HATI YANG TERBAGI

HATI YANG TERBAGI
Episode 136. Rumah baru


__ADS_3

Agnes baru saja selesai mandi dan kini berganti baju dengan baju yang entah kapan William siapkan untuknya, sebab di dalam lemari kamarnya sudah ada beberapa pasang baju tidur dan juga baju santai lainnya


Agnes tak mendapati William di sana, kamar itu kosong. Ia memanggil namanya berkali-kali namun tidak ada sahutan, Agnes keluar apartemen ternyata dia di luar dan tengah berbincang dengan seorang kurir, dia memesan makanan


"Kenapa, sayang?" Dia berbalik dan mendapati istrinya berada di dekat pintu


"Kamu mencariku?" Agnes mengangguk


"Aku lagi ambil ini" dia menunjukkan dua buah kantong kresek warna putih yang pastinya berisi makanan, dia mengajak Agnes masuk untuk segera makan malam


Mereka berada di dapur sekarang, Agnes mengambil makanan yang berada di dalam kantong dan memindahkannya ke dalam wadah


"Mau makan yang mana, Mas?"


"Yang itu aja, sayang" Dia menunjuk ke arah sate ayam yang berada di depan istrinya, malam ini William memesan sate ayam, seafood dan tentunya roti isi kesukaan Agnes


Agnes menyiapkan apa yang suaminya mau, tak lupa nasi yang juga berada di sana. Ia memakannya lahap, tampak sekali jika ia kelaparan dan juga lelah karena aktivitas hari ini


"Kamu kok enggak makan?" Dia tahu Agnes menatapnya


"Mau aku suapin?" Agnes mengangguk


"Ayo, aaaaaa" dia mengarahkan makanan itu ke mulut istrinya


"Enak?" lanjutnya, Agnes mengangguk


Aktivitas makan pun selesai, Agnes membereskan semuanya lalu mencuci piring dan gelas yang tadi mereka pakai. Setelahnya William mengajak istrinya ke ruang tamu, ia ingin menonton film yang sudah lama ia beli

__ADS_1


"Ini film apa, Mas?" tanya Agnes membolak-balikkan tempat DVD yang tidak bergambar atau bersampul apa pun


"Itu film kesukaanmu, ayo sini!" ia menepuk sisi sofa yang kosong. Ia juga sudah menyiapkan selimut dan juga cemilan


Film di mulai, dan benar itu adalah film kesukaan istrinya. Film horor yang menakutkan untuk sebagian orang namun bagi Agnes film horor memiliki sisi kesenangan tersendiri, sudah lama Agnes ingin menontonnya tapi belum punya waktu dan pada akhirnya William mewujudkannya sekarang


"Sini masuk selimut, aku menaikkan suhu ACnya" Agnes menuruti apa yang ia katakan, ia memasukkan tubuhnya ke dalam selimut itu lalu menyandarkan kepalanya di pundak William. William sendiri kini merapatkan tubuhnya dan merangkul pinggang Agnes


Adegan demi adegan menakutkan mulai terlihat, tak luput sesekali Agnes menarik selimut untuk menutupi wajahnya. Kadang-kadang Agnes juga membenamkan wajahnya ke dada William untuk bersembunyi tapi setelahnya ia kembali melihat film itu. William hanya tersenyum menanggapi tingkahnya yang lucu menurutnya


Hampir lima belas menit berlalu, film horor itu entah kenapa berubah haluan yang awalnya menampilkan betapa menakutkannya para setan dan juga teman-temannya tapi kini berubah jadi film romantis, Agnes melirik ke arah William, ia menatapnya sambil tersenyum


"Kenapa?"


"Kok filmnya berubah, Mas?"


