguk dan tak lama kemudian anak buah yang dimaksud pun tiba, untuk memastikan William pun meminta untuk berbicara dengannya dan setelah dipastikan benar maka keduanya pun masuk dan kini menemani Prima di sana

__ADS_1


Jauh dari sudut rumah sakit itu, di sana ada 3 anak buah Alexa di mana yang satunya adalah Roy, mata-mata kiriman dari William yang tidak diketahui Alexa, mereka berdiri sambil terus mngamati ruangan Mbak Sumi, entah dari mana mereka masuk yang pasti kini mereka terus berjaga


"Ada dua orang yang masuk ke sana, apa itu bagian dari tim kita?" Tanya Roy pura-pura bersekongkol dengan dua orang yang kini bersamanya


"Bukan, jumlah kita hanya 6 orang" jawab laki-laki berkulit hitam itu menjelaskan sekali lagi dan dia pun menyebutkan siapa saja mereka semua


Salah satu anak buah Alexa kini tengah berada di ruangan Dokter Hafiz, dokter umum berusia sekitar 45 tahun itu yang malam ini berjaga di rumah sakit itu. Ia telah melakukan perjanjian dengan Alexa karena keterpaksaan, skandal perselingkuhannya dengan seorang model yang merupakan teman Alexa itu diketahui oleh Alexa dan kini wanita itu tengah mengandung, sedangkan Dokter Hafiz sudah berkeluarga dan telah memiliki 1 orang anak


Awalnya ia tidak mau melakukan hal yang melanggar kode etiknya sebagai seorang dokter tapi karena rahasia yang ia simpan selama ini sudah diketahui oleh orang lain dan ia tidak ingin karir dan keluarganya hancur maka dengan terpaksa ia pun mengiyakan perjanjian kotor itu, meski pada akhirnya nanti jika perjanjian busuk ini terungkap maka cepat atau lambat dia akan kehilangan segalanya


"Saya datang ke mari hanya ingin memastikan jika dokter tidak ingkar janji akan apa yang sudah dokter katakan" laki-laki berkulit putih itu menatap lekat dokter Hafiz yang kini nampak ketakutan dan terintimindasi


"Ingat, anak perempuan dokter kini berada di tangan kami" laki-laki itu kembali mengingatkan, Dokter itu hanya bisa mengangguk pasrah sebab anak perempuannya yang kini berusia belia tengah berada di tangan Alexa dan dikurung di sebuah tempat. Bukan Alexa namanya jika ia tidak mengambil keuntungan atas apa yang ia lakukan


"Jangan apa-apakan dia" kata Fokter Hafiz lirih


Laki-laki itu tertawa, "Jika kamu tidak ingkar janji maka dia akan baik-baik saja, tapi jika kamu ingkar janji maka dia akan tinggal nama"


Ketakutan pun menjalar di hati Dokter Hafiz saat ini, ketakutan akan kehilangan anak perempuan satu-satunya dan juga ketakutan akan rahasia yang ia kubur selama ini terbongkar


"Aku tidak akan ingkar janji"

__ADS_1


__ADS_2