"Tapi itu kok jadi kayak gitu?" tunjuk Agnes pada film yang kini berubah jadi film absurd


"Itu setannya, sayang. Kan ini film horor romantis" jelasnya lagi


Tak masuk di logika, masak iya setan yang horor jadi setan absurd kayak gitu. Entah, biarkan saja yang penting filmnya masih lanjut. Agnes mengikuti apa kata William yang memintanya untuk tetap melihat meski adegan tak lagi menakutkan. Ac ruang tamu malah bertambah dingin, Agnes merapatkan tubuhnya dan memeluk William


Sepuluh menit berlalu, adegan tadi bertambah semakin tidak karuan. Kali ini malah adegan makin absurd yang terpampang di sana, ini sebenarnya film apa, kok malah enggak jelas gini


"Mas, kok jadi kayak gini sih?" Tidak ada jawaban dari pertanyaan yang Agnes tanyakan, William malah membuka selimutnya


"Mas, dingin" keluhnya, sebab memang ruang tamu ini malam ini terasa seperti freezer kulkas. Agnes mencoba meraih selimut itu tapi William malah menjauhkannya. Agnes menatapnya heran tapi ia malah mendekatkan tubuhnya, jarak wajah mereka berdua kini hanya beberapa mili saja. Bisa Agnes rasakan hembusan nafas William yang memburu seolah ingin menerkam mangsanya

__ADS_1


"Sebentar lagi kamu enggak akan kedinginan, sayang" lirih William tepat di wajah istrinya. Sang istri memahami apa yang kini terjadi di antara mereka. Detak jantung keduanya seolah berlomba, atmosfer berubah seketika. Kini keduanya tak lagi menonton film sebab keduanya sudah menciptakan sendiri film horor dan romantis seperti yang mereka tonton tadi


Sudah,,,,,, lanjutkan sendiri..... nanti enggak lolos revisi kalau bahas terlalu jauh........


...**************...


Pagi menjelang, Agnes baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Dia sudah selesai memasak nasi goreng dan sudah menyiapkan semuanya di atas meja makan. William baru saja bangun dan indera penciumannya menangkap sesuatu yang membuat perutnya berbunyi


"Mas ayo sarapan" kata Agnes saat melihat suaminya sudah rapi dan sudah wangi


William menarik kursi dan segera duduk, Agnes melayaninya dengan telaten, mengambilkan nasi goreng dan juga menuangkan minum. Pagi pertama bagi Agnes sebagai seorang istri, dia berusaha sebaik mungkin dan belajar lebih baik agar bisa menjadi istri yang baik pula


Keduanya lantas sarapan bersama, menghabiskan nasi goreng yang telah tersaji di depan mereka. Tidak ada obrolan lain sebab perut mereka sangat lapar dan segera ingin diisi


"Hari ini mau ke mana?" Agnes menggeleng, ia tak memiliki rencana apa pun


"Kita ke rumah baru orang tuaku saja bagaimana?" usul William dan langsung mendapat anggukan dari Agnes


Selesai makan keduanya bergegas pergi ke tempat yang dimaksud, mereka versenandung sepanjang perjalanan menandakan hati mereka sangat bahagia. Mereka berhenti di tengah perjalanan, masuk ke dalam sebuah kafe dan membeli oleh-oleh untuk keluarga mereka


Tiga kotak kue brownis, itu yang mereka beli saat ini. Rencananya nanti sepulang dari rumah baru orang tua William mereka akan pergi ke rumah orang tua Agnes


Beberapa saat kemudian, Agnes dan suaminya tiba di rumah yang dimaksud. Rumah sederhana yang terlihat asri dan juga sejuk, di pelataran rumah itu ditumbuhi bunga dan juga beberapa tahan lainnya membuat siapa pun yang melihat akan merasa betah dan juga nyaman


Mobil William terparkir di garasi, dengan diam mereka berdua masuk ke dalam rumah itu. William sendiri tidak memberitahu Omanya jika dirinya akan datang berkunjung, ini adalah kejutan untuk Omanya


William yang memang punya kunci cadangan tentu dengan bebas masuk ke dalam rumah itu, namun kali ini pintu itu tidak di kunci. Bak seorang pencuri, keduanya mengendap-endap masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi itu. Terdengar suara dari arah dapur, keduanya laluenuju ke sana dan tampak Oma tengah berkutat di depan kompor

__ADS_1


"Oma" kata William segera


__ADS_2